Menyimpan...
30:00
Soal 1/30
Bahasa Indonesia - Perjuangan Si Anak Emas
BACAAN / STIMULUS

Filosofi Empati dan Aktualisasi Diri dalam Hubungan Interpersonal

Filosofi Cahaya: Menginspirasi Melalui Kepedulian
Pagi yang cerah di beranda rumah menjadi saksi bisu saat Rani terhanyut dalam sebuah literatur mengenai burung pipit yang bercita-cita terbang ke bulan. Narasi tersebut memicu refleksi mendalam dalam diri Rani tentang keberanian mengejar mimpi tanpa dibayangi ketakutan akan kegagalan. Di lingkungan sekolah, Rani dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi; ia adalah tipe anak yang tidak pernah berpangku tangan atau selalu siap sedia ketika melihat orang lain berada dalam kesulitan.

Kepedulian Rani teruji saat kelasnya menyelenggarakan kompetisi karya tulis. Ia mengajak Dina, seorang sahabat yang cenderung skeptis terhadap kemampuannya sendiri, untuk berkolaborasi. Meski Dina sempat ragu karena merasa kualitas tulisannya rendah, Rani meyakinkannya dengan sebuah metafora indah: "Setiap bunga memiliki waktu mekar yang berbeda." Kalimat ini menjadi pemantik semangat bagi Dina untuk mulai menorehkan ide-idenya di atas kertas hingga akhirnya ia berani mengikuti kompetisi tersebut.

Momentum pengumuman menjadi saat yang emosional ketika juri menetapkan bahwa karya kolaborasi Rani dan Dina berhasil masuk ke dalam jajaran tiga besar terbaik. Dina menangis haru, menyadari bahwa dukungan Rani telah membantunya melampaui batasan diri. Rani membalasnya dengan sebuah filosofi bahwa setiap orang memiliki cahaya masing-masing yang harus berani dinyalakan. Peristiwa ini memperkuat keyakinan Rani bahwa menolong orang lain adalah jalan terbaik untuk tumbuh bersama, menciptakan hubungan timbal balik yang positif dalam pengembangan karakter.

Pertanyaan 1 ID: #61

Apa makna ungkapan "terhanyut dalam lamunan" pada paragraf pertama?

BACAAN / STIMULUS

Filosofi Empati dan Aktualisasi Diri dalam Hubungan Interpersonal

Filosofi Cahaya: Menginspirasi Melalui Kepedulian
Pagi yang cerah di beranda rumah menjadi saksi bisu saat Rani terhanyut dalam sebuah literatur mengenai burung pipit yang bercita-cita terbang ke bulan. Narasi tersebut memicu refleksi mendalam dalam diri Rani tentang keberanian mengejar mimpi tanpa dibayangi ketakutan akan kegagalan. Di lingkungan sekolah, Rani dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi; ia adalah tipe anak yang tidak pernah berpangku tangan atau selalu siap sedia ketika melihat orang lain berada dalam kesulitan.

Kepedulian Rani teruji saat kelasnya menyelenggarakan kompetisi karya tulis. Ia mengajak Dina, seorang sahabat yang cenderung skeptis terhadap kemampuannya sendiri, untuk berkolaborasi. Meski Dina sempat ragu karena merasa kualitas tulisannya rendah, Rani meyakinkannya dengan sebuah metafora indah: "Setiap bunga memiliki waktu mekar yang berbeda." Kalimat ini menjadi pemantik semangat bagi Dina untuk mulai menorehkan ide-idenya di atas kertas hingga akhirnya ia berani mengikuti kompetisi tersebut.

Momentum pengumuman menjadi saat yang emosional ketika juri menetapkan bahwa karya kolaborasi Rani dan Dina berhasil masuk ke dalam jajaran tiga besar terbaik. Dina menangis haru, menyadari bahwa dukungan Rani telah membantunya melampaui batasan diri. Rani membalasnya dengan sebuah filosofi bahwa setiap orang memiliki cahaya masing-masing yang harus berani dinyalakan. Peristiwa ini memperkuat keyakinan Rani bahwa menolong orang lain adalah jalan terbaik untuk tumbuh bersama, menciptakan hubungan timbal balik yang positif dalam pengembangan karakter.

Pertanyaan 2 ID: #62

Apa makna dari ungkapan "berpangku tangan" dalam cerita?

BACAAN / STIMULUS

Filosofi Empati dan Aktualisasi Diri dalam Hubungan Interpersonal

Filosofi Cahaya: Menginspirasi Melalui Kepedulian
Pagi yang cerah di beranda rumah menjadi saksi bisu saat Rani terhanyut dalam sebuah literatur mengenai burung pipit yang bercita-cita terbang ke bulan. Narasi tersebut memicu refleksi mendalam dalam diri Rani tentang keberanian mengejar mimpi tanpa dibayangi ketakutan akan kegagalan. Di lingkungan sekolah, Rani dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi; ia adalah tipe anak yang tidak pernah berpangku tangan atau selalu siap sedia ketika melihat orang lain berada dalam kesulitan.

Kepedulian Rani teruji saat kelasnya menyelenggarakan kompetisi karya tulis. Ia mengajak Dina, seorang sahabat yang cenderung skeptis terhadap kemampuannya sendiri, untuk berkolaborasi. Meski Dina sempat ragu karena merasa kualitas tulisannya rendah, Rani meyakinkannya dengan sebuah metafora indah: "Setiap bunga memiliki waktu mekar yang berbeda." Kalimat ini menjadi pemantik semangat bagi Dina untuk mulai menorehkan ide-idenya di atas kertas hingga akhirnya ia berani mengikuti kompetisi tersebut.

