Menyimpan...
30:00
Soal 1/20
Matematika - Sinergi Numerasi Konvergensi Nilai Antara Pecahan
BACAAN / STIMULUS

Sinergi Numerasi: Konvergensi nilai antara Pecahan, Desimal, dan Persentase

Dalam ekosistem ekonomi modern dan aktivitas logistik harian, kemampuan untuk mengonversi berbagai format numerik merupakan kompetensi fundamental. Fenomena ini sering kita temui dalam representasi nilai yang bervariasi; misalnya, sebuah instrumen promosi yang menawarkan diskon 25% secara implisit mengharuskan konsumen memahami bahwa mereka berkewajiban menyelesaikan rekonsiliasi pembayaran sebesar 75% dari harga basis. Tanpa pemahaman yang presisi, interpretasi terhadap nilai ekonomi suatu barang dapat menjadi tidak akurat.

Transisi antar format ini mencakup tiga bentuk utama: pecahan biasa, angka desimal, dan persentase. Dalam konteks pengukuran volume, pengisian bahan bakar sebanyak 0,5 liter mencerminkan pemanfaatan kapasitas tangki sebesar $\frac{1}{2}$ dari total volume operasional. Mahasiswa atau siswa tingkat dasar harus menyadari bahwa secara matematis, nilai $\frac{1}{2}$, desimal $0,50$, dan besaran $50\%$ adalah representasi identik dari entitas nilai yang sama.

Lebih lanjut, penguasaan terhadap nilai-nilai standar seperti $\frac{1}{4}$ yang berkorespondensi dengan $25\%$ atau $0,25$, serta $\frac{3}{4}$ yang setara dengan $0,75$ atau $75\%$, sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan logis. Bahkan untuk rasio yang lebih kompleks seperti $\frac{3}{5}$ yang mencapai ambang batas $60\%$ atau $0,6$, dan $\frac{4}{5}$ yang merepresentasikan $0,8$ atau $80\%$. Melalui integrasi konsep konvergensi numerik ini, siswa dilatih untuk memiliki literasi finansial yang tangguh sejak dini.

Pertanyaan 1 ID: #231

Bentuk desimal dari 1/2 adalah…

BACAAN / STIMULUS

Sinergi Numerasi: Konvergensi nilai antara Pecahan, Desimal, dan Persentase

Dalam ekosistem ekonomi modern dan aktivitas logistik harian, kemampuan untuk mengonversi berbagai format numerik merupakan kompetensi fundamental. Fenomena ini sering kita temui dalam representasi nilai yang bervariasi; misalnya, sebuah instrumen promosi yang menawarkan diskon 25% secara implisit mengharuskan konsumen memahami bahwa mereka berkewajiban menyelesaikan rekonsiliasi pembayaran sebesar 75% dari harga basis. Tanpa pemahaman yang presisi, interpretasi terhadap nilai ekonomi suatu barang dapat menjadi tidak akurat.

Transisi antar format ini mencakup tiga bentuk utama: pecahan biasa, angka desimal, dan persentase. Dalam konteks pengukuran volume, pengisian bahan bakar sebanyak 0,5 liter mencerminkan pemanfaatan kapasitas tangki sebesar $\frac{1}{2}$ dari total volume operasional. Mahasiswa atau siswa tingkat dasar harus menyadari bahwa secara matematis, nilai $\frac{1}{2}$, desimal $0,50$, dan besaran $50\%$ adalah representasi identik dari entitas nilai yang sama.

Lebih lanjut, penguasaan terhadap nilai-nilai standar seperti $\frac{1}{4}$ yang berkorespondensi dengan $25\%$ atau $0,25$, serta $\frac{3}{4}$ yang setara dengan $0,75$ atau $75\%$, sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan logis. Bahkan untuk rasio yang lebih kompleks seperti $\frac{3}{5}$ yang mencapai ambang batas $60\%$ atau $0,6$, dan $\frac{4}{5}$ yang merepresentasikan $0,8$ atau $80\%$. Melalui integrasi konsep konvergensi numerik ini, siswa dilatih untuk memiliki literasi finansial yang tangguh sejak dini.

