Menyimpan...
30:00
Soal 1/30
Bahasa Indonesia - Dina Dan Taman Kota
BACAAN / STIMULUS

Optimalisasi Gotong Royong sebagai Pilar Sanitasi Lingkungan Terpadu

Esensi Gotong Royong dalam Menjaga Sanitasi Lingkungan

Di Kelurahan Sumberjati, tepatnya di lingkungan RT 05, sebuah tradisi mulia terus dijaga dengan dedikasi tinggi. Setiap hari Sabtu, seluruh elemen masyarakat melakukan aksi kolektif berupa kerja bakti. Tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan upaya membersihkan lingkungan bersama guna menciptakan ruang hidup yang sehat. Mulai dari membersihkan drainase, menanam vegetasi hias, hingga merapikan jalanan, semua dilakukan dengan semangat kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh kampung demi kenyamanan kolektif.

Agenda kali ini terasa jauh lebih istimewa dibandingkan biasanya. Hal ini dikarenakan akan ada penilaian lomba kebersihan tingkat kecamatan yang memicu antusiasme warga lebih tinggi. Dalam keriuhan tersebut, tampak Pak Budi selaku Ketua RT secara aktif berkeliling memastikan kerja bakti berjalan baik dan setiap sudut lingkungan tertata dengan estetis. Ia memberikan edukasi kepada warga bahwa gotong royong bukan hanya sekadar instrumen untuk memenangkan perlombaan, melainkan sebuah gaya hidup berkelanjutan yang harus diintegrasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Pasca kegiatan, warga merasa sangat puas dan senang melihat transformasi lingkungan mereka menjadi asri dan indah. Kemenangan dalam lomba kebersihan yang diumumkan keesokan harinya hanyalah bonus dari kerja keras mereka. Pesan moral terdalam dari peristiwa ini adalah bahwa gotong royong membangun lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama. Dampaknya pun sangat nyata; kini anak-anak mulai peduli dan menjaga kebersihan secara mandiri, sebuah bukti bahwa keteladanan orang dewasa mampu mengubah perilaku generasi muda dalam membuang sampah pada tempatnya.

Pertanyaan 1 ID: #71

Apa tujuan utama warga melakukan kerja bakti di kampung mereka?

BACAAN / STIMULUS

Optimalisasi Gotong Royong sebagai Pilar Sanitasi Lingkungan Terpadu

Esensi Gotong Royong dalam Menjaga Sanitasi Lingkungan

Di Kelurahan Sumberjati, tepatnya di lingkungan RT 05, sebuah tradisi mulia terus dijaga dengan dedikasi tinggi. Setiap hari Sabtu, seluruh elemen masyarakat melakukan aksi kolektif berupa kerja bakti. Tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan upaya membersihkan lingkungan bersama guna menciptakan ruang hidup yang sehat. Mulai dari membersihkan drainase, menanam vegetasi hias, hingga merapikan jalanan, semua dilakukan dengan semangat kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh kampung demi kenyamanan kolektif.

Agenda kali ini terasa jauh lebih istimewa dibandingkan biasanya. Hal ini dikarenakan akan ada penilaian lomba kebersihan tingkat kecamatan yang memicu antusiasme warga lebih tinggi. Dalam keriuhan tersebut, tampak Pak Budi selaku Ketua RT secara aktif berkeliling memastikan kerja bakti berjalan baik dan setiap sudut lingkungan tertata dengan estetis. Ia memberikan edukasi kepada warga bahwa gotong royong bukan hanya sekadar instrumen untuk memenangkan perlombaan, melainkan sebuah gaya hidup berkelanjutan yang harus diintegrasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Pasca kegiatan, warga merasa sangat puas dan senang melihat transformasi lingkungan mereka menjadi asri dan indah. Kemenangan dalam lomba kebersihan yang diumumkan keesokan harinya hanyalah bonus dari kerja keras mereka. Pesan moral terdalam dari peristiwa ini adalah bahwa gotong royong membangun lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama. Dampaknya pun sangat nyata; kini anak-anak mulai peduli dan menjaga kebersihan secara mandiri, sebuah bukti bahwa keteladanan orang dewasa mampu mengubah perilaku generasi muda dalam membuang sampah pada tempatnya.

Pertanyaan 2 ID: #72

Apa yang membuat kerja bakti kali ini terasa lebih istimewa?

BACAAN / STIMULUS

Optimalisasi Gotong Royong sebagai Pilar Sanitasi Lingkungan Terpadu

Esensi Gotong Royong dalam Menjaga Sanitasi Lingkungan

Di Kelurahan Sumberjati, tepatnya di lingkungan RT 05, sebuah tradisi mulia terus dijaga dengan dedikasi tinggi. Setiap hari Sabtu, seluruh elemen masyarakat melakukan aksi kolektif berupa kerja bakti. Tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan upaya membersihkan lingkungan bersama guna menciptakan ruang hidup yang sehat. Mulai dari membersihkan drainase, menanam vegetasi hias, hingga merapikan jalanan, semua dilakukan dengan semangat kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh kampung demi kenyamanan kolektif.

