Menyimpan...
30:00
Soal 1/30
Bahasa Indonesia - Transformasi Psikologis Dan Pengembangan Karakter Melalui Seni Peran
BACAAN / STIMULUS

Transformasi Psikologis dan Pengembangan Karakter melalui Seni Peran

Transformasi Karakter Melalui Seni Peran
Di sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hiduplah seorang anak bernama Dimas. Secara kepribadian, ia dikenal sangat pemalu dan tidak percaya diri, sebuah kondisi yang membuatnya jarang berinteraksi secara verbal dengan teman sebaya. Keseharian Dimas hanya berkisar antara sekolah dan rumah, di mana ia lebih memilih mengurung diri di kamar untuk membaca buku dibandingkan bersosialisasi. Meskipun sang Ibu telah berulang kali memotivasi agar ia lebih terbuka, Dimas selalu merasa canggung karena bayang-bayang ketakutan akan ditertawakan oleh lingkungan sekitarnya.

Titik balik dimulai ketika guru Bahasa Indonesia memberikan penugasan proyek drama berdasarkan cerita rakyat. Sebagai langkah awal, Dimas mengambil peran di balik layar dengan menulis naskah cerita. Namun, sebuah kejadian tak terduga terjadi sehari sebelum pementasan; pemeran utama jatuh sakit. Mengingat hanya Dimas yang paling menguasai alur cerita, ia terpaksa diminta menggantikan posisi tersebut. Karena temannya sakit, Dimas pun dihadapkan pada tantangan yang selama ini ia hindari.

Menjelang waktu pertunjukan, Dimas merasa sangat gelisah dan hampir menyerah. Di saat kritis tersebut, ibunya memberikan wejangan inspiratif bahwa keberanian sejati adalah saat kita mampu mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Berkat dukungan kolektif dari teman-temannya, Dimas akhirnya memberanikan diri tampil di atas panggung. Setelah tirai ditutup dan seluruh penonton memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah, Dimas mengalami perubahan signifikan. Ia kini menjadi individu yang lebih asertif, aktif dalam diskusi kelas, dan memilih untuk menekuni minat barunya di ekstrakurikuler teater.

Pertanyaan 1 ID: #51

Apa sifat Dimas sebelum mengikuti drama sekolah?

BACAAN / STIMULUS

Transformasi Psikologis dan Pengembangan Karakter melalui Seni Peran

Transformasi Karakter Melalui Seni Peran
Di sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hiduplah seorang anak bernama Dimas. Secara kepribadian, ia dikenal sangat pemalu dan tidak percaya diri, sebuah kondisi yang membuatnya jarang berinteraksi secara verbal dengan teman sebaya. Keseharian Dimas hanya berkisar antara sekolah dan rumah, di mana ia lebih memilih mengurung diri di kamar untuk membaca buku dibandingkan bersosialisasi. Meskipun sang Ibu telah berulang kali memotivasi agar ia lebih terbuka, Dimas selalu merasa canggung karena bayang-bayang ketakutan akan ditertawakan oleh lingkungan sekitarnya.

Titik balik dimulai ketika guru Bahasa Indonesia memberikan penugasan proyek drama berdasarkan cerita rakyat. Sebagai langkah awal, Dimas mengambil peran di balik layar dengan menulis naskah cerita. Namun, sebuah kejadian tak terduga terjadi sehari sebelum pementasan; pemeran utama jatuh sakit. Mengingat hanya Dimas yang paling menguasai alur cerita, ia terpaksa diminta menggantikan posisi tersebut. Karena temannya sakit, Dimas pun dihadapkan pada tantangan yang selama ini ia hindari.

Menjelang waktu pertunjukan, Dimas merasa sangat gelisah dan hampir menyerah. Di saat kritis tersebut, ibunya memberikan wejangan inspiratif bahwa keberanian sejati adalah saat kita mampu mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Berkat dukungan kolektif dari teman-temannya, Dimas akhirnya memberanikan diri tampil di atas panggung. Setelah tirai ditutup dan seluruh penonton memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah, Dimas mengalami perubahan signifikan. Ia kini menjadi individu yang lebih asertif, aktif dalam diskusi kelas, dan memilih untuk menekuni minat barunya di ekstrakurikuler teater.

Pertanyaan 2 ID: #52

Apa tugas pertama Dimas dalam proyek drama?

BACAAN / STIMULUS

Transformasi Psikologis dan Pengembangan Karakter melalui Seni Peran

Transformasi Karakter Melalui Seni Peran
Di sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hiduplah seorang anak bernama Dimas. Secara kepribadian, ia dikenal sangat pemalu dan tidak percaya diri, sebuah kondisi yang membuatnya jarang berinteraksi secara verbal dengan teman sebaya. Keseharian Dimas hanya berkisar antara sekolah dan rumah, di mana ia lebih memilih mengurung diri di kamar untuk membaca buku dibandingkan bersosialisasi. Meskipun sang Ibu telah berulang kali memotivasi agar ia lebih terbuka, Dimas selalu merasa canggung karena bayang-bayang ketakutan akan ditertawakan oleh lingkungan sekitarnya.

