Menyimpan...
30:00
Soal 1/20
Matematika - Teori Bilangan Maju Implementasi Kpk Dan Fpb Dalam Sinkronisasi Sistem
BACAAN / STIMULUS

Teori Bilangan Maju: Implementasi KPK dan FPB dalam Sinkronisasi Sistem

Dalam arsitektur sistem dan manajemen waktu, pemahaman terhadap Teori Bilangan seperti Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) merupakan pilar utama dalam mencapai efisiensi. Kelipatan persekutuan, misalnya pada angka 6 dan 8 atau koordinasi temporal antara 9 dan 12, digunakan untuk menentukan titik temu atau sinkronisasi dua kejadian yang berulang secara periodik.

Implementasi riil dari KPK dapat ditemukan pada sinkronisasi lampu sinyal yang berkedip setiap 15 dan 20 detik, atau koordinasi gerak motorik seperti loncatan Ani (4 detik) dan Budi (6 detik) untuk menemukan interval pertemuan yang presisi. Di sisi lain, FPB memainkan peran vital dalam optimasi distribusi sumber daya. Menemukan faktor persekutuan terbesar dari nilai seperti 24 dan 36, atau identifikasi pembagi terbesar pada kelompok angka 18, 24, dan 30, memungkinkan alokasi aset yang adil dan maksimal tanpa sisa.

Melalui penguasaan kalkulasi bilangan asli, termasuk hubungan prima antara 5 dan 7 serta analisis faktor pada angka 42 dan 56, siswa dipersiapkan untuk memecahkan masalah kompleks yang menuntut logika keterbagian dan interval waktu yang akurat.

Pertanyaan 1 ID: #261

Kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 8 adalah…

BACAAN / STIMULUS

Teori Bilangan Maju: Implementasi KPK dan FPB dalam Sinkronisasi Sistem

Dalam arsitektur sistem dan manajemen waktu, pemahaman terhadap Teori Bilangan seperti Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) merupakan pilar utama dalam mencapai efisiensi. Kelipatan persekutuan, misalnya pada angka 6 dan 8 atau koordinasi temporal antara 9 dan 12, digunakan untuk menentukan titik temu atau sinkronisasi dua kejadian yang berulang secara periodik.

Implementasi riil dari KPK dapat ditemukan pada sinkronisasi lampu sinyal yang berkedip setiap 15 dan 20 detik, atau koordinasi gerak motorik seperti loncatan Ani (4 detik) dan Budi (6 detik) untuk menemukan interval pertemuan yang presisi. Di sisi lain, FPB memainkan peran vital dalam optimasi distribusi sumber daya. Menemukan faktor persekutuan terbesar dari nilai seperti 24 dan 36, atau identifikasi pembagi terbesar pada kelompok angka 18, 24, dan 30, memungkinkan alokasi aset yang adil dan maksimal tanpa sisa.

Melalui penguasaan kalkulasi bilangan asli, termasuk hubungan prima antara 5 dan 7 serta analisis faktor pada angka 42 dan 56, siswa dipersiapkan untuk memecahkan masalah kompleks yang menuntut logika keterbagian dan interval waktu yang akurat.

Pertanyaan 2 ID: #262

Faktor persekutuan terbesar dari 24 dan 36 adalah…

BACAAN / STIMULUS

Teori Bilangan Maju: Implementasi KPK dan FPB dalam Sinkronisasi Sistem

Dalam arsitektur sistem dan manajemen waktu, pemahaman terhadap Teori Bilangan seperti Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) merupakan pilar utama dalam mencapai efisiensi. Kelipatan persekutuan, misalnya pada angka 6 dan 8 atau koordinasi temporal antara 9 dan 12, digunakan untuk menentukan titik temu atau sinkronisasi dua kejadian yang berulang secara periodik.

Implementasi riil dari KPK dapat ditemukan pada sinkronisasi lampu sinyal yang berkedip setiap 15 dan 20 detik, atau koordinasi gerak motorik seperti loncatan Ani (4 detik) dan Budi (6 detik) untuk menemukan interval pertemuan yang presisi. Di sisi lain, FPB memainkan peran vital dalam optimasi distribusi sumber daya. Menemukan faktor persekutuan terbesar dari nilai seperti 24 dan 36, atau identifikasi pembagi terbesar pada kelompok angka 18, 24, dan 30, memungkinkan alokasi aset yang adil dan maksimal tanpa sisa.

