Menyimpan...
30:00
Soal 1/20
Matematika - Metrologi Dasar Optimasi Pengukuran Panjang Menggunakan Satuan Baku Terstandar
BACAAN / STIMULUS

Metrologi Dasar: Optimasi Pengukuran Panjang Menggunakan Satuan Baku Terstandar

Keakuratan dalam Pengukuran Panjang merupakan aspek krusial dalam sains, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan satuan tidak baku seperti jengkal atau depa yang bersifat subjektif, penggunaan satuan baku seperti milimeter (mm), centimeter (cm), dan meter (m) menjamin data yang konsisten dan terukur secara internasional. Dalam praktiknya, pemilihan alat ukur seperti penggaris untuk objek kecil seperti pensil atau meteran untuk dimensi besar seperti pintu sangat menentukan presisi hasil akhir.

Konversi satuan juga menjadi bagian integral dalam metrologi. Memahami bahwa $1\text{ meter} = 100\text{ cm}$ atau $30\text{ cm} = 3\text{ dm}$ memungkinkan kita melakukan kalkulasi teknis yang lebih kompleks. Misalnya, jika sebuah tali sepanjang $2\text{ m}$ dibagi secara simetris, maka setiap bagian akan memiliki panjang $100\text{ cm}$. Dengan menguasai teknik pengukuran dan konversi ini, kita dapat memastikan setiap proyek konstruksi maupun kebutuhan rumah tangga memenuhi standar akurasi yang diharapkan.

Pertanyaan 1 ID: #291

Alat yang digunakan untuk mengukur panjang pensil adalah…

BACAAN / STIMULUS

Metrologi Dasar: Optimasi Pengukuran Panjang Menggunakan Satuan Baku Terstandar

Keakuratan dalam Pengukuran Panjang merupakan aspek krusial dalam sains, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan satuan tidak baku seperti jengkal atau depa yang bersifat subjektif, penggunaan satuan baku seperti milimeter (mm), centimeter (cm), dan meter (m) menjamin data yang konsisten dan terukur secara internasional. Dalam praktiknya, pemilihan alat ukur seperti penggaris untuk objek kecil seperti pensil atau meteran untuk dimensi besar seperti pintu sangat menentukan presisi hasil akhir.

Konversi satuan juga menjadi bagian integral dalam metrologi. Memahami bahwa $1\text{ meter} = 100\text{ cm}$ atau $30\text{ cm} = 3\text{ dm}$ memungkinkan kita melakukan kalkulasi teknis yang lebih kompleks. Misalnya, jika sebuah tali sepanjang $2\text{ m}$ dibagi secara simetris, maka setiap bagian akan memiliki panjang $100\text{ cm}$. Dengan menguasai teknik pengukuran dan konversi ini, kita dapat memastikan setiap proyek konstruksi maupun kebutuhan rumah tangga memenuhi standar akurasi yang diharapkan.

Pertanyaan 2 ID: #292

Satuan baku untuk mengukur panjang adalah…

BACAAN / STIMULUS

Metrologi Dasar: Optimasi Pengukuran Panjang Menggunakan Satuan Baku Terstandar

Keakuratan dalam Pengukuran Panjang merupakan aspek krusial dalam sains, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan satuan tidak baku seperti jengkal atau depa yang bersifat subjektif, penggunaan satuan baku seperti milimeter (mm), centimeter (cm), dan meter (m) menjamin data yang konsisten dan terukur secara internasional. Dalam praktiknya, pemilihan alat ukur seperti penggaris untuk objek kecil seperti pensil atau meteran untuk dimensi besar seperti pintu sangat menentukan presisi hasil akhir.