Titik balik dimulai ketika guru Bahasa Indonesia memberikan penugasan proyek drama berdasarkan cerita rakyat. Sebagai langkah awal, Dimas mengambil peran di balik layar dengan menulis naskah cerita. Namun, sebuah kejadian tak terduga terjadi sehari sebelum pementasan; pemeran utama jatuh sakit. Mengingat hanya Dimas yang paling menguasai alur cerita, ia terpaksa diminta menggantikan posisi tersebut. Karena temannya sakit, Dimas pun dihadapkan pada tantangan yang selama ini ia hindari.

Menjelang waktu pertunjukan, Dimas merasa sangat gelisah dan hampir menyerah. Di saat kritis tersebut, ibunya memberikan wejangan inspiratif bahwa keberanian sejati adalah saat kita mampu mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Berkat dukungan kolektif dari teman-temannya, Dimas akhirnya memberanikan diri tampil di atas panggung. Setelah tirai ditutup dan seluruh penonton memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah, Dimas mengalami perubahan signifikan. Ia kini menjadi individu yang lebih asertif, aktif dalam diskusi kelas, dan memilih untuk menekuni minat barunya di ekstrakurikuler teater.

Pertanyaan 3 ID: #53

Mengapa Dimas akhirnya tampil sebagai pemeran utama?

BACAAN / STIMULUS

Transformasi Psikologis dan Pengembangan Karakter melalui Seni Peran

Transformasi Karakter Melalui Seni Peran
Di sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hiduplah seorang anak bernama Dimas. Secara kepribadian, ia dikenal sangat pemalu dan tidak percaya diri, sebuah kondisi yang membuatnya jarang berinteraksi secara verbal dengan teman sebaya. Keseharian Dimas hanya berkisar antara sekolah dan rumah, di mana ia lebih memilih mengurung diri di kamar untuk membaca buku dibandingkan bersosialisasi. Meskipun sang Ibu telah berulang kali memotivasi agar ia lebih terbuka, Dimas selalu merasa canggung karena bayang-bayang ketakutan akan ditertawakan oleh lingkungan sekitarnya.

Titik balik dimulai ketika guru Bahasa Indonesia memberikan penugasan proyek drama berdasarkan cerita rakyat. Sebagai langkah awal, Dimas mengambil peran di balik layar dengan menulis naskah cerita. Namun, sebuah kejadian tak terduga terjadi sehari sebelum pementasan; pemeran utama jatuh sakit. Mengingat hanya Dimas yang paling menguasai alur cerita, ia terpaksa diminta menggantikan posisi tersebut. Karena temannya sakit, Dimas pun dihadapkan pada tantangan yang selama ini ia hindari.

Menjelang waktu pertunjukan, Dimas merasa sangat gelisah dan hampir menyerah. Di saat kritis tersebut, ibunya memberikan wejangan inspiratif bahwa keberanian sejati adalah saat kita mampu mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Berkat dukungan kolektif dari teman-temannya, Dimas akhirnya memberanikan diri tampil di atas panggung. Setelah tirai ditutup dan seluruh penonton memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah, Dimas mengalami perubahan signifikan. Ia kini menjadi individu yang lebih asertif, aktif dalam diskusi kelas, dan memilih untuk menekuni minat barunya di ekstrakurikuler teater.

Pertanyaan 4 ID: #54

Apa perasaan Dimas sebelum tampil di panggung?

BACAAN / STIMULUS

Transformasi Psikologis dan Pengembangan Karakter melalui Seni Peran

Transformasi Karakter Melalui Seni Peran
Di sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hiduplah seorang anak bernama Dimas. Secara kepribadian, ia dikenal sangat pemalu dan tidak percaya diri, sebuah kondisi yang membuatnya jarang berinteraksi secara verbal dengan teman sebaya. Keseharian Dimas hanya berkisar antara sekolah dan rumah, di mana ia lebih memilih mengurung diri di kamar untuk membaca buku dibandingkan bersosialisasi. Meskipun sang Ibu telah berulang kali memotivasi agar ia lebih terbuka, Dimas selalu merasa canggung karena bayang-bayang ketakutan akan ditertawakan oleh lingkungan sekitarnya.

Titik balik dimulai ketika guru Bahasa Indonesia memberikan penugasan proyek drama berdasarkan cerita rakyat. Sebagai langkah awal, Dimas mengambil peran di balik layar dengan menulis naskah cerita. Namun, sebuah kejadian tak terduga terjadi sehari sebelum pementasan; pemeran utama jatuh sakit. Mengingat hanya Dimas yang paling menguasai alur cerita, ia terpaksa diminta menggantikan posisi tersebut. Karena temannya sakit, Dimas pun dihadapkan pada tantangan yang selama ini ia hindari.