Momentum pengumuman menjadi saat yang emosional ketika juri menetapkan bahwa karya kolaborasi Rani dan Dina berhasil masuk ke dalam jajaran tiga besar terbaik. Dina menangis haru, menyadari bahwa dukungan Rani telah membantunya melampaui batasan diri. Rani membalasnya dengan sebuah filosofi bahwa setiap orang memiliki cahaya masing-masing yang harus berani dinyalakan. Peristiwa ini memperkuat keyakinan Rani bahwa menolong orang lain adalah jalan terbaik untuk tumbuh bersama, menciptakan hubungan timbal balik yang positif dalam pengembangan karakter.

Pertanyaan 3 ID: #63

Apa maksud ungkapan "Setiap bunga mekar pada waktunya" yang diucapkan Rani?

BACAAN / STIMULUS

Filosofi Empati dan Aktualisasi Diri dalam Hubungan Interpersonal

Filosofi Cahaya: Menginspirasi Melalui Kepedulian
Pagi yang cerah di beranda rumah menjadi saksi bisu saat Rani terhanyut dalam sebuah literatur mengenai burung pipit yang bercita-cita terbang ke bulan. Narasi tersebut memicu refleksi mendalam dalam diri Rani tentang keberanian mengejar mimpi tanpa dibayangi ketakutan akan kegagalan. Di lingkungan sekolah, Rani dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi; ia adalah tipe anak yang tidak pernah berpangku tangan atau selalu siap sedia ketika melihat orang lain berada dalam kesulitan.

Kepedulian Rani teruji saat kelasnya menyelenggarakan kompetisi karya tulis. Ia mengajak Dina, seorang sahabat yang cenderung skeptis terhadap kemampuannya sendiri, untuk berkolaborasi. Meski Dina sempat ragu karena merasa kualitas tulisannya rendah, Rani meyakinkannya dengan sebuah metafora indah: "Setiap bunga memiliki waktu mekar yang berbeda." Kalimat ini menjadi pemantik semangat bagi Dina untuk mulai menorehkan ide-idenya di atas kertas hingga akhirnya ia berani mengikuti kompetisi tersebut.

Momentum pengumuman menjadi saat yang emosional ketika juri menetapkan bahwa karya kolaborasi Rani dan Dina berhasil masuk ke dalam jajaran tiga besar terbaik. Dina menangis haru, menyadari bahwa dukungan Rani telah membantunya melampaui batasan diri. Rani membalasnya dengan sebuah filosofi bahwa setiap orang memiliki cahaya masing-masing yang harus berani dinyalakan. Peristiwa ini memperkuat keyakinan Rani bahwa menolong orang lain adalah jalan terbaik untuk tumbuh bersama, menciptakan hubungan timbal balik yang positif dalam pengembangan karakter.

Pertanyaan 4 ID: #64

Apa makna ungkapan "menyalakan cahaya" yang diucapkan Rani di akhir cerita?

BACAAN / STIMULUS

Filosofi Empati dan Aktualisasi Diri dalam Hubungan Interpersonal

Filosofi Cahaya: Menginspirasi Melalui Kepedulian
Pagi yang cerah di beranda rumah menjadi saksi bisu saat Rani terhanyut dalam sebuah literatur mengenai burung pipit yang bercita-cita terbang ke bulan. Narasi tersebut memicu refleksi mendalam dalam diri Rani tentang keberanian mengejar mimpi tanpa dibayangi ketakutan akan kegagalan. Di lingkungan sekolah, Rani dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi; ia adalah tipe anak yang tidak pernah berpangku tangan atau selalu siap sedia ketika melihat orang lain berada dalam kesulitan.

Kepedulian Rani teruji saat kelasnya menyelenggarakan kompetisi karya tulis. Ia mengajak Dina, seorang sahabat yang cenderung skeptis terhadap kemampuannya sendiri, untuk berkolaborasi. Meski Dina sempat ragu karena merasa kualitas tulisannya rendah, Rani meyakinkannya dengan sebuah metafora indah: "Setiap bunga memiliki waktu mekar yang berbeda." Kalimat ini menjadi pemantik semangat bagi Dina untuk mulai menorehkan ide-idenya di atas kertas hingga akhirnya ia berani mengikuti kompetisi tersebut.

Momentum pengumuman menjadi saat yang emosional ketika juri menetapkan bahwa karya kolaborasi Rani dan Dina berhasil masuk ke dalam jajaran tiga besar terbaik. Dina menangis haru, menyadari bahwa dukungan Rani telah membantunya melampaui batasan diri. Rani membalasnya dengan sebuah filosofi bahwa setiap orang memiliki cahaya masing-masing yang harus berani dinyalakan. Peristiwa ini memperkuat keyakinan Rani bahwa menolong orang lain adalah jalan terbaik untuk tumbuh bersama, menciptakan hubungan timbal balik yang positif dalam pengembangan karakter.

Pertanyaan 5 ID: #65

Apa makna dari ungkapan "tak pernah berpangku tangan" yang menggambarkan sikap Rani?

BACAAN / STIMULUS

Filosofi Empati dan Aktualisasi Diri dalam Hubungan Interpersonal

Filosofi Cahaya: Menginspirasi Melalui Kepedulian
Pagi yang cerah di beranda rumah menjadi saksi bisu saat Rani terhanyut dalam sebuah literatur mengenai burung pipit yang bercita-cita terbang ke bulan. Narasi tersebut memicu refleksi mendalam dalam diri Rani tentang keberanian mengejar mimpi tanpa dibayangi ketakutan akan kegagalan. Di lingkungan sekolah, Rani dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi; ia adalah tipe anak yang tidak pernah berpangku tangan atau selalu siap sedia ketika melihat orang lain berada dalam kesulitan.