Konversi satuan juga menjadi bagian integral dalam metrologi. Memahami bahwa $1\text{ meter} = 100\text{ cm}$ atau $30\text{ cm} = 3\text{ dm}$ memungkinkan kita melakukan kalkulasi teknis yang lebih kompleks. Misalnya, jika sebuah tali sepanjang $2\text{ m}$ dibagi secara simetris, maka setiap bagian akan memiliki panjang $100\text{ cm}$. Dengan menguasai teknik pengukuran dan konversi ini, kita dapat memastikan setiap proyek konstruksi maupun kebutuhan rumah tangga memenuhi standar akurasi yang diharapkan.

Pertanyaan 3 ID: #293

1 meter sama dengan…

BACAAN / STIMULUS

Metrologi Dasar: Optimasi Pengukuran Panjang Menggunakan Satuan Baku Terstandar

Keakuratan dalam Pengukuran Panjang merupakan aspek krusial dalam sains, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan satuan tidak baku seperti jengkal atau depa yang bersifat subjektif, penggunaan satuan baku seperti milimeter (mm), centimeter (cm), dan meter (m) menjamin data yang konsisten dan terukur secara internasional. Dalam praktiknya, pemilihan alat ukur seperti penggaris untuk objek kecil seperti pensil atau meteran untuk dimensi besar seperti pintu sangat menentukan presisi hasil akhir.

Konversi satuan juga menjadi bagian integral dalam metrologi. Memahami bahwa $1\text{ meter} = 100\text{ cm}$ atau $30\text{ cm} = 3\text{ dm}$ memungkinkan kita melakukan kalkulasi teknis yang lebih kompleks. Misalnya, jika sebuah tali sepanjang $2\text{ m}$ dibagi secara simetris, maka setiap bagian akan memiliki panjang $100\text{ cm}$. Dengan menguasai teknik pengukuran dan konversi ini, kita dapat memastikan setiap proyek konstruksi maupun kebutuhan rumah tangga memenuhi standar akurasi yang diharapkan.

Pertanyaan 4 ID: #294

Jika panjang meja 120 cm, maka panjang meja tersebut adalah…

BACAAN / STIMULUS

Metrologi Dasar: Optimasi Pengukuran Panjang Menggunakan Satuan Baku Terstandar

Keakuratan dalam Pengukuran Panjang merupakan aspek krusial dalam sains, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan satuan tidak baku seperti jengkal atau depa yang bersifat subjektif, penggunaan satuan baku seperti milimeter (mm), centimeter (cm), dan meter (m) menjamin data yang konsisten dan terukur secara internasional. Dalam praktiknya, pemilihan alat ukur seperti penggaris untuk objek kecil seperti pensil atau meteran untuk dimensi besar seperti pintu sangat menentukan presisi hasil akhir.

Konversi satuan juga menjadi bagian integral dalam metrologi. Memahami bahwa $1\text{ meter} = 100\text{ cm}$ atau $30\text{ cm} = 3\text{ dm}$ memungkinkan kita melakukan kalkulasi teknis yang lebih kompleks. Misalnya, jika sebuah tali sepanjang $2\text{ m}$ dibagi secara simetris, maka setiap bagian akan memiliki panjang $100\text{ cm}$. Dengan menguasai teknik pengukuran dan konversi ini, kita dapat memastikan setiap proyek konstruksi maupun kebutuhan rumah tangga memenuhi standar akurasi yang diharapkan.

Pertanyaan 5 ID: #295

Alat yang paling tepat untuk mengukur tinggi pintu adalah…

BACAAN / STIMULUS

Metrologi Dasar: Optimasi Pengukuran Panjang Menggunakan Satuan Baku Terstandar

Keakuratan dalam Pengukuran Panjang merupakan aspek krusial dalam sains, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan satuan tidak baku seperti jengkal atau depa yang bersifat subjektif, penggunaan satuan baku seperti milimeter (mm), centimeter (cm), dan meter (m) menjamin data yang konsisten dan terukur secara internasional. Dalam praktiknya, pemilihan alat ukur seperti penggaris untuk objek kecil seperti pensil atau meteran untuk dimensi besar seperti pintu sangat menentukan presisi hasil akhir.

