Menyimpan...
30:00
Soal 1/20
Bahasa Indonesia - Validasi Akurasi Informasi Dan Determinasi Karakter Dalam Dinamika Karier
BACAAN / STIMULUS

Validasi Akurasi Informasi dan Determinasi Karakter dalam Dinamika Karier

Di bawah terik matahari yang kian meninggi, Dina melangkah taktis menuju halte bus, sembari mematangkan genggamannya pada map berisi dokumen legalitas karier. Ini merupakan hari ketiga dalam misinya mencari peluang kerja pascakelulusan universitas. Meskipun sempat mengalami hambatan berupa penolakan dengan retorika "kurang pengalaman", determinasi Dina tidak menunjukkan sinyal degradasi. Ia percaya bahwa setiap pintu yang tertutup adalah bagian dari proses kalibrasi diri.

Di dalam transportasi publik yang riuh, takdir mempertemukannya dengan Bu Sri, seorang pedagang sayur keliling yang merepresentasikan keteguhan hati di tengah keterbatasan. Melalui dialog singkat namun mendalam, Dina menangkap esensi perjuangan Bu Sri yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer setiap hari demi stabilitas ekonomi keluarga. Pertemuan ini menjadi katalisator bagi Dina; ia menyadari bahwa tantangan yang ia hadapi saat ini belum sebanding dengan persistensi yang ditunjukkan oleh wanita paruh baya di sampingnya tersebut.

Sore harinya, meski hasil wawancara kerja belum memberikan sinyal positif, Dina justru merasa terinspirasi saat melihat Bu Sri tetap menebar senyum ramah di trotoar jalan. Sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan, Dina memutuskan untuk membeli komoditas Bu Sri, meski itu bukan prioritas belanjanya. Malam itu, dalam refleksi di jurnal pribadinya, Dina menginkubasi pemikiran mendalam: "Aku tidak gagal hari ini, aku sedang belajar." Ia memetik pelajaran berharga bahwa hidup bukan sekadar tentang garis finis atau hasil akhir, melainkan tentang kemauan untuk belajar dari siapa pun dan memahami bahwa kerja keras adalah bentuk kemuliaan hati yang paling murni.

Pertanyaan 1 ID: #191

Apa yang menjadi latar belakang utama Dina dalam cerita ini?

BACAAN / STIMULUS

Validasi Akurasi Informasi dan Determinasi Karakter dalam Dinamika Karier

Di bawah terik matahari yang kian meninggi, Dina melangkah taktis menuju halte bus, sembari mematangkan genggamannya pada map berisi dokumen legalitas karier. Ini merupakan hari ketiga dalam misinya mencari peluang kerja pascakelulusan universitas. Meskipun sempat mengalami hambatan berupa penolakan dengan retorika "kurang pengalaman", determinasi Dina tidak menunjukkan sinyal degradasi. Ia percaya bahwa setiap pintu yang tertutup adalah bagian dari proses kalibrasi diri.

Di dalam transportasi publik yang riuh, takdir mempertemukannya dengan Bu Sri, seorang pedagang sayur keliling yang merepresentasikan keteguhan hati di tengah keterbatasan. Melalui dialog singkat namun mendalam, Dina menangkap esensi perjuangan Bu Sri yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer setiap hari demi stabilitas ekonomi keluarga. Pertemuan ini menjadi katalisator bagi Dina; ia menyadari bahwa tantangan yang ia hadapi saat ini belum sebanding dengan persistensi yang ditunjukkan oleh wanita paruh baya di sampingnya tersebut.

Sore harinya, meski hasil wawancara kerja belum memberikan sinyal positif, Dina justru merasa terinspirasi saat melihat Bu Sri tetap menebar senyum ramah di trotoar jalan. Sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan, Dina memutuskan untuk membeli komoditas Bu Sri, meski itu bukan prioritas belanjanya. Malam itu, dalam refleksi di jurnal pribadinya, Dina menginkubasi pemikiran mendalam: "Aku tidak gagal hari ini, aku sedang belajar." Ia memetik pelajaran berharga bahwa hidup bukan sekadar tentang garis finis atau hasil akhir, melainkan tentang kemauan untuk belajar dari siapa pun dan memahami bahwa kerja keras adalah bentuk kemuliaan hati yang paling murni.

