Menyimpan...
30:00
Soal 1/20
Bahasa Indonesia - Relevansi Filosofis Dan Aktualisasi Diri Dalam Transisi Profesional
BACAAN / STIMULUS

Relevansi Filosofis dan Aktualisasi Diri dalam Transisi Profesional

Fajar baru saja menyingsing ketika Nanda menyibak tirai jendela kamarnya, membiarkan aroma petrikor—parfum alami tanah yang basah akibat hujan semalam—meresap ke dalam ruangan. Di luar, siluet para tetangga yang mulai beraktivitas, mulai dari mempersiapkan komoditas dagang hingga rutinitas pemeliharaan kendaraan, membangkitkan memori kolektif masa kecilnya di pedesaan. Memori tentang nilai gotong royong dan tanggung jawab komunal yang kini terasa begitu kontras dengan individualisme perkotaan.

Hari ini menandai babak baru dalam karier Nanda; ia bertransisi menjadi seorang pendidik di sebuah SMP, meninggalkan zona nyaman selama lima tahun sebagai analis data di korporasi besar. Keputusannya bukan didorong oleh ketidakpuasan finansial, melainkan karena ia merasa eksistensinya terjebak dalam rutinitas yang kering makna. Ia menyadari bahwa akumulasi data tanpa sentuhan kemanusiaan hanya memberikan kepuasan profesional yang semu, sementara hatinya mendambakan kebermanfaatan dan pengabdian yang lebih konkret.

Interaksi pertamanya di ruang kelas melampaui ekspektasi. Alih-alih hanya membahas silabus akademis, Nanda berbagi narasi tentang alasan di balik transformasinya, yang secara simultan memicu rasa ingin tahu murid-muridnya tentang esensi kehidupan. Di penghujung hari, saat ia berjalan melintasi gang sempit menuju kediamannya, Nanda merasakan beban di dadanya meluruh. Ia menyadari bahwa keberanian untuk mencoba hal baru demi menemukan kembali arti hidup telah membuatnya merasa lebih utuh dan bertenaga, sebuah bukti bahwa kebahagiaan sejati sering kali berakar pada keputusan yang memiliki signifikansi moral.

Pertanyaan 1 ID: #181

Apa alasan utama Nanda meninggalkan pekerjaannya sebagai analis data?

BACAAN / STIMULUS

Relevansi Filosofis dan Aktualisasi Diri dalam Transisi Profesional

Fajar baru saja menyingsing ketika Nanda menyibak tirai jendela kamarnya, membiarkan aroma petrikor—parfum alami tanah yang basah akibat hujan semalam—meresap ke dalam ruangan. Di luar, siluet para tetangga yang mulai beraktivitas, mulai dari mempersiapkan komoditas dagang hingga rutinitas pemeliharaan kendaraan, membangkitkan memori kolektif masa kecilnya di pedesaan. Memori tentang nilai gotong royong dan tanggung jawab komunal yang kini terasa begitu kontras dengan individualisme perkotaan.

Hari ini menandai babak baru dalam karier Nanda; ia bertransisi menjadi seorang pendidik di sebuah SMP, meninggalkan zona nyaman selama lima tahun sebagai analis data di korporasi besar. Keputusannya bukan didorong oleh ketidakpuasan finansial, melainkan karena ia merasa eksistensinya terjebak dalam rutinitas yang kering makna. Ia menyadari bahwa akumulasi data tanpa sentuhan kemanusiaan hanya memberikan kepuasan profesional yang semu, sementara hatinya mendambakan kebermanfaatan dan pengabdian yang lebih konkret.

Interaksi pertamanya di ruang kelas melampaui ekspektasi. Alih-alih hanya membahas silabus akademis, Nanda berbagi narasi tentang alasan di balik transformasinya, yang secara simultan memicu rasa ingin tahu murid-muridnya tentang esensi kehidupan. Di penghujung hari, saat ia berjalan melintasi gang sempit menuju kediamannya, Nanda merasakan beban di dadanya meluruh. Ia menyadari bahwa keberanian untuk mencoba hal baru demi menemukan kembali arti hidup telah membuatnya merasa lebih utuh dan bertenaga, sebuah bukti bahwa kebahagiaan sejati sering kali berakar pada keputusan yang memiliki signifikansi moral.