Menjelang waktu pertunjukan, Dimas merasa sangat gelisah dan hampir menyerah. Di saat kritis tersebut, ibunya memberikan wejangan inspiratif bahwa keberanian sejati adalah saat kita mampu mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Berkat dukungan kolektif dari teman-temannya, Dimas akhirnya memberanikan diri tampil di atas panggung. Setelah tirai ditutup dan seluruh penonton memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah, Dimas mengalami perubahan signifikan. Ia kini menjadi individu yang lebih asertif, aktif dalam diskusi kelas, dan memilih untuk menekuni minat barunya di ekstrakurikuler teater.

Pertanyaan 5 ID: #55

Apa yang dikatakan ibu Dimas untuk memberinya semangat?

BACAAN / STIMULUS

Transformasi Psikologis dan Pengembangan Karakter melalui Seni Peran

Transformasi Karakter Melalui Seni Peran
Di sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hiduplah seorang anak bernama Dimas. Secara kepribadian, ia dikenal sangat pemalu dan tidak percaya diri, sebuah kondisi yang membuatnya jarang berinteraksi secara verbal dengan teman sebaya. Keseharian Dimas hanya berkisar antara sekolah dan rumah, di mana ia lebih memilih mengurung diri di kamar untuk membaca buku dibandingkan bersosialisasi. Meskipun sang Ibu telah berulang kali memotivasi agar ia lebih terbuka, Dimas selalu merasa canggung karena bayang-bayang ketakutan akan ditertawakan oleh lingkungan sekitarnya.

Titik balik dimulai ketika guru Bahasa Indonesia memberikan penugasan proyek drama berdasarkan cerita rakyat. Sebagai langkah awal, Dimas mengambil peran di balik layar dengan menulis naskah cerita. Namun, sebuah kejadian tak terduga terjadi sehari sebelum pementasan; pemeran utama jatuh sakit. Mengingat hanya Dimas yang paling menguasai alur cerita, ia terpaksa diminta menggantikan posisi tersebut. Karena temannya sakit, Dimas pun dihadapkan pada tantangan yang selama ini ia hindari.

Menjelang waktu pertunjukan, Dimas merasa sangat gelisah dan hampir menyerah. Di saat kritis tersebut, ibunya memberikan wejangan inspiratif bahwa keberanian sejati adalah saat kita mampu mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Berkat dukungan kolektif dari teman-temannya, Dimas akhirnya memberanikan diri tampil di atas panggung. Setelah tirai ditutup dan seluruh penonton memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah, Dimas mengalami perubahan signifikan. Ia kini menjadi individu yang lebih asertif, aktif dalam diskusi kelas, dan memilih untuk menekuni minat barunya di ekstrakurikuler teater.

Pertanyaan 6 ID: #56

Bagaimana reaksi penonton setelah pertunjukan selesai?

BACAAN / STIMULUS

Transformasi Psikologis dan Pengembangan Karakter melalui Seni Peran

Transformasi Karakter Melalui Seni Peran
Di sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hiduplah seorang anak bernama Dimas. Secara kepribadian, ia dikenal sangat pemalu dan tidak percaya diri, sebuah kondisi yang membuatnya jarang berinteraksi secara verbal dengan teman sebaya. Keseharian Dimas hanya berkisar antara sekolah dan rumah, di mana ia lebih memilih mengurung diri di kamar untuk membaca buku dibandingkan bersosialisasi. Meskipun sang Ibu telah berulang kali memotivasi agar ia lebih terbuka, Dimas selalu merasa canggung karena bayang-bayang ketakutan akan ditertawakan oleh lingkungan sekitarnya.

Titik balik dimulai ketika guru Bahasa Indonesia memberikan penugasan proyek drama berdasarkan cerita rakyat. Sebagai langkah awal, Dimas mengambil peran di balik layar dengan menulis naskah cerita. Namun, sebuah kejadian tak terduga terjadi sehari sebelum pementasan; pemeran utama jatuh sakit. Mengingat hanya Dimas yang paling menguasai alur cerita, ia terpaksa diminta menggantikan posisi tersebut. Karena temannya sakit, Dimas pun dihadapkan pada tantangan yang selama ini ia hindari.

Menjelang waktu pertunjukan, Dimas merasa sangat gelisah dan hampir menyerah. Di saat kritis tersebut, ibunya memberikan wejangan inspiratif bahwa keberanian sejati adalah saat kita mampu mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Berkat dukungan kolektif dari teman-temannya, Dimas akhirnya memberanikan diri tampil di atas panggung. Setelah tirai ditutup dan seluruh penonton memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah, Dimas mengalami perubahan signifikan. Ia kini menjadi individu yang lebih asertif, aktif dalam diskusi kelas, dan memilih untuk menekuni minat barunya di ekstrakurikuler teater.