Pertanyaan 2 ID: #232

Bentuk persen dari 1/4 adalah…

BACAAN / STIMULUS

Sinergi Numerasi: Konvergensi nilai antara Pecahan, Desimal, dan Persentase

Dalam ekosistem ekonomi modern dan aktivitas logistik harian, kemampuan untuk mengonversi berbagai format numerik merupakan kompetensi fundamental. Fenomena ini sering kita temui dalam representasi nilai yang bervariasi; misalnya, sebuah instrumen promosi yang menawarkan diskon 25% secara implisit mengharuskan konsumen memahami bahwa mereka berkewajiban menyelesaikan rekonsiliasi pembayaran sebesar 75% dari harga basis. Tanpa pemahaman yang presisi, interpretasi terhadap nilai ekonomi suatu barang dapat menjadi tidak akurat.

Transisi antar format ini mencakup tiga bentuk utama: pecahan biasa, angka desimal, dan persentase. Dalam konteks pengukuran volume, pengisian bahan bakar sebanyak 0,5 liter mencerminkan pemanfaatan kapasitas tangki sebesar $\frac{1}{2}$ dari total volume operasional. Mahasiswa atau siswa tingkat dasar harus menyadari bahwa secara matematis, nilai $\frac{1}{2}$, desimal $0,50$, dan besaran $50\%$ adalah representasi identik dari entitas nilai yang sama.

Lebih lanjut, penguasaan terhadap nilai-nilai standar seperti $\frac{1}{4}$ yang berkorespondensi dengan $25\%$ atau $0,25$, serta $\frac{3}{4}$ yang setara dengan $0,75$ atau $75\%$, sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan logis. Bahkan untuk rasio yang lebih kompleks seperti $\frac{3}{5}$ yang mencapai ambang batas $60\%$ atau $0,6$, dan $\frac{4}{5}$ yang merepresentasikan $0,8$ atau $80\%$. Melalui integrasi konsep konvergensi numerik ini, siswa dilatih untuk memiliki literasi finansial yang tangguh sejak dini.

Pertanyaan 3 ID: #233

0,75 setara dengan pecahan…

BACAAN / STIMULUS

Sinergi Numerasi: Konvergensi nilai antara Pecahan, Desimal, dan Persentase

Dalam ekosistem ekonomi modern dan aktivitas logistik harian, kemampuan untuk mengonversi berbagai format numerik merupakan kompetensi fundamental. Fenomena ini sering kita temui dalam representasi nilai yang bervariasi; misalnya, sebuah instrumen promosi yang menawarkan diskon 25% secara implisit mengharuskan konsumen memahami bahwa mereka berkewajiban menyelesaikan rekonsiliasi pembayaran sebesar 75% dari harga basis. Tanpa pemahaman yang presisi, interpretasi terhadap nilai ekonomi suatu barang dapat menjadi tidak akurat.

Transisi antar format ini mencakup tiga bentuk utama: pecahan biasa, angka desimal, dan persentase. Dalam konteks pengukuran volume, pengisian bahan bakar sebanyak 0,5 liter mencerminkan pemanfaatan kapasitas tangki sebesar $\frac{1}{2}$ dari total volume operasional. Mahasiswa atau siswa tingkat dasar harus menyadari bahwa secara matematis, nilai $\frac{1}{2}$, desimal $0,50$, dan besaran $50\%$ adalah representasi identik dari entitas nilai yang sama.

Lebih lanjut, penguasaan terhadap nilai-nilai standar seperti $\frac{1}{4}$ yang berkorespondensi dengan $25\%$ atau $0,25$, serta $\frac{3}{4}$ yang setara dengan $0,75$ atau $75\%$, sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan logis. Bahkan untuk rasio yang lebih kompleks seperti $\frac{3}{5}$ yang mencapai ambang batas $60\%$ atau $0,6$, dan $\frac{4}{5}$ yang merepresentasikan $0,8$ atau $80\%$. Melalui integrasi konsep konvergensi numerik ini, siswa dilatih untuk memiliki literasi finansial yang tangguh sejak dini.