Melalui penguasaan kalkulasi bilangan asli, termasuk hubungan prima antara 5 dan 7 serta analisis faktor pada angka 42 dan 56, siswa dipersiapkan untuk memecahkan masalah kompleks yang menuntut logika keterbagian dan interval waktu yang akurat.

Pertanyaan 3 ID: #263

Jika Ani melompat setiap 4 detik dan Budi setiap 6 detik, mereka akan melompat bersamaan setiap…

BACAAN / STIMULUS

Teori Bilangan Maju: Implementasi KPK dan FPB dalam Sinkronisasi Sistem

Dalam arsitektur sistem dan manajemen waktu, pemahaman terhadap Teori Bilangan seperti Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) merupakan pilar utama dalam mencapai efisiensi. Kelipatan persekutuan, misalnya pada angka 6 dan 8 atau koordinasi temporal antara 9 dan 12, digunakan untuk menentukan titik temu atau sinkronisasi dua kejadian yang berulang secara periodik.

Implementasi riil dari KPK dapat ditemukan pada sinkronisasi lampu sinyal yang berkedip setiap 15 dan 20 detik, atau koordinasi gerak motorik seperti loncatan Ani (4 detik) dan Budi (6 detik) untuk menemukan interval pertemuan yang presisi. Di sisi lain, FPB memainkan peran vital dalam optimasi distribusi sumber daya. Menemukan faktor persekutuan terbesar dari nilai seperti 24 dan 36, atau identifikasi pembagi terbesar pada kelompok angka 18, 24, dan 30, memungkinkan alokasi aset yang adil dan maksimal tanpa sisa.

Melalui penguasaan kalkulasi bilangan asli, termasuk hubungan prima antara 5 dan 7 serta analisis faktor pada angka 42 dan 56, siswa dipersiapkan untuk memecahkan masalah kompleks yang menuntut logika keterbagian dan interval waktu yang akurat.

Pertanyaan 4 ID: #264

FPB dari 18, 24, dan 30 adalah…

BACAAN / STIMULUS

Teori Bilangan Maju: Implementasi KPK dan FPB dalam Sinkronisasi Sistem

Dalam arsitektur sistem dan manajemen waktu, pemahaman terhadap Teori Bilangan seperti Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) merupakan pilar utama dalam mencapai efisiensi. Kelipatan persekutuan, misalnya pada angka 6 dan 8 atau koordinasi temporal antara 9 dan 12, digunakan untuk menentukan titik temu atau sinkronisasi dua kejadian yang berulang secara periodik.

Implementasi riil dari KPK dapat ditemukan pada sinkronisasi lampu sinyal yang berkedip setiap 15 dan 20 detik, atau koordinasi gerak motorik seperti loncatan Ani (4 detik) dan Budi (6 detik) untuk menemukan interval pertemuan yang presisi. Di sisi lain, FPB memainkan peran vital dalam optimasi distribusi sumber daya. Menemukan faktor persekutuan terbesar dari nilai seperti 24 dan 36, atau identifikasi pembagi terbesar pada kelompok angka 18, 24, dan 30, memungkinkan alokasi aset yang adil dan maksimal tanpa sisa.

Melalui penguasaan kalkulasi bilangan asli, termasuk hubungan prima antara 5 dan 7 serta analisis faktor pada angka 42 dan 56, siswa dipersiapkan untuk memecahkan masalah kompleks yang menuntut logika keterbagian dan interval waktu yang akurat.

Pertanyaan 5 ID: #265

KPK dari 5 dan 7 adalah…

BACAAN / STIMULUS

Teori Bilangan Maju: Implementasi KPK dan FPB dalam Sinkronisasi Sistem

Dalam arsitektur sistem dan manajemen waktu, pemahaman terhadap Teori Bilangan seperti Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) merupakan pilar utama dalam mencapai efisiensi. Kelipatan persekutuan, misalnya pada angka 6 dan 8 atau koordinasi temporal antara 9 dan 12, digunakan untuk menentukan titik temu atau sinkronisasi dua kejadian yang berulang secara periodik.

Implementasi riil dari KPK dapat ditemukan pada sinkronisasi lampu sinyal yang berkedip setiap 15 dan 20 detik, atau koordinasi gerak motorik seperti loncatan Ani (4 detik) dan Budi (6 detik) untuk menemukan interval pertemuan yang presisi. Di sisi lain, FPB memainkan peran vital dalam optimasi distribusi sumber daya. Menemukan faktor persekutuan terbesar dari nilai seperti 24 dan 36, atau identifikasi pembagi terbesar pada kelompok angka 18, 24, dan 30, memungkinkan alokasi aset yang adil dan maksimal tanpa sisa.