Agenda kali ini terasa jauh lebih istimewa dibandingkan biasanya. Hal ini dikarenakan akan ada penilaian lomba kebersihan tingkat kecamatan yang memicu antusiasme warga lebih tinggi. Dalam keriuhan tersebut, tampak Pak Budi selaku Ketua RT secara aktif berkeliling memastikan kerja bakti berjalan baik dan setiap sudut lingkungan tertata dengan estetis. Ia memberikan edukasi kepada warga bahwa gotong royong bukan hanya sekadar instrumen untuk memenangkan perlombaan, melainkan sebuah gaya hidup berkelanjutan yang harus diintegrasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Pasca kegiatan, warga merasa sangat puas dan senang melihat transformasi lingkungan mereka menjadi asri dan indah. Kemenangan dalam lomba kebersihan yang diumumkan keesokan harinya hanyalah bonus dari kerja keras mereka. Pesan moral terdalam dari peristiwa ini adalah bahwa gotong royong membangun lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama. Dampaknya pun sangat nyata; kini anak-anak mulai peduli dan menjaga kebersihan secara mandiri, sebuah bukti bahwa keteladanan orang dewasa mampu mengubah perilaku generasi muda dalam membuang sampah pada tempatnya.

Pertanyaan 3 ID: #73

Mengapa Pak Budi berkeliling saat kerja bakti berlangsung?

BACAAN / STIMULUS

Optimalisasi Gotong Royong sebagai Pilar Sanitasi Lingkungan Terpadu

Esensi Gotong Royong dalam Menjaga Sanitasi Lingkungan

Di Kelurahan Sumberjati, tepatnya di lingkungan RT 05, sebuah tradisi mulia terus dijaga dengan dedikasi tinggi. Setiap hari Sabtu, seluruh elemen masyarakat melakukan aksi kolektif berupa kerja bakti. Tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan upaya membersihkan lingkungan bersama guna menciptakan ruang hidup yang sehat. Mulai dari membersihkan drainase, menanam vegetasi hias, hingga merapikan jalanan, semua dilakukan dengan semangat kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh kampung demi kenyamanan kolektif.

Agenda kali ini terasa jauh lebih istimewa dibandingkan biasanya. Hal ini dikarenakan akan ada penilaian lomba kebersihan tingkat kecamatan yang memicu antusiasme warga lebih tinggi. Dalam keriuhan tersebut, tampak Pak Budi selaku Ketua RT secara aktif berkeliling memastikan kerja bakti berjalan baik dan setiap sudut lingkungan tertata dengan estetis. Ia memberikan edukasi kepada warga bahwa gotong royong bukan hanya sekadar instrumen untuk memenangkan perlombaan, melainkan sebuah gaya hidup berkelanjutan yang harus diintegrasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Pasca kegiatan, warga merasa sangat puas dan senang melihat transformasi lingkungan mereka menjadi asri dan indah. Kemenangan dalam lomba kebersihan yang diumumkan keesokan harinya hanyalah bonus dari kerja keras mereka. Pesan moral terdalam dari peristiwa ini adalah bahwa gotong royong membangun lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama. Dampaknya pun sangat nyata; kini anak-anak mulai peduli dan menjaga kebersihan secara mandiri, sebuah bukti bahwa keteladanan orang dewasa mampu mengubah perilaku generasi muda dalam membuang sampah pada tempatnya.

Pertanyaan 4 ID: #74

Apa pesan utama dari cerita di atas?

BACAAN / STIMULUS

Optimalisasi Gotong Royong sebagai Pilar Sanitasi Lingkungan Terpadu

Esensi Gotong Royong dalam Menjaga Sanitasi Lingkungan

Di Kelurahan Sumberjati, tepatnya di lingkungan RT 05, sebuah tradisi mulia terus dijaga dengan dedikasi tinggi. Setiap hari Sabtu, seluruh elemen masyarakat melakukan aksi kolektif berupa kerja bakti. Tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan upaya membersihkan lingkungan bersama guna menciptakan ruang hidup yang sehat. Mulai dari membersihkan drainase, menanam vegetasi hias, hingga merapikan jalanan, semua dilakukan dengan semangat kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh kampung demi kenyamanan kolektif.

Agenda kali ini terasa jauh lebih istimewa dibandingkan biasanya. Hal ini dikarenakan akan ada penilaian lomba kebersihan tingkat kecamatan yang memicu antusiasme warga lebih tinggi. Dalam keriuhan tersebut, tampak Pak Budi selaku Ketua RT secara aktif berkeliling memastikan kerja bakti berjalan baik dan setiap sudut lingkungan tertata dengan estetis. Ia memberikan edukasi kepada warga bahwa gotong royong bukan hanya sekadar instrumen untuk memenangkan perlombaan, melainkan sebuah gaya hidup berkelanjutan yang harus diintegrasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Pasca kegiatan, warga merasa sangat puas dan senang melihat transformasi lingkungan mereka menjadi asri dan indah. Kemenangan dalam lomba kebersihan yang diumumkan keesokan harinya hanyalah bonus dari kerja keras mereka. Pesan moral terdalam dari peristiwa ini adalah bahwa gotong royong membangun lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama. Dampaknya pun sangat nyata; kini anak-anak mulai peduli dan menjaga kebersihan secara mandiri, sebuah bukti bahwa keteladanan orang dewasa mampu mengubah perilaku generasi muda dalam membuang sampah pada tempatnya.