Pertanyaan 4 ID: #234

60% setara dengan pecahan…

BACAAN / STIMULUS

Sinergi Numerasi: Konvergensi nilai antara Pecahan, Desimal, dan Persentase

Dalam ekosistem ekonomi modern dan aktivitas logistik harian, kemampuan untuk mengonversi berbagai format numerik merupakan kompetensi fundamental. Fenomena ini sering kita temui dalam representasi nilai yang bervariasi; misalnya, sebuah instrumen promosi yang menawarkan diskon 25% secara implisit mengharuskan konsumen memahami bahwa mereka berkewajiban menyelesaikan rekonsiliasi pembayaran sebesar 75% dari harga basis. Tanpa pemahaman yang presisi, interpretasi terhadap nilai ekonomi suatu barang dapat menjadi tidak akurat.

Transisi antar format ini mencakup tiga bentuk utama: pecahan biasa, angka desimal, dan persentase. Dalam konteks pengukuran volume, pengisian bahan bakar sebanyak 0,5 liter mencerminkan pemanfaatan kapasitas tangki sebesar $\frac{1}{2}$ dari total volume operasional. Mahasiswa atau siswa tingkat dasar harus menyadari bahwa secara matematis, nilai $\frac{1}{2}$, desimal $0,50$, dan besaran $50\%$ adalah representasi identik dari entitas nilai yang sama.

Lebih lanjut, penguasaan terhadap nilai-nilai standar seperti $\frac{1}{4}$ yang berkorespondensi dengan $25\%$ atau $0,25$, serta $\frac{3}{4}$ yang setara dengan $0,75$ atau $75\%$, sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan logis. Bahkan untuk rasio yang lebih kompleks seperti $\frac{3}{5}$ yang mencapai ambang batas $60\%$ atau $0,6$, dan $\frac{4}{5}$ yang merepresentasikan $0,8$ atau $80\%$. Melalui integrasi konsep konvergensi numerik ini, siswa dilatih untuk memiliki literasi finansial yang tangguh sejak dini.

Pertanyaan 5 ID: #235

0,25 setara dengan persen…

BACAAN / STIMULUS

Sinergi Numerasi: Konvergensi nilai antara Pecahan, Desimal, dan Persentase

Dalam ekosistem ekonomi modern dan aktivitas logistik harian, kemampuan untuk mengonversi berbagai format numerik merupakan kompetensi fundamental. Fenomena ini sering kita temui dalam representasi nilai yang bervariasi; misalnya, sebuah instrumen promosi yang menawarkan diskon 25% secara implisit mengharuskan konsumen memahami bahwa mereka berkewajiban menyelesaikan rekonsiliasi pembayaran sebesar 75% dari harga basis. Tanpa pemahaman yang presisi, interpretasi terhadap nilai ekonomi suatu barang dapat menjadi tidak akurat.

Transisi antar format ini mencakup tiga bentuk utama: pecahan biasa, angka desimal, dan persentase. Dalam konteks pengukuran volume, pengisian bahan bakar sebanyak 0,5 liter mencerminkan pemanfaatan kapasitas tangki sebesar $\frac{1}{2}$ dari total volume operasional. Mahasiswa atau siswa tingkat dasar harus menyadari bahwa secara matematis, nilai $\frac{1}{2}$, desimal $0,50$, dan besaran $50\%$ adalah representasi identik dari entitas nilai yang sama.

Lebih lanjut, penguasaan terhadap nilai-nilai standar seperti $\frac{1}{4}$ yang berkorespondensi dengan $25\%$ atau $0,25$, serta $\frac{3}{4}$ yang setara dengan $0,75$ atau $75\%$, sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan logis. Bahkan untuk rasio yang lebih kompleks seperti $\frac{3}{5}$ yang mencapai ambang batas $60\%$ atau $0,6$, dan $\frac{4}{5}$ yang merepresentasikan $0,8$ atau $80\%$. Melalui integrasi konsep konvergensi numerik ini, siswa dilatih untuk memiliki literasi finansial yang tangguh sejak dini.

Pertanyaan 6 ID: #236

Manakah yang tidak senilai?

