Menyimpan...
30:00
Soal 1/32
Bahasa Indonesia - Edukasi Manajemen Waktu Dan Implementasi Literasi Berkelanjutan
BACAAN / STIMULUS

Edukasi Manajemen Waktu dan Implementasi Literasi Berkelanjutan

Edukasi Literasi dan Manajemen Waktu Sejak Dini
Membangun kebiasaan positif di pagi hari merupakan langkah awal menuju kesuksesan akademik. Pada suatu pagi yang cerah, Siti menunjukkan kedisiplinannya dengan bangun lebih awal dari biasanya. Kegiatan pertamanya setelah bangkit dari lelap adalah segera merapikan tempat tidur, sebuah bentuk kemandirian yang patut dicontoh. Tidak hanya itu, ia juga membantu ibunya menyiapkan sarapan sehat bagi keluarga. Hari itu, Siti merasa sangat semangat karena sekolahnya telah merancang agenda edukatif berupa kegiatan kunjungan ke perpustakaan daerah sebagai pusat literasi masyarakat.

Pasca sarapan, Siti segera mengenakan seragam sekolah dengan rapi dan melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh perlengkapannya guna memastikan tidak ada yang tertinggal. Ia membawa buku catatan, alat tulis, dan bekal makanan ringan untuk menunjang aktivitasnya seharian. Berkat manajemen waktu yang baik, ayahnya mengantar Siti ke sekolah tepat waktu sebelum bel berbunyi. Di lingkungan sekolah, rekan-rekan siswa dan dewan guru telah berkumpul untuk bersiap berangkat bersama menuju lokasi perpustakaan dengan menggunakan bus sekolah yang telah disediakan sebagai sarana transportasi massal yang aman.

Setibanya di perpustakaan daerah, Siti dan teman-temannya mendapatkan pengalaman berharga melalui tur literasi. Mereka diajak berkeliling untuk eksplorasi berbagai koleksi literatur, mulai dari buku-buku langka hingga ensiklopedia yang kaya akan informasi. Selain itu, petugas perpustakaan memberikan edukasi mendalam mengenai tujuan kunjungan yakni melihat koleksi dan belajar meminjam buku secara administratif. Setelah observasi selesai, para siswa diarahkan menuju ruang baca untuk mencatat hal-hal penting dari buku referensi yang mereka temukan. Sebelum mengakhiri kunjungan, setiap siswa diberikan tanggung jawab untuk menyusun ringkasan sebagai wujud pemahaman terhadap literasi yang telah mereka pelajari.

Pertanyaan 1 ID: #31

Apa kegiatan yang dilakukan Siti setelah bangun tidur?

BACAAN / STIMULUS

Edukasi Manajemen Waktu dan Implementasi Literasi Berkelanjutan

Edukasi Literasi dan Manajemen Waktu Sejak Dini
Membangun kebiasaan positif di pagi hari merupakan langkah awal menuju kesuksesan akademik. Pada suatu pagi yang cerah, Siti menunjukkan kedisiplinannya dengan bangun lebih awal dari biasanya. Kegiatan pertamanya setelah bangkit dari lelap adalah segera merapikan tempat tidur, sebuah bentuk kemandirian yang patut dicontoh. Tidak hanya itu, ia juga membantu ibunya menyiapkan sarapan sehat bagi keluarga. Hari itu, Siti merasa sangat semangat karena sekolahnya telah merancang agenda edukatif berupa kegiatan kunjungan ke perpustakaan daerah sebagai pusat literasi masyarakat.

Pasca sarapan, Siti segera mengenakan seragam sekolah dengan rapi dan melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh perlengkapannya guna memastikan tidak ada yang tertinggal. Ia membawa buku catatan, alat tulis, dan bekal makanan ringan untuk menunjang aktivitasnya seharian. Berkat manajemen waktu yang baik, ayahnya mengantar Siti ke sekolah tepat waktu sebelum bel berbunyi. Di lingkungan sekolah, rekan-rekan siswa dan dewan guru telah berkumpul untuk bersiap berangkat bersama menuju lokasi perpustakaan dengan menggunakan bus sekolah yang telah disediakan sebagai sarana transportasi massal yang aman.