Melalui penguasaan kalkulasi bilangan asli, termasuk hubungan prima antara 5 dan 7 serta analisis faktor pada angka 42 dan 56, siswa dipersiapkan untuk memecahkan masalah kompleks yang menuntut logika keterbagian dan interval waktu yang akurat.

Pertanyaan 6 ID: #266

Faktor persekutuan terbesar dari 42 dan 56 adalah…

BACAAN / STIMULUS

Teori Bilangan Maju: Implementasi KPK dan FPB dalam Sinkronisasi Sistem

Dalam arsitektur sistem dan manajemen waktu, pemahaman terhadap Teori Bilangan seperti Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) merupakan pilar utama dalam mencapai efisiensi. Kelipatan persekutuan, misalnya pada angka 6 dan 8 atau koordinasi temporal antara 9 dan 12, digunakan untuk menentukan titik temu atau sinkronisasi dua kejadian yang berulang secara periodik.

Implementasi riil dari KPK dapat ditemukan pada sinkronisasi lampu sinyal yang berkedip setiap 15 dan 20 detik, atau koordinasi gerak motorik seperti loncatan Ani (4 detik) dan Budi (6 detik) untuk menemukan interval pertemuan yang presisi. Di sisi lain, FPB memainkan peran vital dalam optimasi distribusi sumber daya. Menemukan faktor persekutuan terbesar dari nilai seperti 24 dan 36, atau identifikasi pembagi terbesar pada kelompok angka 18, 24, dan 30, memungkinkan alokasi aset yang adil dan maksimal tanpa sisa.

Melalui penguasaan kalkulasi bilangan asli, termasuk hubungan prima antara 5 dan 7 serta analisis faktor pada angka 42 dan 56, siswa dipersiapkan untuk memecahkan masalah kompleks yang menuntut logika keterbagian dan interval waktu yang akurat.

Pertanyaan 7 ID: #267

Kelipatan persekutuan terkecil dari 9 dan 12 adalah…

BACAAN / STIMULUS

Teori Bilangan Maju: Implementasi KPK dan FPB dalam Sinkronisasi Sistem

Dalam arsitektur sistem dan manajemen waktu, pemahaman terhadap Teori Bilangan seperti Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) merupakan pilar utama dalam mencapai efisiensi. Kelipatan persekutuan, misalnya pada angka 6 dan 8 atau koordinasi temporal antara 9 dan 12, digunakan untuk menentukan titik temu atau sinkronisasi dua kejadian yang berulang secara periodik.

Implementasi riil dari KPK dapat ditemukan pada sinkronisasi lampu sinyal yang berkedip setiap 15 dan 20 detik, atau koordinasi gerak motorik seperti loncatan Ani (4 detik) dan Budi (6 detik) untuk menemukan interval pertemuan yang presisi. Di sisi lain, FPB memainkan peran vital dalam optimasi distribusi sumber daya. Menemukan faktor persekutuan terbesar dari nilai seperti 24 dan 36, atau identifikasi pembagi terbesar pada kelompok angka 18, 24, dan 30, memungkinkan alokasi aset yang adil dan maksimal tanpa sisa.

Melalui penguasaan kalkulasi bilangan asli, termasuk hubungan prima antara 5 dan 7 serta analisis faktor pada angka 42 dan 56, siswa dipersiapkan untuk memecahkan masalah kompleks yang menuntut logika keterbagian dan interval waktu yang akurat.

Pertanyaan 8 ID: #268

Jika sebuah lampu berkedip setiap 15 detik dan lampu lain setiap 20 detik, maka keduanya akan berkedip bersama setiap…

BACAAN / STIMULUS

Teori Bilangan Maju: Implementasi KPK dan FPB dalam Sinkronisasi Sistem

Dalam arsitektur sistem dan manajemen waktu, pemahaman terhadap Teori Bilangan seperti Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) merupakan pilar utama dalam mencapai efisiensi. Kelipatan persekutuan, misalnya pada angka 6 dan 8 atau koordinasi temporal antara 9 dan 12, digunakan untuk menentukan titik temu atau sinkronisasi dua kejadian yang berulang secara periodik.

