Menyimpan...
30:00
Soal 1/20
Matematika - Kekongruenan Dan Kesebangunan Bangun Datar
BACAAN / STIMULUS

Kekongruenan dan Kesebangunan Bangun Datar

Dalam geometri, dua bangun datar dikatakan kongruen jika keduanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. Artinya, salah satu bangun dapat diubah posisinya (diputar, digeser, atau dibalik) sehingga menutupi bangun yang lain dengan sempurna. Sementara itu, dua bangun dikatakan sebangun jika keduanya memiliki bentuk yang sama, tetapi ukurannya bisa berbeda. Bangun yang sebangun memiliki sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian adalah konstan.

A B C D E F Kongruen P Q R S T U ~ Sebangun

Kekongruenan dan kesebangunan memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi, seperti sisi-sisi-sisi (SSS), sisi-sudut-sisi (SAS), atau sudut-sisi-sudut (ASA) untuk kekongruenan, dan sudut-sudut-sudut (AAA) atau perbandingan sisi-sisi yang konstan untuk kesebangunan. Kedua konsep ini sangat penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari arsitektur, desain, hingga pemetaan, karena memungkinkan kita untuk membuat model skala atau menyusun objek dengan presisi.

Pertanyaan 1 ID: #591

Sebuah foto berukuran 20 cm x 30 cm ditempel pada sebuah karton. Jika sisa karton di sebelah kiri, kanan, dan atas foto adalah 2 cm, dan foto sebangun dengan karton, berapakah sisa karton di bagian bawah foto?

BACAAN / STIMULUS

Kekongruenan dan Kesebangunan Bangun Datar

Dalam geometri, dua bangun datar dikatakan kongruen jika keduanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. Artinya, salah satu bangun dapat diubah posisinya (diputar, digeser, atau dibalik) sehingga menutupi bangun yang lain dengan sempurna. Sementara itu, dua bangun dikatakan sebangun jika keduanya memiliki bentuk yang sama, tetapi ukurannya bisa berbeda. Bangun yang sebangun memiliki sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian adalah konstan.

A B C D E F Kongruen P Q R S T U ~ Sebangun

Kekongruenan dan kesebangunan memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi, seperti sisi-sisi-sisi (SSS), sisi-sudut-sisi (SAS), atau sudut-sisi-sudut (ASA) untuk kekongruenan, dan sudut-sudut-sudut (AAA) atau perbandingan sisi-sisi yang konstan untuk kesebangunan. Kedua konsep ini sangat penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari arsitektur, desain, hingga pemetaan, karena memungkinkan kita untuk membuat model skala atau menyusun objek dengan presisi.

Pertanyaan 2 ID: #592

Dua segitiga dikatakan kongruen jika memenuhi salah satu dari kriteria berikut, kecuali ...

BACAAN / STIMULUS

Kekongruenan dan Kesebangunan Bangun Datar

Dalam geometri, dua bangun datar dikatakan kongruen jika keduanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. Artinya, salah satu bangun dapat diubah posisinya (diputar, digeser, atau dibalik) sehingga menutupi bangun yang lain dengan sempurna. Sementara itu, dua bangun dikatakan sebangun jika keduanya memiliki bentuk yang sama, tetapi ukurannya bisa berbeda. Bangun yang sebangun memiliki sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian adalah konstan.

A B C D E F Kongruen P Q R S T U ~ Sebangun

Kekongruenan dan kesebangunan memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi, seperti sisi-sisi-sisi (SSS), sisi-sudut-sisi (SAS), atau sudut-sisi-sudut (ASA) untuk kekongruenan, dan sudut-sudut-sudut (AAA) atau perbandingan sisi-sisi yang konstan untuk kesebangunan. Kedua konsep ini sangat penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari arsitektur, desain, hingga pemetaan, karena memungkinkan kita untuk membuat model skala atau menyusun objek dengan presisi.

Pertanyaan 3 ID: #593

Perhatikan dua trapesium yang sebangun di bawah ini. Tentukan panjang sisi \(KL\).

ABCD6 cm4 cm3 cm5 cmKLMN12 cm8 cmx cm10 cm
BACAAN / STIMULUS

Kekongruenan dan Kesebangunan Bangun Datar

Dalam geometri, dua bangun datar dikatakan kongruen jika keduanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. Artinya, salah satu bangun dapat diubah posisinya (diputar, digeser, atau dibalik) sehingga menutupi bangun yang lain dengan sempurna. Sementara itu, dua bangun dikatakan sebangun jika keduanya memiliki bentuk yang sama, tetapi ukurannya bisa berbeda. Bangun yang sebangun memiliki sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian adalah konstan.