Setibanya di perpustakaan daerah, Siti dan teman-temannya mendapatkan pengalaman berharga melalui tur literasi. Mereka diajak berkeliling untuk eksplorasi berbagai koleksi literatur, mulai dari buku-buku langka hingga ensiklopedia yang kaya akan informasi. Selain itu, petugas perpustakaan memberikan edukasi mendalam mengenai tujuan kunjungan yakni melihat koleksi dan belajar meminjam buku secara administratif. Setelah observasi selesai, para siswa diarahkan menuju ruang baca untuk mencatat hal-hal penting dari buku referensi yang mereka temukan. Sebelum mengakhiri kunjungan, setiap siswa diberikan tanggung jawab untuk menyusun ringkasan sebagai wujud pemahaman terhadap literasi yang telah mereka pelajari.

Pertanyaan 2 ID: #32

Mengapa Siti merasa semangat pada hari itu?

BACAAN / STIMULUS

Edukasi Manajemen Waktu dan Implementasi Literasi Berkelanjutan

Edukasi Literasi dan Manajemen Waktu Sejak Dini
Membangun kebiasaan positif di pagi hari merupakan langkah awal menuju kesuksesan akademik. Pada suatu pagi yang cerah, Siti menunjukkan kedisiplinannya dengan bangun lebih awal dari biasanya. Kegiatan pertamanya setelah bangkit dari lelap adalah segera merapikan tempat tidur, sebuah bentuk kemandirian yang patut dicontoh. Tidak hanya itu, ia juga membantu ibunya menyiapkan sarapan sehat bagi keluarga. Hari itu, Siti merasa sangat semangat karena sekolahnya telah merancang agenda edukatif berupa kegiatan kunjungan ke perpustakaan daerah sebagai pusat literasi masyarakat.

Pasca sarapan, Siti segera mengenakan seragam sekolah dengan rapi dan melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh perlengkapannya guna memastikan tidak ada yang tertinggal. Ia membawa buku catatan, alat tulis, dan bekal makanan ringan untuk menunjang aktivitasnya seharian. Berkat manajemen waktu yang baik, ayahnya mengantar Siti ke sekolah tepat waktu sebelum bel berbunyi. Di lingkungan sekolah, rekan-rekan siswa dan dewan guru telah berkumpul untuk bersiap berangkat bersama menuju lokasi perpustakaan dengan menggunakan bus sekolah yang telah disediakan sebagai sarana transportasi massal yang aman.

Setibanya di perpustakaan daerah, Siti dan teman-temannya mendapatkan pengalaman berharga melalui tur literasi. Mereka diajak berkeliling untuk eksplorasi berbagai koleksi literatur, mulai dari buku-buku langka hingga ensiklopedia yang kaya akan informasi. Selain itu, petugas perpustakaan memberikan edukasi mendalam mengenai tujuan kunjungan yakni melihat koleksi dan belajar meminjam buku secara administratif. Setelah observasi selesai, para siswa diarahkan menuju ruang baca untuk mencatat hal-hal penting dari buku referensi yang mereka temukan. Sebelum mengakhiri kunjungan, setiap siswa diberikan tanggung jawab untuk menyusun ringkasan sebagai wujud pemahaman terhadap literasi yang telah mereka pelajari.

Pertanyaan 3 ID: #33

Apa saja yang dibawa Siti ke sekolah?

BACAAN / STIMULUS

Edukasi Manajemen Waktu dan Implementasi Literasi Berkelanjutan

Edukasi Literasi dan Manajemen Waktu Sejak Dini
Membangun kebiasaan positif di pagi hari merupakan langkah awal menuju kesuksesan akademik. Pada suatu pagi yang cerah, Siti menunjukkan kedisiplinannya dengan bangun lebih awal dari biasanya. Kegiatan pertamanya setelah bangkit dari lelap adalah segera merapikan tempat tidur, sebuah bentuk kemandirian yang patut dicontoh. Tidak hanya itu, ia juga membantu ibunya menyiapkan sarapan sehat bagi keluarga. Hari itu, Siti merasa sangat semangat karena sekolahnya telah merancang agenda edukatif berupa kegiatan kunjungan ke perpustakaan daerah sebagai pusat literasi masyarakat.