Pertanyaan 2 ID: #182

Peristiwa Nanda memutuskan menjadi guru menunjukkan relevansi terhadap nilai…

BACAAN / STIMULUS

Relevansi Filosofis dan Aktualisasi Diri dalam Transisi Profesional

Fajar baru saja menyingsing ketika Nanda menyibak tirai jendela kamarnya, membiarkan aroma petrikor—parfum alami tanah yang basah akibat hujan semalam—meresap ke dalam ruangan. Di luar, siluet para tetangga yang mulai beraktivitas, mulai dari mempersiapkan komoditas dagang hingga rutinitas pemeliharaan kendaraan, membangkitkan memori kolektif masa kecilnya di pedesaan. Memori tentang nilai gotong royong dan tanggung jawab komunal yang kini terasa begitu kontras dengan individualisme perkotaan.

Hari ini menandai babak baru dalam karier Nanda; ia bertransisi menjadi seorang pendidik di sebuah SMP, meninggalkan zona nyaman selama lima tahun sebagai analis data di korporasi besar. Keputusannya bukan didorong oleh ketidakpuasan finansial, melainkan karena ia merasa eksistensinya terjebak dalam rutinitas yang kering makna. Ia menyadari bahwa akumulasi data tanpa sentuhan kemanusiaan hanya memberikan kepuasan profesional yang semu, sementara hatinya mendambakan kebermanfaatan dan pengabdian yang lebih konkret.

Interaksi pertamanya di ruang kelas melampaui ekspektasi. Alih-alih hanya membahas silabus akademis, Nanda berbagi narasi tentang alasan di balik transformasinya, yang secara simultan memicu rasa ingin tahu murid-muridnya tentang esensi kehidupan. Di penghujung hari, saat ia berjalan melintasi gang sempit menuju kediamannya, Nanda merasakan beban di dadanya meluruh. Ia menyadari bahwa keberanian untuk mencoba hal baru demi menemukan kembali arti hidup telah membuatnya merasa lebih utuh dan bertenaga, sebuah bukti bahwa kebahagiaan sejati sering kali berakar pada keputusan yang memiliki signifikansi moral.

Pertanyaan 3 ID: #183

Dari penggalan teks, bagaimana perasaan Nanda terhadap pekerjaannya yang lama?

BACAAN / STIMULUS

Relevansi Filosofis dan Aktualisasi Diri dalam Transisi Profesional

Fajar baru saja menyingsing ketika Nanda menyibak tirai jendela kamarnya, membiarkan aroma petrikor—parfum alami tanah yang basah akibat hujan semalam—meresap ke dalam ruangan. Di luar, siluet para tetangga yang mulai beraktivitas, mulai dari mempersiapkan komoditas dagang hingga rutinitas pemeliharaan kendaraan, membangkitkan memori kolektif masa kecilnya di pedesaan. Memori tentang nilai gotong royong dan tanggung jawab komunal yang kini terasa begitu kontras dengan individualisme perkotaan.

Hari ini menandai babak baru dalam karier Nanda; ia bertransisi menjadi seorang pendidik di sebuah SMP, meninggalkan zona nyaman selama lima tahun sebagai analis data di korporasi besar. Keputusannya bukan didorong oleh ketidakpuasan finansial, melainkan karena ia merasa eksistensinya terjebak dalam rutinitas yang kering makna. Ia menyadari bahwa akumulasi data tanpa sentuhan kemanusiaan hanya memberikan kepuasan profesional yang semu, sementara hatinya mendambakan kebermanfaatan dan pengabdian yang lebih konkret.