Pertanyaan 5 ID: #75

Bagaimana perasaan warga setelah kerja bakti selesai?

BACAAN / STIMULUS

Optimalisasi Gotong Royong sebagai Pilar Sanitasi Lingkungan Terpadu

Esensi Gotong Royong dalam Menjaga Sanitasi Lingkungan

Di Kelurahan Sumberjati, tepatnya di lingkungan RT 05, sebuah tradisi mulia terus dijaga dengan dedikasi tinggi. Setiap hari Sabtu, seluruh elemen masyarakat melakukan aksi kolektif berupa kerja bakti. Tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan upaya membersihkan lingkungan bersama guna menciptakan ruang hidup yang sehat. Mulai dari membersihkan drainase, menanam vegetasi hias, hingga merapikan jalanan, semua dilakukan dengan semangat kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh kampung demi kenyamanan kolektif.

Agenda kali ini terasa jauh lebih istimewa dibandingkan biasanya. Hal ini dikarenakan akan ada penilaian lomba kebersihan tingkat kecamatan yang memicu antusiasme warga lebih tinggi. Dalam keriuhan tersebut, tampak Pak Budi selaku Ketua RT secara aktif berkeliling memastikan kerja bakti berjalan baik dan setiap sudut lingkungan tertata dengan estetis. Ia memberikan edukasi kepada warga bahwa gotong royong bukan hanya sekadar instrumen untuk memenangkan perlombaan, melainkan sebuah gaya hidup berkelanjutan yang harus diintegrasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Pasca kegiatan, warga merasa sangat puas dan senang melihat transformasi lingkungan mereka menjadi asri dan indah. Kemenangan dalam lomba kebersihan yang diumumkan keesokan harinya hanyalah bonus dari kerja keras mereka. Pesan moral terdalam dari peristiwa ini adalah bahwa gotong royong membangun lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama. Dampaknya pun sangat nyata; kini anak-anak mulai peduli dan menjaga kebersihan secara mandiri, sebuah bukti bahwa keteladanan orang dewasa mampu mengubah perilaku generasi muda dalam membuang sampah pada tempatnya.

Pertanyaan 6 ID: #76

Apa tindakan nyata anak-anak setelah acara kerja bakti dan kemenangan lomba?

BACAAN / STIMULUS

Optimalisasi Gotong Royong sebagai Pilar Sanitasi Lingkungan Terpadu

Esensi Gotong Royong dalam Menjaga Sanitasi Lingkungan

Di Kelurahan Sumberjati, tepatnya di lingkungan RT 05, sebuah tradisi mulia terus dijaga dengan dedikasi tinggi. Setiap hari Sabtu, seluruh elemen masyarakat melakukan aksi kolektif berupa kerja bakti. Tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan upaya membersihkan lingkungan bersama guna menciptakan ruang hidup yang sehat. Mulai dari membersihkan drainase, menanam vegetasi hias, hingga merapikan jalanan, semua dilakukan dengan semangat kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh kampung demi kenyamanan kolektif.

Agenda kali ini terasa jauh lebih istimewa dibandingkan biasanya. Hal ini dikarenakan akan ada penilaian lomba kebersihan tingkat kecamatan yang memicu antusiasme warga lebih tinggi. Dalam keriuhan tersebut, tampak Pak Budi selaku Ketua RT secara aktif berkeliling memastikan kerja bakti berjalan baik dan setiap sudut lingkungan tertata dengan estetis. Ia memberikan edukasi kepada warga bahwa gotong royong bukan hanya sekadar instrumen untuk memenangkan perlombaan, melainkan sebuah gaya hidup berkelanjutan yang harus diintegrasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Pasca kegiatan, warga merasa sangat puas dan senang melihat transformasi lingkungan mereka menjadi asri dan indah. Kemenangan dalam lomba kebersihan yang diumumkan keesokan harinya hanyalah bonus dari kerja keras mereka. Pesan moral terdalam dari peristiwa ini adalah bahwa gotong royong membangun lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama. Dampaknya pun sangat nyata; kini anak-anak mulai peduli dan menjaga kebersihan secara mandiri, sebuah bukti bahwa keteladanan orang dewasa mampu mengubah perilaku generasi muda dalam membuang sampah pada tempatnya.

Pertanyaan 7 ID: #77

Apa makna gotong royong yang tergambar dalam cerita?

BACAAN / STIMULUS

Optimalisasi Gotong Royong sebagai Pilar Sanitasi Lingkungan Terpadu

Esensi Gotong Royong dalam Menjaga Sanitasi Lingkungan

Di Kelurahan Sumberjati, tepatnya di lingkungan RT 05, sebuah tradisi mulia terus dijaga dengan dedikasi tinggi. Setiap hari Sabtu, seluruh elemen masyarakat melakukan aksi kolektif berupa kerja bakti. Tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan upaya membersihkan lingkungan bersama guna menciptakan ruang hidup yang sehat. Mulai dari membersihkan drainase, menanam vegetasi hias, hingga merapikan jalanan, semua dilakukan dengan semangat kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh kampung demi kenyamanan kolektif.