Pasca sarapan, Siti segera mengenakan seragam sekolah dengan rapi dan melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh perlengkapannya guna memastikan tidak ada yang tertinggal. Ia membawa buku catatan, alat tulis, dan bekal makanan ringan untuk menunjang aktivitasnya seharian. Berkat manajemen waktu yang baik, ayahnya mengantar Siti ke sekolah tepat waktu sebelum bel berbunyi. Di lingkungan sekolah, rekan-rekan siswa dan dewan guru telah berkumpul untuk bersiap berangkat bersama menuju lokasi perpustakaan dengan menggunakan bus sekolah yang telah disediakan sebagai sarana transportasi massal yang aman.

Setibanya di perpustakaan daerah, Siti dan teman-temannya mendapatkan pengalaman berharga melalui tur literasi. Mereka diajak berkeliling untuk eksplorasi berbagai koleksi literatur, mulai dari buku-buku langka hingga ensiklopedia yang kaya akan informasi. Selain itu, petugas perpustakaan memberikan edukasi mendalam mengenai tujuan kunjungan yakni melihat koleksi dan belajar meminjam buku secara administratif. Setelah observasi selesai, para siswa diarahkan menuju ruang baca untuk mencatat hal-hal penting dari buku referensi yang mereka temukan. Sebelum mengakhiri kunjungan, setiap siswa diberikan tanggung jawab untuk menyusun ringkasan sebagai wujud pemahaman terhadap literasi yang telah mereka pelajari.

Pertanyaan 4 ID: #34

Siapa yang mengantar Siti ke sekolah?

BACAAN / STIMULUS

Edukasi Manajemen Waktu dan Implementasi Literasi Berkelanjutan

Edukasi Literasi dan Manajemen Waktu Sejak Dini
Membangun kebiasaan positif di pagi hari merupakan langkah awal menuju kesuksesan akademik. Pada suatu pagi yang cerah, Siti menunjukkan kedisiplinannya dengan bangun lebih awal dari biasanya. Kegiatan pertamanya setelah bangkit dari lelap adalah segera merapikan tempat tidur, sebuah bentuk kemandirian yang patut dicontoh. Tidak hanya itu, ia juga membantu ibunya menyiapkan sarapan sehat bagi keluarga. Hari itu, Siti merasa sangat semangat karena sekolahnya telah merancang agenda edukatif berupa kegiatan kunjungan ke perpustakaan daerah sebagai pusat literasi masyarakat.

Pasca sarapan, Siti segera mengenakan seragam sekolah dengan rapi dan melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh perlengkapannya guna memastikan tidak ada yang tertinggal. Ia membawa buku catatan, alat tulis, dan bekal makanan ringan untuk menunjang aktivitasnya seharian. Berkat manajemen waktu yang baik, ayahnya mengantar Siti ke sekolah tepat waktu sebelum bel berbunyi. Di lingkungan sekolah, rekan-rekan siswa dan dewan guru telah berkumpul untuk bersiap berangkat bersama menuju lokasi perpustakaan dengan menggunakan bus sekolah yang telah disediakan sebagai sarana transportasi massal yang aman.

Setibanya di perpustakaan daerah, Siti dan teman-temannya mendapatkan pengalaman berharga melalui tur literasi. Mereka diajak berkeliling untuk eksplorasi berbagai koleksi literatur, mulai dari buku-buku langka hingga ensiklopedia yang kaya akan informasi. Selain itu, petugas perpustakaan memberikan edukasi mendalam mengenai tujuan kunjungan yakni melihat koleksi dan belajar meminjam buku secara administratif. Setelah observasi selesai, para siswa diarahkan menuju ruang baca untuk mencatat hal-hal penting dari buku referensi yang mereka temukan. Sebelum mengakhiri kunjungan, setiap siswa diberikan tanggung jawab untuk menyusun ringkasan sebagai wujud pemahaman terhadap literasi yang telah mereka pelajari.

Pertanyaan 5 ID: #35

Apa tujuan kunjungan ke perpustakaan?