BACAAN / STIMULUS

Sinergi Numerasi: Konvergensi nilai antara Pecahan, Desimal, dan Persentase

Dalam ekosistem ekonomi modern dan aktivitas logistik harian, kemampuan untuk mengonversi berbagai format numerik merupakan kompetensi fundamental. Fenomena ini sering kita temui dalam representasi nilai yang bervariasi; misalnya, sebuah instrumen promosi yang menawarkan diskon 25% secara implisit mengharuskan konsumen memahami bahwa mereka berkewajiban menyelesaikan rekonsiliasi pembayaran sebesar 75% dari harga basis. Tanpa pemahaman yang presisi, interpretasi terhadap nilai ekonomi suatu barang dapat menjadi tidak akurat.

Transisi antar format ini mencakup tiga bentuk utama: pecahan biasa, angka desimal, dan persentase. Dalam konteks pengukuran volume, pengisian bahan bakar sebanyak 0,5 liter mencerminkan pemanfaatan kapasitas tangki sebesar $\frac{1}{2}$ dari total volume operasional. Mahasiswa atau siswa tingkat dasar harus menyadari bahwa secara matematis, nilai $\frac{1}{2}$, desimal $0,50$, dan besaran $50\%$ adalah representasi identik dari entitas nilai yang sama.

Lebih lanjut, penguasaan terhadap nilai-nilai standar seperti $\frac{1}{4}$ yang berkorespondensi dengan $25\%$ atau $0,25$, serta $\frac{3}{4}$ yang setara dengan $0,75$ atau $75\%$, sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan logis. Bahkan untuk rasio yang lebih kompleks seperti $\frac{3}{5}$ yang mencapai ambang batas $60\%$ atau $0,6$, dan $\frac{4}{5}$ yang merepresentasikan $0,8$ atau $80\%$. Melalui integrasi konsep konvergensi numerik ini, siswa dilatih untuk memiliki literasi finansial yang tangguh sejak dini.

Pertanyaan 7 ID: #237

Desimal dari 3/4 adalah…

BACAAN / STIMULUS

Sinergi Numerasi: Konvergensi nilai antara Pecahan, Desimal, dan Persentase

Dalam ekosistem ekonomi modern dan aktivitas logistik harian, kemampuan untuk mengonversi berbagai format numerik merupakan kompetensi fundamental. Fenomena ini sering kita temui dalam representasi nilai yang bervariasi; misalnya, sebuah instrumen promosi yang menawarkan diskon 25% secara implisit mengharuskan konsumen memahami bahwa mereka berkewajiban menyelesaikan rekonsiliasi pembayaran sebesar 75% dari harga basis. Tanpa pemahaman yang presisi, interpretasi terhadap nilai ekonomi suatu barang dapat menjadi tidak akurat.

Transisi antar format ini mencakup tiga bentuk utama: pecahan biasa, angka desimal, dan persentase. Dalam konteks pengukuran volume, pengisian bahan bakar sebanyak 0,5 liter mencerminkan pemanfaatan kapasitas tangki sebesar $\frac{1}{2}$ dari total volume operasional. Mahasiswa atau siswa tingkat dasar harus menyadari bahwa secara matematis, nilai $\frac{1}{2}$, desimal $0,50$, dan besaran $50\%$ adalah representasi identik dari entitas nilai yang sama.

Lebih lanjut, penguasaan terhadap nilai-nilai standar seperti $\frac{1}{4}$ yang berkorespondensi dengan $25\%$ atau $0,25$, serta $\frac{3}{4}$ yang setara dengan $0,75$ atau $75\%$, sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan logis. Bahkan untuk rasio yang lebih kompleks seperti $\frac{3}{5}$ yang mencapai ambang batas $60\%$ atau $0,6$, dan $\frac{4}{5}$ yang merepresentasikan $0,8$ atau $80\%$. Melalui integrasi konsep konvergensi numerik ini, siswa dilatih untuk memiliki literasi finansial yang tangguh sejak dini.