Pertanyaan 2 ID: #192

Informasi baru apa yang Dina dapatkan dari pertemuannya dengan Bu Sri?

BACAAN / STIMULUS

Validasi Akurasi Informasi dan Determinasi Karakter dalam Dinamika Karier

Di bawah terik matahari yang kian meninggi, Dina melangkah taktis menuju halte bus, sembari mematangkan genggamannya pada map berisi dokumen legalitas karier. Ini merupakan hari ketiga dalam misinya mencari peluang kerja pascakelulusan universitas. Meskipun sempat mengalami hambatan berupa penolakan dengan retorika "kurang pengalaman", determinasi Dina tidak menunjukkan sinyal degradasi. Ia percaya bahwa setiap pintu yang tertutup adalah bagian dari proses kalibrasi diri.

Di dalam transportasi publik yang riuh, takdir mempertemukannya dengan Bu Sri, seorang pedagang sayur keliling yang merepresentasikan keteguhan hati di tengah keterbatasan. Melalui dialog singkat namun mendalam, Dina menangkap esensi perjuangan Bu Sri yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer setiap hari demi stabilitas ekonomi keluarga. Pertemuan ini menjadi katalisator bagi Dina; ia menyadari bahwa tantangan yang ia hadapi saat ini belum sebanding dengan persistensi yang ditunjukkan oleh wanita paruh baya di sampingnya tersebut.

Sore harinya, meski hasil wawancara kerja belum memberikan sinyal positif, Dina justru merasa terinspirasi saat melihat Bu Sri tetap menebar senyum ramah di trotoar jalan. Sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan, Dina memutuskan untuk membeli komoditas Bu Sri, meski itu bukan prioritas belanjanya. Malam itu, dalam refleksi di jurnal pribadinya, Dina menginkubasi pemikiran mendalam: "Aku tidak gagal hari ini, aku sedang belajar." Ia memetik pelajaran berharga bahwa hidup bukan sekadar tentang garis finis atau hasil akhir, melainkan tentang kemauan untuk belajar dari siapa pun dan memahami bahwa kerja keras adalah bentuk kemuliaan hati yang paling murni.

Pertanyaan 3 ID: #193

Bagaimana perbandingan semangat hidup antara Dina dan Bu Sri dalam teks tersebut?

BACAAN / STIMULUS

Validasi Akurasi Informasi dan Determinasi Karakter dalam Dinamika Karier

Di bawah terik matahari yang kian meninggi, Dina melangkah taktis menuju halte bus, sembari mematangkan genggamannya pada map berisi dokumen legalitas karier. Ini merupakan hari ketiga dalam misinya mencari peluang kerja pascakelulusan universitas. Meskipun sempat mengalami hambatan berupa penolakan dengan retorika "kurang pengalaman", determinasi Dina tidak menunjukkan sinyal degradasi. Ia percaya bahwa setiap pintu yang tertutup adalah bagian dari proses kalibrasi diri.

Di dalam transportasi publik yang riuh, takdir mempertemukannya dengan Bu Sri, seorang pedagang sayur keliling yang merepresentasikan keteguhan hati di tengah keterbatasan. Melalui dialog singkat namun mendalam, Dina menangkap esensi perjuangan Bu Sri yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer setiap hari demi stabilitas ekonomi keluarga. Pertemuan ini menjadi katalisator bagi Dina; ia menyadari bahwa tantangan yang ia hadapi saat ini belum sebanding dengan persistensi yang ditunjukkan oleh wanita paruh baya di sampingnya tersebut.

Sore harinya, meski hasil wawancara kerja belum memberikan sinyal positif, Dina justru merasa terinspirasi saat melihat Bu Sri tetap menebar senyum ramah di trotoar jalan. Sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan, Dina memutuskan untuk membeli komoditas Bu Sri, meski itu bukan prioritas belanjanya. Malam itu, dalam refleksi di jurnal pribadinya, Dina menginkubasi pemikiran mendalam: "Aku tidak gagal hari ini, aku sedang belajar." Ia memetik pelajaran berharga bahwa hidup bukan sekadar tentang garis finis atau hasil akhir, melainkan tentang kemauan untuk belajar dari siapa pun dan memahami bahwa kerja keras adalah bentuk kemuliaan hati yang paling murni.