Kepedulian Rani teruji saat kelasnya menyelenggarakan kompetisi karya tulis. Ia mengajak Dina, seorang sahabat yang cenderung skeptis terhadap kemampuannya sendiri, untuk berkolaborasi. Meski Dina sempat ragu karena merasa kualitas tulisannya rendah, Rani meyakinkannya dengan sebuah metafora indah: "Setiap bunga memiliki waktu mekar yang berbeda." Kalimat ini menjadi pemantik semangat bagi Dina untuk mulai menorehkan ide-idenya di atas kertas hingga akhirnya ia berani mengikuti kompetisi tersebut.

Momentum pengumuman menjadi saat yang emosional ketika juri menetapkan bahwa karya kolaborasi Rani dan Dina berhasil masuk ke dalam jajaran tiga besar terbaik. Dina menangis haru, menyadari bahwa dukungan Rani telah membantunya melampaui batasan diri. Rani membalasnya dengan sebuah filosofi bahwa setiap orang memiliki cahaya masing-masing yang harus berani dinyalakan. Peristiwa ini memperkuat keyakinan Rani bahwa menolong orang lain adalah jalan terbaik untuk tumbuh bersama, menciptakan hubungan timbal balik yang positif dalam pengembangan karakter.

Pertanyaan 6 ID: #66

Mengapa Dina menangis haru saat pengumuman lomba?

BACAAN / STIMULUS

Filosofi Empati dan Aktualisasi Diri dalam Hubungan Interpersonal

Filosofi Cahaya: Menginspirasi Melalui Kepedulian
Pagi yang cerah di beranda rumah menjadi saksi bisu saat Rani terhanyut dalam sebuah literatur mengenai burung pipit yang bercita-cita terbang ke bulan. Narasi tersebut memicu refleksi mendalam dalam diri Rani tentang keberanian mengejar mimpi tanpa dibayangi ketakutan akan kegagalan. Di lingkungan sekolah, Rani dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi; ia adalah tipe anak yang tidak pernah berpangku tangan atau selalu siap sedia ketika melihat orang lain berada dalam kesulitan.

Kepedulian Rani teruji saat kelasnya menyelenggarakan kompetisi karya tulis. Ia mengajak Dina, seorang sahabat yang cenderung skeptis terhadap kemampuannya sendiri, untuk berkolaborasi. Meski Dina sempat ragu karena merasa kualitas tulisannya rendah, Rani meyakinkannya dengan sebuah metafora indah: "Setiap bunga memiliki waktu mekar yang berbeda." Kalimat ini menjadi pemantik semangat bagi Dina untuk mulai menorehkan ide-idenya di atas kertas hingga akhirnya ia berani mengikuti kompetisi tersebut.

Momentum pengumuman menjadi saat yang emosional ketika juri menetapkan bahwa karya kolaborasi Rani dan Dina berhasil masuk ke dalam jajaran tiga besar terbaik. Dina menangis haru, menyadari bahwa dukungan Rani telah membantunya melampaui batasan diri. Rani membalasnya dengan sebuah filosofi bahwa setiap orang memiliki cahaya masing-masing yang harus berani dinyalakan. Peristiwa ini memperkuat keyakinan Rani bahwa menolong orang lain adalah jalan terbaik untuk tumbuh bersama, menciptakan hubungan timbal balik yang positif dalam pengembangan karakter.

Pertanyaan 7 ID: #67

Apa sikap Rani yang patut dicontoh dari cerita tersebut?

BACAAN / STIMULUS

Filosofi Empati dan Aktualisasi Diri dalam Hubungan Interpersonal

Filosofi Cahaya: Menginspirasi Melalui Kepedulian
Pagi yang cerah di beranda rumah menjadi saksi bisu saat Rani terhanyut dalam sebuah literatur mengenai burung pipit yang bercita-cita terbang ke bulan. Narasi tersebut memicu refleksi mendalam dalam diri Rani tentang keberanian mengejar mimpi tanpa dibayangi ketakutan akan kegagalan. Di lingkungan sekolah, Rani dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi; ia adalah tipe anak yang tidak pernah berpangku tangan atau selalu siap sedia ketika melihat orang lain berada dalam kesulitan.

Kepedulian Rani teruji saat kelasnya menyelenggarakan kompetisi karya tulis. Ia mengajak Dina, seorang sahabat yang cenderung skeptis terhadap kemampuannya sendiri, untuk berkolaborasi. Meski Dina sempat ragu karena merasa kualitas tulisannya rendah, Rani meyakinkannya dengan sebuah metafora indah: "Setiap bunga memiliki waktu mekar yang berbeda." Kalimat ini menjadi pemantik semangat bagi Dina untuk mulai menorehkan ide-idenya di atas kertas hingga akhirnya ia berani mengikuti kompetisi tersebut.

Momentum pengumuman menjadi saat yang emosional ketika juri menetapkan bahwa karya kolaborasi Rani dan Dina berhasil masuk ke dalam jajaran tiga besar terbaik. Dina menangis haru, menyadari bahwa dukungan Rani telah membantunya melampaui batasan diri. Rani membalasnya dengan sebuah filosofi bahwa setiap orang memiliki cahaya masing-masing yang harus berani dinyalakan. Peristiwa ini memperkuat keyakinan Rani bahwa menolong orang lain adalah jalan terbaik untuk tumbuh bersama, menciptakan hubungan timbal balik yang positif dalam pengembangan karakter.