Interaksi pertamanya di ruang kelas melampaui ekspektasi. Alih-alih hanya membahas silabus akademis, Nanda berbagi narasi tentang alasan di balik transformasinya, yang secara simultan memicu rasa ingin tahu murid-muridnya tentang esensi kehidupan. Di penghujung hari, saat ia berjalan melintasi gang sempit menuju kediamannya, Nanda merasakan beban di dadanya meluruh. Ia menyadari bahwa keberanian untuk mencoba hal baru demi menemukan kembali arti hidup telah membuatnya merasa lebih utuh dan bertenaga, sebuah bukti bahwa kebahagiaan sejati sering kali berakar pada keputusan yang memiliki signifikansi moral.

Pertanyaan 4 ID: #184

Mengapa peristiwa masa kecil Nanda di desa penting dalam teks?

BACAAN / STIMULUS

Relevansi Filosofis dan Aktualisasi Diri dalam Transisi Profesional

Fajar baru saja menyingsing ketika Nanda menyibak tirai jendela kamarnya, membiarkan aroma petrikor—parfum alami tanah yang basah akibat hujan semalam—meresap ke dalam ruangan. Di luar, siluet para tetangga yang mulai beraktivitas, mulai dari mempersiapkan komoditas dagang hingga rutinitas pemeliharaan kendaraan, membangkitkan memori kolektif masa kecilnya di pedesaan. Memori tentang nilai gotong royong dan tanggung jawab komunal yang kini terasa begitu kontras dengan individualisme perkotaan.

Hari ini menandai babak baru dalam karier Nanda; ia bertransisi menjadi seorang pendidik di sebuah SMP, meninggalkan zona nyaman selama lima tahun sebagai analis data di korporasi besar. Keputusannya bukan didorong oleh ketidakpuasan finansial, melainkan karena ia merasa eksistensinya terjebak dalam rutinitas yang kering makna. Ia menyadari bahwa akumulasi data tanpa sentuhan kemanusiaan hanya memberikan kepuasan profesional yang semu, sementara hatinya mendambakan kebermanfaatan dan pengabdian yang lebih konkret.

Interaksi pertamanya di ruang kelas melampaui ekspektasi. Alih-alih hanya membahas silabus akademis, Nanda berbagi narasi tentang alasan di balik transformasinya, yang secara simultan memicu rasa ingin tahu murid-muridnya tentang esensi kehidupan. Di penghujung hari, saat ia berjalan melintasi gang sempit menuju kediamannya, Nanda merasakan beban di dadanya meluruh. Ia menyadari bahwa keberanian untuk mencoba hal baru demi menemukan kembali arti hidup telah membuatnya merasa lebih utuh dan bertenaga, sebuah bukti bahwa kebahagiaan sejati sering kali berakar pada keputusan yang memiliki signifikansi moral.

Pertanyaan 5 ID: #185

Peristiwa Nanda menjawab pertanyaan murid di kelas menunjukkan bahwa ia…

BACAAN / STIMULUS

Relevansi Filosofis dan Aktualisasi Diri dalam Transisi Profesional

Fajar baru saja menyingsing ketika Nanda menyibak tirai jendela kamarnya, membiarkan aroma petrikor—parfum alami tanah yang basah akibat hujan semalam—meresap ke dalam ruangan. Di luar, siluet para tetangga yang mulai beraktivitas, mulai dari mempersiapkan komoditas dagang hingga rutinitas pemeliharaan kendaraan, membangkitkan memori kolektif masa kecilnya di pedesaan. Memori tentang nilai gotong royong dan tanggung jawab komunal yang kini terasa begitu kontras dengan individualisme perkotaan.

Hari ini menandai babak baru dalam karier Nanda; ia bertransisi menjadi seorang pendidik di sebuah SMP, meninggalkan zona nyaman selama lima tahun sebagai analis data di korporasi besar. Keputusannya bukan didorong oleh ketidakpuasan finansial, melainkan karena ia merasa eksistensinya terjebak dalam rutinitas yang kering makna. Ia menyadari bahwa akumulasi data tanpa sentuhan kemanusiaan hanya memberikan kepuasan profesional yang semu, sementara hatinya mendambakan kebermanfaatan dan pengabdian yang lebih konkret.