Agenda kali ini terasa jauh lebih istimewa dibandingkan biasanya. Hal ini dikarenakan akan ada penilaian lomba kebersihan tingkat kecamatan yang memicu antusiasme warga lebih tinggi. Dalam keriuhan tersebut, tampak Pak Budi selaku Ketua RT secara aktif berkeliling memastikan kerja bakti berjalan baik dan setiap sudut lingkungan tertata dengan estetis. Ia memberikan edukasi kepada warga bahwa gotong royong bukan hanya sekadar instrumen untuk memenangkan perlombaan, melainkan sebuah gaya hidup berkelanjutan yang harus diintegrasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Pasca kegiatan, warga merasa sangat puas dan senang melihat transformasi lingkungan mereka menjadi asri dan indah. Kemenangan dalam lomba kebersihan yang diumumkan keesokan harinya hanyalah bonus dari kerja keras mereka. Pesan moral terdalam dari peristiwa ini adalah bahwa gotong royong membangun lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama. Dampaknya pun sangat nyata; kini anak-anak mulai peduli dan menjaga kebersihan secara mandiri, sebuah bukti bahwa keteladanan orang dewasa mampu mengubah perilaku generasi muda dalam membuang sampah pada tempatnya.

Pertanyaan 8 ID: #78

Apa yang bisa kamu lakukan di sekolah untuk menerapkan nilai dari cerita di atas?

BACAAN / STIMULUS

Optimalisasi Gotong Royong sebagai Pilar Sanitasi Lingkungan Terpadu

Esensi Gotong Royong dalam Menjaga Sanitasi Lingkungan

Di Kelurahan Sumberjati, tepatnya di lingkungan RT 05, sebuah tradisi mulia terus dijaga dengan dedikasi tinggi. Setiap hari Sabtu, seluruh elemen masyarakat melakukan aksi kolektif berupa kerja bakti. Tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan upaya membersihkan lingkungan bersama guna menciptakan ruang hidup yang sehat. Mulai dari membersihkan drainase, menanam vegetasi hias, hingga merapikan jalanan, semua dilakukan dengan semangat kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh kampung demi kenyamanan kolektif.

Agenda kali ini terasa jauh lebih istimewa dibandingkan biasanya. Hal ini dikarenakan akan ada penilaian lomba kebersihan tingkat kecamatan yang memicu antusiasme warga lebih tinggi. Dalam keriuhan tersebut, tampak Pak Budi selaku Ketua RT secara aktif berkeliling memastikan kerja bakti berjalan baik dan setiap sudut lingkungan tertata dengan estetis. Ia memberikan edukasi kepada warga bahwa gotong royong bukan hanya sekadar instrumen untuk memenangkan perlombaan, melainkan sebuah gaya hidup berkelanjutan yang harus diintegrasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Pasca kegiatan, warga merasa sangat puas dan senang melihat transformasi lingkungan mereka menjadi asri dan indah. Kemenangan dalam lomba kebersihan yang diumumkan keesokan harinya hanyalah bonus dari kerja keras mereka. Pesan moral terdalam dari peristiwa ini adalah bahwa gotong royong membangun lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama. Dampaknya pun sangat nyata; kini anak-anak mulai peduli dan menjaga kebersihan secara mandiri, sebuah bukti bahwa keteladanan orang dewasa mampu mengubah perilaku generasi muda dalam membuang sampah pada tempatnya.

Pertanyaan 9 ID: #79

Apa hubungan antara kegiatan kerja bakti dan kesehatan lingkungan?

BACAAN / STIMULUS

Optimalisasi Gotong Royong sebagai Pilar Sanitasi Lingkungan Terpadu

Esensi Gotong Royong dalam Menjaga Sanitasi Lingkungan

Di Kelurahan Sumberjati, tepatnya di lingkungan RT 05, sebuah tradisi mulia terus dijaga dengan dedikasi tinggi. Setiap hari Sabtu, seluruh elemen masyarakat melakukan aksi kolektif berupa kerja bakti. Tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan upaya membersihkan lingkungan bersama guna menciptakan ruang hidup yang sehat. Mulai dari membersihkan drainase, menanam vegetasi hias, hingga merapikan jalanan, semua dilakukan dengan semangat kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh kampung demi kenyamanan kolektif.

Agenda kali ini terasa jauh lebih istimewa dibandingkan biasanya. Hal ini dikarenakan akan ada penilaian lomba kebersihan tingkat kecamatan yang memicu antusiasme warga lebih tinggi. Dalam keriuhan tersebut, tampak Pak Budi selaku Ketua RT secara aktif berkeliling memastikan kerja bakti berjalan baik dan setiap sudut lingkungan tertata dengan estetis. Ia memberikan edukasi kepada warga bahwa gotong royong bukan hanya sekadar instrumen untuk memenangkan perlombaan, melainkan sebuah gaya hidup berkelanjutan yang harus diintegrasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Pasca kegiatan, warga merasa sangat puas dan senang melihat transformasi lingkungan mereka menjadi asri dan indah. Kemenangan dalam lomba kebersihan yang diumumkan keesokan harinya hanyalah bonus dari kerja keras mereka. Pesan moral terdalam dari peristiwa ini adalah bahwa gotong royong membangun lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama. Dampaknya pun sangat nyata; kini anak-anak mulai peduli dan menjaga kebersihan secara mandiri, sebuah bukti bahwa keteladanan orang dewasa mampu mengubah perilaku generasi muda dalam membuang sampah pada tempatnya.