A B C D E F Kongruen P Q R S T U ~ Sebangun

Kekongruenan dan kesebangunan memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi, seperti sisi-sisi-sisi (SSS), sisi-sudut-sisi (SAS), atau sudut-sisi-sudut (ASA) untuk kekongruenan, dan sudut-sudut-sudut (AAA) atau perbandingan sisi-sisi yang konstan untuk kesebangunan. Kedua konsep ini sangat penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari arsitektur, desain, hingga pemetaan, karena memungkinkan kita untuk membuat model skala atau menyusun objek dengan presisi.

Pertanyaan 4 ID: #594

Sebuah model mobil dibuat dengan skala 1:50. Jika panjang mobil sebenarnya adalah 4 meter dan lebarnya 1,8 meter, berapakah luas permukaan mobil model tersebut?

BACAAN / STIMULUS

Kekongruenan dan Kesebangunan Bangun Datar

Dalam geometri, dua bangun datar dikatakan kongruen jika keduanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. Artinya, salah satu bangun dapat diubah posisinya (diputar, digeser, atau dibalik) sehingga menutupi bangun yang lain dengan sempurna. Sementara itu, dua bangun dikatakan sebangun jika keduanya memiliki bentuk yang sama, tetapi ukurannya bisa berbeda. Bangun yang sebangun memiliki sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian adalah konstan.

A B C D E F Kongruen P Q R S T U ~ Sebangun

Kekongruenan dan kesebangunan memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi, seperti sisi-sisi-sisi (SSS), sisi-sudut-sisi (SAS), atau sudut-sisi-sudut (ASA) untuk kekongruenan, dan sudut-sudut-sudut (AAA) atau perbandingan sisi-sisi yang konstan untuk kesebangunan. Kedua konsep ini sangat penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari arsitektur, desain, hingga pemetaan, karena memungkinkan kita untuk membuat model skala atau menyusun objek dengan presisi.

Pertanyaan 5 ID: #595

Dua persegi panjang memiliki panjang 16 cm dan 12 cm. Persegi panjang kedua memiliki panjang 24 cm dan lebar 18 cm. Apakah kedua persegi panjang tersebut sebangun?

BACAAN / STIMULUS

Kekongruenan dan Kesebangunan Bangun Datar

Dalam geometri, dua bangun datar dikatakan kongruen jika keduanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. Artinya, salah satu bangun dapat diubah posisinya (diputar, digeser, atau dibalik) sehingga menutupi bangun yang lain dengan sempurna. Sementara itu, dua bangun dikatakan sebangun jika keduanya memiliki bentuk yang sama, tetapi ukurannya bisa berbeda. Bangun yang sebangun memiliki sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian adalah konstan.

A B C D E F Kongruen P Q R S T U ~ Sebangun

Kekongruenan dan kesebangunan memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi, seperti sisi-sisi-sisi (SSS), sisi-sudut-sisi (SAS), atau sudut-sisi-sudut (ASA) untuk kekongruenan, dan sudut-sudut-sudut (AAA) atau perbandingan sisi-sisi yang konstan untuk kesebangunan. Kedua konsep ini sangat penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari arsitektur, desain, hingga pemetaan, karena memungkinkan kita untuk membuat model skala atau menyusun objek dengan presisi.

Pertanyaan 6 ID: #596

Sebuah tiang bendera memiliki bayangan sepanjang 12 meter pada saat yang sama sebuah tongkat setinggi 2 meter memiliki bayangan 3 meter. Berapakah tinggi tiang bendera tersebut?

BACAAN / STIMULUS

Kekongruenan dan Kesebangunan Bangun Datar

Dalam geometri, dua bangun datar dikatakan kongruen jika keduanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. Artinya, salah satu bangun dapat diubah posisinya (diputar, digeser, atau dibalik) sehingga menutupi bangun yang lain dengan sempurna. Sementara itu, dua bangun dikatakan sebangun jika keduanya memiliki bentuk yang sama, tetapi ukurannya bisa berbeda. Bangun yang sebangun memiliki sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian adalah konstan.

A B C D E F Kongruen P Q R S T U ~ Sebangun

Kekongruenan dan kesebangunan memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi, seperti sisi-sisi-sisi (SSS), sisi-sudut-sisi (SAS), atau sudut-sisi-sudut (ASA) untuk kekongruenan, dan sudut-sudut-sudut (AAA) atau perbandingan sisi-sisi yang konstan untuk kesebangunan. Kedua konsep ini sangat penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari arsitektur, desain, hingga pemetaan, karena memungkinkan kita untuk membuat model skala atau menyusun objek dengan presisi.