Pertanyaan 4 ID: #194

Isi jurnal Dina di akhir cerita menunjukkan bahwa ia…

BACAAN / STIMULUS

Validasi Akurasi Informasi dan Determinasi Karakter dalam Dinamika Karier

Di bawah terik matahari yang kian meninggi, Dina melangkah taktis menuju halte bus, sembari mematangkan genggamannya pada map berisi dokumen legalitas karier. Ini merupakan hari ketiga dalam misinya mencari peluang kerja pascakelulusan universitas. Meskipun sempat mengalami hambatan berupa penolakan dengan retorika "kurang pengalaman", determinasi Dina tidak menunjukkan sinyal degradasi. Ia percaya bahwa setiap pintu yang tertutup adalah bagian dari proses kalibrasi diri.

Di dalam transportasi publik yang riuh, takdir mempertemukannya dengan Bu Sri, seorang pedagang sayur keliling yang merepresentasikan keteguhan hati di tengah keterbatasan. Melalui dialog singkat namun mendalam, Dina menangkap esensi perjuangan Bu Sri yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer setiap hari demi stabilitas ekonomi keluarga. Pertemuan ini menjadi katalisator bagi Dina; ia menyadari bahwa tantangan yang ia hadapi saat ini belum sebanding dengan persistensi yang ditunjukkan oleh wanita paruh baya di sampingnya tersebut.

Sore harinya, meski hasil wawancara kerja belum memberikan sinyal positif, Dina justru merasa terinspirasi saat melihat Bu Sri tetap menebar senyum ramah di trotoar jalan. Sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan, Dina memutuskan untuk membeli komoditas Bu Sri, meski itu bukan prioritas belanjanya. Malam itu, dalam refleksi di jurnal pribadinya, Dina menginkubasi pemikiran mendalam: "Aku tidak gagal hari ini, aku sedang belajar." Ia memetik pelajaran berharga bahwa hidup bukan sekadar tentang garis finis atau hasil akhir, melainkan tentang kemauan untuk belajar dari siapa pun dan memahami bahwa kerja keras adalah bentuk kemuliaan hati yang paling murni.

Pertanyaan 5 ID: #195

Peristiwa Dina membeli sayur dari Bu Sri meski tak membutuhkannya menggambarkan…

BACAAN / STIMULUS

Validasi Akurasi Informasi dan Determinasi Karakter dalam Dinamika Karier

Di bawah terik matahari yang kian meninggi, Dina melangkah taktis menuju halte bus, sembari mematangkan genggamannya pada map berisi dokumen legalitas karier. Ini merupakan hari ketiga dalam misinya mencari peluang kerja pascakelulusan universitas. Meskipun sempat mengalami hambatan berupa penolakan dengan retorika "kurang pengalaman", determinasi Dina tidak menunjukkan sinyal degradasi. Ia percaya bahwa setiap pintu yang tertutup adalah bagian dari proses kalibrasi diri.

Di dalam transportasi publik yang riuh, takdir mempertemukannya dengan Bu Sri, seorang pedagang sayur keliling yang merepresentasikan keteguhan hati di tengah keterbatasan. Melalui dialog singkat namun mendalam, Dina menangkap esensi perjuangan Bu Sri yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer setiap hari demi stabilitas ekonomi keluarga. Pertemuan ini menjadi katalisator bagi Dina; ia menyadari bahwa tantangan yang ia hadapi saat ini belum sebanding dengan persistensi yang ditunjukkan oleh wanita paruh baya di sampingnya tersebut.

Sore harinya, meski hasil wawancara kerja belum memberikan sinyal positif, Dina justru merasa terinspirasi saat melihat Bu Sri tetap menebar senyum ramah di trotoar jalan. Sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan, Dina memutuskan untuk membeli komoditas Bu Sri, meski itu bukan prioritas belanjanya. Malam itu, dalam refleksi di jurnal pribadinya, Dina menginkubasi pemikiran mendalam: "Aku tidak gagal hari ini, aku sedang belajar." Ia memetik pelajaran berharga bahwa hidup bukan sekadar tentang garis finis atau hasil akhir, melainkan tentang kemauan untuk belajar dari siapa pun dan memahami bahwa kerja keras adalah bentuk kemuliaan hati yang paling murni.

