Menyimpan...
30:00
Soal 1/20
Matematika - Analisis Komparatif Dan Hierarki Bilangan Pecahan Strategi Visual Dan Logis
BACAAN / STIMULUS

Analisis Komparatif dan Hierarki Bilangan Pecahan: Strategi Visual dan Logis

Dalam modul pembelajaran matematika tingkat lanjut, pemahaman mendalam mengenai struktur bilangan rasional menjadi fondasi krusial. Seorang instruktur menyajikan serangkaian observasi untuk melatih ketajaman analisis siswa dalam menentukan hierarki nilai. Fokus utama studi ini adalah membandingkan dan mengurutkan beberapa entitas pecahan, seperti $\frac{3}{4}$, $\frac{1}{2}$, dan $\frac{2}{3}$. Siswa diarahkan untuk melakukan visualisasi melalui garis bilangan (number lines) guna mengidentifikasi posisi relatif setiap nilai secara presisi.

Proses identifikasi ini melibatkan pemahaman mengenai penyebut terkecil (Common Denominator) dan representasi grafis. Sebagai contoh, ketika membandingkan $\frac{1}{2}$ dengan $\frac{3}{4}$, siswa harus menyadari bahwa secara proporsional $\frac{2}{4}$ memiliki nilai yang lebih rendah dari $\frac{3}{4}$. Begitu pula saat mengevaluasi efisiensi nilai pada angka $\frac{5}{6}$, $\frac{3}{4}$, dan $\frac{1}{2}$, di mana pengurutan yang benar memerlukan kecermatan dalam melihat kedekatan angka pembilang terhadap penyebutnya.

Lebih jauh lagi, simulasi ini mencakup kasus-kasus khusus seperti pecahan senilai (equivalent fractions). Siswa diajak untuk membuktikan secara empiris bahwa $\frac{1}{2}$ memiliki nilai yang identik dengan $\frac{2}{4}$ dan $\frac{3}{6}$, atau bagaimana $\frac{4}{8}$ berkorespondensi sempurna dengan $\frac{6}{12}$. Melalui pendekatan metodis ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menghitung, tetapi juga memiliki intuisi logis dalam menyusun urutan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar, maupun sebaliknya, dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Pertanyaan 1 ID: #221

Manakah urutan pecahan berikut dari yang terkecil: 3/4, 1/2, 2/3?

BACAAN / STIMULUS

Analisis Komparatif dan Hierarki Bilangan Pecahan: Strategi Visual dan Logis

Dalam modul pembelajaran matematika tingkat lanjut, pemahaman mendalam mengenai struktur bilangan rasional menjadi fondasi krusial. Seorang instruktur menyajikan serangkaian observasi untuk melatih ketajaman analisis siswa dalam menentukan hierarki nilai. Fokus utama studi ini adalah membandingkan dan mengurutkan beberapa entitas pecahan, seperti $\frac{3}{4}$, $\frac{1}{2}$, dan $\frac{2}{3}$. Siswa diarahkan untuk melakukan visualisasi melalui garis bilangan (number lines) guna mengidentifikasi posisi relatif setiap nilai secara presisi.

Proses identifikasi ini melibatkan pemahaman mengenai penyebut terkecil (Common Denominator) dan representasi grafis. Sebagai contoh, ketika membandingkan $\frac{1}{2}$ dengan $\frac{3}{4}$, siswa harus menyadari bahwa secara proporsional $\frac{2}{4}$ memiliki nilai yang lebih rendah dari $\frac{3}{4}$. Begitu pula saat mengevaluasi efisiensi nilai pada angka $\frac{5}{6}$, $\frac{3}{4}$, dan $\frac{1}{2}$, di mana pengurutan yang benar memerlukan kecermatan dalam melihat kedekatan angka pembilang terhadap penyebutnya.

Lebih jauh lagi, simulasi ini mencakup kasus-kasus khusus seperti pecahan senilai (equivalent fractions). Siswa diajak untuk membuktikan secara empiris bahwa $\frac{1}{2}$ memiliki nilai yang identik dengan $\frac{2}{4}$ dan $\frac{3}{6}$, atau bagaimana $\frac{4}{8}$ berkorespondensi sempurna dengan $\frac{6}{12}$. Melalui pendekatan metodis ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menghitung, tetapi juga memiliki intuisi logis dalam menyusun urutan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar, maupun sebaliknya, dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Pertanyaan 2 ID: #222

Pecahan manakah yang nilainya paling besar?