Pertanyaan 7 ID: #597

Jika dua segitiga ABC dan PQR kongruen, dan diketahui \(AB = PQ\), \(BC = QR\), dan \(AC = PR\), maka kriteria kekongruenan yang berlaku adalah ...

BACAAN / STIMULUS

Kekongruenan dan Kesebangunan Bangun Datar

Dalam geometri, dua bangun datar dikatakan kongruen jika keduanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. Artinya, salah satu bangun dapat diubah posisinya (diputar, digeser, atau dibalik) sehingga menutupi bangun yang lain dengan sempurna. Sementara itu, dua bangun dikatakan sebangun jika keduanya memiliki bentuk yang sama, tetapi ukurannya bisa berbeda. Bangun yang sebangun memiliki sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian adalah konstan.

A B C D E F Kongruen P Q R S T U ~ Sebangun

Kekongruenan dan kesebangunan memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi, seperti sisi-sisi-sisi (SSS), sisi-sudut-sisi (SAS), atau sudut-sisi-sudut (ASA) untuk kekongruenan, dan sudut-sudut-sudut (AAA) atau perbandingan sisi-sisi yang konstan untuk kesebangunan. Kedua konsep ini sangat penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari arsitektur, desain, hingga pemetaan, karena memungkinkan kita untuk membuat model skala atau menyusun objek dengan presisi.

Pertanyaan 8 ID: #598

Perhatikan dua segitiga sebangun di bawah ini. Tentukan nilai \(x\) dan \(y\).

12x13y510
BACAAN / STIMULUS

Kekongruenan dan Kesebangunan Bangun Datar

Dalam geometri, dua bangun datar dikatakan kongruen jika keduanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. Artinya, salah satu bangun dapat diubah posisinya (diputar, digeser, atau dibalik) sehingga menutupi bangun yang lain dengan sempurna. Sementara itu, dua bangun dikatakan sebangun jika keduanya memiliki bentuk yang sama, tetapi ukurannya bisa berbeda. Bangun yang sebangun memiliki sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian adalah konstan.

A B C D E F Kongruen P Q R S T U ~ Sebangun

Kekongruenan dan kesebangunan memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi, seperti sisi-sisi-sisi (SSS), sisi-sudut-sisi (SAS), atau sudut-sisi-sudut (ASA) untuk kekongruenan, dan sudut-sudut-sudut (AAA) atau perbandingan sisi-sisi yang konstan untuk kesebangunan. Kedua konsep ini sangat penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari arsitektur, desain, hingga pemetaan, karena memungkinkan kita untuk membuat model skala atau menyusun objek dengan presisi.

Pertanyaan 9 ID: #599

Dua bangun datar yang memiliki sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaiannya sama, disebut ...

BACAAN / STIMULUS

Kekongruenan dan Kesebangunan Bangun Datar

Dalam geometri, dua bangun datar dikatakan kongruen jika keduanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. Artinya, salah satu bangun dapat diubah posisinya (diputar, digeser, atau dibalik) sehingga menutupi bangun yang lain dengan sempurna. Sementara itu, dua bangun dikatakan sebangun jika keduanya memiliki bentuk yang sama, tetapi ukurannya bisa berbeda. Bangun yang sebangun memiliki sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian adalah konstan.

A B C D E F Kongruen P Q R S T U ~ Sebangun

Kekongruenan dan kesebangunan memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi, seperti sisi-sisi-sisi (SSS), sisi-sudut-sisi (SAS), atau sudut-sisi-sudut (ASA) untuk kekongruenan, dan sudut-sudut-sudut (AAA) atau perbandingan sisi-sisi yang konstan untuk kesebangunan. Kedua konsep ini sangat penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari arsitektur, desain, hingga pemetaan, karena memungkinkan kita untuk membuat model skala atau menyusun objek dengan presisi.

Pertanyaan 10 ID: #600

Pada sebuah denah dengan skala 1:200, panjang sebuah ruangan adalah 5 cm dan lebarnya 4 cm. Berapakah luas ruangan sebenarnya?

Pertanyaan 11 ID: #1631

Dua segitiga, \(ABC\) dan \(DEF\), memiliki panjang sisi \(AB = DE = 6\) cm, \(BC = EF = 8\) cm, dan \(AC = DF = 10\) cm. Tentukan apakah kedua segitiga kongruen.

Pernyataan: Segitiga \(ABC\) dan \(DEF\) kongruen. Tentukan benar atau salah.