Pertanyaan 8 ID: #68

Apa perubahan yang terjadi pada diri Dina setelah ikut lomba?

BACAAN / STIMULUS

Filosofi Empati dan Aktualisasi Diri dalam Hubungan Interpersonal

Filosofi Cahaya: Menginspirasi Melalui Kepedulian
Pagi yang cerah di beranda rumah menjadi saksi bisu saat Rani terhanyut dalam sebuah literatur mengenai burung pipit yang bercita-cita terbang ke bulan. Narasi tersebut memicu refleksi mendalam dalam diri Rani tentang keberanian mengejar mimpi tanpa dibayangi ketakutan akan kegagalan. Di lingkungan sekolah, Rani dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi; ia adalah tipe anak yang tidak pernah berpangku tangan atau selalu siap sedia ketika melihat orang lain berada dalam kesulitan.

Kepedulian Rani teruji saat kelasnya menyelenggarakan kompetisi karya tulis. Ia mengajak Dina, seorang sahabat yang cenderung skeptis terhadap kemampuannya sendiri, untuk berkolaborasi. Meski Dina sempat ragu karena merasa kualitas tulisannya rendah, Rani meyakinkannya dengan sebuah metafora indah: "Setiap bunga memiliki waktu mekar yang berbeda." Kalimat ini menjadi pemantik semangat bagi Dina untuk mulai menorehkan ide-idenya di atas kertas hingga akhirnya ia berani mengikuti kompetisi tersebut.

Momentum pengumuman menjadi saat yang emosional ketika juri menetapkan bahwa karya kolaborasi Rani dan Dina berhasil masuk ke dalam jajaran tiga besar terbaik. Dina menangis haru, menyadari bahwa dukungan Rani telah membantunya melampaui batasan diri. Rani membalasnya dengan sebuah filosofi bahwa setiap orang memiliki cahaya masing-masing yang harus berani dinyalakan. Peristiwa ini memperkuat keyakinan Rani bahwa menolong orang lain adalah jalan terbaik untuk tumbuh bersama, menciptakan hubungan timbal balik yang positif dalam pengembangan karakter.

Pertanyaan 9 ID: #69

Apa nilai moral yang bisa diambil dari cerita tersebut?

BACAAN / STIMULUS

Filosofi Empati dan Aktualisasi Diri dalam Hubungan Interpersonal

Filosofi Cahaya: Menginspirasi Melalui Kepedulian
Pagi yang cerah di beranda rumah menjadi saksi bisu saat Rani terhanyut dalam sebuah literatur mengenai burung pipit yang bercita-cita terbang ke bulan. Narasi tersebut memicu refleksi mendalam dalam diri Rani tentang keberanian mengejar mimpi tanpa dibayangi ketakutan akan kegagalan. Di lingkungan sekolah, Rani dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi; ia adalah tipe anak yang tidak pernah berpangku tangan atau selalu siap sedia ketika melihat orang lain berada dalam kesulitan.

Kepedulian Rani teruji saat kelasnya menyelenggarakan kompetisi karya tulis. Ia mengajak Dina, seorang sahabat yang cenderung skeptis terhadap kemampuannya sendiri, untuk berkolaborasi. Meski Dina sempat ragu karena merasa kualitas tulisannya rendah, Rani meyakinkannya dengan sebuah metafora indah: "Setiap bunga memiliki waktu mekar yang berbeda." Kalimat ini menjadi pemantik semangat bagi Dina untuk mulai menorehkan ide-idenya di atas kertas hingga akhirnya ia berani mengikuti kompetisi tersebut.

Momentum pengumuman menjadi saat yang emosional ketika juri menetapkan bahwa karya kolaborasi Rani dan Dina berhasil masuk ke dalam jajaran tiga besar terbaik. Dina menangis haru, menyadari bahwa dukungan Rani telah membantunya melampaui batasan diri. Rani membalasnya dengan sebuah filosofi bahwa setiap orang memiliki cahaya masing-masing yang harus berani dinyalakan. Peristiwa ini memperkuat keyakinan Rani bahwa menolong orang lain adalah jalan terbaik untuk tumbuh bersama, menciptakan hubungan timbal balik yang positif dalam pengembangan karakter.

Pertanyaan 10 ID: #70

Apa tema utama dari cerita yang dibaca Rani tentang burung pipit?

Pertanyaan 11 ID: #1091

Perhatikan teks berikut:

"Ali begitu rajin hingga selalu mengangkat tangan pertama untuk menjawab pertanyaan guru." Ungkapan "mengangkat tangan pertama" menunjukkan Ali sangat giat.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Ungkapan "mengangkat tangan pertama" menunjukkan Ali sangat giat.

2. Ali aktif berpartisipasi di kelas.

3. Ali tidak peduli dengan pelajaran.

Pertanyaan 12 ID: #1092

Perhatikan teks berikut:

"Rina menangis tersedu-sedu ketika kehilangan bonekanya." Ungkapan "tersedu-sedu" menunjukkan Rina menangis dengan suara terputus-putus.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Ungkapan "tersedu-sedu" menunjukkan Rina menangis dengan suara terputus-putus.

2. Rina sangat sedih karena kehilangan bonekanya.

3. Rina senang dan tertawa.

Pertanyaan 13 ID: #1093

Perhatikan teks berikut:

"Budi menyelesaikan PR dengan setengah hati." Ungkapan "setengah hati" berarti Budi kurang serius dalam mengerjakan PR.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Ungkapan "setengah hati" berarti Budi kurang serius dalam mengerjakan PR.