Interaksi pertamanya di ruang kelas melampaui ekspektasi. Alih-alih hanya membahas silabus akademis, Nanda berbagi narasi tentang alasan di balik transformasinya, yang secara simultan memicu rasa ingin tahu murid-muridnya tentang esensi kehidupan. Di penghujung hari, saat ia berjalan melintasi gang sempit menuju kediamannya, Nanda merasakan beban di dadanya meluruh. Ia menyadari bahwa keberanian untuk mencoba hal baru demi menemukan kembali arti hidup telah membuatnya merasa lebih utuh dan bertenaga, sebuah bukti bahwa kebahagiaan sejati sering kali berakar pada keputusan yang memiliki signifikansi moral.

Pertanyaan 6 ID: #186

Pesan moral utama yang dapat diambil dari teks tersebut adalah…

BACAAN / STIMULUS

Relevansi Filosofis dan Aktualisasi Diri dalam Transisi Profesional

Fajar baru saja menyingsing ketika Nanda menyibak tirai jendela kamarnya, membiarkan aroma petrikor—parfum alami tanah yang basah akibat hujan semalam—meresap ke dalam ruangan. Di luar, siluet para tetangga yang mulai beraktivitas, mulai dari mempersiapkan komoditas dagang hingga rutinitas pemeliharaan kendaraan, membangkitkan memori kolektif masa kecilnya di pedesaan. Memori tentang nilai gotong royong dan tanggung jawab komunal yang kini terasa begitu kontras dengan individualisme perkotaan.

Hari ini menandai babak baru dalam karier Nanda; ia bertransisi menjadi seorang pendidik di sebuah SMP, meninggalkan zona nyaman selama lima tahun sebagai analis data di korporasi besar. Keputusannya bukan didorong oleh ketidakpuasan finansial, melainkan karena ia merasa eksistensinya terjebak dalam rutinitas yang kering makna. Ia menyadari bahwa akumulasi data tanpa sentuhan kemanusiaan hanya memberikan kepuasan profesional yang semu, sementara hatinya mendambakan kebermanfaatan dan pengabdian yang lebih konkret.

Interaksi pertamanya di ruang kelas melampaui ekspektasi. Alih-alih hanya membahas silabus akademis, Nanda berbagi narasi tentang alasan di balik transformasinya, yang secara simultan memicu rasa ingin tahu murid-muridnya tentang esensi kehidupan. Di penghujung hari, saat ia berjalan melintasi gang sempit menuju kediamannya, Nanda merasakan beban di dadanya meluruh. Ia menyadari bahwa keberanian untuk mencoba hal baru demi menemukan kembali arti hidup telah membuatnya merasa lebih utuh dan bertenaga, sebuah bukti bahwa kebahagiaan sejati sering kali berakar pada keputusan yang memiliki signifikansi moral.

Pertanyaan 7 ID: #187

Pengalaman Nanda mengajar memberikan pelajaran kepada pembaca tentang pentingnya…

BACAAN / STIMULUS

Relevansi Filosofis dan Aktualisasi Diri dalam Transisi Profesional

Fajar baru saja menyingsing ketika Nanda menyibak tirai jendela kamarnya, membiarkan aroma petrikor—parfum alami tanah yang basah akibat hujan semalam—meresap ke dalam ruangan. Di luar, siluet para tetangga yang mulai beraktivitas, mulai dari mempersiapkan komoditas dagang hingga rutinitas pemeliharaan kendaraan, membangkitkan memori kolektif masa kecilnya di pedesaan. Memori tentang nilai gotong royong dan tanggung jawab komunal yang kini terasa begitu kontras dengan individualisme perkotaan.

