Menyimpan...
30:00
Soal 1/30
Bahasa Indonesia - Perjalanan Lukisan Rudi
BACAAN / STIMULUS

Akselerasi Budaya Literasi dan Eksplorasi Kreativitas Penulisan

Membangun Budaya Literasi dan Kreativitas Sejak Dini

Suasana di SD Nusantara tampak berbeda saat kehadiran Ibu Ratna, seorang sastrawan dan penulis buku anak nasional yang inspiratif. Di hadapan para siswa yang berkumpul di aula sekolah, Ibu Ratna secara mendalam menceritakan proses menulis buku, mulai dari fase penemuan ide, penyusunan naskah yang sistematis, hingga tahap publikasi. Beliau memaparkan bahwa karya literasi yang baik lahir dari ketekunan dan pengamatan yang tajam terhadap lingkungan sekitar, sembari menunjukkan beberapa contoh buku dengan ilustrasi yang memukau mata.

Interaksi menjadi semakin dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Seorang siswi bernama Lani bertanya tentang asal ide cerita yang sering ditulis oleh Ibu Ratna. Menanggapi hal tersebut, Ibu Ratna menekankan bahwa inspirasi bisa bersumber dari mana saja, termasuk pengalaman pribadi. Sebelum mengakhiri sesi, beliau memberikan tantangan edukatif: siswa diminta menulis dan membaca karya mereka di depan kelas pada minggu berikutnya. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya menjadi konsumen literasi, tetapi juga produsen karya yang berani mengekspresikan pikiran mereka.

Semangat tersebut memicu gelombang kreativitas di kelas. Banyak siswa yang antusias menulis cerita pendek masing-masing di buku jurnal mereka. Uniknya, keduanya menulis pengalaman pribadi; Lani mengangkat kisah tentang kucing peliharaannya, sementara Jono mengeksplorasi keseruan bermain layang-layang. Saat hari pembacaan karya tiba, suasana haru dan bangga menyelimuti kelas karena mereka saling memuji dan percaya diri. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menulis adalah tentang menunjukkan keberanian dan berbagi, serta membuktikan bahwa berani menulis dan membaca di depan kelas adalah kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan diri.

Pertanyaan 1 ID: #81

Apa kegiatan yang dilakukan di aula sekolah oleh Ibu Ratna?

BACAAN / STIMULUS

Akselerasi Budaya Literasi dan Eksplorasi Kreativitas Penulisan

Membangun Budaya Literasi dan Kreativitas Sejak Dini

Suasana di SD Nusantara tampak berbeda saat kehadiran Ibu Ratna, seorang sastrawan dan penulis buku anak nasional yang inspiratif. Di hadapan para siswa yang berkumpul di aula sekolah, Ibu Ratna secara mendalam menceritakan proses menulis buku, mulai dari fase penemuan ide, penyusunan naskah yang sistematis, hingga tahap publikasi. Beliau memaparkan bahwa karya literasi yang baik lahir dari ketekunan dan pengamatan yang tajam terhadap lingkungan sekitar, sembari menunjukkan beberapa contoh buku dengan ilustrasi yang memukau mata.

Interaksi menjadi semakin dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Seorang siswi bernama Lani bertanya tentang asal ide cerita yang sering ditulis oleh Ibu Ratna. Menanggapi hal tersebut, Ibu Ratna menekankan bahwa inspirasi bisa bersumber dari mana saja, termasuk pengalaman pribadi. Sebelum mengakhiri sesi, beliau memberikan tantangan edukatif: siswa diminta menulis dan membaca karya mereka di depan kelas pada minggu berikutnya. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya menjadi konsumen literasi, tetapi juga produsen karya yang berani mengekspresikan pikiran mereka.

Semangat tersebut memicu gelombang kreativitas di kelas. Banyak siswa yang antusias menulis cerita pendek masing-masing di buku jurnal mereka. Uniknya, keduanya menulis pengalaman pribadi; Lani mengangkat kisah tentang kucing peliharaannya, sementara Jono mengeksplorasi keseruan bermain layang-layang. Saat hari pembacaan karya tiba, suasana haru dan bangga menyelimuti kelas karena mereka saling memuji dan percaya diri. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menulis adalah tentang menunjukkan keberanian dan berbagi, serta membuktikan bahwa berani menulis dan membaca di depan kelas adalah kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan diri.

Pertanyaan 2 ID: #82

Siapa yang bertanya kepada Ibu Ratna dan apa yang ditanyakan?

BACAAN / STIMULUS

Akselerasi Budaya Literasi dan Eksplorasi Kreativitas Penulisan

Membangun Budaya Literasi dan Kreativitas Sejak Dini

Suasana di SD Nusantara tampak berbeda saat kehadiran Ibu Ratna, seorang sastrawan dan penulis buku anak nasional yang inspiratif. Di hadapan para siswa yang berkumpul di aula sekolah, Ibu Ratna secara mendalam menceritakan proses menulis buku, mulai dari fase penemuan ide, penyusunan naskah yang sistematis, hingga tahap publikasi. Beliau memaparkan bahwa karya literasi yang baik lahir dari ketekunan dan pengamatan yang tajam terhadap lingkungan sekitar, sembari menunjukkan beberapa contoh buku dengan ilustrasi yang memukau mata.

Interaksi menjadi semakin dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Seorang siswi bernama Lani bertanya tentang asal ide cerita yang sering ditulis oleh Ibu Ratna. Menanggapi hal tersebut, Ibu Ratna menekankan bahwa inspirasi bisa bersumber dari mana saja, termasuk pengalaman pribadi. Sebelum mengakhiri sesi, beliau memberikan tantangan edukatif: siswa diminta menulis dan membaca karya mereka di depan kelas pada minggu berikutnya. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya menjadi konsumen literasi, tetapi juga produsen karya yang berani mengekspresikan pikiran mereka.