2. Budi mengerjakan PR dengan malas.

3. Budi mengerjakan PR dengan sepenuh hati.

Pertanyaan 14 ID: #1094

Perhatikan teks berikut:

"Dina berlari secepat kilat mengejar bola." Ungkapan "secepat kilat" menunjukkan Dina sangat cepat.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Ungkapan "secepat kilat" menunjukkan Dina sangat cepat.

2. Dina mengejar bola dengan sangat cepat.

3. Dina berjalan lambat.

Pertanyaan 15 ID: #1095

Perhatikan teks berikut:

"Seno menatap temannya dengan mata berbinar." Ungkapan "mata berbinar" menunjukkan Seno gembira dan antusias.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Ungkapan "mata berbinar" menunjukkan Seno gembira dan antusias.

2. Seno senang dengan temannya.

3. Seno marah dan sedih.

Pertanyaan 16 ID: #1096

Perhatikan teks berikut:

"Tia bekerja keras hingga larut malam." Ungkapan "hingga larut malam" menunjukkan Tia sangat tekun dan rajin.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Ungkapan "hingga larut malam" menunjukkan Tia sangat tekun dan rajin.

2. Tia bekerja keras setiap hari.

3. Tia malas dan cepat berhenti bekerja.

Pertanyaan 17 ID: #1097

Perhatikan teks berikut:

"Rafi berbicara dengan hati-hati agar tidak menyinggung teman." Ungkapan "dengan hati-hati" menunjukkan Rafi cermat dan bijaksana.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Ungkapan "dengan hati-hati" menunjukkan Rafi cermat dan bijaksana.

2. Rafi berbicara agar tidak menyinggung teman.

3. Rafi berbicara sembarangan tanpa memikirkan teman.

Pertanyaan 18 ID: #1098

Perhatikan teks berikut:

"Lila tersenyum sumringah ketika mendapat hadiah." Ungkapan "sumringah" menunjukkan Lila sangat senang.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Ungkapan "sumringah" menunjukkan Lila sangat senang.

2. Lila merasa gembira ketika mendapat hadiah.

3. Lila merasa sedih.

Pertanyaan 19 ID: #1099

Perhatikan teks berikut:

"Dika bekerja bak kuda setiap hari." Ungkapan "bak kuda" menunjukkan Dika bekerja sangat giat dan keras.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Ungkapan "bak kuda" menunjukkan Dika bekerja sangat giat dan keras.

2. Dika bekerja keras setiap hari.

3. Dika malas dan lamban.

Pertanyaan 20 ID: #1100

Perhatikan teks berikut:

"Siti menatap langit dengan mata berbinar penuh harap." Ungkapan "mata berbinar" menunjukkan Siti berharap dan bersemangat.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Ungkapan "mata berbinar" menunjukkan Siti berharap dan bersemangat.

2. Siti menatap langit dengan penuh harap.

3. Siti menatap langit dengan sedih dan putus asa.

BACAAN / STIMULUS

Perjuangan Si Anak Emas

Rian adalah anak desa yang lahir dari keluarga sederhana. Namun, ia memiliki tekad yang kuat untuk mengubah nasibnya. Ia sering disebut sebagai **anak emas** di sekolah karena kecerdasan dan prestasinya yang luar biasa. Ia selalu menjadi **bintang kelas** dan meraih juara di setiap perlombaan sains. Meski begitu, Rian tidak pernah **besar kepala**. Ia tetap rendah hati dan suka membantu teman-temannya yang kesulitan belajar.

Suatu hari, sekolahnya mengadakan olimpiade sains tingkat nasional. Rian sangat ingin ikut, tetapi ia tahu bahwa biaya untuk mengikuti acara tersebut tidak sedikit. Ayahnya, seorang petani, harus **banting tulang** siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Rian tidak ingin menjadi **tangan kosong** dan membebani orang tuanya. Ia mencari cara untuk mendapatkan uang sendiri dengan membantu tetangga mengangkut hasil kebun dan mengajar les privat. Akhirnya, Rian berhasil mengumpulkan uang yang cukup.

Di hari olimpiade, Rian **berkeringat dingin** karena tegang. Ia melihat pesaingnya yang datang dari kota besar dan terlihat sangat percaya diri. Namun, Rian **menarik napas dalam-dalam** dan mengingat semua perjuangannya. Ia mengerjakan soal dengan teliti dan percaya diri. Hasilnya, Rian berhasil meraih medali emas. Ia pulang dengan bangga dan tidak menyangka akan mendapatkan sambutan hangat dari seluruh warga desa. **Buah tangan** yang ia bawa tidak hanya medali, tetapi juga kebanggaan bagi desanya. Cerita Rian menjadi **buah bibir** semua orang, menginspirasi banyak anak lain untuk terus berjuang.

Pertanyaan 21 ID: #1761

Apa makna ungkapan anak emas dan bintang kelas yang digunakan dalam teks?

BACAAN / STIMULUS

Perjuangan Si Anak Emas

Rian adalah anak desa yang lahir dari keluarga sederhana. Namun, ia memiliki tekad yang kuat untuk mengubah nasibnya. Ia sering disebut sebagai **anak emas** di sekolah karena kecerdasan dan prestasinya yang luar biasa. Ia selalu menjadi **bintang kelas** dan meraih juara di setiap perlombaan sains. Meski begitu, Rian tidak pernah **besar kepala**. Ia tetap rendah hati dan suka membantu teman-temannya yang kesulitan belajar.