Pertanyaan 6 ID: #196

Apa makna dari kalimat “Aku tidak gagal hari ini, aku sedang belajar” dalam konteks cerita?

BACAAN / STIMULUS

Validasi Akurasi Informasi dan Determinasi Karakter dalam Dinamika Karier

Di bawah terik matahari yang kian meninggi, Dina melangkah taktis menuju halte bus, sembari mematangkan genggamannya pada map berisi dokumen legalitas karier. Ini merupakan hari ketiga dalam misinya mencari peluang kerja pascakelulusan universitas. Meskipun sempat mengalami hambatan berupa penolakan dengan retorika "kurang pengalaman", determinasi Dina tidak menunjukkan sinyal degradasi. Ia percaya bahwa setiap pintu yang tertutup adalah bagian dari proses kalibrasi diri.

Di dalam transportasi publik yang riuh, takdir mempertemukannya dengan Bu Sri, seorang pedagang sayur keliling yang merepresentasikan keteguhan hati di tengah keterbatasan. Melalui dialog singkat namun mendalam, Dina menangkap esensi perjuangan Bu Sri yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer setiap hari demi stabilitas ekonomi keluarga. Pertemuan ini menjadi katalisator bagi Dina; ia menyadari bahwa tantangan yang ia hadapi saat ini belum sebanding dengan persistensi yang ditunjukkan oleh wanita paruh baya di sampingnya tersebut.

Sore harinya, meski hasil wawancara kerja belum memberikan sinyal positif, Dina justru merasa terinspirasi saat melihat Bu Sri tetap menebar senyum ramah di trotoar jalan. Sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan, Dina memutuskan untuk membeli komoditas Bu Sri, meski itu bukan prioritas belanjanya. Malam itu, dalam refleksi di jurnal pribadinya, Dina menginkubasi pemikiran mendalam: "Aku tidak gagal hari ini, aku sedang belajar." Ia memetik pelajaran berharga bahwa hidup bukan sekadar tentang garis finis atau hasil akhir, melainkan tentang kemauan untuk belajar dari siapa pun dan memahami bahwa kerja keras adalah bentuk kemuliaan hati yang paling murni.

Pertanyaan 7 ID: #197

Peristiwa Bu Sri tetap tersenyum meski lelah menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang…

BACAAN / STIMULUS

Validasi Akurasi Informasi dan Determinasi Karakter dalam Dinamika Karier

Di bawah terik matahari yang kian meninggi, Dina melangkah taktis menuju halte bus, sembari mematangkan genggamannya pada map berisi dokumen legalitas karier. Ini merupakan hari ketiga dalam misinya mencari peluang kerja pascakelulusan universitas. Meskipun sempat mengalami hambatan berupa penolakan dengan retorika "kurang pengalaman", determinasi Dina tidak menunjukkan sinyal degradasi. Ia percaya bahwa setiap pintu yang tertutup adalah bagian dari proses kalibrasi diri.

Di dalam transportasi publik yang riuh, takdir mempertemukannya dengan Bu Sri, seorang pedagang sayur keliling yang merepresentasikan keteguhan hati di tengah keterbatasan. Melalui dialog singkat namun mendalam, Dina menangkap esensi perjuangan Bu Sri yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer setiap hari demi stabilitas ekonomi keluarga. Pertemuan ini menjadi katalisator bagi Dina; ia menyadari bahwa tantangan yang ia hadapi saat ini belum sebanding dengan persistensi yang ditunjukkan oleh wanita paruh baya di sampingnya tersebut.

Sore harinya, meski hasil wawancara kerja belum memberikan sinyal positif, Dina justru merasa terinspirasi saat melihat Bu Sri tetap menebar senyum ramah di trotoar jalan. Sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan, Dina memutuskan untuk membeli komoditas Bu Sri, meski itu bukan prioritas belanjanya. Malam itu, dalam refleksi di jurnal pribadinya, Dina menginkubasi pemikiran mendalam: "Aku tidak gagal hari ini, aku sedang belajar." Ia memetik pelajaran berharga bahwa hidup bukan sekadar tentang garis finis atau hasil akhir, melainkan tentang kemauan untuk belajar dari siapa pun dan memahami bahwa kerja keras adalah bentuk kemuliaan hati yang paling murni.