BACAAN / STIMULUS

Edukasi Manajemen Waktu dan Implementasi Literasi Berkelanjutan

Edukasi Literasi dan Manajemen Waktu Sejak Dini
Membangun kebiasaan positif di pagi hari merupakan langkah awal menuju kesuksesan akademik. Pada suatu pagi yang cerah, Siti menunjukkan kedisiplinannya dengan bangun lebih awal dari biasanya. Kegiatan pertamanya setelah bangkit dari lelap adalah segera merapikan tempat tidur, sebuah bentuk kemandirian yang patut dicontoh. Tidak hanya itu, ia juga membantu ibunya menyiapkan sarapan sehat bagi keluarga. Hari itu, Siti merasa sangat semangat karena sekolahnya telah merancang agenda edukatif berupa kegiatan kunjungan ke perpustakaan daerah sebagai pusat literasi masyarakat.

Pasca sarapan, Siti segera mengenakan seragam sekolah dengan rapi dan melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh perlengkapannya guna memastikan tidak ada yang tertinggal. Ia membawa buku catatan, alat tulis, dan bekal makanan ringan untuk menunjang aktivitasnya seharian. Berkat manajemen waktu yang baik, ayahnya mengantar Siti ke sekolah tepat waktu sebelum bel berbunyi. Di lingkungan sekolah, rekan-rekan siswa dan dewan guru telah berkumpul untuk bersiap berangkat bersama menuju lokasi perpustakaan dengan menggunakan bus sekolah yang telah disediakan sebagai sarana transportasi massal yang aman.

Setibanya di perpustakaan daerah, Siti dan teman-temannya mendapatkan pengalaman berharga melalui tur literasi. Mereka diajak berkeliling untuk eksplorasi berbagai koleksi literatur, mulai dari buku-buku langka hingga ensiklopedia yang kaya akan informasi. Selain itu, petugas perpustakaan memberikan edukasi mendalam mengenai tujuan kunjungan yakni melihat koleksi dan belajar meminjam buku secara administratif. Setelah observasi selesai, para siswa diarahkan menuju ruang baca untuk mencatat hal-hal penting dari buku referensi yang mereka temukan. Sebelum mengakhiri kunjungan, setiap siswa diberikan tanggung jawab untuk menyusun ringkasan sebagai wujud pemahaman terhadap literasi yang telah mereka pelajari.

Pertanyaan 6 ID: #36

Bagaimana cara Siti dan teman-temannya menuju perpustakaan?

BACAAN / STIMULUS

Edukasi Manajemen Waktu dan Implementasi Literasi Berkelanjutan

Edukasi Literasi dan Manajemen Waktu Sejak Dini
Membangun kebiasaan positif di pagi hari merupakan langkah awal menuju kesuksesan akademik. Pada suatu pagi yang cerah, Siti menunjukkan kedisiplinannya dengan bangun lebih awal dari biasanya. Kegiatan pertamanya setelah bangkit dari lelap adalah segera merapikan tempat tidur, sebuah bentuk kemandirian yang patut dicontoh. Tidak hanya itu, ia juga membantu ibunya menyiapkan sarapan sehat bagi keluarga. Hari itu, Siti merasa sangat semangat karena sekolahnya telah merancang agenda edukatif berupa kegiatan kunjungan ke perpustakaan daerah sebagai pusat literasi masyarakat.

Pasca sarapan, Siti segera mengenakan seragam sekolah dengan rapi dan melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh perlengkapannya guna memastikan tidak ada yang tertinggal. Ia membawa buku catatan, alat tulis, dan bekal makanan ringan untuk menunjang aktivitasnya seharian. Berkat manajemen waktu yang baik, ayahnya mengantar Siti ke sekolah tepat waktu sebelum bel berbunyi. Di lingkungan sekolah, rekan-rekan siswa dan dewan guru telah berkumpul untuk bersiap berangkat bersama menuju lokasi perpustakaan dengan menggunakan bus sekolah yang telah disediakan sebagai sarana transportasi massal yang aman.