Konversi satuan juga menjadi bagian integral dalam metrologi. Memahami bahwa $1\text{ meter} = 100\text{ cm}$ atau $30\text{ cm} = 3\text{ dm}$ memungkinkan kita melakukan kalkulasi teknis yang lebih kompleks. Misalnya, jika sebuah tali sepanjang $2\text{ m}$ dibagi secara simetris, maka setiap bagian akan memiliki panjang $100\text{ cm}$. Dengan menguasai teknik pengukuran dan konversi ini, kita dapat memastikan setiap proyek konstruksi maupun kebutuhan rumah tangga memenuhi standar akurasi yang diharapkan.

Pertanyaan 6 ID: #296

Jika sebuah penggaris memiliki panjang 30 cm, maka panjang penggaris tersebut sama dengan…

BACAAN / STIMULUS

Metrologi Dasar: Optimasi Pengukuran Panjang Menggunakan Satuan Baku Terstandar

Keakuratan dalam Pengukuran Panjang merupakan aspek krusial dalam sains, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan satuan tidak baku seperti jengkal atau depa yang bersifat subjektif, penggunaan satuan baku seperti milimeter (mm), centimeter (cm), dan meter (m) menjamin data yang konsisten dan terukur secara internasional. Dalam praktiknya, pemilihan alat ukur seperti penggaris untuk objek kecil seperti pensil atau meteran untuk dimensi besar seperti pintu sangat menentukan presisi hasil akhir.

Konversi satuan juga menjadi bagian integral dalam metrologi. Memahami bahwa $1\text{ meter} = 100\text{ cm}$ atau $30\text{ cm} = 3\text{ dm}$ memungkinkan kita melakukan kalkulasi teknis yang lebih kompleks. Misalnya, jika sebuah tali sepanjang $2\text{ m}$ dibagi secara simetris, maka setiap bagian akan memiliki panjang $100\text{ cm}$. Dengan menguasai teknik pengukuran dan konversi ini, kita dapat memastikan setiap proyek konstruksi maupun kebutuhan rumah tangga memenuhi standar akurasi yang diharapkan.

Pertanyaan 7 ID: #297

Ukuran tinggi badan manusia biasanya dinyatakan dalam satuan…

BACAAN / STIMULUS

Metrologi Dasar: Optimasi Pengukuran Panjang Menggunakan Satuan Baku Terstandar

Keakuratan dalam Pengukuran Panjang merupakan aspek krusial dalam sains, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan satuan tidak baku seperti jengkal atau depa yang bersifat subjektif, penggunaan satuan baku seperti milimeter (mm), centimeter (cm), dan meter (m) menjamin data yang konsisten dan terukur secara internasional. Dalam praktiknya, pemilihan alat ukur seperti penggaris untuk objek kecil seperti pensil atau meteran untuk dimensi besar seperti pintu sangat menentukan presisi hasil akhir.

Konversi satuan juga menjadi bagian integral dalam metrologi. Memahami bahwa $1\text{ meter} = 100\text{ cm}$ atau $30\text{ cm} = 3\text{ dm}$ memungkinkan kita melakukan kalkulasi teknis yang lebih kompleks. Misalnya, jika sebuah tali sepanjang $2\text{ m}$ dibagi secara simetris, maka setiap bagian akan memiliki panjang $100\text{ cm}$. Dengan menguasai teknik pengukuran dan konversi ini, kita dapat memastikan setiap proyek konstruksi maupun kebutuhan rumah tangga memenuhi standar akurasi yang diharapkan.