Suatu hari, sekolahnya mengadakan olimpiade sains tingkat nasional. Rian sangat ingin ikut, tetapi ia tahu bahwa biaya untuk mengikuti acara tersebut tidak sedikit. Ayahnya, seorang petani, harus **banting tulang** siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Rian tidak ingin menjadi **tangan kosong** dan membebani orang tuanya. Ia mencari cara untuk mendapatkan uang sendiri dengan membantu tetangga mengangkut hasil kebun dan mengajar les privat. Akhirnya, Rian berhasil mengumpulkan uang yang cukup.

Di hari olimpiade, Rian **berkeringat dingin** karena tegang. Ia melihat pesaingnya yang datang dari kota besar dan terlihat sangat percaya diri. Namun, Rian **menarik napas dalam-dalam** dan mengingat semua perjuangannya. Ia mengerjakan soal dengan teliti dan percaya diri. Hasilnya, Rian berhasil meraih medali emas. Ia pulang dengan bangga dan tidak menyangka akan mendapatkan sambutan hangat dari seluruh warga desa. **Buah tangan** yang ia bawa tidak hanya medali, tetapi juga kebanggaan bagi desanya. Cerita Rian menjadi **buah bibir** semua orang, menginspirasi banyak anak lain untuk terus berjuang.

Pertanyaan 22 ID: #1762

Berdasarkan teks, apa makna ungkapan besar kepala?

BACAAN / STIMULUS

Perjuangan Si Anak Emas

Rian adalah anak desa yang lahir dari keluarga sederhana. Namun, ia memiliki tekad yang kuat untuk mengubah nasibnya. Ia sering disebut sebagai **anak emas** di sekolah karena kecerdasan dan prestasinya yang luar biasa. Ia selalu menjadi **bintang kelas** dan meraih juara di setiap perlombaan sains. Meski begitu, Rian tidak pernah **besar kepala**. Ia tetap rendah hati dan suka membantu teman-temannya yang kesulitan belajar.

Suatu hari, sekolahnya mengadakan olimpiade sains tingkat nasional. Rian sangat ingin ikut, tetapi ia tahu bahwa biaya untuk mengikuti acara tersebut tidak sedikit. Ayahnya, seorang petani, harus **banting tulang** siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Rian tidak ingin menjadi **tangan kosong** dan membebani orang tuanya. Ia mencari cara untuk mendapatkan uang sendiri dengan membantu tetangga mengangkut hasil kebun dan mengajar les privat. Akhirnya, Rian berhasil mengumpulkan uang yang cukup.

Di hari olimpiade, Rian **berkeringat dingin** karena tegang. Ia melihat pesaingnya yang datang dari kota besar dan terlihat sangat percaya diri. Namun, Rian **menarik napas dalam-dalam** dan mengingat semua perjuangannya. Ia mengerjakan soal dengan teliti dan percaya diri. Hasilnya, Rian berhasil meraih medali emas. Ia pulang dengan bangga dan tidak menyangka akan mendapatkan sambutan hangat dari seluruh warga desa. **Buah tangan** yang ia bawa tidak hanya medali, tetapi juga kebanggaan bagi desanya. Cerita Rian menjadi **buah bibir** semua orang, menginspirasi banyak anak lain untuk terus berjuang.

Pertanyaan 23 ID: #1763

Apa makna ungkapan banting tulang?

BACAAN / STIMULUS

Perjuangan Si Anak Emas

Rian adalah anak desa yang lahir dari keluarga sederhana. Namun, ia memiliki tekad yang kuat untuk mengubah nasibnya. Ia sering disebut sebagai **anak emas** di sekolah karena kecerdasan dan prestasinya yang luar biasa. Ia selalu menjadi **bintang kelas** dan meraih juara di setiap perlombaan sains. Meski begitu, Rian tidak pernah **besar kepala**. Ia tetap rendah hati dan suka membantu teman-temannya yang kesulitan belajar.

Suatu hari, sekolahnya mengadakan olimpiade sains tingkat nasional. Rian sangat ingin ikut, tetapi ia tahu bahwa biaya untuk mengikuti acara tersebut tidak sedikit. Ayahnya, seorang petani, harus **banting tulang** siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Rian tidak ingin menjadi **tangan kosong** dan membebani orang tuanya. Ia mencari cara untuk mendapatkan uang sendiri dengan membantu tetangga mengangkut hasil kebun dan mengajar les privat. Akhirnya, Rian berhasil mengumpulkan uang yang cukup.

Di hari olimpiade, Rian **berkeringat dingin** karena tegang. Ia melihat pesaingnya yang datang dari kota besar dan terlihat sangat percaya diri. Namun, Rian **menarik napas dalam-dalam** dan mengingat semua perjuangannya. Ia mengerjakan soal dengan teliti dan percaya diri. Hasilnya, Rian berhasil meraih medali emas. Ia pulang dengan bangga dan tidak menyangka akan mendapatkan sambutan hangat dari seluruh warga desa. **Buah tangan** yang ia bawa tidak hanya medali, tetapi juga kebanggaan bagi desanya. Cerita Rian menjadi **buah bibir** semua orang, menginspirasi banyak anak lain untuk terus berjuang.

Pertanyaan 24 ID: #1764

Apa makna ungkapan tangan kosong?

BACAAN / STIMULUS

Perjuangan Si Anak Emas

Rian adalah anak desa yang lahir dari keluarga sederhana. Namun, ia memiliki tekad yang kuat untuk mengubah nasibnya. Ia sering disebut sebagai **anak emas** di sekolah karena kecerdasan dan prestasinya yang luar biasa. Ia selalu menjadi **bintang kelas** dan meraih juara di setiap perlombaan sains. Meski begitu, Rian tidak pernah **besar kepala**. Ia tetap rendah hati dan suka membantu teman-temannya yang kesulitan belajar.