Semangat tersebut memicu gelombang kreativitas di kelas. Banyak siswa yang antusias menulis cerita pendek masing-masing di buku jurnal mereka. Uniknya, keduanya menulis pengalaman pribadi; Lani mengangkat kisah tentang kucing peliharaannya, sementara Jono mengeksplorasi keseruan bermain layang-layang. Saat hari pembacaan karya tiba, suasana haru dan bangga menyelimuti kelas karena mereka saling memuji dan percaya diri. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menulis adalah tentang menunjukkan keberanian dan berbagi, serta membuktikan bahwa berani menulis dan membaca di depan kelas adalah kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan diri.

Pertanyaan 3 ID: #83

Apa pesan yang disampaikan Ibu Ratna kepada siswa?

BACAAN / STIMULUS

Akselerasi Budaya Literasi dan Eksplorasi Kreativitas Penulisan

Membangun Budaya Literasi dan Kreativitas Sejak Dini

Suasana di SD Nusantara tampak berbeda saat kehadiran Ibu Ratna, seorang sastrawan dan penulis buku anak nasional yang inspiratif. Di hadapan para siswa yang berkumpul di aula sekolah, Ibu Ratna secara mendalam menceritakan proses menulis buku, mulai dari fase penemuan ide, penyusunan naskah yang sistematis, hingga tahap publikasi. Beliau memaparkan bahwa karya literasi yang baik lahir dari ketekunan dan pengamatan yang tajam terhadap lingkungan sekitar, sembari menunjukkan beberapa contoh buku dengan ilustrasi yang memukau mata.

Interaksi menjadi semakin dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Seorang siswi bernama Lani bertanya tentang asal ide cerita yang sering ditulis oleh Ibu Ratna. Menanggapi hal tersebut, Ibu Ratna menekankan bahwa inspirasi bisa bersumber dari mana saja, termasuk pengalaman pribadi. Sebelum mengakhiri sesi, beliau memberikan tantangan edukatif: siswa diminta menulis dan membaca karya mereka di depan kelas pada minggu berikutnya. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya menjadi konsumen literasi, tetapi juga produsen karya yang berani mengekspresikan pikiran mereka.

Semangat tersebut memicu gelombang kreativitas di kelas. Banyak siswa yang antusias menulis cerita pendek masing-masing di buku jurnal mereka. Uniknya, keduanya menulis pengalaman pribadi; Lani mengangkat kisah tentang kucing peliharaannya, sementara Jono mengeksplorasi keseruan bermain layang-layang. Saat hari pembacaan karya tiba, suasana haru dan bangga menyelimuti kelas karena mereka saling memuji dan percaya diri. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menulis adalah tentang menunjukkan keberanian dan berbagi, serta membuktikan bahwa berani menulis dan membaca di depan kelas adalah kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan diri.

Pertanyaan 4 ID: #84

Apa yang dilakukan siswa setelah kunjungan Ibu Ratna?

BACAAN / STIMULUS

Akselerasi Budaya Literasi dan Eksplorasi Kreativitas Penulisan

Membangun Budaya Literasi dan Kreativitas Sejak Dini

Suasana di SD Nusantara tampak berbeda saat kehadiran Ibu Ratna, seorang sastrawan dan penulis buku anak nasional yang inspiratif. Di hadapan para siswa yang berkumpul di aula sekolah, Ibu Ratna secara mendalam menceritakan proses menulis buku, mulai dari fase penemuan ide, penyusunan naskah yang sistematis, hingga tahap publikasi. Beliau memaparkan bahwa karya literasi yang baik lahir dari ketekunan dan pengamatan yang tajam terhadap lingkungan sekitar, sembari menunjukkan beberapa contoh buku dengan ilustrasi yang memukau mata.

Interaksi menjadi semakin dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Seorang siswi bernama Lani bertanya tentang asal ide cerita yang sering ditulis oleh Ibu Ratna. Menanggapi hal tersebut, Ibu Ratna menekankan bahwa inspirasi bisa bersumber dari mana saja, termasuk pengalaman pribadi. Sebelum mengakhiri sesi, beliau memberikan tantangan edukatif: siswa diminta menulis dan membaca karya mereka di depan kelas pada minggu berikutnya. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya menjadi konsumen literasi, tetapi juga produsen karya yang berani mengekspresikan pikiran mereka.

Semangat tersebut memicu gelombang kreativitas di kelas. Banyak siswa yang antusias menulis cerita pendek masing-masing di buku jurnal mereka. Uniknya, keduanya menulis pengalaman pribadi; Lani mengangkat kisah tentang kucing peliharaannya, sementara Jono mengeksplorasi keseruan bermain layang-layang. Saat hari pembacaan karya tiba, suasana haru dan bangga menyelimuti kelas karena mereka saling memuji dan percaya diri. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menulis adalah tentang menunjukkan keberanian dan berbagi, serta membuktikan bahwa berani menulis dan membaca di depan kelas adalah kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan diri.

Pertanyaan 5 ID: #85

Apa kesamaan cerita yang ditulis oleh Lani dan Jono?

BACAAN / STIMULUS

Akselerasi Budaya Literasi dan Eksplorasi Kreativitas Penulisan

Membangun Budaya Literasi dan Kreativitas Sejak Dini

Suasana di SD Nusantara tampak berbeda saat kehadiran Ibu Ratna, seorang sastrawan dan penulis buku anak nasional yang inspiratif. Di hadapan para siswa yang berkumpul di aula sekolah, Ibu Ratna secara mendalam menceritakan proses menulis buku, mulai dari fase penemuan ide, penyusunan naskah yang sistematis, hingga tahap publikasi. Beliau memaparkan bahwa karya literasi yang baik lahir dari ketekunan dan pengamatan yang tajam terhadap lingkungan sekitar, sembari menunjukkan beberapa contoh buku dengan ilustrasi yang memukau mata.

Interaksi menjadi semakin dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Seorang siswi bernama Lani bertanya tentang asal ide cerita yang sering ditulis oleh Ibu Ratna. Menanggapi hal tersebut, Ibu Ratna menekankan bahwa inspirasi bisa bersumber dari mana saja, termasuk pengalaman pribadi. Sebelum mengakhiri sesi, beliau memberikan tantangan edukatif: siswa diminta menulis dan membaca karya mereka di depan kelas pada minggu berikutnya. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya menjadi konsumen literasi, tetapi juga produsen karya yang berani mengekspresikan pikiran mereka.