Pertanyaan 7 ID: #57

Apa perubahan yang terjadi pada Dimas setelah drama?

BACAAN / STIMULUS

Transformasi Psikologis dan Pengembangan Karakter melalui Seni Peran

Transformasi Karakter Melalui Seni Peran
Di sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hiduplah seorang anak bernama Dimas. Secara kepribadian, ia dikenal sangat pemalu dan tidak percaya diri, sebuah kondisi yang membuatnya jarang berinteraksi secara verbal dengan teman sebaya. Keseharian Dimas hanya berkisar antara sekolah dan rumah, di mana ia lebih memilih mengurung diri di kamar untuk membaca buku dibandingkan bersosialisasi. Meskipun sang Ibu telah berulang kali memotivasi agar ia lebih terbuka, Dimas selalu merasa canggung karena bayang-bayang ketakutan akan ditertawakan oleh lingkungan sekitarnya.

Titik balik dimulai ketika guru Bahasa Indonesia memberikan penugasan proyek drama berdasarkan cerita rakyat. Sebagai langkah awal, Dimas mengambil peran di balik layar dengan menulis naskah cerita. Namun, sebuah kejadian tak terduga terjadi sehari sebelum pementasan; pemeran utama jatuh sakit. Mengingat hanya Dimas yang paling menguasai alur cerita, ia terpaksa diminta menggantikan posisi tersebut. Karena temannya sakit, Dimas pun dihadapkan pada tantangan yang selama ini ia hindari.

Menjelang waktu pertunjukan, Dimas merasa sangat gelisah dan hampir menyerah. Di saat kritis tersebut, ibunya memberikan wejangan inspiratif bahwa keberanian sejati adalah saat kita mampu mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Berkat dukungan kolektif dari teman-temannya, Dimas akhirnya memberanikan diri tampil di atas panggung. Setelah tirai ditutup dan seluruh penonton memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah, Dimas mengalami perubahan signifikan. Ia kini menjadi individu yang lebih asertif, aktif dalam diskusi kelas, dan memilih untuk menekuni minat barunya di ekstrakurikuler teater.

Pertanyaan 8 ID: #58

Apa kegiatan baru yang diikuti Dimas setelah tampil di panggung?

BACAAN / STIMULUS

Transformasi Psikologis dan Pengembangan Karakter melalui Seni Peran

Transformasi Karakter Melalui Seni Peran
Di sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hiduplah seorang anak bernama Dimas. Secara kepribadian, ia dikenal sangat pemalu dan tidak percaya diri, sebuah kondisi yang membuatnya jarang berinteraksi secara verbal dengan teman sebaya. Keseharian Dimas hanya berkisar antara sekolah dan rumah, di mana ia lebih memilih mengurung diri di kamar untuk membaca buku dibandingkan bersosialisasi. Meskipun sang Ibu telah berulang kali memotivasi agar ia lebih terbuka, Dimas selalu merasa canggung karena bayang-bayang ketakutan akan ditertawakan oleh lingkungan sekitarnya.

Titik balik dimulai ketika guru Bahasa Indonesia memberikan penugasan proyek drama berdasarkan cerita rakyat. Sebagai langkah awal, Dimas mengambil peran di balik layar dengan menulis naskah cerita. Namun, sebuah kejadian tak terduga terjadi sehari sebelum pementasan; pemeran utama jatuh sakit. Mengingat hanya Dimas yang paling menguasai alur cerita, ia terpaksa diminta menggantikan posisi tersebut. Karena temannya sakit, Dimas pun dihadapkan pada tantangan yang selama ini ia hindari.

Menjelang waktu pertunjukan, Dimas merasa sangat gelisah dan hampir menyerah. Di saat kritis tersebut, ibunya memberikan wejangan inspiratif bahwa keberanian sejati adalah saat kita mampu mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Berkat dukungan kolektif dari teman-temannya, Dimas akhirnya memberanikan diri tampil di atas panggung. Setelah tirai ditutup dan seluruh penonton memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah, Dimas mengalami perubahan signifikan. Ia kini menjadi individu yang lebih asertif, aktif dalam diskusi kelas, dan memilih untuk menekuni minat barunya di ekstrakurikuler teater.

Pertanyaan 9 ID: #59

Apa latar tempat utama dalam cerita tersebut?

BACAAN / STIMULUS

Transformasi Psikologis dan Pengembangan Karakter melalui Seni Peran

Transformasi Karakter Melalui Seni Peran
Di sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hiduplah seorang anak bernama Dimas. Secara kepribadian, ia dikenal sangat pemalu dan tidak percaya diri, sebuah kondisi yang membuatnya jarang berinteraksi secara verbal dengan teman sebaya. Keseharian Dimas hanya berkisar antara sekolah dan rumah, di mana ia lebih memilih mengurung diri di kamar untuk membaca buku dibandingkan bersosialisasi. Meskipun sang Ibu telah berulang kali memotivasi agar ia lebih terbuka, Dimas selalu merasa canggung karena bayang-bayang ketakutan akan ditertawakan oleh lingkungan sekitarnya.