BACAAN / STIMULUS

Analisis Komparatif dan Hierarki Bilangan Pecahan: Strategi Visual dan Logis

Dalam modul pembelajaran matematika tingkat lanjut, pemahaman mendalam mengenai struktur bilangan rasional menjadi fondasi krusial. Seorang instruktur menyajikan serangkaian observasi untuk melatih ketajaman analisis siswa dalam menentukan hierarki nilai. Fokus utama studi ini adalah membandingkan dan mengurutkan beberapa entitas pecahan, seperti $\frac{3}{4}$, $\frac{1}{2}$, dan $\frac{2}{3}$. Siswa diarahkan untuk melakukan visualisasi melalui garis bilangan (number lines) guna mengidentifikasi posisi relatif setiap nilai secara presisi.

Proses identifikasi ini melibatkan pemahaman mengenai penyebut terkecil (Common Denominator) dan representasi grafis. Sebagai contoh, ketika membandingkan $\frac{1}{2}$ dengan $\frac{3}{4}$, siswa harus menyadari bahwa secara proporsional $\frac{2}{4}$ memiliki nilai yang lebih rendah dari $\frac{3}{4}$. Begitu pula saat mengevaluasi efisiensi nilai pada angka $\frac{5}{6}$, $\frac{3}{4}$, dan $\frac{1}{2}$, di mana pengurutan yang benar memerlukan kecermatan dalam melihat kedekatan angka pembilang terhadap penyebutnya.

Lebih jauh lagi, simulasi ini mencakup kasus-kasus khusus seperti pecahan senilai (equivalent fractions). Siswa diajak untuk membuktikan secara empiris bahwa $\frac{1}{2}$ memiliki nilai yang identik dengan $\frac{2}{4}$ dan $\frac{3}{6}$, atau bagaimana $\frac{4}{8}$ berkorespondensi sempurna dengan $\frac{6}{12}$. Melalui pendekatan metodis ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menghitung, tetapi juga memiliki intuisi logis dalam menyusun urutan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar, maupun sebaliknya, dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Pertanyaan 3 ID: #223

Jika 1/2, 2/4, dan 3/6 dibandingkan, maka…

BACAAN / STIMULUS

Analisis Komparatif dan Hierarki Bilangan Pecahan: Strategi Visual dan Logis

Dalam modul pembelajaran matematika tingkat lanjut, pemahaman mendalam mengenai struktur bilangan rasional menjadi fondasi krusial. Seorang instruktur menyajikan serangkaian observasi untuk melatih ketajaman analisis siswa dalam menentukan hierarki nilai. Fokus utama studi ini adalah membandingkan dan mengurutkan beberapa entitas pecahan, seperti $\frac{3}{4}$, $\frac{1}{2}$, dan $\frac{2}{3}$. Siswa diarahkan untuk melakukan visualisasi melalui garis bilangan (number lines) guna mengidentifikasi posisi relatif setiap nilai secara presisi.

Proses identifikasi ini melibatkan pemahaman mengenai penyebut terkecil (Common Denominator) dan representasi grafis. Sebagai contoh, ketika membandingkan $\frac{1}{2}$ dengan $\frac{3}{4}$, siswa harus menyadari bahwa secara proporsional $\frac{2}{4}$ memiliki nilai yang lebih rendah dari $\frac{3}{4}$. Begitu pula saat mengevaluasi efisiensi nilai pada angka $\frac{5}{6}$, $\frac{3}{4}$, dan $\frac{1}{2}$, di mana pengurutan yang benar memerlukan kecermatan dalam melihat kedekatan angka pembilang terhadap penyebutnya.

Lebih jauh lagi, simulasi ini mencakup kasus-kasus khusus seperti pecahan senilai (equivalent fractions). Siswa diajak untuk membuktikan secara empiris bahwa $\frac{1}{2}$ memiliki nilai yang identik dengan $\frac{2}{4}$ dan $\frac{3}{6}$, atau bagaimana $\frac{4}{8}$ berkorespondensi sempurna dengan $\frac{6}{12}$. Melalui pendekatan metodis ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menghitung, tetapi juga memiliki intuisi logis dalam menyusun urutan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar, maupun sebaliknya, dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Pertanyaan 4 ID: #224

Manakah dari pecahan berikut yang paling kecil?