Semangat tersebut memicu gelombang kreativitas di kelas. Banyak siswa yang antusias menulis cerita pendek masing-masing di buku jurnal mereka. Uniknya, keduanya menulis pengalaman pribadi; Lani mengangkat kisah tentang kucing peliharaannya, sementara Jono mengeksplorasi keseruan bermain layang-layang. Saat hari pembacaan karya tiba, suasana haru dan bangga menyelimuti kelas karena mereka saling memuji dan percaya diri. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menulis adalah tentang menunjukkan keberanian dan berbagi, serta membuktikan bahwa berani menulis dan membaca di depan kelas adalah kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan diri.

Pertanyaan 6 ID: #86

Apa yang dimaksud Bu Rini dengan menulis bukan soal siapa paling hebat?

BACAAN / STIMULUS

Akselerasi Budaya Literasi dan Eksplorasi Kreativitas Penulisan

Membangun Budaya Literasi dan Kreativitas Sejak Dini

Suasana di SD Nusantara tampak berbeda saat kehadiran Ibu Ratna, seorang sastrawan dan penulis buku anak nasional yang inspiratif. Di hadapan para siswa yang berkumpul di aula sekolah, Ibu Ratna secara mendalam menceritakan proses menulis buku, mulai dari fase penemuan ide, penyusunan naskah yang sistematis, hingga tahap publikasi. Beliau memaparkan bahwa karya literasi yang baik lahir dari ketekunan dan pengamatan yang tajam terhadap lingkungan sekitar, sembari menunjukkan beberapa contoh buku dengan ilustrasi yang memukau mata.

Interaksi menjadi semakin dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Seorang siswi bernama Lani bertanya tentang asal ide cerita yang sering ditulis oleh Ibu Ratna. Menanggapi hal tersebut, Ibu Ratna menekankan bahwa inspirasi bisa bersumber dari mana saja, termasuk pengalaman pribadi. Sebelum mengakhiri sesi, beliau memberikan tantangan edukatif: siswa diminta menulis dan membaca karya mereka di depan kelas pada minggu berikutnya. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya menjadi konsumen literasi, tetapi juga produsen karya yang berani mengekspresikan pikiran mereka.

Semangat tersebut memicu gelombang kreativitas di kelas. Banyak siswa yang antusias menulis cerita pendek masing-masing di buku jurnal mereka. Uniknya, keduanya menulis pengalaman pribadi; Lani mengangkat kisah tentang kucing peliharaannya, sementara Jono mengeksplorasi keseruan bermain layang-layang. Saat hari pembacaan karya tiba, suasana haru dan bangga menyelimuti kelas karena mereka saling memuji dan percaya diri. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menulis adalah tentang menunjukkan keberanian dan berbagi, serta membuktikan bahwa berani menulis dan membaca di depan kelas adalah kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan diri.

Pertanyaan 7 ID: #87

Mengapa Ibu Ratna mengajak siswa membaca karya mereka di kelas?

BACAAN / STIMULUS

Akselerasi Budaya Literasi dan Eksplorasi Kreativitas Penulisan

Membangun Budaya Literasi dan Kreativitas Sejak Dini

Suasana di SD Nusantara tampak berbeda saat kehadiran Ibu Ratna, seorang sastrawan dan penulis buku anak nasional yang inspiratif. Di hadapan para siswa yang berkumpul di aula sekolah, Ibu Ratna secara mendalam menceritakan proses menulis buku, mulai dari fase penemuan ide, penyusunan naskah yang sistematis, hingga tahap publikasi. Beliau memaparkan bahwa karya literasi yang baik lahir dari ketekunan dan pengamatan yang tajam terhadap lingkungan sekitar, sembari menunjukkan beberapa contoh buku dengan ilustrasi yang memukau mata.

Interaksi menjadi semakin dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Seorang siswi bernama Lani bertanya tentang asal ide cerita yang sering ditulis oleh Ibu Ratna. Menanggapi hal tersebut, Ibu Ratna menekankan bahwa inspirasi bisa bersumber dari mana saja, termasuk pengalaman pribadi. Sebelum mengakhiri sesi, beliau memberikan tantangan edukatif: siswa diminta menulis dan membaca karya mereka di depan kelas pada minggu berikutnya. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya menjadi konsumen literasi, tetapi juga produsen karya yang berani mengekspresikan pikiran mereka.

Semangat tersebut memicu gelombang kreativitas di kelas. Banyak siswa yang antusias menulis cerita pendek masing-masing di buku jurnal mereka. Uniknya, keduanya menulis pengalaman pribadi; Lani mengangkat kisah tentang kucing peliharaannya, sementara Jono mengeksplorasi keseruan bermain layang-layang. Saat hari pembacaan karya tiba, suasana haru dan bangga menyelimuti kelas karena mereka saling memuji dan percaya diri. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menulis adalah tentang menunjukkan keberanian dan berbagi, serta membuktikan bahwa berani menulis dan membaca di depan kelas adalah kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan diri.

Pertanyaan 8 ID: #88

Bagaimana tanggapan siswa saat membaca karya temannya?

BACAAN / STIMULUS

Akselerasi Budaya Literasi dan Eksplorasi Kreativitas Penulisan

Membangun Budaya Literasi dan Kreativitas Sejak Dini

Suasana di SD Nusantara tampak berbeda saat kehadiran Ibu Ratna, seorang sastrawan dan penulis buku anak nasional yang inspiratif. Di hadapan para siswa yang berkumpul di aula sekolah, Ibu Ratna secara mendalam menceritakan proses menulis buku, mulai dari fase penemuan ide, penyusunan naskah yang sistematis, hingga tahap publikasi. Beliau memaparkan bahwa karya literasi yang baik lahir dari ketekunan dan pengamatan yang tajam terhadap lingkungan sekitar, sembari menunjukkan beberapa contoh buku dengan ilustrasi yang memukau mata.