Hari ini menandai babak baru dalam karier Nanda; ia bertransisi menjadi seorang pendidik di sebuah SMP, meninggalkan zona nyaman selama lima tahun sebagai analis data di korporasi besar. Keputusannya bukan didorong oleh ketidakpuasan finansial, melainkan karena ia merasa eksistensinya terjebak dalam rutinitas yang kering makna. Ia menyadari bahwa akumulasi data tanpa sentuhan kemanusiaan hanya memberikan kepuasan profesional yang semu, sementara hatinya mendambakan kebermanfaatan dan pengabdian yang lebih konkret.

Interaksi pertamanya di ruang kelas melampaui ekspektasi. Alih-alih hanya membahas silabus akademis, Nanda berbagi narasi tentang alasan di balik transformasinya, yang secara simultan memicu rasa ingin tahu murid-muridnya tentang esensi kehidupan. Di penghujung hari, saat ia berjalan melintasi gang sempit menuju kediamannya, Nanda merasakan beban di dadanya meluruh. Ia menyadari bahwa keberanian untuk mencoba hal baru demi menemukan kembali arti hidup telah membuatnya merasa lebih utuh dan bertenaga, sebuah bukti bahwa kebahagiaan sejati sering kali berakar pada keputusan yang memiliki signifikansi moral.

Pertanyaan 8 ID: #188

Peristiwa dalam teks menggambarkan bahwa perubahan dalam hidup sering kali diawali dengan…

BACAAN / STIMULUS

Relevansi Filosofis dan Aktualisasi Diri dalam Transisi Profesional

Fajar baru saja menyingsing ketika Nanda menyibak tirai jendela kamarnya, membiarkan aroma petrikor—parfum alami tanah yang basah akibat hujan semalam—meresap ke dalam ruangan. Di luar, siluet para tetangga yang mulai beraktivitas, mulai dari mempersiapkan komoditas dagang hingga rutinitas pemeliharaan kendaraan, membangkitkan memori kolektif masa kecilnya di pedesaan. Memori tentang nilai gotong royong dan tanggung jawab komunal yang kini terasa begitu kontras dengan individualisme perkotaan.

Hari ini menandai babak baru dalam karier Nanda; ia bertransisi menjadi seorang pendidik di sebuah SMP, meninggalkan zona nyaman selama lima tahun sebagai analis data di korporasi besar. Keputusannya bukan didorong oleh ketidakpuasan finansial, melainkan karena ia merasa eksistensinya terjebak dalam rutinitas yang kering makna. Ia menyadari bahwa akumulasi data tanpa sentuhan kemanusiaan hanya memberikan kepuasan profesional yang semu, sementara hatinya mendambakan kebermanfaatan dan pengabdian yang lebih konkret.

Interaksi pertamanya di ruang kelas melampaui ekspektasi. Alih-alih hanya membahas silabus akademis, Nanda berbagi narasi tentang alasan di balik transformasinya, yang secara simultan memicu rasa ingin tahu murid-muridnya tentang esensi kehidupan. Di penghujung hari, saat ia berjalan melintasi gang sempit menuju kediamannya, Nanda merasakan beban di dadanya meluruh. Ia menyadari bahwa keberanian untuk mencoba hal baru demi menemukan kembali arti hidup telah membuatnya merasa lebih utuh dan bertenaga, sebuah bukti bahwa kebahagiaan sejati sering kali berakar pada keputusan yang memiliki signifikansi moral.

Pertanyaan 9 ID: #189

Tindakan Nanda menjadi guru dapat memberikan inspirasi kepada pembaca untuk…

BACAAN / STIMULUS

Relevansi Filosofis dan Aktualisasi Diri dalam Transisi Profesional

Fajar baru saja menyingsing ketika Nanda menyibak tirai jendela kamarnya, membiarkan aroma petrikor—parfum alami tanah yang basah akibat hujan semalam—meresap ke dalam ruangan. Di luar, siluet para tetangga yang mulai beraktivitas, mulai dari mempersiapkan komoditas dagang hingga rutinitas pemeliharaan kendaraan, membangkitkan memori kolektif masa kecilnya di pedesaan. Memori tentang nilai gotong royong dan tanggung jawab komunal yang kini terasa begitu kontras dengan individualisme perkotaan.