Setibanya di perpustakaan daerah, Siti dan teman-temannya mendapatkan pengalaman berharga melalui tur literasi. Mereka diajak berkeliling untuk eksplorasi berbagai koleksi literatur, mulai dari buku-buku langka hingga ensiklopedia yang kaya akan informasi. Selain itu, petugas perpustakaan memberikan edukasi mendalam mengenai tujuan kunjungan yakni melihat koleksi dan belajar meminjam buku secara administratif. Setelah observasi selesai, para siswa diarahkan menuju ruang baca untuk mencatat hal-hal penting dari buku referensi yang mereka temukan. Sebelum mengakhiri kunjungan, setiap siswa diberikan tanggung jawab untuk menyusun ringkasan sebagai wujud pemahaman terhadap literasi yang telah mereka pelajari.

Pertanyaan 7 ID: #37

Apa yang dilakukan siswa di ruang baca?

BACAAN / STIMULUS

Edukasi Manajemen Waktu dan Implementasi Literasi Berkelanjutan

Edukasi Literasi dan Manajemen Waktu Sejak Dini
Membangun kebiasaan positif di pagi hari merupakan langkah awal menuju kesuksesan akademik. Pada suatu pagi yang cerah, Siti menunjukkan kedisiplinannya dengan bangun lebih awal dari biasanya. Kegiatan pertamanya setelah bangkit dari lelap adalah segera merapikan tempat tidur, sebuah bentuk kemandirian yang patut dicontoh. Tidak hanya itu, ia juga membantu ibunya menyiapkan sarapan sehat bagi keluarga. Hari itu, Siti merasa sangat semangat karena sekolahnya telah merancang agenda edukatif berupa kegiatan kunjungan ke perpustakaan daerah sebagai pusat literasi masyarakat.

Pasca sarapan, Siti segera mengenakan seragam sekolah dengan rapi dan melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh perlengkapannya guna memastikan tidak ada yang tertinggal. Ia membawa buku catatan, alat tulis, dan bekal makanan ringan untuk menunjang aktivitasnya seharian. Berkat manajemen waktu yang baik, ayahnya mengantar Siti ke sekolah tepat waktu sebelum bel berbunyi. Di lingkungan sekolah, rekan-rekan siswa dan dewan guru telah berkumpul untuk bersiap berangkat bersama menuju lokasi perpustakaan dengan menggunakan bus sekolah yang telah disediakan sebagai sarana transportasi massal yang aman.

Setibanya di perpustakaan daerah, Siti dan teman-temannya mendapatkan pengalaman berharga melalui tur literasi. Mereka diajak berkeliling untuk eksplorasi berbagai koleksi literatur, mulai dari buku-buku langka hingga ensiklopedia yang kaya akan informasi. Selain itu, petugas perpustakaan memberikan edukasi mendalam mengenai tujuan kunjungan yakni melihat koleksi dan belajar meminjam buku secara administratif. Setelah observasi selesai, para siswa diarahkan menuju ruang baca untuk mencatat hal-hal penting dari buku referensi yang mereka temukan. Sebelum mengakhiri kunjungan, setiap siswa diberikan tanggung jawab untuk menyusun ringkasan sebagai wujud pemahaman terhadap literasi yang telah mereka pelajari.

Pertanyaan 8 ID: #38

Sebelum pulang, siswa diminta untuk...

BACAAN / STIMULUS

Edukasi Manajemen Waktu dan Implementasi Literasi Berkelanjutan

Edukasi Literasi dan Manajemen Waktu Sejak Dini
Membangun kebiasaan positif di pagi hari merupakan langkah awal menuju kesuksesan akademik. Pada suatu pagi yang cerah, Siti menunjukkan kedisiplinannya dengan bangun lebih awal dari biasanya. Kegiatan pertamanya setelah bangkit dari lelap adalah segera merapikan tempat tidur, sebuah bentuk kemandirian yang patut dicontoh. Tidak hanya itu, ia juga membantu ibunya menyiapkan sarapan sehat bagi keluarga. Hari itu, Siti merasa sangat semangat karena sekolahnya telah merancang agenda edukatif berupa kegiatan kunjungan ke perpustakaan daerah sebagai pusat literasi masyarakat.