Suatu hari, sekolahnya mengadakan olimpiade sains tingkat nasional. Rian sangat ingin ikut, tetapi ia tahu bahwa biaya untuk mengikuti acara tersebut tidak sedikit. Ayahnya, seorang petani, harus **banting tulang** siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Rian tidak ingin menjadi **tangan kosong** dan membebani orang tuanya. Ia mencari cara untuk mendapatkan uang sendiri dengan membantu tetangga mengangkut hasil kebun dan mengajar les privat. Akhirnya, Rian berhasil mengumpulkan uang yang cukup.

Di hari olimpiade, Rian **berkeringat dingin** karena tegang. Ia melihat pesaingnya yang datang dari kota besar dan terlihat sangat percaya diri. Namun, Rian **menarik napas dalam-dalam** dan mengingat semua perjuangannya. Ia mengerjakan soal dengan teliti dan percaya diri. Hasilnya, Rian berhasil meraih medali emas. Ia pulang dengan bangga dan tidak menyangka akan mendapatkan sambutan hangat dari seluruh warga desa. **Buah tangan** yang ia bawa tidak hanya medali, tetapi juga kebanggaan bagi desanya. Cerita Rian menjadi **buah bibir** semua orang, menginspirasi banyak anak lain untuk terus berjuang.

Pertanyaan 25 ID: #1765

Apa makna ungkapan berkeringat dingin?

BACAAN / STIMULUS

Perjuangan Si Anak Emas

Rian adalah anak desa yang lahir dari keluarga sederhana. Namun, ia memiliki tekad yang kuat untuk mengubah nasibnya. Ia sering disebut sebagai **anak emas** di sekolah karena kecerdasan dan prestasinya yang luar biasa. Ia selalu menjadi **bintang kelas** dan meraih juara di setiap perlombaan sains. Meski begitu, Rian tidak pernah **besar kepala**. Ia tetap rendah hati dan suka membantu teman-temannya yang kesulitan belajar.

Suatu hari, sekolahnya mengadakan olimpiade sains tingkat nasional. Rian sangat ingin ikut, tetapi ia tahu bahwa biaya untuk mengikuti acara tersebut tidak sedikit. Ayahnya, seorang petani, harus **banting tulang** siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Rian tidak ingin menjadi **tangan kosong** dan membebani orang tuanya. Ia mencari cara untuk mendapatkan uang sendiri dengan membantu tetangga mengangkut hasil kebun dan mengajar les privat. Akhirnya, Rian berhasil mengumpulkan uang yang cukup.

Di hari olimpiade, Rian **berkeringat dingin** karena tegang. Ia melihat pesaingnya yang datang dari kota besar dan terlihat sangat percaya diri. Namun, Rian **menarik napas dalam-dalam** dan mengingat semua perjuangannya. Ia mengerjakan soal dengan teliti dan percaya diri. Hasilnya, Rian berhasil meraih medali emas. Ia pulang dengan bangga dan tidak menyangka akan mendapatkan sambutan hangat dari seluruh warga desa. **Buah tangan** yang ia bawa tidak hanya medali, tetapi juga kebanggaan bagi desanya. Cerita Rian menjadi **buah bibir** semua orang, menginspirasi banyak anak lain untuk terus berjuang.

Pertanyaan 26 ID: #1766

Berdasarkan teks, apa makna ungkapan buah tangan?

BACAAN / STIMULUS

Perjuangan Si Anak Emas

Rian adalah anak desa yang lahir dari keluarga sederhana. Namun, ia memiliki tekad yang kuat untuk mengubah nasibnya. Ia sering disebut sebagai **anak emas** di sekolah karena kecerdasan dan prestasinya yang luar biasa. Ia selalu menjadi **bintang kelas** dan meraih juara di setiap perlombaan sains. Meski begitu, Rian tidak pernah **besar kepala**. Ia tetap rendah hati dan suka membantu teman-temannya yang kesulitan belajar.

Suatu hari, sekolahnya mengadakan olimpiade sains tingkat nasional. Rian sangat ingin ikut, tetapi ia tahu bahwa biaya untuk mengikuti acara tersebut tidak sedikit. Ayahnya, seorang petani, harus **banting tulang** siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Rian tidak ingin menjadi **tangan kosong** dan membebani orang tuanya. Ia mencari cara untuk mendapatkan uang sendiri dengan membantu tetangga mengangkut hasil kebun dan mengajar les privat. Akhirnya, Rian berhasil mengumpulkan uang yang cukup.

Di hari olimpiade, Rian **berkeringat dingin** karena tegang. Ia melihat pesaingnya yang datang dari kota besar dan terlihat sangat percaya diri. Namun, Rian **menarik napas dalam-dalam** dan mengingat semua perjuangannya. Ia mengerjakan soal dengan teliti dan percaya diri. Hasilnya, Rian berhasil meraih medali emas. Ia pulang dengan bangga dan tidak menyangka akan mendapatkan sambutan hangat dari seluruh warga desa. **Buah tangan** yang ia bawa tidak hanya medali, tetapi juga kebanggaan bagi desanya. Cerita Rian menjadi **buah bibir** semua orang, menginspirasi banyak anak lain untuk terus berjuang.

Pertanyaan 27 ID: #1767

Apa makna ungkapan buah bibir?

BACAAN / STIMULUS

Perjuangan Si Anak Emas

Rian adalah anak desa yang lahir dari keluarga sederhana. Namun, ia memiliki tekad yang kuat untuk mengubah nasibnya. Ia sering disebut sebagai **anak emas** di sekolah karena kecerdasan dan prestasinya yang luar biasa. Ia selalu menjadi **bintang kelas** dan meraih juara di setiap perlombaan sains. Meski begitu, Rian tidak pernah **besar kepala**. Ia tetap rendah hati dan suka membantu teman-temannya yang kesulitan belajar.