Pertanyaan 10 ID: #80

Bagaimana peristiwa dalam cerita tersebut relevan dengan kehidupanmu sehari-hari?

Pertanyaan 11 ID: #1101

Perhatikan teks berikut:

"Siti selalu mencuci tangan sebelum makan untuk mencegah kuman." Peristiwa ini relevan dengan kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Mencuci tangan sebelum makan relevan untuk menjaga kesehatan.

2. Siti selalu menjaga kebersihan tangan.

3. Mencuci tangan tidak penting bagi kesehatan.

Pertanyaan 12 ID: #1102

Perhatikan teks berikut:

"Ali menabung setiap minggu untuk membeli buku baru." Peristiwa ini relevan dengan kehidupan sehari-hari dalam mengelola keuangan pribadi.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Menabung setiap minggu relevan untuk mengelola keuangan pribadi.

2. Ali disiplin menabung untuk membeli buku.

3. Menabung tidak berguna untuk membeli barang yang diinginkan.

Pertanyaan 13 ID: #1103

Perhatikan teks berikut:

"Rina selalu membuang sampah pada tempatnya." Peristiwa ini relevan dengan kehidupan sehari-hari untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Membuang sampah pada tempatnya relevan untuk menjaga kebersihan.

2. Rina peduli terhadap kebersihan lingkungan.

3. Membuang sampah sembarangan tidak berpengaruh.

Pertanyaan 14 ID: #1104

Perhatikan teks berikut:

"Budi membantu teman yang kesulitan mengerjakan PR." Peristiwa ini relevan dengan kehidupan sehari-hari dalam menumbuhkan sikap tolong-menolong.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Membantu teman mengerjakan PR relevan untuk menumbuhkan sikap tolong-menolong.

2. Budi peduli terhadap kesulitan teman.

3. Membiarkan teman kesulitan lebih baik.

Pertanyaan 15 ID: #1105

Perhatikan teks berikut:

"Dina menyalakan lampu jalan ketika pulang malam." Peristiwa ini relevan dengan kehidupan sehari-hari untuk keselamatan diri dan orang lain.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Menyalakan lampu jalan relevan untuk keselamatan diri dan orang lain.

2. Dina peduli keselamatan saat pulang malam.

3. Menyalakan lampu jalan tidak perlu diperhatikan.

Pertanyaan 16 ID: #1106

Perhatikan teks berikut:

"Seno menulis jadwal harian agar semua pekerjaan selesai tepat waktu." Peristiwa ini relevan dengan kehidupan sehari-hari untuk disiplin waktu.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Menulis jadwal harian relevan untuk disiplin waktu.

2. Seno disiplin dalam mengatur waktunya.

3. Mengabaikan jadwal harian lebih baik.

Pertanyaan 17 ID: #1107

Perhatikan teks berikut:

"Tia menolong tetangganya yang jatuh di jalan." Peristiwa ini relevan dengan kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan kepedulian.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Menolong tetangga yang jatuh relevan untuk menumbuhkan kepedulian.

2. Tia peduli pada orang sekitar.

3. Menolong tetangga tidak penting.

Pertanyaan 18 ID: #1108

Perhatikan teks berikut:

"Rafi membaca buku setiap hari agar pengetahuannya bertambah." Peristiwa ini relevan dengan kehidupan sehari-hari dalam menambah wawasan.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Membaca buku setiap hari relevan untuk menambah wawasan.

2. Rafi rajin membaca untuk menambah pengetahuan.

3. Membaca buku setiap hari tidak bermanfaat.

Pertanyaan 19 ID: #1109

Perhatikan teks berikut:

"Lila menanam sayuran di kebun rumahnya." Peristiwa ini relevan dengan kehidupan sehari-hari untuk menyediakan makanan sehat.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Menanam sayuran relevan untuk menyediakan makanan sehat.

2. Lila peduli dengan kesehatan keluarganya.

3. Menanam sayuran tidak ada gunanya.

Pertanyaan 20 ID: #1110

Perhatikan teks berikut:

"Dika selalu mengikuti kegiatan gotong-royong di lingkungan sekitar." Peristiwa ini relevan dengan kehidupan sehari-hari untuk menjaga kebersamaan dan kebersihan lingkungan.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Mengikuti gotong-royong relevan untuk menjaga kebersamaan dan kebersihan lingkungan.