Pasca sarapan, Siti segera mengenakan seragam sekolah dengan rapi dan melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh perlengkapannya guna memastikan tidak ada yang tertinggal. Ia membawa buku catatan, alat tulis, dan bekal makanan ringan untuk menunjang aktivitasnya seharian. Berkat manajemen waktu yang baik, ayahnya mengantar Siti ke sekolah tepat waktu sebelum bel berbunyi. Di lingkungan sekolah, rekan-rekan siswa dan dewan guru telah berkumpul untuk bersiap berangkat bersama menuju lokasi perpustakaan dengan menggunakan bus sekolah yang telah disediakan sebagai sarana transportasi massal yang aman.

Setibanya di perpustakaan daerah, Siti dan teman-temannya mendapatkan pengalaman berharga melalui tur literasi. Mereka diajak berkeliling untuk eksplorasi berbagai koleksi literatur, mulai dari buku-buku langka hingga ensiklopedia yang kaya akan informasi. Selain itu, petugas perpustakaan memberikan edukasi mendalam mengenai tujuan kunjungan yakni melihat koleksi dan belajar meminjam buku secara administratif. Setelah observasi selesai, para siswa diarahkan menuju ruang baca untuk mencatat hal-hal penting dari buku referensi yang mereka temukan. Sebelum mengakhiri kunjungan, setiap siswa diberikan tanggung jawab untuk menyusun ringkasan sebagai wujud pemahaman terhadap literasi yang telah mereka pelajari.

Pertanyaan 9 ID: #39

Jenis buku apa yang disebutkan dalam teks sebagai koleksi perpustakaan?

BACAAN / STIMULUS

Edukasi Manajemen Waktu dan Implementasi Literasi Berkelanjutan

Edukasi Literasi dan Manajemen Waktu Sejak Dini
Membangun kebiasaan positif di pagi hari merupakan langkah awal menuju kesuksesan akademik. Pada suatu pagi yang cerah, Siti menunjukkan kedisiplinannya dengan bangun lebih awal dari biasanya. Kegiatan pertamanya setelah bangkit dari lelap adalah segera merapikan tempat tidur, sebuah bentuk kemandirian yang patut dicontoh. Tidak hanya itu, ia juga membantu ibunya menyiapkan sarapan sehat bagi keluarga. Hari itu, Siti merasa sangat semangat karena sekolahnya telah merancang agenda edukatif berupa kegiatan kunjungan ke perpustakaan daerah sebagai pusat literasi masyarakat.

Pasca sarapan, Siti segera mengenakan seragam sekolah dengan rapi dan melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh perlengkapannya guna memastikan tidak ada yang tertinggal. Ia membawa buku catatan, alat tulis, dan bekal makanan ringan untuk menunjang aktivitasnya seharian. Berkat manajemen waktu yang baik, ayahnya mengantar Siti ke sekolah tepat waktu sebelum bel berbunyi. Di lingkungan sekolah, rekan-rekan siswa dan dewan guru telah berkumpul untuk bersiap berangkat bersama menuju lokasi perpustakaan dengan menggunakan bus sekolah yang telah disediakan sebagai sarana transportasi massal yang aman.

Setibanya di perpustakaan daerah, Siti dan teman-temannya mendapatkan pengalaman berharga melalui tur literasi. Mereka diajak berkeliling untuk eksplorasi berbagai koleksi literatur, mulai dari buku-buku langka hingga ensiklopedia yang kaya akan informasi. Selain itu, petugas perpustakaan memberikan edukasi mendalam mengenai tujuan kunjungan yakni melihat koleksi dan belajar meminjam buku secara administratif. Setelah observasi selesai, para siswa diarahkan menuju ruang baca untuk mencatat hal-hal penting dari buku referensi yang mereka temukan. Sebelum mengakhiri kunjungan, setiap siswa diberikan tanggung jawab untuk menyusun ringkasan sebagai wujud pemahaman terhadap literasi yang telah mereka pelajari.

Pertanyaan 10 ID: #40

Siapa yang menunggu di sekolah saat Siti datang?

Pertanyaan 11 ID: #1061

Perhatikan teks berikut:

Di pagi hari, Sinta membaca berita di koran tentang kegiatan lingkungan di sekolah. Ia mencatat nama guru yang memimpin kegiatan tersebut.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Informasi tersurat adalah nama guru yang memimpin kegiatan.