Interaksi menjadi semakin dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Seorang siswi bernama Lani bertanya tentang asal ide cerita yang sering ditulis oleh Ibu Ratna. Menanggapi hal tersebut, Ibu Ratna menekankan bahwa inspirasi bisa bersumber dari mana saja, termasuk pengalaman pribadi. Sebelum mengakhiri sesi, beliau memberikan tantangan edukatif: siswa diminta menulis dan membaca karya mereka di depan kelas pada minggu berikutnya. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya menjadi konsumen literasi, tetapi juga produsen karya yang berani mengekspresikan pikiran mereka.

Semangat tersebut memicu gelombang kreativitas di kelas. Banyak siswa yang antusias menulis cerita pendek masing-masing di buku jurnal mereka. Uniknya, keduanya menulis pengalaman pribadi; Lani mengangkat kisah tentang kucing peliharaannya, sementara Jono mengeksplorasi keseruan bermain layang-layang. Saat hari pembacaan karya tiba, suasana haru dan bangga menyelimuti kelas karena mereka saling memuji dan percaya diri. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menulis adalah tentang menunjukkan keberanian dan berbagi, serta membuktikan bahwa berani menulis dan membaca di depan kelas adalah kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan diri.

Pertanyaan 9 ID: #89

Bagaimana kegiatan menulis cerita pendek dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa?

BACAAN / STIMULUS

Akselerasi Budaya Literasi dan Eksplorasi Kreativitas Penulisan

Membangun Budaya Literasi dan Kreativitas Sejak Dini

Suasana di SD Nusantara tampak berbeda saat kehadiran Ibu Ratna, seorang sastrawan dan penulis buku anak nasional yang inspiratif. Di hadapan para siswa yang berkumpul di aula sekolah, Ibu Ratna secara mendalam menceritakan proses menulis buku, mulai dari fase penemuan ide, penyusunan naskah yang sistematis, hingga tahap publikasi. Beliau memaparkan bahwa karya literasi yang baik lahir dari ketekunan dan pengamatan yang tajam terhadap lingkungan sekitar, sembari menunjukkan beberapa contoh buku dengan ilustrasi yang memukau mata.

Interaksi menjadi semakin dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Seorang siswi bernama Lani bertanya tentang asal ide cerita yang sering ditulis oleh Ibu Ratna. Menanggapi hal tersebut, Ibu Ratna menekankan bahwa inspirasi bisa bersumber dari mana saja, termasuk pengalaman pribadi. Sebelum mengakhiri sesi, beliau memberikan tantangan edukatif: siswa diminta menulis dan membaca karya mereka di depan kelas pada minggu berikutnya. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya menjadi konsumen literasi, tetapi juga produsen karya yang berani mengekspresikan pikiran mereka.

Semangat tersebut memicu gelombang kreativitas di kelas. Banyak siswa yang antusias menulis cerita pendek masing-masing di buku jurnal mereka. Uniknya, keduanya menulis pengalaman pribadi; Lani mengangkat kisah tentang kucing peliharaannya, sementara Jono mengeksplorasi keseruan bermain layang-layang. Saat hari pembacaan karya tiba, suasana haru dan bangga menyelimuti kelas karena mereka saling memuji dan percaya diri. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menulis adalah tentang menunjukkan keberanian dan berbagi, serta membuktikan bahwa berani menulis dan membaca di depan kelas adalah kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan diri.

Pertanyaan 10 ID: #90

Informasi apa yang paling sesuai dengan isi paragraf pertama teks?

Pertanyaan 11 ID: #1111

Perhatikan teks berikut:

"Andi pergi ke sekolah dengan membawa payung, meskipun cuaca cerah. Temannya bertanya mengapa ia membawa payung, Andi menjawab untuk berjaga-jaga jika hujan turun."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan kesesuaian unsur dan informasi dalam teks.

1. Andi membawa payung untuk berjaga-jaga jika hujan.

2. Cuaca cerah membuat membawa payung tidak relevan.

3. Informasi tentang teman menanyakan payung sesuai dengan cerita.

Pertanyaan 12 ID: #1112

Perhatikan teks berikut:

"Rina menaruh sepatu di rak yang salah, kemudian menyadari bahwa rak itu untuk sepatu olahraga. Ia segera memindahkan sepatu ke rak yang benar."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan kesesuaian unsur dan informasi dalam teks.

1. Rina menyadari rak sepatu salah dan memperbaikinya.

2. Rak sepatu olahraga dan rak lainnya sesuai informasi dalam teks.

3. Rina tidak memperhatikan rak sepatu sama sekali.

Pertanyaan 13 ID: #1113

Perhatikan teks berikut:

"Budi menyalakan lampu ruang belajar karena gelap, tetapi ia lupa menutup jendela sehingga cahaya lampu tidak efektif."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan kesesuaian unsur dan informasi dalam teks.

1. Lampu dinyalakan karena gelap, namun jendela terbuka membuat cahaya kurang efektif.

2. Informasi unsur gelap dan lampu sesuai cerita.

3. Budi menyalakan lampu tidak ada hubungannya dengan gelap.

Pertanyaan 14 ID: #1114

Perhatikan teks berikut:

"Siti menaruh kotak makan di atas meja. Ketika ingin mengambil makanan, ia menemukan kotak itu sudah tergeser karena angin dari jendela terbuka."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan kesesuaian unsur dan informasi dalam teks.

1. Kotak makan tergeser oleh angin dari jendela.

2. Unsur meja, kotak, dan angin sesuai dengan informasi teks.

3. Kotak makan tetap di tempat meskipun ada angin.

Pertanyaan 15 ID: #1115

Perhatikan teks berikut:

"Dika menulis catatan harian setiap malam, namun terkadang menulis tanggal yang salah. Ia kemudian memperbaikinya keesokan harinya."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan kesesuaian unsur dan informasi dalam teks.