2. Dika aktif berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan.

3. Gotong-royong tidak penting bagi lingkungan.

BACAAN / STIMULUS

Dina dan Taman Kota

Dina adalah seorang anak yang sangat suka bermain di taman kota. Setiap sore, ia pergi ke sana untuk bermain ayunan dan perosotan. Namun, suatu hari ia merasa sedih karena melihat taman yang biasanya bersih kini dipenuhi sampah. Botol plastik, bungkus makanan, dan daun kering berserakan di mana-mana. Pemandangan itu sangat tidak enak dilihat.

Keesokan harinya, Dina datang ke taman membawa sebuah kantong plastik besar. Dengan sabar, ia mulai memunguti sampah yang berserakan. Ia memisahkan sampah organik dan non-organik sesuai dengan petunjuk yang pernah ia lihat di sekolah. Beberapa temannya yang melihatnya merasa heran. "Kenapa kamu repot-repot, Dina? Itu bukan tugasmu," kata salah satu temannya. Dina hanya tersenyum dan menjawab, "Ini bukan hanya tugas petugas kebersihan. Ini adalah tanggung jawab kita semua. Kalau tamannya bersih, kita semua yang akan nyaman bermain."

Setelah beberapa hari, taman itu kembali bersih dan indah. Tidak hanya Dina, beberapa temannya juga mulai ikut membantu memungut sampah. Mereka menyadari bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Dina sangat bahagia melihat taman itu kembali asri. Ia juga merasa bangga karena ia bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Pertanyaan 21 ID: #1771

Apakah tindakan Dina membersihkan taman relevan dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah atau rumahmu? Mengapa?

BACAAN / STIMULUS

Dina dan Taman Kota

Dina adalah seorang anak yang sangat suka bermain di taman kota. Setiap sore, ia pergi ke sana untuk bermain ayunan dan perosotan. Namun, suatu hari ia merasa sedih karena melihat taman yang biasanya bersih kini dipenuhi sampah. Botol plastik, bungkus makanan, dan daun kering berserakan di mana-mana. Pemandangan itu sangat tidak enak dilihat.

Keesokan harinya, Dina datang ke taman membawa sebuah kantong plastik besar. Dengan sabar, ia mulai memunguti sampah yang berserakan. Ia memisahkan sampah organik dan non-organik sesuai dengan petunjuk yang pernah ia lihat di sekolah. Beberapa temannya yang melihatnya merasa heran. "Kenapa kamu repot-repot, Dina? Itu bukan tugasmu," kata salah satu temannya. Dina hanya tersenyum dan menjawab, "Ini bukan hanya tugas petugas kebersihan. Ini adalah tanggung jawab kita semua. Kalau tamannya bersih, kita semua yang akan nyaman bermain."

Setelah beberapa hari, taman itu kembali bersih dan indah. Tidak hanya Dina, beberapa temannya juga mulai ikut membantu memungut sampah. Mereka menyadari bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Dina sangat bahagia melihat taman itu kembali asri. Ia juga merasa bangga karena ia bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Pertanyaan 22 ID: #1772

Apa yang bisa kamu pelajari dari sikap Dina dan terapkan dalam kehidupanmu?

BACAAN / STIMULUS

Dina dan Taman Kota

Dina adalah seorang anak yang sangat suka bermain di taman kota. Setiap sore, ia pergi ke sana untuk bermain ayunan dan perosotan. Namun, suatu hari ia merasa sedih karena melihat taman yang biasanya bersih kini dipenuhi sampah. Botol plastik, bungkus makanan, dan daun kering berserakan di mana-mana. Pemandangan itu sangat tidak enak dilihat.

Keesokan harinya, Dina datang ke taman membawa sebuah kantong plastik besar. Dengan sabar, ia mulai memunguti sampah yang berserakan. Ia memisahkan sampah organik dan non-organik sesuai dengan petunjuk yang pernah ia lihat di sekolah. Beberapa temannya yang melihatnya merasa heran. "Kenapa kamu repot-repot, Dina? Itu bukan tugasmu," kata salah satu temannya. Dina hanya tersenyum dan menjawab, "Ini bukan hanya tugas petugas kebersihan. Ini adalah tanggung jawab kita semua. Kalau tamannya bersih, kita semua yang akan nyaman bermain."

Setelah beberapa hari, taman itu kembali bersih dan indah. Tidak hanya Dina, beberapa temannya juga mulai ikut membantu memungut sampah. Mereka menyadari bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Dina sangat bahagia melihat taman itu kembali asri. Ia juga merasa bangga karena ia bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Pertanyaan 23 ID: #1773

Bagaimana relevansi peristiwa ketika teman-teman Dina ikut membantu membersihkan taman dengan pengalamanmu?

BACAAN / STIMULUS

Dina dan Taman Kota

Dina adalah seorang anak yang sangat suka bermain di taman kota. Setiap sore, ia pergi ke sana untuk bermain ayunan dan perosotan. Namun, suatu hari ia merasa sedih karena melihat taman yang biasanya bersih kini dipenuhi sampah. Botol plastik, bungkus makanan, dan daun kering berserakan di mana-mana. Pemandangan itu sangat tidak enak dilihat.