BACAAN / STIMULUS

Analisis Komparatif dan Hierarki Bilangan Pecahan: Strategi Visual dan Logis

Dalam modul pembelajaran matematika tingkat lanjut, pemahaman mendalam mengenai struktur bilangan rasional menjadi fondasi krusial. Seorang instruktur menyajikan serangkaian observasi untuk melatih ketajaman analisis siswa dalam menentukan hierarki nilai. Fokus utama studi ini adalah membandingkan dan mengurutkan beberapa entitas pecahan, seperti $\frac{3}{4}$, $\frac{1}{2}$, dan $\frac{2}{3}$. Siswa diarahkan untuk melakukan visualisasi melalui garis bilangan (number lines) guna mengidentifikasi posisi relatif setiap nilai secara presisi.

Proses identifikasi ini melibatkan pemahaman mengenai penyebut terkecil (Common Denominator) dan representasi grafis. Sebagai contoh, ketika membandingkan $\frac{1}{2}$ dengan $\frac{3}{4}$, siswa harus menyadari bahwa secara proporsional $\frac{2}{4}$ memiliki nilai yang lebih rendah dari $\frac{3}{4}$. Begitu pula saat mengevaluasi efisiensi nilai pada angka $\frac{5}{6}$, $\frac{3}{4}$, dan $\frac{1}{2}$, di mana pengurutan yang benar memerlukan kecermatan dalam melihat kedekatan angka pembilang terhadap penyebutnya.

Lebih jauh lagi, simulasi ini mencakup kasus-kasus khusus seperti pecahan senilai (equivalent fractions). Siswa diajak untuk membuktikan secara empiris bahwa $\frac{1}{2}$ memiliki nilai yang identik dengan $\frac{2}{4}$ dan $\frac{3}{6}$, atau bagaimana $\frac{4}{8}$ berkorespondensi sempurna dengan $\frac{6}{12}$. Melalui pendekatan metodis ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menghitung, tetapi juga memiliki intuisi logis dalam menyusun urutan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar, maupun sebaliknya, dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Pertanyaan 5 ID: #225

Di antara pecahan berikut, manakah yang urutannya benar dari terbesar ke terkecil: 5/6, 3/4, 1/2?

BACAAN / STIMULUS

Analisis Komparatif dan Hierarki Bilangan Pecahan: Strategi Visual dan Logis

Dalam modul pembelajaran matematika tingkat lanjut, pemahaman mendalam mengenai struktur bilangan rasional menjadi fondasi krusial. Seorang instruktur menyajikan serangkaian observasi untuk melatih ketajaman analisis siswa dalam menentukan hierarki nilai. Fokus utama studi ini adalah membandingkan dan mengurutkan beberapa entitas pecahan, seperti $\frac{3}{4}$, $\frac{1}{2}$, dan $\frac{2}{3}$. Siswa diarahkan untuk melakukan visualisasi melalui garis bilangan (number lines) guna mengidentifikasi posisi relatif setiap nilai secara presisi.

Proses identifikasi ini melibatkan pemahaman mengenai penyebut terkecil (Common Denominator) dan representasi grafis. Sebagai contoh, ketika membandingkan $\frac{1}{2}$ dengan $\frac{3}{4}$, siswa harus menyadari bahwa secara proporsional $\frac{2}{4}$ memiliki nilai yang lebih rendah dari $\frac{3}{4}$. Begitu pula saat mengevaluasi efisiensi nilai pada angka $\frac{5}{6}$, $\frac{3}{4}$, dan $\frac{1}{2}$, di mana pengurutan yang benar memerlukan kecermatan dalam melihat kedekatan angka pembilang terhadap penyebutnya.