1. Dika menulis catatan harian tapi terkadang salah tanggal.

2. Dika memperbaiki tanggal keesokan harinya.

3. Dika tidak memperhatikan tanggal sama sekali.

Pertanyaan 16 ID: #1116

Perhatikan teks berikut:

"Tia menyiapkan bekal untuk piknik sekolah. Ia memastikan semua makanan dan minuman sesuai daftar yang telah dibuat."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan kesesuaian unsur dan informasi dalam teks.

1. Tia memastikan semua bekal sesuai daftar.

2. Persiapan bekal sesuai informasi teks.

3. Tia menyiapkan bekal tanpa mengikuti daftar.

Pertanyaan 17 ID: #1117

Perhatikan teks berikut:

"Rafi menyalakan kompor untuk memasak, tetapi ia meletakkan panci di atas kompor yang belum menyala. Setelah menyadari, ia menyalakan kompor dan memasak dengan aman."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan kesesuaian unsur dan informasi dalam teks.

1. Rafi menyalakan kompor setelah menyadari panci diletakkan salah.

2. Tindakan Rafi sesuai dengan informasi teks.

3. Rafi membiarkan panci di atas kompor mati tanpa menyalakan.

Pertanyaan 18 ID: #1118

Perhatikan teks berikut:

"Lila membaca petunjuk permainan, tetapi salah memahami aturan sehingga permainannya tidak berjalan sesuai rencana. Ia kemudian membaca ulang petunjuk."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan kesesuaian unsur dan informasi dalam teks.

1. Lila salah memahami aturan permainan dan membaca ulang petunjuk.

2. Kesesuaian unsur aturan dan tindakan Lila benar.

3. Lila tetap salah memahami aturan tanpa membaca ulang.

Pertanyaan 19 ID: #1119

Perhatikan teks berikut:

"Seno membeli buku cerita, tetapi memilih buku yang sama dengan milik temannya. Ia kemudian menukar buku agar sesuai dengan pilihan yang berbeda."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan kesesuaian unsur dan informasi dalam teks.

1. Seno menukar buku agar berbeda dengan milik temannya.

2. Informasi tentang buku dan teman sesuai teks.

3. Seno tetap membeli buku yang sama tanpa menukar.

Pertanyaan 20 ID: #1120

Perhatikan teks berikut:

"Dini menulis undangan ulang tahun, tetapi lupa menuliskan alamat. Ia kemudian menambahkan alamat agar undangan lengkap."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan kesesuaian unsur dan informasi dalam teks.

1. Dini menambahkan alamat agar undangan lengkap.

2. Kesesuaian informasi undangan dan alamat sesuai teks.

3. Dini tidak menambahkan alamat sama sekali.

BACAAN / STIMULUS

Perjalanan Lukisan Rudi

Rudi adalah seorang seniman muda yang sangat mencintai dunia lukis. Ia memiliki studio lukis kecil di belakang rumahnya. Setiap hari, ia menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Studio Rudi sangat rapi dan bersih. Alat-alat lukisnya tersusun di rak, kanvas-kanvas yang belum terpakai ditumpuk rapi di sudut, dan beberapa lukisan hasil karyanya terpajang di dinding. Rudi selalu berkata, "Lingkungan yang bersih akan membuat pikiran tenang dan ide-ide mengalir."

Suatu sore, Rudi sedang melukis pemandangan desa. Tiba-tiba, ia mendengar suara gaduh dari jalan. Rupanya, ada mobil pengangkut barang yang menabrak tiang listrik. Rudi, tanpa pikir panjang, meletakkan kuasnya dan berlari keluar untuk membantu. Ia melihat seorang kakek yang terguling dari gerobaknya akibat kecelakaan itu. Rudi membantu kakek tersebut berdiri, memberinya minum, dan membenahi barang-barangnya yang berserakan. Ia tidak peduli jika lukisannya belum selesai. Baginya, membantu orang lain jauh lebih penting.

Setelah memastikan kakek itu baik-baik saja, Rudi kembali ke studionya. Ia melihat pemandangan desa yang dilukisnya sudah hampir selesai, tetapi di sudut bawah kanvas terdapat noda cat yang tidak sengaja tertekan saat ia buru-buru keluar. Rudi tidak marah. Ia malah tersenyum. "Noda ini adalah pengingat bahwa kebaikan lebih berharga dari kesempurnaan," gumamnya. Rudi lalu mengambil kuas dan mengubah noda itu menjadi seekor burung kecil yang sedang hinggap di ranting pohon. Lukisan itu menjadi semakin istimewa dan berhasil memenangkan perlombaan tingkat kabupaten. Rudi tidak hanya dikenal sebagai pelukis hebat, tetapi juga sebagai anak yang suka menolong.

Pertanyaan 21 ID: #1781

Apakah pernyataan tentang studio Rudi sesuai dengan deskripsi yang ada di teks?

BACAAN / STIMULUS

Perjalanan Lukisan Rudi

Rudi adalah seorang seniman muda yang sangat mencintai dunia lukis. Ia memiliki studio lukis kecil di belakang rumahnya. Setiap hari, ia menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Studio Rudi sangat rapi dan bersih. Alat-alat lukisnya tersusun di rak, kanvas-kanvas yang belum terpakai ditumpuk rapi di sudut, dan beberapa lukisan hasil karyanya terpajang di dinding. Rudi selalu berkata, "Lingkungan yang bersih akan membuat pikiran tenang dan ide-ide mengalir."

Suatu sore, Rudi sedang melukis pemandangan desa. Tiba-tiba, ia mendengar suara gaduh dari jalan. Rupanya, ada mobil pengangkut barang yang menabrak tiang listrik. Rudi, tanpa pikir panjang, meletakkan kuasnya dan berlari keluar untuk membantu. Ia melihat seorang kakek yang terguling dari gerobaknya akibat kecelakaan itu. Rudi membantu kakek tersebut berdiri, memberinya minum, dan membenahi barang-barangnya yang berserakan. Ia tidak peduli jika lukisannya belum selesai. Baginya, membantu orang lain jauh lebih penting.