Titik balik dimulai ketika guru Bahasa Indonesia memberikan penugasan proyek drama berdasarkan cerita rakyat. Sebagai langkah awal, Dimas mengambil peran di balik layar dengan menulis naskah cerita. Namun, sebuah kejadian tak terduga terjadi sehari sebelum pementasan; pemeran utama jatuh sakit. Mengingat hanya Dimas yang paling menguasai alur cerita, ia terpaksa diminta menggantikan posisi tersebut. Karena temannya sakit, Dimas pun dihadapkan pada tantangan yang selama ini ia hindari.

Menjelang waktu pertunjukan, Dimas merasa sangat gelisah dan hampir menyerah. Di saat kritis tersebut, ibunya memberikan wejangan inspiratif bahwa keberanian sejati adalah saat kita mampu mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Berkat dukungan kolektif dari teman-temannya, Dimas akhirnya memberanikan diri tampil di atas panggung. Setelah tirai ditutup dan seluruh penonton memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah, Dimas mengalami perubahan signifikan. Ia kini menjadi individu yang lebih asertif, aktif dalam diskusi kelas, dan memilih untuk menekuni minat barunya di ekstrakurikuler teater.

Pertanyaan 10 ID: #60

Apa perubahan yang paling nyata pada karakter Dimas?

Pertanyaan 11 ID: #1081

Perhatikan teks berikut:

Andi awalnya pemalu dan jarang berbicara di kelas. Setelah mengikuti kegiatan drama, ia menjadi lebih percaya diri dan aktif berpartisipasi.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Andi berubah menjadi lebih percaya diri setelah mengikuti kegiatan drama.

2. Awal cerita, Andi pemalu dan jarang berbicara di kelas.

3. Andi tetap pemalu setelah kegiatan drama.

Pertanyaan 12 ID: #1082

Perhatikan teks berikut:

Rina selalu ceria dan membantu teman. Namun setelah temannya pindah sekolah, ia terlihat sedih dan kurang bersemangat.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Rina menjadi sedih dan kurang bersemangat setelah temannya pindah.

2. Rina awalnya ceria dan selalu membantu teman.

3. Rina tetap ceria meski temannya pindah.

Pertanyaan 13 ID: #1083

Perhatikan teks berikut:

Budi awalnya malas mengerjakan PR. Setelah diberi motivasi oleh guru, ia menjadi rajin dan mengumpulkan PR tepat waktu.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Budi menjadi rajin mengerjakan PR setelah motivasi guru.

2. Awal cerita, Budi malas mengerjakan PR.

3. Budi tetap malas setelah diberi motivasi.

Pertanyaan 14 ID: #1084

Perhatikan teks berikut:

Siti suka menunda-nunda tugas. Setelah mendapat arahan dari orang tua, ia belajar membagi waktu dengan baik.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Siti belajar membagi waktu dengan baik setelah arahan orang tua.

2. Siti awalnya suka menunda-nunda tugas.

3. Siti tetap menunda-nunda tugas setelah arahan.

Pertanyaan 15 ID: #1085

Perhatikan teks berikut:

Di awal cerita, Dika pemarah dan mudah marah. Setelah mengikuti kegiatan kerjasama, ia belajar mengendalikan emosinya.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Dika belajar mengendalikan emosinya setelah mengikuti kegiatan kerjasama.

2. Dika awalnya pemarah dan mudah marah.

3. Dika tetap mudah marah setelah kegiatan kerjasama.

Pertanyaan 16 ID: #1086

Perhatikan teks berikut:

Lila takut tampil di depan kelas. Setelah berlatih membaca puisi bersama teman, ia tampil dengan percaya diri.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Lila tampil dengan percaya diri setelah berlatih membaca puisi.

2. Awal cerita, Lila takut tampil di depan kelas.

3. Lila tetap takut tampil meski latihan.

Pertanyaan 17 ID: #1087

Perhatikan teks berikut:

Rafi malas berolahraga. Setelah teman-temannya mengajaknya bermain sepak bola, ia menjadi lebih rajin bergerak dan aktif.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Rafi menjadi lebih rajin bergerak setelah diajak teman bermain sepak bola.

2. Awal cerita, Rafi malas berolahraga.

3. Rafi tetap malas berolahraga setelah diajak teman.

Pertanyaan 18 ID: #1088

Perhatikan teks berikut:

Awal cerita, Tia pemalu dalam presentasi. Setelah latihan beberapa kali, ia menjadi lebih lancar dan berani berbicara di depan kelas.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Tia menjadi lebih lancar dan berani berbicara di depan kelas setelah latihan.