Pertanyaan 8 ID: #238

0,2 dalam bentuk persen adalah…

BACAAN / STIMULUS

Sinergi Numerasi: Konvergensi nilai antara Pecahan, Desimal, dan Persentase

Dalam ekosistem ekonomi modern dan aktivitas logistik harian, kemampuan untuk mengonversi berbagai format numerik merupakan kompetensi fundamental. Fenomena ini sering kita temui dalam representasi nilai yang bervariasi; misalnya, sebuah instrumen promosi yang menawarkan diskon 25% secara implisit mengharuskan konsumen memahami bahwa mereka berkewajiban menyelesaikan rekonsiliasi pembayaran sebesar 75% dari harga basis. Tanpa pemahaman yang presisi, interpretasi terhadap nilai ekonomi suatu barang dapat menjadi tidak akurat.

Transisi antar format ini mencakup tiga bentuk utama: pecahan biasa, angka desimal, dan persentase. Dalam konteks pengukuran volume, pengisian bahan bakar sebanyak 0,5 liter mencerminkan pemanfaatan kapasitas tangki sebesar $\frac{1}{2}$ dari total volume operasional. Mahasiswa atau siswa tingkat dasar harus menyadari bahwa secara matematis, nilai $\frac{1}{2}$, desimal $0,50$, dan besaran $50\%$ adalah representasi identik dari entitas nilai yang sama.

Lebih lanjut, penguasaan terhadap nilai-nilai standar seperti $\frac{1}{4}$ yang berkorespondensi dengan $25\%$ atau $0,25$, serta $\frac{3}{4}$ yang setara dengan $0,75$ atau $75\%$, sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan logis. Bahkan untuk rasio yang lebih kompleks seperti $\frac{3}{5}$ yang mencapai ambang batas $60\%$ atau $0,6$, dan $\frac{4}{5}$ yang merepresentasikan $0,8$ atau $80\%$. Melalui integrasi konsep konvergensi numerik ini, siswa dilatih untuk memiliki literasi finansial yang tangguh sejak dini.

Pertanyaan 9 ID: #239

50% adalah pecahan…

BACAAN / STIMULUS

Sinergi Numerasi: Konvergensi nilai antara Pecahan, Desimal, dan Persentase

Dalam ekosistem ekonomi modern dan aktivitas logistik harian, kemampuan untuk mengonversi berbagai format numerik merupakan kompetensi fundamental. Fenomena ini sering kita temui dalam representasi nilai yang bervariasi; misalnya, sebuah instrumen promosi yang menawarkan diskon 25% secara implisit mengharuskan konsumen memahami bahwa mereka berkewajiban menyelesaikan rekonsiliasi pembayaran sebesar 75% dari harga basis. Tanpa pemahaman yang presisi, interpretasi terhadap nilai ekonomi suatu barang dapat menjadi tidak akurat.

Transisi antar format ini mencakup tiga bentuk utama: pecahan biasa, angka desimal, dan persentase. Dalam konteks pengukuran volume, pengisian bahan bakar sebanyak 0,5 liter mencerminkan pemanfaatan kapasitas tangki sebesar $\frac{1}{2}$ dari total volume operasional. Mahasiswa atau siswa tingkat dasar harus menyadari bahwa secara matematis, nilai $\frac{1}{2}$, desimal $0,50$, dan besaran $50\%$ adalah representasi identik dari entitas nilai yang sama.

Lebih lanjut, penguasaan terhadap nilai-nilai standar seperti $\frac{1}{4}$ yang berkorespondensi dengan $25\%$ atau $0,25$, serta $\frac{3}{4}$ yang setara dengan $0,75$ atau $75\%$, sangat membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan logis. Bahkan untuk rasio yang lebih kompleks seperti $\frac{3}{5}$ yang mencapai ambang batas $60\%$ atau $0,6$, dan $\frac{4}{5}$ yang merepresentasikan $0,8$ atau $80\%$. Melalui integrasi konsep konvergensi numerik ini, siswa dilatih untuk memiliki literasi finansial yang tangguh sejak dini.

Pertanyaan 10 ID: #240

Manakah dari pilihan berikut yang senilai dengan 0,8?

Pertanyaan 11 ID: #1271

Sebuah kebun berbentuk persegi panjang dengan panjang 20 meter. Jika $$\frac{3}{5}$$ dari kebun tersebut ditanami sayuran, dan sisanya ditanami bunga. Luas kebun yang ditanami bunga adalah $$\frac{2}{5}$$ dari total luas. Benar atau salah?