Lebih jauh lagi, simulasi ini mencakup kasus-kasus khusus seperti pecahan senilai (equivalent fractions). Siswa diajak untuk membuktikan secara empiris bahwa $\frac{1}{2}$ memiliki nilai yang identik dengan $\frac{2}{4}$ dan $\frac{3}{6}$, atau bagaimana $\frac{4}{8}$ berkorespondensi sempurna dengan $\frac{6}{12}$. Melalui pendekatan metodis ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menghitung, tetapi juga memiliki intuisi logis dalam menyusun urutan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar, maupun sebaliknya, dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Pertanyaan 6 ID: #226

Jika 4/8 dan 6/12 dibandingkan, maka hasilnya adalah…

BACAAN / STIMULUS

Analisis Komparatif dan Hierarki Bilangan Pecahan: Strategi Visual dan Logis

Dalam modul pembelajaran matematika tingkat lanjut, pemahaman mendalam mengenai struktur bilangan rasional menjadi fondasi krusial. Seorang instruktur menyajikan serangkaian observasi untuk melatih ketajaman analisis siswa dalam menentukan hierarki nilai. Fokus utama studi ini adalah membandingkan dan mengurutkan beberapa entitas pecahan, seperti $\frac{3}{4}$, $\frac{1}{2}$, dan $\frac{2}{3}$. Siswa diarahkan untuk melakukan visualisasi melalui garis bilangan (number lines) guna mengidentifikasi posisi relatif setiap nilai secara presisi.

Proses identifikasi ini melibatkan pemahaman mengenai penyebut terkecil (Common Denominator) dan representasi grafis. Sebagai contoh, ketika membandingkan $\frac{1}{2}$ dengan $\frac{3}{4}$, siswa harus menyadari bahwa secara proporsional $\frac{2}{4}$ memiliki nilai yang lebih rendah dari $\frac{3}{4}$. Begitu pula saat mengevaluasi efisiensi nilai pada angka $\frac{5}{6}$, $\frac{3}{4}$, dan $\frac{1}{2}$, di mana pengurutan yang benar memerlukan kecermatan dalam melihat kedekatan angka pembilang terhadap penyebutnya.

Lebih jauh lagi, simulasi ini mencakup kasus-kasus khusus seperti pecahan senilai (equivalent fractions). Siswa diajak untuk membuktikan secara empiris bahwa $\frac{1}{2}$ memiliki nilai yang identik dengan $\frac{2}{4}$ dan $\frac{3}{6}$, atau bagaimana $\frac{4}{8}$ berkorespondensi sempurna dengan $\frac{6}{12}$. Melalui pendekatan metodis ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menghitung, tetapi juga memiliki intuisi logis dalam menyusun urutan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar, maupun sebaliknya, dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Pertanyaan 7 ID: #227

Manakah pasangan pecahan yang senilai?

BACAAN / STIMULUS

Analisis Komparatif dan Hierarki Bilangan Pecahan: Strategi Visual dan Logis

Dalam modul pembelajaran matematika tingkat lanjut, pemahaman mendalam mengenai struktur bilangan rasional menjadi fondasi krusial. Seorang instruktur menyajikan serangkaian observasi untuk melatih ketajaman analisis siswa dalam menentukan hierarki nilai. Fokus utama studi ini adalah membandingkan dan mengurutkan beberapa entitas pecahan, seperti $\frac{3}{4}$, $\frac{1}{2}$, dan $\frac{2}{3}$. Siswa diarahkan untuk melakukan visualisasi melalui garis bilangan (number lines) guna mengidentifikasi posisi relatif setiap nilai secara presisi.

Proses identifikasi ini melibatkan pemahaman mengenai penyebut terkecil (Common Denominator) dan representasi grafis. Sebagai contoh, ketika membandingkan $\frac{1}{2}$ dengan $\frac{3}{4}$, siswa harus menyadari bahwa secara proporsional $\frac{2}{4}$ memiliki nilai yang lebih rendah dari $\frac{3}{4}$. Begitu pula saat mengevaluasi efisiensi nilai pada angka $\frac{5}{6}$, $\frac{3}{4}$, dan $\frac{1}{2}$, di mana pengurutan yang benar memerlukan kecermatan dalam melihat kedekatan angka pembilang terhadap penyebutnya.

Lebih jauh lagi, simulasi ini mencakup kasus-kasus khusus seperti pecahan senilai (equivalent fractions). Siswa diajak untuk membuktikan secara empiris bahwa $\frac{1}{2}$ memiliki nilai yang identik dengan $\frac{2}{4}$ dan $\frac{3}{6}$, atau bagaimana $\frac{4}{8}$ berkorespondensi sempurna dengan $\frac{6}{12}$. Melalui pendekatan metodis ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menghitung, tetapi juga memiliki intuisi logis dalam menyusun urutan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar, maupun sebaliknya, dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Pertanyaan 8 ID: #228

Jika Siti memiliki 2/3 kue dan Budi memiliki 3/5 kue, siapa yang memiliki lebih banyak?