Keesokan harinya, Dina datang ke taman membawa sebuah kantong plastik besar. Dengan sabar, ia mulai memunguti sampah yang berserakan. Ia memisahkan sampah organik dan non-organik sesuai dengan petunjuk yang pernah ia lihat di sekolah. Beberapa temannya yang melihatnya merasa heran. "Kenapa kamu repot-repot, Dina? Itu bukan tugasmu," kata salah satu temannya. Dina hanya tersenyum dan menjawab, "Ini bukan hanya tugas petugas kebersihan. Ini adalah tanggung jawab kita semua. Kalau tamannya bersih, kita semua yang akan nyaman bermain."

Setelah beberapa hari, taman itu kembali bersih dan indah. Tidak hanya Dina, beberapa temannya juga mulai ikut membantu memungut sampah. Mereka menyadari bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Dina sangat bahagia melihat taman itu kembali asri. Ia juga merasa bangga karena ia bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Pertanyaan 24 ID: #1774

Bagaimana cara kamu mengaplikasikan pesan dari cerita di atas dalam menjaga kebersihan kelas?

BACAAN / STIMULUS

Dina dan Taman Kota

Dina adalah seorang anak yang sangat suka bermain di taman kota. Setiap sore, ia pergi ke sana untuk bermain ayunan dan perosotan. Namun, suatu hari ia merasa sedih karena melihat taman yang biasanya bersih kini dipenuhi sampah. Botol plastik, bungkus makanan, dan daun kering berserakan di mana-mana. Pemandangan itu sangat tidak enak dilihat.

Keesokan harinya, Dina datang ke taman membawa sebuah kantong plastik besar. Dengan sabar, ia mulai memunguti sampah yang berserakan. Ia memisahkan sampah organik dan non-organik sesuai dengan petunjuk yang pernah ia lihat di sekolah. Beberapa temannya yang melihatnya merasa heran. "Kenapa kamu repot-repot, Dina? Itu bukan tugasmu," kata salah satu temannya. Dina hanya tersenyum dan menjawab, "Ini bukan hanya tugas petugas kebersihan. Ini adalah tanggung jawab kita semua. Kalau tamannya bersih, kita semua yang akan nyaman bermain."

Setelah beberapa hari, taman itu kembali bersih dan indah. Tidak hanya Dina, beberapa temannya juga mulai ikut membantu memungut sampah. Mereka menyadari bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Dina sangat bahagia melihat taman itu kembali asri. Ia juga merasa bangga karena ia bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Pertanyaan 25 ID: #1775

Apa relevansi sikap Dina yang tidak merasa malu saat memungut sampah dengan kehidupanmu?

BACAAN / STIMULUS

Dina dan Taman Kota

Dina adalah seorang anak yang sangat suka bermain di taman kota. Setiap sore, ia pergi ke sana untuk bermain ayunan dan perosotan. Namun, suatu hari ia merasa sedih karena melihat taman yang biasanya bersih kini dipenuhi sampah. Botol plastik, bungkus makanan, dan daun kering berserakan di mana-mana. Pemandangan itu sangat tidak enak dilihat.

Keesokan harinya, Dina datang ke taman membawa sebuah kantong plastik besar. Dengan sabar, ia mulai memunguti sampah yang berserakan. Ia memisahkan sampah organik dan non-organik sesuai dengan petunjuk yang pernah ia lihat di sekolah. Beberapa temannya yang melihatnya merasa heran. "Kenapa kamu repot-repot, Dina? Itu bukan tugasmu," kata salah satu temannya. Dina hanya tersenyum dan menjawab, "Ini bukan hanya tugas petugas kebersihan. Ini adalah tanggung jawab kita semua. Kalau tamannya bersih, kita semua yang akan nyaman bermain."

Setelah beberapa hari, taman itu kembali bersih dan indah. Tidak hanya Dina, beberapa temannya juga mulai ikut membantu memungut sampah. Mereka menyadari bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Dina sangat bahagia melihat taman itu kembali asri. Ia juga merasa bangga karena ia bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Pertanyaan 26 ID: #1776

Bagaimana relevansi pesan bahwa "kebersihan adalah tanggung jawab kita semua" dengan kehidupanmu?

BACAAN / STIMULUS

Dina dan Taman Kota

Dina adalah seorang anak yang sangat suka bermain di taman kota. Setiap sore, ia pergi ke sana untuk bermain ayunan dan perosotan. Namun, suatu hari ia merasa sedih karena melihat taman yang biasanya bersih kini dipenuhi sampah. Botol plastik, bungkus makanan, dan daun kering berserakan di mana-mana. Pemandangan itu sangat tidak enak dilihat.

Keesokan harinya, Dina datang ke taman membawa sebuah kantong plastik besar. Dengan sabar, ia mulai memunguti sampah yang berserakan. Ia memisahkan sampah organik dan non-organik sesuai dengan petunjuk yang pernah ia lihat di sekolah. Beberapa temannya yang melihatnya merasa heran. "Kenapa kamu repot-repot, Dina? Itu bukan tugasmu," kata salah satu temannya. Dina hanya tersenyum dan menjawab, "Ini bukan hanya tugas petugas kebersihan. Ini adalah tanggung jawab kita semua. Kalau tamannya bersih, kita semua yang akan nyaman bermain."