Implementasi riil dari KPK dapat ditemukan pada sinkronisasi lampu sinyal yang berkedip setiap 15 dan 20 detik, atau koordinasi gerak motorik seperti loncatan Ani (4 detik) dan Budi (6 detik) untuk menemukan interval pertemuan yang presisi. Di sisi lain, FPB memainkan peran vital dalam optimasi distribusi sumber daya. Menemukan faktor persekutuan terbesar dari nilai seperti 24 dan 36, atau identifikasi pembagi terbesar pada kelompok angka 18, 24, dan 30, memungkinkan alokasi aset yang adil dan maksimal tanpa sisa.

Melalui penguasaan kalkulasi bilangan asli, termasuk hubungan prima antara 5 dan 7 serta analisis faktor pada angka 42 dan 56, siswa dipersiapkan untuk memecahkan masalah kompleks yang menuntut logika keterbagian dan interval waktu yang akurat.

Pertanyaan 9 ID: #269

FPB dari 48 dan 60 adalah…

BACAAN / STIMULUS

Teori Bilangan Maju: Implementasi KPK dan FPB dalam Sinkronisasi Sistem

Dalam arsitektur sistem dan manajemen waktu, pemahaman terhadap Teori Bilangan seperti Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) merupakan pilar utama dalam mencapai efisiensi. Kelipatan persekutuan, misalnya pada angka 6 dan 8 atau koordinasi temporal antara 9 dan 12, digunakan untuk menentukan titik temu atau sinkronisasi dua kejadian yang berulang secara periodik.

Implementasi riil dari KPK dapat ditemukan pada sinkronisasi lampu sinyal yang berkedip setiap 15 dan 20 detik, atau koordinasi gerak motorik seperti loncatan Ani (4 detik) dan Budi (6 detik) untuk menemukan interval pertemuan yang presisi. Di sisi lain, FPB memainkan peran vital dalam optimasi distribusi sumber daya. Menemukan faktor persekutuan terbesar dari nilai seperti 24 dan 36, atau identifikasi pembagi terbesar pada kelompok angka 18, 24, dan 30, memungkinkan alokasi aset yang adil dan maksimal tanpa sisa.

Melalui penguasaan kalkulasi bilangan asli, termasuk hubungan prima antara 5 dan 7 serta analisis faktor pada angka 42 dan 56, siswa dipersiapkan untuk memecahkan masalah kompleks yang menuntut logika keterbagian dan interval waktu yang akurat.

Pertanyaan 10 ID: #270

KPK dari 12, 15, dan 20 adalah…

Pertanyaan 11 ID: #1301

Sebuah bus A berangkat dari terminal setiap 15 menit, sedangkan bus B setiap 20 menit. Kedua bus berangkat bersamaan pada pukul 08.00 pagi. Pernyataan: Kedua bus akan berangkat bersamaan lagi pada pukul 09.00 pagi. Tentukan benar atau salah.

1. Kedua bus akan berangkat bersamaan lagi pada pukul 09.00 pagi.

2. Kedua bus akan berangkat bersamaan lagi pada pukul 08.30 pagi.

3. Kedua bus akan berangkat bersamaan lagi pada pukul 08.45 pagi.

Pertanyaan 12 ID: #1302

Seorang pedagang memiliki 48 buah mangga dan 72 buah apel. Buah-buah tersebut akan dimasukkan ke dalam keranjang-keranjang dengan jumlah mangga dan apel yang sama banyak di setiap keranjang. Pernyataan: Jumlah keranjang terbanyak yang bisa dibuat pedagang adalah 24 keranjang. Tentukan benar atau salah.

1. Jumlah keranjang terbanyak yang bisa dibuat pedagang adalah 24 keranjang.

2. Jumlah keranjang terbanyak yang bisa dibuat pedagang adalah 12 keranjang.

3. Jumlah keranjang terbanyak yang bisa dibuat pedagang adalah 18 keranjang.

Pertanyaan 13 ID: #1303

Lampu A menyala setiap 8 detik, lampu B setiap 12 detik, dan lampu C setiap 16 detik. Jika ketiga lampu menyala bersamaan pada pukul 10.00, pernyataan: Lampu akan menyala bersamaan lagi 48 detik setelahnya. Tentukan benar atau salah.