2. Sinta membaca berita di koran.

3. Teks membahas kegiatan di rumah Sinta saja.

Pertanyaan 12 ID: #1062

Perhatikan teks berikut:

Andi membeli sayuran segar di pasar tradisional. Ia mencatat harga dan jumlah masing-masing sayuran untuk membuat laporan belanja.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Informasi tersurat adalah harga dan jumlah sayuran.

2. Andi membeli sayuran segar di pasar.

3. Teks membahas belanja di supermarket.

Pertanyaan 13 ID: #1063

Perhatikan teks berikut:

Di perpustakaan, guru meminta siswa meminjam buku tentang binatang dan menuliskan judul buku yang mereka pinjam.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Informasi tersurat adalah judul buku yang dipinjam.

2. Guru meminta siswa meminjam buku tentang binatang.

3. Teks membahas kegiatan olahraga di perpustakaan.

Pertanyaan 14 ID: #1064

Perhatikan teks berikut:

Pada lomba membaca puisi, juri mencatat nama peserta dan puisi yang dibacakan. Setiap peserta mendapatkan nilai dari setiap juri.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Informasi tersurat adalah nama peserta dan puisi yang dibacakan.

2. Setiap peserta mendapatkan nilai dari juri.

3. Teks membahas lomba menggambar.

Pertanyaan 15 ID: #1065

Perhatikan teks berikut:

Rina mengamati cuaca di pagi hari. Ia mencatat suhu, kondisi langit, dan arah angin dalam buku catatannya.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Informasi tersurat adalah suhu, kondisi langit, dan arah angin.

2. Rina mengamati cuaca di pagi hari.

3. Teks membahas kegiatan memasak.

Pertanyaan 16 ID: #1066

Perhatikan teks berikut:

Di laboratorium kimia, siswa mencatat bahan yang digunakan dan hasil reaksi dari setiap percobaan.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Informasi tersurat adalah bahan dan hasil reaksi percobaan.

2. Siswa mencatat percobaan di laboratorium kimia.

3. Teks membahas kegiatan olahraga.

Pertanyaan 17 ID: #1067

Perhatikan teks berikut:

Di taman kota, petugas mencatat jumlah pengunjung setiap jam dan aktivitas yang mereka lakukan, seperti bermain dan membaca buku.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Informasi tersurat adalah jumlah pengunjung dan aktivitas mereka.

2. Petugas mencatat kegiatan pengunjung.

3. Teks membahas tanaman di taman saja.

Pertanyaan 18 ID: #1068

Perhatikan teks berikut:

Dalam program kesehatan sekolah, siswa mencatat tinggi badan, berat badan, dan hasil pemeriksaan gigi.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Informasi tersurat adalah tinggi badan, berat badan, dan hasil pemeriksaan gigi.

2. Program kesehatan dilakukan di sekolah.

3. Teks membahas kegiatan seni.

Pertanyaan 19 ID: #1069

Perhatikan teks berikut:

Di kebun binatang, pengunjung mencatat nama hewan, jenis makanan, dan jam memberi makan.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Informasi tersurat adalah nama hewan, jenis makanan, dan jam memberi makan.

2. Pengunjung mencatat kegiatan di kebun binatang.

3. Teks membahas aktivitas di sekolah.

Pertanyaan 20 ID: #1070

Perhatikan teks berikut:

Dalam kegiatan literasi, siswa mencatat judul buku, penulis, dan ringkasan setiap buku yang mereka baca.

Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan teks.

1. Informasi tersurat adalah judul buku, penulis, dan ringkasan buku.

2. Siswa mencatat buku yang mereka baca.

3. Teks membahas aktivitas olahraga siswa.

BACAAN / STIMULUS

Hewan Folivora

Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.

Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.

Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.

Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup

Pertanyaan 21 ID: #1731

Apa saja contoh hewan folivora berdasarkan informasi tersebut?

BACAAN / STIMULUS

Hewan Folivora

Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.

Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.

Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.

Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup

Pertanyaan 22 ID: #1732

Berdasarkan teks, apa yang menjadi tantangan bagi hewan folivora dalam mencerna makanan?