BACAAN / STIMULUS

Analisis Komparatif dan Hierarki Bilangan Pecahan: Strategi Visual dan Logis

Dalam modul pembelajaran matematika tingkat lanjut, pemahaman mendalam mengenai struktur bilangan rasional menjadi fondasi krusial. Seorang instruktur menyajikan serangkaian observasi untuk melatih ketajaman analisis siswa dalam menentukan hierarki nilai. Fokus utama studi ini adalah membandingkan dan mengurutkan beberapa entitas pecahan, seperti $\frac{3}{4}$, $\frac{1}{2}$, dan $\frac{2}{3}$. Siswa diarahkan untuk melakukan visualisasi melalui garis bilangan (number lines) guna mengidentifikasi posisi relatif setiap nilai secara presisi.

Proses identifikasi ini melibatkan pemahaman mengenai penyebut terkecil (Common Denominator) dan representasi grafis. Sebagai contoh, ketika membandingkan $\frac{1}{2}$ dengan $\frac{3}{4}$, siswa harus menyadari bahwa secara proporsional $\frac{2}{4}$ memiliki nilai yang lebih rendah dari $\frac{3}{4}$. Begitu pula saat mengevaluasi efisiensi nilai pada angka $\frac{5}{6}$, $\frac{3}{4}$, dan $\frac{1}{2}$, di mana pengurutan yang benar memerlukan kecermatan dalam melihat kedekatan angka pembilang terhadap penyebutnya.

Lebih jauh lagi, simulasi ini mencakup kasus-kasus khusus seperti pecahan senilai (equivalent fractions). Siswa diajak untuk membuktikan secara empiris bahwa $\frac{1}{2}$ memiliki nilai yang identik dengan $\frac{2}{4}$ dan $\frac{3}{6}$, atau bagaimana $\frac{4}{8}$ berkorespondensi sempurna dengan $\frac{6}{12}$. Melalui pendekatan metodis ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menghitung, tetapi juga memiliki intuisi logis dalam menyusun urutan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar, maupun sebaliknya, dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Pertanyaan 9 ID: #229

Manakah urutan dari yang terbesar: 2/5, 3/10, 1/2?

BACAAN / STIMULUS

Analisis Komparatif dan Hierarki Bilangan Pecahan: Strategi Visual dan Logis

Dalam modul pembelajaran matematika tingkat lanjut, pemahaman mendalam mengenai struktur bilangan rasional menjadi fondasi krusial. Seorang instruktur menyajikan serangkaian observasi untuk melatih ketajaman analisis siswa dalam menentukan hierarki nilai. Fokus utama studi ini adalah membandingkan dan mengurutkan beberapa entitas pecahan, seperti $\frac{3}{4}$, $\frac{1}{2}$, dan $\frac{2}{3}$. Siswa diarahkan untuk melakukan visualisasi melalui garis bilangan (number lines) guna mengidentifikasi posisi relatif setiap nilai secara presisi.

Proses identifikasi ini melibatkan pemahaman mengenai penyebut terkecil (Common Denominator) dan representasi grafis. Sebagai contoh, ketika membandingkan $\frac{1}{2}$ dengan $\frac{3}{4}$, siswa harus menyadari bahwa secara proporsional $\frac{2}{4}$ memiliki nilai yang lebih rendah dari $\frac{3}{4}$. Begitu pula saat mengevaluasi efisiensi nilai pada angka $\frac{5}{6}$, $\frac{3}{4}$, dan $\frac{1}{2}$, di mana pengurutan yang benar memerlukan kecermatan dalam melihat kedekatan angka pembilang terhadap penyebutnya.

Lebih jauh lagi, simulasi ini mencakup kasus-kasus khusus seperti pecahan senilai (equivalent fractions). Siswa diajak untuk membuktikan secara empiris bahwa $\frac{1}{2}$ memiliki nilai yang identik dengan $\frac{2}{4}$ dan $\frac{3}{6}$, atau bagaimana $\frac{4}{8}$ berkorespondensi sempurna dengan $\frac{6}{12}$. Melalui pendekatan metodis ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menghitung, tetapi juga memiliki intuisi logis dalam menyusun urutan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar, maupun sebaliknya, dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Pertanyaan 10 ID: #230

Manakah yang merupakan urutan pecahan yang salah dari kecil ke besar?