Pertanyaan 8 ID: #198

Informasi tentang Bu Sri memperkuat tema cerita tentang…

BACAAN / STIMULUS

Validasi Akurasi Informasi dan Determinasi Karakter dalam Dinamika Karier

Di bawah terik matahari yang kian meninggi, Dina melangkah taktis menuju halte bus, sembari mematangkan genggamannya pada map berisi dokumen legalitas karier. Ini merupakan hari ketiga dalam misinya mencari peluang kerja pascakelulusan universitas. Meskipun sempat mengalami hambatan berupa penolakan dengan retorika "kurang pengalaman", determinasi Dina tidak menunjukkan sinyal degradasi. Ia percaya bahwa setiap pintu yang tertutup adalah bagian dari proses kalibrasi diri.

Di dalam transportasi publik yang riuh, takdir mempertemukannya dengan Bu Sri, seorang pedagang sayur keliling yang merepresentasikan keteguhan hati di tengah keterbatasan. Melalui dialog singkat namun mendalam, Dina menangkap esensi perjuangan Bu Sri yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer setiap hari demi stabilitas ekonomi keluarga. Pertemuan ini menjadi katalisator bagi Dina; ia menyadari bahwa tantangan yang ia hadapi saat ini belum sebanding dengan persistensi yang ditunjukkan oleh wanita paruh baya di sampingnya tersebut.

Sore harinya, meski hasil wawancara kerja belum memberikan sinyal positif, Dina justru merasa terinspirasi saat melihat Bu Sri tetap menebar senyum ramah di trotoar jalan. Sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan, Dina memutuskan untuk membeli komoditas Bu Sri, meski itu bukan prioritas belanjanya. Malam itu, dalam refleksi di jurnal pribadinya, Dina menginkubasi pemikiran mendalam: "Aku tidak gagal hari ini, aku sedang belajar." Ia memetik pelajaran berharga bahwa hidup bukan sekadar tentang garis finis atau hasil akhir, melainkan tentang kemauan untuk belajar dari siapa pun dan memahami bahwa kerja keras adalah bentuk kemuliaan hati yang paling murni.

Pertanyaan 9 ID: #199

Dina belajar sesuatu yang penting dari interaksinya dengan Bu Sri. Hal ini menunjukkan pentingnya…

BACAAN / STIMULUS

Validasi Akurasi Informasi dan Determinasi Karakter dalam Dinamika Karier

Di bawah terik matahari yang kian meninggi, Dina melangkah taktis menuju halte bus, sembari mematangkan genggamannya pada map berisi dokumen legalitas karier. Ini merupakan hari ketiga dalam misinya mencari peluang kerja pascakelulusan universitas. Meskipun sempat mengalami hambatan berupa penolakan dengan retorika "kurang pengalaman", determinasi Dina tidak menunjukkan sinyal degradasi. Ia percaya bahwa setiap pintu yang tertutup adalah bagian dari proses kalibrasi diri.

Di dalam transportasi publik yang riuh, takdir mempertemukannya dengan Bu Sri, seorang pedagang sayur keliling yang merepresentasikan keteguhan hati di tengah keterbatasan. Melalui dialog singkat namun mendalam, Dina menangkap esensi perjuangan Bu Sri yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer setiap hari demi stabilitas ekonomi keluarga. Pertemuan ini menjadi katalisator bagi Dina; ia menyadari bahwa tantangan yang ia hadapi saat ini belum sebanding dengan persistensi yang ditunjukkan oleh wanita paruh baya di sampingnya tersebut.

Sore harinya, meski hasil wawancara kerja belum memberikan sinyal positif, Dina justru merasa terinspirasi saat melihat Bu Sri tetap menebar senyum ramah di trotoar jalan. Sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan, Dina memutuskan untuk membeli komoditas Bu Sri, meski itu bukan prioritas belanjanya. Malam itu, dalam refleksi di jurnal pribadinya, Dina menginkubasi pemikiran mendalam: "Aku tidak gagal hari ini, aku sedang belajar." Ia memetik pelajaran berharga bahwa hidup bukan sekadar tentang garis finis atau hasil akhir, melainkan tentang kemauan untuk belajar dari siapa pun dan memahami bahwa kerja keras adalah bentuk kemuliaan hati yang paling murni.