2. Awal cerita, Tia pemalu dalam presentasi.

3. Tia tetap pemalu meski latihan.

Pertanyaan 19 ID: #1089

Perhatikan teks berikut:

Awalnya Seno egois dan selalu ingin menang sendiri. Setelah diberi tugas kelompok, ia belajar bekerja sama dengan teman-temannya.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Seno belajar bekerja sama setelah diberi tugas kelompok.

2. Awal cerita, Seno egois dan ingin menang sendiri.

3. Seno tetap egois setelah tugas kelompok.

Pertanyaan 20 ID: #1090

Perhatikan teks berikut:

Dini sering cemas dan takut mencoba hal baru. Setelah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, ia menjadi lebih berani dan percaya diri.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Dini menjadi lebih berani dan percaya diri setelah ekstrakurikuler.

2. Awal cerita, Dini sering cemas dan takut mencoba hal baru.

3. Dini tetap takut mencoba hal baru meski ekstrakurikuler.

BACAAN / STIMULUS

Perubahan Wajah Kota

Dahulu, Kota A adalah kota yang sunyi dan sepi. Hanya ada beberapa rumah penduduk dengan jalan tanah yang berdebu. Pohon-pohon besar dan rindang tumbuh di pinggir jalan, menciptakan suasana yang sejuk dan asri. Kendaraan yang lewat pun sangat jarang, hanya sesekali ada sepeda atau gerobak yang melintas. Malam hari terasa gelap karena hanya ada lampu penerangan seadanya, dan suara jangkrik serta kodok menjadi satu-satunya melodi yang terdengar.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah membangun jalan-jalan baru yang lebar dan beraspal. Banyak gedung-gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern mulai didirikan. Lampu-lampu jalan yang terang benderang menerangi setiap sudut kota. Kendaraan bermotor mulai memadati jalan, menciptakan kemacetan dan suara bising. Pohon-pohon rindang di pinggir jalan diganti dengan tiang-tiang lampu dan papan reklame yang berwarna-warni. Suara alam kini berganti dengan suara klakson dan riuh rendah aktivitas manusia. Kota A berubah menjadi kota metropolitan yang sibuk dan ramai, jauh berbeda dari suasana pedesaan yang damai di masa lalu.

Pertanyaan 21 ID: #1751

Bagaimana kondisi jalan di Kota A mengalami perubahan?

BACAAN / STIMULUS

Perubahan Wajah Kota

Dahulu, Kota A adalah kota yang sunyi dan sepi. Hanya ada beberapa rumah penduduk dengan jalan tanah yang berdebu. Pohon-pohon besar dan rindang tumbuh di pinggir jalan, menciptakan suasana yang sejuk dan asri. Kendaraan yang lewat pun sangat jarang, hanya sesekali ada sepeda atau gerobak yang melintas. Malam hari terasa gelap karena hanya ada lampu penerangan seadanya, dan suara jangkrik serta kodok menjadi satu-satunya melodi yang terdengar.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah membangun jalan-jalan baru yang lebar dan beraspal. Banyak gedung-gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern mulai didirikan. Lampu-lampu jalan yang terang benderang menerangi setiap sudut kota. Kendaraan bermotor mulai memadati jalan, menciptakan kemacetan dan suara bising. Pohon-pohon rindang di pinggir jalan diganti dengan tiang-tiang lampu dan papan reklame yang berwarna-warni. Suara alam kini berganti dengan suara klakson dan riuh rendah aktivitas manusia. Kota A berubah menjadi kota metropolitan yang sibuk dan ramai, jauh berbeda dari suasana pedesaan yang damai di masa lalu.

Pertanyaan 22 ID: #1752

Apa perubahan yang paling menonjol pada suasana Kota A pada malam hari?

BACAAN / STIMULUS

Perubahan Wajah Kota

Dahulu, Kota A adalah kota yang sunyi dan sepi. Hanya ada beberapa rumah penduduk dengan jalan tanah yang berdebu. Pohon-pohon besar dan rindang tumbuh di pinggir jalan, menciptakan suasana yang sejuk dan asri. Kendaraan yang lewat pun sangat jarang, hanya sesekali ada sepeda atau gerobak yang melintas. Malam hari terasa gelap karena hanya ada lampu penerangan seadanya, dan suara jangkrik serta kodok menjadi satu-satunya melodi yang terdengar.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah membangun jalan-jalan baru yang lebar dan beraspal. Banyak gedung-gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern mulai didirikan. Lampu-lampu jalan yang terang benderang menerangi setiap sudut kota. Kendaraan bermotor mulai memadati jalan, menciptakan kemacetan dan suara bising. Pohon-pohon rindang di pinggir jalan diganti dengan tiang-tiang lampu dan papan reklame yang berwarna-warni. Suara alam kini berganti dengan suara klakson dan riuh rendah aktivitas manusia. Kota A berubah menjadi kota metropolitan yang sibuk dan ramai, jauh berbeda dari suasana pedesaan yang damai di masa lalu.