BACAAN / STIMULUS

Hewan Folivora

Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.

Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.

Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.

Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup

Pertanyaan 23 ID: #1733

Bagaimana cara tubuh hewan folivora beradaptasi agar bisa mencerna daun?

BACAAN / STIMULUS

Hewan Folivora

Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.

Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.

Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.

Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup

Pertanyaan 24 ID: #1734

Mengapa hewan folivora cenderung tidak banyak bergerak?

BACAAN / STIMULUS

Hewan Folivora

Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.

Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.

Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.

Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup

Pertanyaan 25 ID: #1735

Berdasarkan teks, apa yang membedakan folivora dari kelompok herbivora lainnya?

BACAAN / STIMULUS

Hewan Folivora

Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.

Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.

Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.

Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup

Pertanyaan 26 ID: #1736

Bagaimana hubungan antara makanan dan habitat hewan folivora?

BACAAN / STIMULUS

Hewan Folivora

Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.

Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.

Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.

Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup

Pertanyaan 27 ID: #1737

Menurut teks, hewan apa saja yang bukan termasuk folivora?

BACAAN / STIMULUS

Hewan Folivora

Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.

Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.

Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.

Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup

Pertanyaan 28 ID: #1738

Pernyataan manakah yang paling tepat untuk menggambarkan karakteristik folivora?

BACAAN / STIMULUS

Hewan Folivora

Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.

Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.

Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.

Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup

Pertanyaan 29 ID: #1739

Berdasarkan teks, apa yang menjadi alasan hewan folivora lebih suka daun muda?

BACAAN / STIMULUS

Hewan Folivora

Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.

Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.

Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.

Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup

Pertanyaan 30 ID: #1740

Selain panda, hewan apa lagi yang disebutkan sebagai contoh folivora?

BACAAN / STIMULUS

Game Edukatif dan Kreator Konten Anak

Perkembangan teknologi digital membuat banyak siswa SD tertarik pada game daring dan aktivitas sebagai kreator konten. Game tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran jika dirancang dengan tujuan edukatif. Beberapa game melatih kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah, dan bekerja sama dalam tim.

Selain bermain game, sebagian siswa mulai membuat konten digital seperti video ulasan game, tutorial strategi bermain, atau cerita pengalaman bermain. Dalam proses tersebut, mereka menggunakan perangkat seperti gawai, perangkat lunak penyunting, dan platform berbagi video. Istilah-istilah tersebut sering digunakan dalam bidang teknologi informasi.

Meskipun demikian, penggunaan teknologi perlu disertai dengan literasi digital yang baik. Kreator konten anak harus memahami batasan waktu bermain, menggunakan bahasa yang santun, serta mampu membedakan informasi faktual dan informasi menyesatkan. Dengan pendampingan orang tua dan guru, teknologi digital dapat dimanfaatkan secara positif untuk mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab siswa.

Pertanyaan 31 ID: #1861

Tujuan utama penulis menyajikan bacaan tersebut adalah untuk …

BACAAN / STIMULUS

Game Edukatif dan Kreator Konten Anak

Perkembangan teknologi digital membuat banyak siswa SD tertarik pada game daring dan aktivitas sebagai kreator konten. Game tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran jika dirancang dengan tujuan edukatif. Beberapa game melatih kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah, dan bekerja sama dalam tim.

Selain bermain game, sebagian siswa mulai membuat konten digital seperti video ulasan game, tutorial strategi bermain, atau cerita pengalaman bermain. Dalam proses tersebut, mereka menggunakan perangkat seperti gawai, perangkat lunak penyunting, dan platform berbagi video. Istilah-istilah tersebut sering digunakan dalam bidang teknologi informasi.

Meskipun demikian, penggunaan teknologi perlu disertai dengan literasi digital yang baik. Kreator konten anak harus memahami batasan waktu bermain, menggunakan bahasa yang santun, serta mampu membedakan informasi faktual dan informasi menyesatkan. Dengan pendampingan orang tua dan guru, teknologi digital dapat dimanfaatkan secara positif untuk mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab siswa.

Pertanyaan 32 ID: #1862

Istilah game daring dan platform berbagi video termasuk kosakata khusus karena …