1. Luas kebun yang ditanami bunga adalah $$\frac{2}{5}$$ dari total luas.

2. Luas kebun yang ditanami bunga adalah $$\frac{3}{5}$$ dari total luas.

3. Luas kebun yang ditanami bunga adalah $$\frac{1}{5}$$ dari total luas.

Pertanyaan 12 ID: #1272

Ani memiliki 120 permen. Dia memberikan 25% dari permennya kepada adiknya dan sisanya kepada kakaknya. Jika Ani sekarang memiliki 90 permen, maka pernyataan ini benar atau salah?

1. Sisa permen Ani adalah 90 permen.

2. Sisa permen Ani adalah 30 permen.

3. Sisa permen Ani adalah 60 permen.

Pertanyaan 13 ID: #1273

Pada sebuah kotak terdapat 15 bola merah dan 5 bola biru. Persentase bola merah dari seluruh bola adalah 75%. Benar atau salah?

1. Persentase bola merah dari seluruh bola adalah 75%.

2. Persentase bola merah dari seluruh bola adalah 25%.

3. Persentase bola merah dari seluruh bola adalah 80%.

Pertanyaan 14 ID: #1274

Andi membelanjakan Rp 50.000,00. Jika 0,4 dari uangnya digunakan untuk membeli buku, maka uang yang tersisa adalah Rp 30.000,00. Benar atau salah?

1. Uang yang tersisa adalah Rp 30.000,00.

2. Uang yang tersisa adalah Rp 20.000,00.

3. Uang yang tersisa adalah Rp 40.000,00.

Pertanyaan 15 ID: #1275

Sebuah diskon 15% diberikan untuk sebuah sepatu seharga Rp 200.000,00. Harga sepatu setelah diskon adalah Rp 170.000,00. Benar atau salah?

1. Harga sepatu setelah diskon adalah Rp 170.000,00.

2. Harga sepatu setelah diskon adalah Rp 185.000,00.

3. Harga sepatu setelah diskon adalah Rp 150.000,00.

Pertanyaan 16 ID: #1276

Siswa kelas 6 SD terdiri dari 40 siswa. Jika 60% dari mereka laki-laki, maka jumlah siswa perempuan adalah 16 orang. Benar atau salah?

1. Jumlah siswa perempuan adalah 16 orang.

2. Jumlah siswa perempuan adalah 24 orang.

3. Jumlah siswa perempuan adalah 18 orang.

Pertanyaan 17 ID: #1277

Pecahan $$\frac{3}{8}$$ jika diubah menjadi bentuk desimal adalah 0,375. Benar atau salah?

1. Pecahan $$\frac{3}{8}$$ jika diubah menjadi bentuk desimal adalah 0,375.

2. Pecahan $$\frac{3}{8}$$ jika diubah menjadi bentuk desimal adalah 0,250.

3. Pecahan $$\frac{3}{8}$$ jika diubah menjadi bentuk desimal adalah 0,425.

Pertanyaan 18 ID: #1278

Rasio jumlah apel dan jeruk adalah 2:3. Jika total buah adalah 50, maka jumlah apel adalah 20. Benar atau salah?

1. Jumlah apel adalah 20.

2. Jumlah apel adalah 30.

3. Jumlah apel adalah 15.

Pertanyaan 19 ID: #1279

Sebuah persegi panjang memiliki panjang 16 cm. Jika lebarnya adalah $$\frac{3}{4}$$ dari panjangnya, maka luas persegi panjang adalah 192 $$cm^2$$. Benar atau salah?

1. Luas persegi panjang adalah 192 $$cm^2$$.

2. Luas persegi panjang adalah 128 $$cm^2$$.

3. Luas persegi panjang adalah 160 $$cm^2$$.

Pertanyaan 20 ID: #1280

Suhu di kota A adalah $$20^\circ C$$. Jika suhu naik 10% setiap jam selama 2 jam, maka suhu menjadi $$24,2^\circ C$$. Benar atau salah?

1. Suhu menjadi $$24,2^\circ C$$.

2. Suhu menjadi $$24^\circ C$$.

3. Suhu menjadi $$22^\circ C$$.