Setelah memastikan kakek itu baik-baik saja, Rudi kembali ke studionya. Ia melihat pemandangan desa yang dilukisnya sudah hampir selesai, tetapi di sudut bawah kanvas terdapat noda cat yang tidak sengaja tertekan saat ia buru-buru keluar. Rudi tidak marah. Ia malah tersenyum. "Noda ini adalah pengingat bahwa kebaikan lebih berharga dari kesempurnaan," gumamnya. Rudi lalu mengambil kuas dan mengubah noda itu menjadi seekor burung kecil yang sedang hinggap di ranting pohon. Lukisan itu menjadi semakin istimewa dan berhasil memenangkan perlombaan tingkat kabupaten. Rudi tidak hanya dikenal sebagai pelukis hebat, tetapi juga sebagai anak yang suka menolong.

Pertanyaan 22 ID: #1782

Bagaimana kesesuaian antara perkataan Rudi dengan tindakannya saat melihat kecelakaan?

BACAAN / STIMULUS

Perjalanan Lukisan Rudi

Rudi adalah seorang seniman muda yang sangat mencintai dunia lukis. Ia memiliki studio lukis kecil di belakang rumahnya. Setiap hari, ia menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Studio Rudi sangat rapi dan bersih. Alat-alat lukisnya tersusun di rak, kanvas-kanvas yang belum terpakai ditumpuk rapi di sudut, dan beberapa lukisan hasil karyanya terpajang di dinding. Rudi selalu berkata, "Lingkungan yang bersih akan membuat pikiran tenang dan ide-ide mengalir."

Suatu sore, Rudi sedang melukis pemandangan desa. Tiba-tiba, ia mendengar suara gaduh dari jalan. Rupanya, ada mobil pengangkut barang yang menabrak tiang listrik. Rudi, tanpa pikir panjang, meletakkan kuasnya dan berlari keluar untuk membantu. Ia melihat seorang kakek yang terguling dari gerobaknya akibat kecelakaan itu. Rudi membantu kakek tersebut berdiri, memberinya minum, dan membenahi barang-barangnya yang berserakan. Ia tidak peduli jika lukisannya belum selesai. Baginya, membantu orang lain jauh lebih penting.

Setelah memastikan kakek itu baik-baik saja, Rudi kembali ke studionya. Ia melihat pemandangan desa yang dilukisnya sudah hampir selesai, tetapi di sudut bawah kanvas terdapat noda cat yang tidak sengaja tertekan saat ia buru-buru keluar. Rudi tidak marah. Ia malah tersenyum. "Noda ini adalah pengingat bahwa kebaikan lebih berharga dari kesempurnaan," gumamnya. Rudi lalu mengambil kuas dan mengubah noda itu menjadi seekor burung kecil yang sedang hinggap di ranting pohon. Lukisan itu menjadi semakin istimewa dan berhasil memenangkan perlombaan tingkat kabupaten. Rudi tidak hanya dikenal sebagai pelukis hebat, tetapi juga sebagai anak yang suka menolong.

Pertanyaan 23 ID: #1783

Manakah dua pernyataan yang menggambarkan kesesuaian karakter Rudi sebagai seniman dan anak yang suka menolong?

BACAAN / STIMULUS

Perjalanan Lukisan Rudi

Rudi adalah seorang seniman muda yang sangat mencintai dunia lukis. Ia memiliki studio lukis kecil di belakang rumahnya. Setiap hari, ia menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Studio Rudi sangat rapi dan bersih. Alat-alat lukisnya tersusun di rak, kanvas-kanvas yang belum terpakai ditumpuk rapi di sudut, dan beberapa lukisan hasil karyanya terpajang di dinding. Rudi selalu berkata, "Lingkungan yang bersih akan membuat pikiran tenang dan ide-ide mengalir."

Suatu sore, Rudi sedang melukis pemandangan desa. Tiba-tiba, ia mendengar suara gaduh dari jalan. Rupanya, ada mobil pengangkut barang yang menabrak tiang listrik. Rudi, tanpa pikir panjang, meletakkan kuasnya dan berlari keluar untuk membantu. Ia melihat seorang kakek yang terguling dari gerobaknya akibat kecelakaan itu. Rudi membantu kakek tersebut berdiri, memberinya minum, dan membenahi barang-barangnya yang berserakan. Ia tidak peduli jika lukisannya belum selesai. Baginya, membantu orang lain jauh lebih penting.

Setelah memastikan kakek itu baik-baik saja, Rudi kembali ke studionya. Ia melihat pemandangan desa yang dilukisnya sudah hampir selesai, tetapi di sudut bawah kanvas terdapat noda cat yang tidak sengaja tertekan saat ia buru-buru keluar. Rudi tidak marah. Ia malah tersenyum. "Noda ini adalah pengingat bahwa kebaikan lebih berharga dari kesempurnaan," gumamnya. Rudi lalu mengambil kuas dan mengubah noda itu menjadi seekor burung kecil yang sedang hinggap di ranting pohon. Lukisan itu menjadi semakin istimewa dan berhasil memenangkan perlombaan tingkat kabupaten. Rudi tidak hanya dikenal sebagai pelukis hebat, tetapi juga sebagai anak yang suka menolong.

Pertanyaan 24 ID: #1784

Apa saja bukti yang menunjukkan studio Rudi sesuai dengan perkataannya?

BACAAN / STIMULUS

Perjalanan Lukisan Rudi

Rudi adalah seorang seniman muda yang sangat mencintai dunia lukis. Ia memiliki studio lukis kecil di belakang rumahnya. Setiap hari, ia menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Studio Rudi sangat rapi dan bersih. Alat-alat lukisnya tersusun di rak, kanvas-kanvas yang belum terpakai ditumpuk rapi di sudut, dan beberapa lukisan hasil karyanya terpajang di dinding. Rudi selalu berkata, "Lingkungan yang bersih akan membuat pikiran tenang dan ide-ide mengalir."

Suatu sore, Rudi sedang melukis pemandangan desa. Tiba-tiba, ia mendengar suara gaduh dari jalan. Rupanya, ada mobil pengangkut barang yang menabrak tiang listrik. Rudi, tanpa pikir panjang, meletakkan kuasnya dan berlari keluar untuk membantu. Ia melihat seorang kakek yang terguling dari gerobaknya akibat kecelakaan itu. Rudi membantu kakek tersebut berdiri, memberinya minum, dan membenahi barang-barangnya yang berserakan. Ia tidak peduli jika lukisannya belum selesai. Baginya, membantu orang lain jauh lebih penting.