Pertanyaan 23 ID: #1753

Apa yang menggantikan pohon-pohon rindang di pinggir jalan?

BACAAN / STIMULUS

Perubahan Wajah Kota

Dahulu, Kota A adalah kota yang sunyi dan sepi. Hanya ada beberapa rumah penduduk dengan jalan tanah yang berdebu. Pohon-pohon besar dan rindang tumbuh di pinggir jalan, menciptakan suasana yang sejuk dan asri. Kendaraan yang lewat pun sangat jarang, hanya sesekali ada sepeda atau gerobak yang melintas. Malam hari terasa gelap karena hanya ada lampu penerangan seadanya, dan suara jangkrik serta kodok menjadi satu-satunya melodi yang terdengar.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah membangun jalan-jalan baru yang lebar dan beraspal. Banyak gedung-gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern mulai didirikan. Lampu-lampu jalan yang terang benderang menerangi setiap sudut kota. Kendaraan bermotor mulai memadati jalan, menciptakan kemacetan dan suara bising. Pohon-pohon rindang di pinggir jalan diganti dengan tiang-tiang lampu dan papan reklame yang berwarna-warni. Suara alam kini berganti dengan suara klakson dan riuh rendah aktivitas manusia. Kota A berubah menjadi kota metropolitan yang sibuk dan ramai, jauh berbeda dari suasana pedesaan yang damai di masa lalu.

Pertanyaan 24 ID: #1754

Bagaimana perubahan suara yang terdengar di Kota A?

BACAAN / STIMULUS

Perubahan Wajah Kota

Dahulu, Kota A adalah kota yang sunyi dan sepi. Hanya ada beberapa rumah penduduk dengan jalan tanah yang berdebu. Pohon-pohon besar dan rindang tumbuh di pinggir jalan, menciptakan suasana yang sejuk dan asri. Kendaraan yang lewat pun sangat jarang, hanya sesekali ada sepeda atau gerobak yang melintas. Malam hari terasa gelap karena hanya ada lampu penerangan seadanya, dan suara jangkrik serta kodok menjadi satu-satunya melodi yang terdengar.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah membangun jalan-jalan baru yang lebar dan beraspal. Banyak gedung-gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern mulai didirikan. Lampu-lampu jalan yang terang benderang menerangi setiap sudut kota. Kendaraan bermotor mulai memadati jalan, menciptakan kemacetan dan suara bising. Pohon-pohon rindang di pinggir jalan diganti dengan tiang-tiang lampu dan papan reklame yang berwarna-warni. Suara alam kini berganti dengan suara klakson dan riuh rendah aktivitas manusia. Kota A berubah menjadi kota metropolitan yang sibuk dan ramai, jauh berbeda dari suasana pedesaan yang damai di masa lalu.

Pertanyaan 25 ID: #1755

Perubahan apa yang terjadi pada bangunan di Kota A?

BACAAN / STIMULUS

Perubahan Wajah Kota

Dahulu, Kota A adalah kota yang sunyi dan sepi. Hanya ada beberapa rumah penduduk dengan jalan tanah yang berdebu. Pohon-pohon besar dan rindang tumbuh di pinggir jalan, menciptakan suasana yang sejuk dan asri. Kendaraan yang lewat pun sangat jarang, hanya sesekali ada sepeda atau gerobak yang melintas. Malam hari terasa gelap karena hanya ada lampu penerangan seadanya, dan suara jangkrik serta kodok menjadi satu-satunya melodi yang terdengar.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah membangun jalan-jalan baru yang lebar dan beraspal. Banyak gedung-gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern mulai didirikan. Lampu-lampu jalan yang terang benderang menerangi setiap sudut kota. Kendaraan bermotor mulai memadati jalan, menciptakan kemacetan dan suara bising. Pohon-pohon rindang di pinggir jalan diganti dengan tiang-tiang lampu dan papan reklame yang berwarna-warni. Suara alam kini berganti dengan suara klakson dan riuh rendah aktivitas manusia. Kota A berubah menjadi kota metropolitan yang sibuk dan ramai, jauh berbeda dari suasana pedesaan yang damai di masa lalu.

Pertanyaan 26 ID: #1756

Bagaimana suasana Kota A berubah dari masa lalu ke masa sekarang?

BACAAN / STIMULUS

Perubahan Wajah Kota

Dahulu, Kota A adalah kota yang sunyi dan sepi. Hanya ada beberapa rumah penduduk dengan jalan tanah yang berdebu. Pohon-pohon besar dan rindang tumbuh di pinggir jalan, menciptakan suasana yang sejuk dan asri. Kendaraan yang lewat pun sangat jarang, hanya sesekali ada sepeda atau gerobak yang melintas. Malam hari terasa gelap karena hanya ada lampu penerangan seadanya, dan suara jangkrik serta kodok menjadi satu-satunya melodi yang terdengar.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah membangun jalan-jalan baru yang lebar dan beraspal. Banyak gedung-gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern mulai didirikan. Lampu-lampu jalan yang terang benderang menerangi setiap sudut kota. Kendaraan bermotor mulai memadati jalan, menciptakan kemacetan dan suara bising. Pohon-pohon rindang di pinggir jalan diganti dengan tiang-tiang lampu dan papan reklame yang berwarna-warni. Suara alam kini berganti dengan suara klakson dan riuh rendah aktivitas manusia. Kota A berubah menjadi kota metropolitan yang sibuk dan ramai, jauh berbeda dari suasana pedesaan yang damai di masa lalu.