Pertanyaan 10 ID: #200

Manakah pernyataan yang paling sesuai dengan pesan moral dari cerita tersebut?

Pertanyaan 11 ID: #1221

Bacalah teks berikut:

"Teks A: Ali menanam sayur di pekarangan.
Teks B: Sayur yang ditanam Ali cepat tumbuh subur karena perawatan rutin."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan kesesuaian informasi antar teks.

1. Teks A dan B saling mendukung informasi tentang perawatan sayur.

2. Ali menyiram tanaman setiap hari agar subur sesuai kedua teks.

3. Teks A dan B membahas liburan ke pantai.

Pertanyaan 12 ID: #1222

Bacalah teks berikut:

"Teks A: Sekolah mengadakan kegiatan menabung.
Teks B: Tabungan siswa digunakan untuk kegiatan sosial."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Informasi di kedua teks sesuai tentang penggunaan tabungan siswa.

2. Setiap siswa menabung untuk kegiatan sosial sesuai teks.

3. Teks membahas olahraga pagi.

Pertanyaan 13 ID: #1223

Bacalah teks berikut:

"Teks A: Ibu memasak dengan bahan segar.
Teks B: Masakan dikonsumsi seluruh keluarga sehingga sehat."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Informasi di Teks A dan B konsisten mengenai masakan sehat.

2. Seluruh anggota keluarga mengonsumsi masakan sesuai teks.

3. Teks membahas bermain di taman.

Pertanyaan 14 ID: #1224

Bacalah teks berikut:

"Teks A: Siswa membersihkan kelas setiap akhir pekan.
Teks B: Kelas menjadi nyaman dan mendukung belajar."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Kedua teks sesuai mengenai kebersihan dan kenyamanan kelas.

2. Lingkungan rapi mendukung belajar sesuai teks.

3. Teks membahas hujan deras.

Pertanyaan 15 ID: #1225

Bacalah teks berikut:

"Teks A: Andi berolahraga setiap pagi.
Teks B: Tubuh Andi sehat dan energinya meningkat."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Informasi kedua teks sesuai tentang manfaat olahraga.

2. Energi meningkat karena olahraga sesuai teks.

3. Teks membahas makan malam keluarga.

Pertanyaan 16 ID: #1226

Bacalah teks berikut:

"Teks A: Warga desa membersihkan saluran air.
Teks B: Banjir tidak terjadi saat hujan berikutnya."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Gotong royong mencegah banjir sesuai kedua teks.

2. Pembersihan saluran air dilakukan secara bersama sesuai teks.

3. Teks membahas liburan sekolah.

Pertanyaan 17 ID: #1227

Bacalah teks berikut:

"Teks A: Rina belajar menulis cerita setiap hari.
Teks B: Kemampuan menulis meningkat dan ia berbagi cerita dengan teman."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Belajar menulis setiap hari meningkatkan kemampuan sesuai teks.

2. Berbagi cerita dengan teman sesuai kedua teks.

3. Teks membahas bermain bola basket.

Pertanyaan 18 ID: #1228

Bacalah teks berikut:

"Teks A: Keluarga menabung listrik.
Teks B: Tagihan listrik berkurang dan lingkungan lebih ramah."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Informasi kedua teks sesuai tentang hemat listrik.

2. Lingkungan lebih ramah karena menabung listrik sesuai teks.

3. Teks membahas kegiatan memasak.

Pertanyaan 19 ID: #1229

Bacalah teks berikut:

"Teks A: Petani menggunakan pupuk organik.
Teks B: Hasil panen meningkat dan tanah tetap subur."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Menggunakan pupuk organik meningkatkan hasil panen sesuai teks.

2. Tanah tetap subur sesuai kedua teks.

3. Teks membahas liburan ke gunung.

Pertanyaan 20 ID: #1230

Bacalah teks berikut:

"Teks A: Sekolah menanam pohon di halaman.
Teks B: Pohon memberikan keteduhan bagi siswa dan memperindah lingkungan."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Menanam pohon memberikan keteduhan sesuai teks.

2. Pohon memperindah lingkungan sesuai kedua teks.

3. Teks membahas membaca buku di perpustakaan.