Setelah memastikan kakek itu baik-baik saja, Rudi kembali ke studionya. Ia melihat pemandangan desa yang dilukisnya sudah hampir selesai, tetapi di sudut bawah kanvas terdapat noda cat yang tidak sengaja tertekan saat ia buru-buru keluar. Rudi tidak marah. Ia malah tersenyum. "Noda ini adalah pengingat bahwa kebaikan lebih berharga dari kesempurnaan," gumamnya. Rudi lalu mengambil kuas dan mengubah noda itu menjadi seekor burung kecil yang sedang hinggap di ranting pohon. Lukisan itu menjadi semakin istimewa dan berhasil memenangkan perlombaan tingkat kabupaten. Rudi tidak hanya dikenal sebagai pelukis hebat, tetapi juga sebagai anak yang suka menolong.

Pertanyaan 25 ID: #1785

Bagaimana sikap Rudi terhadap noda cat di lukisannya selaras dengan kepribadiannya?

BACAAN / STIMULUS

Perjalanan Lukisan Rudi

Rudi adalah seorang seniman muda yang sangat mencintai dunia lukis. Ia memiliki studio lukis kecil di belakang rumahnya. Setiap hari, ia menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Studio Rudi sangat rapi dan bersih. Alat-alat lukisnya tersusun di rak, kanvas-kanvas yang belum terpakai ditumpuk rapi di sudut, dan beberapa lukisan hasil karyanya terpajang di dinding. Rudi selalu berkata, "Lingkungan yang bersih akan membuat pikiran tenang dan ide-ide mengalir."

Suatu sore, Rudi sedang melukis pemandangan desa. Tiba-tiba, ia mendengar suara gaduh dari jalan. Rupanya, ada mobil pengangkut barang yang menabrak tiang listrik. Rudi, tanpa pikir panjang, meletakkan kuasnya dan berlari keluar untuk membantu. Ia melihat seorang kakek yang terguling dari gerobaknya akibat kecelakaan itu. Rudi membantu kakek tersebut berdiri, memberinya minum, dan membenahi barang-barangnya yang berserakan. Ia tidak peduli jika lukisannya belum selesai. Baginya, membantu orang lain jauh lebih penting.

Setelah memastikan kakek itu baik-baik saja, Rudi kembali ke studionya. Ia melihat pemandangan desa yang dilukisnya sudah hampir selesai, tetapi di sudut bawah kanvas terdapat noda cat yang tidak sengaja tertekan saat ia buru-buru keluar. Rudi tidak marah. Ia malah tersenyum. "Noda ini adalah pengingat bahwa kebaikan lebih berharga dari kesempurnaan," gumamnya. Rudi lalu mengambil kuas dan mengubah noda itu menjadi seekor burung kecil yang sedang hinggap di ranting pohon. Lukisan itu menjadi semakin istimewa dan berhasil memenangkan perlombaan tingkat kabupaten. Rudi tidak hanya dikenal sebagai pelukis hebat, tetapi juga sebagai anak yang suka menolong.

Pertanyaan 26 ID: #1786

Manakah yang merupakan kesesuaian antara deskripsi studio dan sifat Rudi?

BACAAN / STIMULUS

Perjalanan Lukisan Rudi

Rudi adalah seorang seniman muda yang sangat mencintai dunia lukis. Ia memiliki studio lukis kecil di belakang rumahnya. Setiap hari, ia menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Studio Rudi sangat rapi dan bersih. Alat-alat lukisnya tersusun di rak, kanvas-kanvas yang belum terpakai ditumpuk rapi di sudut, dan beberapa lukisan hasil karyanya terpajang di dinding. Rudi selalu berkata, "Lingkungan yang bersih akan membuat pikiran tenang dan ide-ide mengalir."

Suatu sore, Rudi sedang melukis pemandangan desa. Tiba-tiba, ia mendengar suara gaduh dari jalan. Rupanya, ada mobil pengangkut barang yang menabrak tiang listrik. Rudi, tanpa pikir panjang, meletakkan kuasnya dan berlari keluar untuk membantu. Ia melihat seorang kakek yang terguling dari gerobaknya akibat kecelakaan itu. Rudi membantu kakek tersebut berdiri, memberinya minum, dan membenahi barang-barangnya yang berserakan. Ia tidak peduli jika lukisannya belum selesai. Baginya, membantu orang lain jauh lebih penting.

Setelah memastikan kakek itu baik-baik saja, Rudi kembali ke studionya. Ia melihat pemandangan desa yang dilukisnya sudah hampir selesai, tetapi di sudut bawah kanvas terdapat noda cat yang tidak sengaja tertekan saat ia buru-buru keluar. Rudi tidak marah. Ia malah tersenyum. "Noda ini adalah pengingat bahwa kebaikan lebih berharga dari kesempurnaan," gumamnya. Rudi lalu mengambil kuas dan mengubah noda itu menjadi seekor burung kecil yang sedang hinggap di ranting pohon. Lukisan itu menjadi semakin istimewa dan berhasil memenangkan perlombaan tingkat kabupaten. Rudi tidak hanya dikenal sebagai pelukis hebat, tetapi juga sebagai anak yang suka menolong.

Pertanyaan 27 ID: #1787

Mengapa kemenangan Rudi di lomba lukis sesuai dengan kerja kerasnya?

BACAAN / STIMULUS

Perjalanan Lukisan Rudi

Rudi adalah seorang seniman muda yang sangat mencintai dunia lukis. Ia memiliki studio lukis kecil di belakang rumahnya. Setiap hari, ia menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Studio Rudi sangat rapi dan bersih. Alat-alat lukisnya tersusun di rak, kanvas-kanvas yang belum terpakai ditumpuk rapi di sudut, dan beberapa lukisan hasil karyanya terpajang di dinding. Rudi selalu berkata, "Lingkungan yang bersih akan membuat pikiran tenang dan ide-ide mengalir."