Pertanyaan 8 ID: #298

Sebuah tali memiliki panjang 2 meter. Jika dipotong menjadi dua bagian sama panjang, maka panjang masing-masing tali adalah…

BACAAN / STIMULUS

Metrologi Dasar: Optimasi Pengukuran Panjang Menggunakan Satuan Baku Terstandar

Keakuratan dalam Pengukuran Panjang merupakan aspek krusial dalam sains, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan satuan tidak baku seperti jengkal atau depa yang bersifat subjektif, penggunaan satuan baku seperti milimeter (mm), centimeter (cm), dan meter (m) menjamin data yang konsisten dan terukur secara internasional. Dalam praktiknya, pemilihan alat ukur seperti penggaris untuk objek kecil seperti pensil atau meteran untuk dimensi besar seperti pintu sangat menentukan presisi hasil akhir.

Konversi satuan juga menjadi bagian integral dalam metrologi. Memahami bahwa $1\text{ meter} = 100\text{ cm}$ atau $30\text{ cm} = 3\text{ dm}$ memungkinkan kita melakukan kalkulasi teknis yang lebih kompleks. Misalnya, jika sebuah tali sepanjang $2\text{ m}$ dibagi secara simetris, maka setiap bagian akan memiliki panjang $100\text{ cm}$. Dengan menguasai teknik pengukuran dan konversi ini, kita dapat memastikan setiap proyek konstruksi maupun kebutuhan rumah tangga memenuhi standar akurasi yang diharapkan.

Pertanyaan 9 ID: #299

Lebar papan tulis di kelas adalah 2 meter. Jika diubah ke centimeter, maka panjangnya adalah…

BACAAN / STIMULUS

Metrologi Dasar: Optimasi Pengukuran Panjang Menggunakan Satuan Baku Terstandar

Keakuratan dalam Pengukuran Panjang merupakan aspek krusial dalam sains, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan satuan tidak baku seperti jengkal atau depa yang bersifat subjektif, penggunaan satuan baku seperti milimeter (mm), centimeter (cm), dan meter (m) menjamin data yang konsisten dan terukur secara internasional. Dalam praktiknya, pemilihan alat ukur seperti penggaris untuk objek kecil seperti pensil atau meteran untuk dimensi besar seperti pintu sangat menentukan presisi hasil akhir.

Konversi satuan juga menjadi bagian integral dalam metrologi. Memahami bahwa $1\text{ meter} = 100\text{ cm}$ atau $30\text{ cm} = 3\text{ dm}$ memungkinkan kita melakukan kalkulasi teknis yang lebih kompleks. Misalnya, jika sebuah tali sepanjang $2\text{ m}$ dibagi secara simetris, maka setiap bagian akan memiliki panjang $100\text{ cm}$. Dengan menguasai teknik pengukuran dan konversi ini, kita dapat memastikan setiap proyek konstruksi maupun kebutuhan rumah tangga memenuhi standar akurasi yang diharapkan.

Pertanyaan 10 ID: #300

Satuan terkecil berikut yang digunakan untuk mengukur panjang adalah…

Pertanyaan 11 ID: #1331

Seorang tukang kayu memiliki dua potong papan. Panjang papan pertama adalah 5 meter dan papan kedua adalah 300 cm. Jika kedua papan disambung, pernyataan: Panjang total papan adalah 800 cm. Tentukan benar atau salah.

1. Panjang total papan adalah 800 cm.

2. Panjang total papan adalah 305 cm.

3. Panjang total papan adalah 80 cm.

Pertanyaan 12 ID: #1332

Sinta memiliki pita sepanjang 2 meter. Dia menggunakan 50 cm untuk menghias kado. Pernyataan: Sisa pita Sinta adalah 150 cm. Tentukan benar atau salah.

1. Sisa pita Sinta adalah 150 cm.

2. Sisa pita Sinta adalah 250 cm.

3. Sisa pita Sinta adalah 100 cm.

Pertanyaan 13 ID: #1333

Jarak antara rumah Rina dan sekolah adalah 2 km. Jika setiap hari Rina berjalan kaki pulang-pergi, pernyataan: Dalam satu minggu (5 hari sekolah), Rina berjalan sejauh 20.000 meter. Tentukan benar atau salah.