Suatu hari, sekolahnya mengadakan olimpiade sains tingkat nasional. Rian sangat ingin ikut, tetapi ia tahu bahwa biaya untuk mengikuti acara tersebut tidak sedikit. Ayahnya, seorang petani, harus **banting tulang** siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Rian tidak ingin menjadi **tangan kosong** dan membebani orang tuanya. Ia mencari cara untuk mendapatkan uang sendiri dengan membantu tetangga mengangkut hasil kebun dan mengajar les privat. Akhirnya, Rian berhasil mengumpulkan uang yang cukup.

Di hari olimpiade, Rian **berkeringat dingin** karena tegang. Ia melihat pesaingnya yang datang dari kota besar dan terlihat sangat percaya diri. Namun, Rian **menarik napas dalam-dalam** dan mengingat semua perjuangannya. Ia mengerjakan soal dengan teliti dan percaya diri. Hasilnya, Rian berhasil meraih medali emas. Ia pulang dengan bangga dan tidak menyangka akan mendapatkan sambutan hangat dari seluruh warga desa. **Buah tangan** yang ia bawa tidak hanya medali, tetapi juga kebanggaan bagi desanya. Cerita Rian menjadi **buah bibir** semua orang, menginspirasi banyak anak lain untuk terus berjuang.

Pertanyaan 28 ID: #1768

Bagaimana makna ungkapan menarik napas dalam-dalam?

BACAAN / STIMULUS

Perjuangan Si Anak Emas

Rian adalah anak desa yang lahir dari keluarga sederhana. Namun, ia memiliki tekad yang kuat untuk mengubah nasibnya. Ia sering disebut sebagai **anak emas** di sekolah karena kecerdasan dan prestasinya yang luar biasa. Ia selalu menjadi **bintang kelas** dan meraih juara di setiap perlombaan sains. Meski begitu, Rian tidak pernah **besar kepala**. Ia tetap rendah hati dan suka membantu teman-temannya yang kesulitan belajar.

Suatu hari, sekolahnya mengadakan olimpiade sains tingkat nasional. Rian sangat ingin ikut, tetapi ia tahu bahwa biaya untuk mengikuti acara tersebut tidak sedikit. Ayahnya, seorang petani, harus **banting tulang** siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Rian tidak ingin menjadi **tangan kosong** dan membebani orang tuanya. Ia mencari cara untuk mendapatkan uang sendiri dengan membantu tetangga mengangkut hasil kebun dan mengajar les privat. Akhirnya, Rian berhasil mengumpulkan uang yang cukup.

Di hari olimpiade, Rian **berkeringat dingin** karena tegang. Ia melihat pesaingnya yang datang dari kota besar dan terlihat sangat percaya diri. Namun, Rian **menarik napas dalam-dalam** dan mengingat semua perjuangannya. Ia mengerjakan soal dengan teliti dan percaya diri. Hasilnya, Rian berhasil meraih medali emas. Ia pulang dengan bangga dan tidak menyangka akan mendapatkan sambutan hangat dari seluruh warga desa. **Buah tangan** yang ia bawa tidak hanya medali, tetapi juga kebanggaan bagi desanya. Cerita Rian menjadi **buah bibir** semua orang, menginspirasi banyak anak lain untuk terus berjuang.

Pertanyaan 29 ID: #1769

Mengapa Rian disebut anak emas dan bintang kelas?

BACAAN / STIMULUS

Perjuangan Si Anak Emas

Rian adalah anak desa yang lahir dari keluarga sederhana. Namun, ia memiliki tekad yang kuat untuk mengubah nasibnya. Ia sering disebut sebagai **anak emas** di sekolah karena kecerdasan dan prestasinya yang luar biasa. Ia selalu menjadi **bintang kelas** dan meraih juara di setiap perlombaan sains. Meski begitu, Rian tidak pernah **besar kepala**. Ia tetap rendah hati dan suka membantu teman-temannya yang kesulitan belajar.

Suatu hari, sekolahnya mengadakan olimpiade sains tingkat nasional. Rian sangat ingin ikut, tetapi ia tahu bahwa biaya untuk mengikuti acara tersebut tidak sedikit. Ayahnya, seorang petani, harus **banting tulang** siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Rian tidak ingin menjadi **tangan kosong** dan membebani orang tuanya. Ia mencari cara untuk mendapatkan uang sendiri dengan membantu tetangga mengangkut hasil kebun dan mengajar les privat. Akhirnya, Rian berhasil mengumpulkan uang yang cukup.

Di hari olimpiade, Rian **berkeringat dingin** karena tegang. Ia melihat pesaingnya yang datang dari kota besar dan terlihat sangat percaya diri. Namun, Rian **menarik napas dalam-dalam** dan mengingat semua perjuangannya. Ia mengerjakan soal dengan teliti dan percaya diri. Hasilnya, Rian berhasil meraih medali emas. Ia pulang dengan bangga dan tidak menyangka akan mendapatkan sambutan hangat dari seluruh warga desa. **Buah tangan** yang ia bawa tidak hanya medali, tetapi juga kebanggaan bagi desanya. Cerita Rian menjadi **buah bibir** semua orang, menginspirasi banyak anak lain untuk terus berjuang.

Pertanyaan 30 ID: #1770

Apa makna ungkapan yang berkaitan dengan kerja keras Rian?