1. Segitiga ABC dan DEF kongruen

2. Segitiga ABC dan DEF tidak kongruen

Pertanyaan 12 ID: #1632

Pada segitiga sama kaki, sudut puncak adalah \(40^\circ\). Sebuah segitiga lain memiliki sisi sama panjang dengan segitiga pertama dan sudut puncak \(40^\circ\). Tentukan apakah kedua segitiga kongruen.

Pernyataan: Kedua segitiga tersebut kongruen. Tentukan benar atau salah.

1. Kedua segitiga tersebut kongruen

2. Kedua segitiga tersebut tidak kongruen

Pertanyaan 13 ID: #1633

Sebuah tiang setinggi 4 m menancap tegak lurus di tanah. Bayangan tiang tersebut panjangnya 3 m. Sebuah pohon di dekatnya memiliki bayangan sepanjang 9 m. Tentukan tinggi pohon tersebut.

Pernyataan: Tinggi pohon adalah 12 m. Tentukan benar atau salah.

1. Tinggi pohon adalah 12 m

2. Tinggi pohon bukan 12 m

Pertanyaan 14 ID: #1634

Sebuah segitiga kecil memiliki panjang sisi 6 cm, 8 cm, dan 10 cm. Segitiga besar sebangun dengan perbandingan skala \(1 : 2\). Tentukan panjang sisi terpanjang segitiga besar.

Pernyataan: Panjang sisi terpanjang segitiga besar adalah 20 cm. Tentukan benar atau salah.

1. Panjang sisi terpanjang segitiga besar adalah 20 cm

2. Panjang sisi terpanjang segitiga besar bukan 20 cm

Pertanyaan 15 ID: #1635

Sebuah gedung diperkirakan tingginya dengan menggunakan prinsip kesebangunan. Tinggi tongkat 2 m menghasilkan bayangan 1,5 m. Jika bayangan gedung 15 m, tentukan tinggi gedung.

Pernyataan: Tinggi gedung adalah 20 m. Tentukan benar atau salah.

1. Tinggi gedung adalah 20 m

2. Tinggi gedung bukan 20 m

Pertanyaan 16 ID: #1636

Dua segitiga, \(PQR\) dan \(XYZ\), memiliki sudut-sudut yang sama besar, yaitu \(\angle P = \angle X\), \(\angle Q = \angle Y\), dan \(\angle R = \angle Z\). Tentukan hubungan kedua segitiga tersebut.

Pernyataan: Segitiga \(PQR\) dan \(XYZ\) sebangun. Tentukan benar atau salah.

1. Segitiga PQR dan XYZ sebangun

2. Segitiga PQR dan XYZ tidak sebangun

Pertanyaan 17 ID: #1637

Dua persegi panjang memiliki panjang sisi masing-masing 6 cm × 9 cm dan 10 cm × 15 cm. Tentukan hubungan kedua bangun tersebut.

Pernyataan: Kedua persegi panjang sebangun. Tentukan benar atau salah.

1. Kedua persegi panjang sebangun

2. Kedua persegi panjang tidak sebangun

Pertanyaan 18 ID: #1638

Sebuah segitiga \(ABC\) sebangun dengan segitiga \(DEF\). Jika panjang sisi \(AB = 4\) cm, \(AC = 6\) cm, dan \(DE = 8\) cm, tentukan panjang sisi \(DF\).

Pernyataan: Panjang sisi \(DF\) adalah 12 cm. Tentukan benar atau salah.

1. Panjang sisi DF adalah 12 cm

2. Panjang sisi DF bukan 12 cm

Pertanyaan 19 ID: #1639

Sebuah foto berukuran 12 cm × 18 cm diperbesar sehingga sisi panjangnya menjadi 30 cm. Tentukan ukuran sisi pendek pada foto yang diperbesar.

Pernyataan: Ukuran sisi pendek pada foto yang diperbesar adalah 20 cm. Tentukan benar atau salah.

1. Ukuran sisi pendek pada foto yang diperbesar adalah 20 cm

2. Ukuran sisi pendek pada foto yang diperbesar bukan 20 cm

Pertanyaan 20 ID: #1640

Dua belah ketupat, \(KLMN\) dan \(PQRS\), masing-masing memiliki diagonal 6 cm dan 8 cm pada \(KLMN\), serta 9 cm dan 12 cm pada \(PQRS\). Tentukan hubungan kedua belah ketupat tersebut.

Pernyataan: Belah ketupat \(KLMN\) dan \(PQRS\) sebangun. Tentukan benar atau salah.

1. Belah ketupat KLMN dan PQRS sebangun

2. Belah ketupat KLMN dan PQRS tidak sebangun