1. Dalam satu minggu (5 hari sekolah), Rina berjalan sejauh 20.000 meter.

2. Dalam satu minggu (5 hari sekolah), Rina berjalan sejauh 10.000 meter.

3. Dalam satu minggu (5 hari sekolah), Rina berjalan sejauh 5.000 meter.

Pertanyaan 14 ID: #1334

Sebuah tali memiliki panjang 550 cm. Tali tersebut disambung dengan tali lain yang panjangnya 2,5 meter. Pernyataan: Panjang total kedua tali adalah 8 meter. Tentukan benar atau salah.

1. Panjang total kedua tali adalah 8 meter.

2. Panjang total kedua tali adalah 7 meter.

3. Panjang total kedua tali adalah 8,5 meter.

Pertanyaan 15 ID: #1335

Sebuah pipa air memiliki panjang 15 dm. Pipa tersebut dipotong menjadi 3 bagian sama panjang. Pernyataan: Panjang setiap potong pipa adalah 50 cm. Tentukan benar atau salah.

1. Panjang setiap potong pipa adalah 50 cm.

2. Panjang setiap potong pipa adalah 15 cm.

3. Panjang setiap potong pipa adalah 5 cm.

Pertanyaan 16 ID: #1336

Tinggi tiang bendera adalah 5 meter. Tiang bendera tersebut akan dipasang lampu hias yang dimulai 150 cm dari bawah. Pernyataan: Jarak dari lampu hias ke ujung atas tiang adalah 3,5 meter. Tentukan benar atau salah.

1. Jarak dari lampu hias ke ujung atas tiang adalah 3,5 meter.

2. Jarak dari lampu hias ke ujung atas tiang adalah 4,5 meter.

3. Jarak dari lampu hias ke ujung atas tiang adalah 2 meter.

Pertanyaan 17 ID: #1337

Sebuah mobil menempuh jarak 12 km. Setelah 8.000 meter, mobil tersebut berhenti. Pernyataan: Sisa jarak yang harus ditempuh mobil adalah 4.000 meter. Tentukan benar atau salah.

1. Sisa jarak yang harus ditempuh mobil adalah 4.000 meter.

2. Sisa jarak yang harus ditempuh mobil adalah 2.000 meter.

3. Sisa jarak yang harus ditempuh mobil adalah 3.000 meter.

Pertanyaan 18 ID: #1338

Seorang pelari menempuh jarak 500 meter setiap hari. Pernyataan: Dalam 10 hari, pelari tersebut telah menempuh jarak 5 km. Tentukan benar atau salah.

1. Dalam 10 hari, pelari tersebut telah menempuh jarak 5 km.

2. Dalam 10 hari, pelari tersebut telah menempuh jarak 500 meter.

3. Dalam 10 hari, pelari tersebut telah menempuh jarak 10 km.

Pertanyaan 19 ID: #1339

Panjang sebuah meja adalah 120 cm. Jika Andi mengukur meja dengan penggaris 30 cm, pernyataan: Andi harus mengukur sebanyak 4 kali untuk mengetahui panjang meja tersebut. Tentukan benar atau salah.

1. Andi harus mengukur sebanyak 4 kali untuk mengetahui panjang meja tersebut.

2. Andi harus mengukur sebanyak 3 kali untuk mengetahui panjang meja tersebut.

3. Andi harus mengukur sebanyak 5 kali untuk mengetahui panjang meja tersebut.

Pertanyaan 20 ID: #1340

Terdapat tiga tali dengan panjang berbeda. Tali pertama 150 cm, tali kedua 2 meter, dan tali ketiga 1.000 mm. Pernyataan: Jika ketiga tali disambung, panjang totalnya adalah 4,5 meter. Tentukan benar atau salah.

1. Jika ketiga tali disambung, panjang totalnya adalah 4,5 meter.

2. Jika ketiga tali disambung, panjang totalnya adalah 4,0 meter.

3. Jika ketiga tali disambung, panjang totalnya adalah 3,5 meter.