Akselerasi Budaya Literasi dan Eksplorasi Kreativitas Penulisan
Membangun Budaya Literasi dan Kreativitas Sejak Dini
Suasana di SD Nusantara tampak berbeda saat kehadiran Ibu Ratna, seorang sastrawan dan penulis buku anak nasional yang inspiratif. Di hadapan para siswa yang berkumpul di aula sekolah, Ibu Ratna secara mendalam menceritakan proses menulis buku, mulai dari fase penemuan ide, penyusunan naskah yang sistematis, hingga tahap publikasi. Beliau memaparkan bahwa karya literasi yang baik lahir dari ketekunan dan pengamatan yang tajam terhadap lingkungan sekitar, sembari menunjukkan beberapa contoh buku dengan ilustrasi yang memukau mata.
Interaksi menjadi semakin dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Seorang siswi bernama Lani bertanya tentang asal ide cerita yang sering ditulis oleh Ibu Ratna. Menanggapi hal tersebut, Ibu Ratna menekankan bahwa inspirasi bisa bersumber dari mana saja, termasuk pengalaman pribadi. Sebelum mengakhiri sesi, beliau memberikan tantangan edukatif: siswa diminta menulis dan membaca karya mereka di depan kelas pada minggu berikutnya. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya menjadi konsumen literasi, tetapi juga produsen karya yang berani mengekspresikan pikiran mereka.
Semangat tersebut memicu gelombang kreativitas di kelas. Banyak siswa yang antusias menulis cerita pendek masing-masing di buku jurnal mereka. Uniknya, keduanya menulis pengalaman pribadi; Lani mengangkat kisah tentang kucing peliharaannya, sementara Jono mengeksplorasi keseruan bermain layang-layang. Saat hari pembacaan karya tiba, suasana haru dan bangga menyelimuti kelas karena mereka saling memuji dan percaya diri. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menulis adalah tentang menunjukkan keberanian dan berbagi, serta membuktikan bahwa berani menulis dan membaca di depan kelas adalah kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan diri.