Setelah beberapa hari, taman itu kembali bersih dan indah. Tidak hanya Dina, beberapa temannya juga mulai ikut membantu memungut sampah. Mereka menyadari bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Dina sangat bahagia melihat taman itu kembali asri. Ia juga merasa bangga karena ia bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Pertanyaan 27 ID: #1777

Apa yang bisa kamu lakukan di sekolah jika melihat kondisi yang sama seperti taman yang kotor?

BACAAN / STIMULUS

Dina dan Taman Kota

Dina adalah seorang anak yang sangat suka bermain di taman kota. Setiap sore, ia pergi ke sana untuk bermain ayunan dan perosotan. Namun, suatu hari ia merasa sedih karena melihat taman yang biasanya bersih kini dipenuhi sampah. Botol plastik, bungkus makanan, dan daun kering berserakan di mana-mana. Pemandangan itu sangat tidak enak dilihat.

Keesokan harinya, Dina datang ke taman membawa sebuah kantong plastik besar. Dengan sabar, ia mulai memunguti sampah yang berserakan. Ia memisahkan sampah organik dan non-organik sesuai dengan petunjuk yang pernah ia lihat di sekolah. Beberapa temannya yang melihatnya merasa heran. "Kenapa kamu repot-repot, Dina? Itu bukan tugasmu," kata salah satu temannya. Dina hanya tersenyum dan menjawab, "Ini bukan hanya tugas petugas kebersihan. Ini adalah tanggung jawab kita semua. Kalau tamannya bersih, kita semua yang akan nyaman bermain."

Setelah beberapa hari, taman itu kembali bersih dan indah. Tidak hanya Dina, beberapa temannya juga mulai ikut membantu memungut sampah. Mereka menyadari bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Dina sangat bahagia melihat taman itu kembali asri. Ia juga merasa bangga karena ia bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Pertanyaan 28 ID: #1778

Bagaimana sikap Dina yang menginspirasi teman-temannya relevan dengan pengalamanmu?

BACAAN / STIMULUS

Dina dan Taman Kota

Dina adalah seorang anak yang sangat suka bermain di taman kota. Setiap sore, ia pergi ke sana untuk bermain ayunan dan perosotan. Namun, suatu hari ia merasa sedih karena melihat taman yang biasanya bersih kini dipenuhi sampah. Botol plastik, bungkus makanan, dan daun kering berserakan di mana-mana. Pemandangan itu sangat tidak enak dilihat.

Keesokan harinya, Dina datang ke taman membawa sebuah kantong plastik besar. Dengan sabar, ia mulai memunguti sampah yang berserakan. Ia memisahkan sampah organik dan non-organik sesuai dengan petunjuk yang pernah ia lihat di sekolah. Beberapa temannya yang melihatnya merasa heran. "Kenapa kamu repot-repot, Dina? Itu bukan tugasmu," kata salah satu temannya. Dina hanya tersenyum dan menjawab, "Ini bukan hanya tugas petugas kebersihan. Ini adalah tanggung jawab kita semua. Kalau tamannya bersih, kita semua yang akan nyaman bermain."

Setelah beberapa hari, taman itu kembali bersih dan indah. Tidak hanya Dina, beberapa temannya juga mulai ikut membantu memungut sampah. Mereka menyadari bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Dina sangat bahagia melihat taman itu kembali asri. Ia juga merasa bangga karena ia bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Pertanyaan 29 ID: #1779

Apa pesan yang bisa kamu ambil dari cerita ini untuk menjaga lingkungan di sekitarmu?

BACAAN / STIMULUS

Dina dan Taman Kota

Dina adalah seorang anak yang sangat suka bermain di taman kota. Setiap sore, ia pergi ke sana untuk bermain ayunan dan perosotan. Namun, suatu hari ia merasa sedih karena melihat taman yang biasanya bersih kini dipenuhi sampah. Botol plastik, bungkus makanan, dan daun kering berserakan di mana-mana. Pemandangan itu sangat tidak enak dilihat.

Keesokan harinya, Dina datang ke taman membawa sebuah kantong plastik besar. Dengan sabar, ia mulai memunguti sampah yang berserakan. Ia memisahkan sampah organik dan non-organik sesuai dengan petunjuk yang pernah ia lihat di sekolah. Beberapa temannya yang melihatnya merasa heran. "Kenapa kamu repot-repot, Dina? Itu bukan tugasmu," kata salah satu temannya. Dina hanya tersenyum dan menjawab, "Ini bukan hanya tugas petugas kebersihan. Ini adalah tanggung jawab kita semua. Kalau tamannya bersih, kita semua yang akan nyaman bermain."

Setelah beberapa hari, taman itu kembali bersih dan indah. Tidak hanya Dina, beberapa temannya juga mulai ikut membantu memungut sampah. Mereka menyadari bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Dina sangat bahagia melihat taman itu kembali asri. Ia juga merasa bangga karena ia bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Pertanyaan 30 ID: #1780

Berdasarkan cerita, apa yang bisa kamu simpulkan tentang peran anak-anak dalam menjaga kebersihan lingkungan?