Pertanyaan 27 ID: #1757

Kendaraan apa saja yang mengalami perubahan jumlah dan jenis di Kota A?

BACAAN / STIMULUS

Perubahan Wajah Kota

Dahulu, Kota A adalah kota yang sunyi dan sepi. Hanya ada beberapa rumah penduduk dengan jalan tanah yang berdebu. Pohon-pohon besar dan rindang tumbuh di pinggir jalan, menciptakan suasana yang sejuk dan asri. Kendaraan yang lewat pun sangat jarang, hanya sesekali ada sepeda atau gerobak yang melintas. Malam hari terasa gelap karena hanya ada lampu penerangan seadanya, dan suara jangkrik serta kodok menjadi satu-satunya melodi yang terdengar.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah membangun jalan-jalan baru yang lebar dan beraspal. Banyak gedung-gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern mulai didirikan. Lampu-lampu jalan yang terang benderang menerangi setiap sudut kota. Kendaraan bermotor mulai memadati jalan, menciptakan kemacetan dan suara bising. Pohon-pohon rindang di pinggir jalan diganti dengan tiang-tiang lampu dan papan reklame yang berwarna-warni. Suara alam kini berganti dengan suara klakson dan riuh rendah aktivitas manusia. Kota A berubah menjadi kota metropolitan yang sibuk dan ramai, jauh berbeda dari suasana pedesaan yang damai di masa lalu.

Pertanyaan 28 ID: #1758

Pernyataan mana yang paling tepat menggambarkan perubahan latar di Kota A?

BACAAN / STIMULUS

Perubahan Wajah Kota

Dahulu, Kota A adalah kota yang sunyi dan sepi. Hanya ada beberapa rumah penduduk dengan jalan tanah yang berdebu. Pohon-pohon besar dan rindang tumbuh di pinggir jalan, menciptakan suasana yang sejuk dan asri. Kendaraan yang lewat pun sangat jarang, hanya sesekali ada sepeda atau gerobak yang melintas. Malam hari terasa gelap karena hanya ada lampu penerangan seadanya, dan suara jangkrik serta kodok menjadi satu-satunya melodi yang terdengar.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah membangun jalan-jalan baru yang lebar dan beraspal. Banyak gedung-gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern mulai didirikan. Lampu-lampu jalan yang terang benderang menerangi setiap sudut kota. Kendaraan bermotor mulai memadati jalan, menciptakan kemacetan dan suara bising. Pohon-pohon rindang di pinggir jalan diganti dengan tiang-tiang lampu dan papan reklame yang berwarna-warni. Suara alam kini berganti dengan suara klakson dan riuh rendah aktivitas manusia. Kota A berubah menjadi kota metropolitan yang sibuk dan ramai, jauh berbeda dari suasana pedesaan yang damai di masa lalu.

Pertanyaan 29 ID: #1759

Mengapa malam hari di Kota A berubah menjadi lebih terang?

BACAAN / STIMULUS

Perubahan Wajah Kota

Dahulu, Kota A adalah kota yang sunyi dan sepi. Hanya ada beberapa rumah penduduk dengan jalan tanah yang berdebu. Pohon-pohon besar dan rindang tumbuh di pinggir jalan, menciptakan suasana yang sejuk dan asri. Kendaraan yang lewat pun sangat jarang, hanya sesekali ada sepeda atau gerobak yang melintas. Malam hari terasa gelap karena hanya ada lampu penerangan seadanya, dan suara jangkrik serta kodok menjadi satu-satunya melodi yang terdengar.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah membangun jalan-jalan baru yang lebar dan beraspal. Banyak gedung-gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern mulai didirikan. Lampu-lampu jalan yang terang benderang menerangi setiap sudut kota. Kendaraan bermotor mulai memadati jalan, menciptakan kemacetan dan suara bising. Pohon-pohon rindang di pinggir jalan diganti dengan tiang-tiang lampu dan papan reklame yang berwarna-warni. Suara alam kini berganti dengan suara klakson dan riuh rendah aktivitas manusia. Kota A berubah menjadi kota metropolitan yang sibuk dan ramai, jauh berbeda dari suasana pedesaan yang damai di masa lalu.

Pertanyaan 30 ID: #1760

Manakah perubahan yang terjadi pada suasana dan suara di Kota A?