Suatu sore, Rudi sedang melukis pemandangan desa. Tiba-tiba, ia mendengar suara gaduh dari jalan. Rupanya, ada mobil pengangkut barang yang menabrak tiang listrik. Rudi, tanpa pikir panjang, meletakkan kuasnya dan berlari keluar untuk membantu. Ia melihat seorang kakek yang terguling dari gerobaknya akibat kecelakaan itu. Rudi membantu kakek tersebut berdiri, memberinya minum, dan membenahi barang-barangnya yang berserakan. Ia tidak peduli jika lukisannya belum selesai. Baginya, membantu orang lain jauh lebih penting.

Setelah memastikan kakek itu baik-baik saja, Rudi kembali ke studionya. Ia melihat pemandangan desa yang dilukisnya sudah hampir selesai, tetapi di sudut bawah kanvas terdapat noda cat yang tidak sengaja tertekan saat ia buru-buru keluar. Rudi tidak marah. Ia malah tersenyum. "Noda ini adalah pengingat bahwa kebaikan lebih berharga dari kesempurnaan," gumamnya. Rudi lalu mengambil kuas dan mengubah noda itu menjadi seekor burung kecil yang sedang hinggap di ranting pohon. Lukisan itu menjadi semakin istimewa dan berhasil memenangkan perlombaan tingkat kabupaten. Rudi tidak hanya dikenal sebagai pelukis hebat, tetapi juga sebagai anak yang suka menolong.

Pertanyaan 28 ID: #1788

Apa saja unsur yang menunjukkan kesesuaian antara deskripsi lingkungan dengan tindakan Rudi?

BACAAN / STIMULUS

Perjalanan Lukisan Rudi

Rudi adalah seorang seniman muda yang sangat mencintai dunia lukis. Ia memiliki studio lukis kecil di belakang rumahnya. Setiap hari, ia menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Studio Rudi sangat rapi dan bersih. Alat-alat lukisnya tersusun di rak, kanvas-kanvas yang belum terpakai ditumpuk rapi di sudut, dan beberapa lukisan hasil karyanya terpajang di dinding. Rudi selalu berkata, "Lingkungan yang bersih akan membuat pikiran tenang dan ide-ide mengalir."

Suatu sore, Rudi sedang melukis pemandangan desa. Tiba-tiba, ia mendengar suara gaduh dari jalan. Rupanya, ada mobil pengangkut barang yang menabrak tiang listrik. Rudi, tanpa pikir panjang, meletakkan kuasnya dan berlari keluar untuk membantu. Ia melihat seorang kakek yang terguling dari gerobaknya akibat kecelakaan itu. Rudi membantu kakek tersebut berdiri, memberinya minum, dan membenahi barang-barangnya yang berserakan. Ia tidak peduli jika lukisannya belum selesai. Baginya, membantu orang lain jauh lebih penting.

Setelah memastikan kakek itu baik-baik saja, Rudi kembali ke studionya. Ia melihat pemandangan desa yang dilukisnya sudah hampir selesai, tetapi di sudut bawah kanvas terdapat noda cat yang tidak sengaja tertekan saat ia buru-buru keluar. Rudi tidak marah. Ia malah tersenyum. "Noda ini adalah pengingat bahwa kebaikan lebih berharga dari kesempurnaan," gumamnya. Rudi lalu mengambil kuas dan mengubah noda itu menjadi seekor burung kecil yang sedang hinggap di ranting pohon. Lukisan itu menjadi semakin istimewa dan berhasil memenangkan perlombaan tingkat kabupaten. Rudi tidak hanya dikenal sebagai pelukis hebat, tetapi juga sebagai anak yang suka menolong.

Pertanyaan 29 ID: #1789

Bagaimana reaksi Rudi terhadap noda cat konsisten dengan karakternya?

BACAAN / STIMULUS

Perjalanan Lukisan Rudi

Rudi adalah seorang seniman muda yang sangat mencintai dunia lukis. Ia memiliki studio lukis kecil di belakang rumahnya. Setiap hari, ia menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Studio Rudi sangat rapi dan bersih. Alat-alat lukisnya tersusun di rak, kanvas-kanvas yang belum terpakai ditumpuk rapi di sudut, dan beberapa lukisan hasil karyanya terpajang di dinding. Rudi selalu berkata, "Lingkungan yang bersih akan membuat pikiran tenang dan ide-ide mengalir."

Suatu sore, Rudi sedang melukis pemandangan desa. Tiba-tiba, ia mendengar suara gaduh dari jalan. Rupanya, ada mobil pengangkut barang yang menabrak tiang listrik. Rudi, tanpa pikir panjang, meletakkan kuasnya dan berlari keluar untuk membantu. Ia melihat seorang kakek yang terguling dari gerobaknya akibat kecelakaan itu. Rudi membantu kakek tersebut berdiri, memberinya minum, dan membenahi barang-barangnya yang berserakan. Ia tidak peduli jika lukisannya belum selesai. Baginya, membantu orang lain jauh lebih penting.

Setelah memastikan kakek itu baik-baik saja, Rudi kembali ke studionya. Ia melihat pemandangan desa yang dilukisnya sudah hampir selesai, tetapi di sudut bawah kanvas terdapat noda cat yang tidak sengaja tertekan saat ia buru-buru keluar. Rudi tidak marah. Ia malah tersenyum. "Noda ini adalah pengingat bahwa kebaikan lebih berharga dari kesempurnaan," gumamnya. Rudi lalu mengambil kuas dan mengubah noda itu menjadi seekor burung kecil yang sedang hinggap di ranting pohon. Lukisan itu menjadi semakin istimewa dan berhasil memenangkan perlombaan tingkat kabupaten. Rudi tidak hanya dikenal sebagai pelukis hebat, tetapi juga sebagai anak yang suka menolong.

Pertanyaan 30 ID: #1790

Manakah pernyataan yang sesuai dengan sikap Rudi yang suka menolong?