1. Lampu akan menyala bersamaan lagi 48 detik setelahnya.

2. Lampu akan menyala bersamaan lagi 24 detik setelahnya.

3. Lampu akan menyala bersamaan lagi 16 detik setelahnya.

Pertanyaan 14 ID: #1304

Sebuah taman berukuran 18 m x 24 m akan ditanami pohon dengan jarak yang sama antar pohon. Jarak pohon harus merupakan bilangan asli. Pernyataan: Jarak maksimal antar pohon agar jumlah pohon minimal adalah 6 meter. Tentukan benar atau salah.

1. Jarak maksimal antar pohon agar jumlah pohon minimal adalah 6 meter.

2. Jarak maksimal antar pohon agar jumlah pohon minimal adalah 3 meter.

3. Jarak maksimal antar pohon agar jumlah pohon minimal adalah 12 meter.

Pertanyaan 15 ID: #1305

Tiga orang pelari berlari di lintasan yang sama. Pelari A menyelesaikan 1 putaran dalam 6 menit, pelari B dalam 9 menit, dan pelari C dalam 12 menit. Jika mereka mulai bersamaan, pernyataan: Mereka akan bertemu lagi di titik awal setelah 36 menit. Tentukan benar atau salah.

1. Mereka akan bertemu lagi di titik awal setelah 36 menit.

2. Mereka akan bertemu lagi di titik awal setelah 24 menit.

3. Mereka akan bertemu lagi di titik awal setelah 12 menit.

Pertanyaan 16 ID: #1306

Ibu memiliki 36 kue cokelat dan 45 kue keju. Kue-kue tersebut akan dimasukkan ke dalam kotak-kotak dengan jumlah kue cokelat dan kue keju yang sama di setiap kotak. Pernyataan: Jumlah kue cokelat dan kue keju di setiap kotak adalah 9 kue. Tentukan benar atau salah.

1. Jumlah kue cokelat dan kue keju di setiap kotak adalah 9 kue.

2. Jumlah kue cokelat dan kue keju di setiap kotak adalah 3 kue.

3. Jumlah kue cokelat dan kue keju di setiap kotak adalah 12 kue.

Pertanyaan 17 ID: #1307

Dua buah roda gigi berputar. Roda gigi kecil memiliki 15 gigi dan roda gigi besar memiliki 20 gigi. Pernyataan: Roda gigi kecil harus berputar 4 kali agar kedua roda gigi kembali ke posisi awal. Tentukan benar atau salah.

1. Roda gigi kecil harus berputar 4 kali agar kedua roda gigi kembali ke posisi awal.

2. Roda gigi kecil harus berputar 5 kali agar kedua roda gigi kembali ke posisi awal.

3. Roda gigi kecil harus berputar 3 kali agar kedua roda gigi kembali ke posisi awal.

Pertanyaan 18 ID: #1308

Seorang petani ingin memagari kebunnya yang berbentuk persegi panjang dengan panjang 60 m dan lebar 45 m. Tiang pagar akan dipasang di setiap sudut dan memiliki jarak yang sama. Pernyataan: Jumlah tiang pagar minimal yang dibutuhkan adalah 14 tiang. Tentukan benar atau salah.

1. Jumlah tiang pagar minimal yang dibutuhkan adalah 14 tiang.

2. Jumlah tiang pagar minimal yang dibutuhkan adalah 20 tiang.

3. Jumlah tiang pagar minimal yang dibutuhkan adalah 12 tiang.

Pertanyaan 19 ID: #1309

Dua pita berwarna merah dan hijau. Pita merah panjangnya 180 cm dan pita hijau 240 cm. Kedua pita dipotong menjadi potongan-potongan kecil dengan panjang yang sama dan maksimal. Pernyataan: Jumlah total potongan yang dihasilkan adalah 7 potong. Tentukan benar atau salah.

1. Jumlah total potongan yang dihasilkan adalah 7 potong.

2. Jumlah total potongan yang dihasilkan adalah 14 potong.

3. Jumlah total potongan yang dihasilkan adalah 10 potong.

Pertanyaan 20 ID: #1310

Tiga alarm berbunyi pada interval 6, 8, dan 10 menit. Jika ketiga alarm berbunyi bersamaan pada pukul 07.00, pernyataan: Ketiga alarm akan berbunyi bersamaan lagi pada pukul 08.00. Tentukan benar atau salah.

1. Ketiga alarm akan berbunyi bersamaan lagi pada pukul 08.00.

2. Ketiga alarm akan berbunyi bersamaan lagi pada pukul 07.30.

3. Ketiga alarm akan berbunyi bersamaan lagi pada pukul 07.45.