Pertanyaan 11 ID: #1261

Diagram lingkaran dibagi menjadi 9 bagian, 4 bagian diwarnai merah, sisanya hijau:

Pernyataan: Pecahan merah adalah $$\frac{4}{9}$$. Tentukan benar atau salah.

1. Pecahan merah = $$\frac{4}{9}$$

2. Pecahan merah > $$\frac{4}{9}$$

3. Pecahan merah < $$\frac{4}{9}$$

Pertanyaan 12 ID: #1262

Diagram batang menunjukkan jumlah buku yang dimiliki Rina dan Sari:

Pecahan buku Rina dari total adalah $$\frac{60}{140}$$. Tentukan benar atau salah.

1. Pecahan Rina = $$\frac{60}{140}$$

2. Pecahan Rina > $$\frac{60}{140}$$

3. Pecahan Rina < $$\frac{60}{140}$$

Pertanyaan 13 ID: #1263

Lingkaran dibagi menjadi 12 bagian, 5 bagian biru, sisanya kuning:

Pecahan biru = $$frac{5}{12}$$. Tentukan benar atau salah.

1. Pecahan biru = $$\frac{5}{12}$$

2. Pecahan biru > $$\frac{5}{12}$$

3. Pecahan biru < $$\frac{5}{12}$$

Pertanyaan 14 ID: #1264

Diagram batang menunjukkan jumlah kue:

Batang pertama dibanding total tinggi = $$\frac{40}{170}$$. Tentukan benar atau salah.

1. Batang pertama = $$\frac{40}{170}$$

2. Batang pertama > $$\frac{40}{170}$$

3. Batang pertama < $$\frac{40}{170}$$

Pertanyaan 15 ID: #1265

Lingkaran dibagi menjadi 8 bagian, 6 diwarnai hijau. Pecahan hijau = $$\frac{3}{4}$$. Tentukan benar atau salah.

1. Pecahan hijau = $$\frac{3}{4}$$

2. Pecahan hijau > $$\frac{3}{4}$$

3. Pecahan hijau < $$\frac{3}{4}$$

Pertanyaan 16 ID: #1266

Diagram batang menunjukkan tinggi tiga pohon (cm): Pohon A = 50, Pohon B = 70, Pohon C = 30. Pecahan Pohon B dibanding total = $$\frac{70}{150}$$. Tentukan benar atau salah.

1. Pecahan Pohon B = $$\frac{70}{150}$$

2. Pecahan Pohon B > $$\frac{70}{150}$$

3. Pecahan Pohon B < $$\frac{70}{150}$$

Pertanyaan 17 ID: #1267

Lingkaran dibagi menjadi 10 bagian, 3 bagian merah. Pecahan merah = $$\frac{3}{10}$$. Tentukan benar atau salah.

1. Pecahan merah = $$\frac{3}{10}$$

2. Pecahan merah > $$\frac{3}{10}$$

3. Pecahan merah < $$\frac{3}{10}$$

Pertanyaan 18 ID: #1268

Diagram batang jumlah kue: Deni = 40, Fani = 60, Gani = 50. Pecahan Fani = $$\frac{60}{150}$$. Tentukan benar atau salah.

1. Pecahan Fani = $$\frac{60}{150}$$

2. Pecahan Fani > $$\frac{60}{150}$$

3. Pecahan Fani < $$\frac{60}{150}$$

Pertanyaan 19 ID: #1269

Lingkaran dibagi menjadi 6 bagian, 5 bagian biru. Pecahan biru = $$\frac{5}{6}$$. Tentukan benar atau salah.

1. Pecahan biru = $$\frac{5}{6}$$

2. Pecahan biru > $$\frac{5}{6}$$

3. Pecahan biru < $$\frac{5}{6}$$

Pertanyaan 20 ID: #1270

Diagram batang menunjukkan jumlah kue: Ani = 20, Budi = 30, Caca = 50. Pecahan Caca = $$\frac{50}{100}$$. Tentukan benar atau salah.

1. Pecahan Caca = $$\frac{50}{100}$$

2. Pecahan Caca > $$\frac{50}{100}$$

3. Pecahan Caca < $$\frac{50}{100}$$