Hari ini menandai babak baru dalam karier Nanda; ia bertransisi menjadi seorang pendidik di sebuah SMP, meninggalkan zona nyaman selama lima tahun sebagai analis data di korporasi besar. Keputusannya bukan didorong oleh ketidakpuasan finansial, melainkan karena ia merasa eksistensinya terjebak dalam rutinitas yang kering makna. Ia menyadari bahwa akumulasi data tanpa sentuhan kemanusiaan hanya memberikan kepuasan profesional yang semu, sementara hatinya mendambakan kebermanfaatan dan pengabdian yang lebih konkret.

Interaksi pertamanya di ruang kelas melampaui ekspektasi. Alih-alih hanya membahas silabus akademis, Nanda berbagi narasi tentang alasan di balik transformasinya, yang secara simultan memicu rasa ingin tahu murid-muridnya tentang esensi kehidupan. Di penghujung hari, saat ia berjalan melintasi gang sempit menuju kediamannya, Nanda merasakan beban di dadanya meluruh. Ia menyadari bahwa keberanian untuk mencoba hal baru demi menemukan kembali arti hidup telah membuatnya merasa lebih utuh dan bertenaga, sebuah bukti bahwa kebahagiaan sejati sering kali berakar pada keputusan yang memiliki signifikansi moral.

Pertanyaan 10 ID: #190

Apa yang membuat Nanda merasa “lebih utuh, lebih hidup” di akhir cerita?

Pertanyaan 11 ID: #1211

Bacalah teks berikut:

"Ali menanam sayur di pekarangan rumah. Setiap hari ia menyiram dan merawat tanaman. Akhirnya, sayuran tumbuh subur dan bisa dimakan keluarga."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan relevansi peristiwa dengan kehidupan sehari-hari.

1. Perawatan sayur berguna untuk konsumsi keluarga.

2. Ali menyiram tanaman setiap hari agar subur.

3. Cerita membahas liburan ke pantai.

Pertanyaan 12 ID: #1212

Bacalah teks berikut:

"Sekolah mengadakan kegiatan menabung. Setiap siswa menyisihkan sebagian uang saku. Setelah beberapa bulan, tabungan digunakan untuk kegiatan sosial."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Menabung digunakan untuk kegiatan sosial.

2. Siswa menyisihkan uang saku setiap bulan.

3. Cerita membahas olahraga pagi.

Pertanyaan 13 ID: #1213

Bacalah teks berikut:

"Ibu memasak di dapur menggunakan bahan segar dari pasar. Masakan sehat ini dikonsumsi seluruh anggota keluarga."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Memasak bahan segar mendukung kesehatan keluarga.

2. Ibu menyiapkan masakan untuk seluruh anggota keluarga.

3. Cerita membahas pergi ke taman bermain.

Pertanyaan 14 ID: #1214

Bacalah teks berikut:

"Siswa membersihkan kelas setiap akhir pekan. Lingkungan kelas menjadi rapi dan nyaman, mendukung proses belajar mengajar."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Membersihkan kelas membuat lingkungan nyaman.

2. Lingkungan rapi mendukung proses belajar mengajar.

3. Cerita membahas hujan deras di malam hari.

Pertanyaan 15 ID: #1215

Bacalah teks berikut:

"Andi berolahraga rutin di pagi hari. Tubuh menjadi sehat dan energi meningkat sepanjang hari."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Olahraga rutin membuat tubuh sehat.

2. Energi meningkat sepanjang hari akibat olahraga.

3. Cerita membahas makan malam keluarga.

Pertanyaan 16 ID: #1216

Bacalah teks berikut:

"Warga desa mengadakan gotong royong membersihkan saluran air. Hujan berikutnya tidak menyebabkan banjir."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Gotong royong mencegah banjir.

2. Warga membersihkan saluran air secara bersama.

3. Cerita membahas liburan sekolah.

Pertanyaan 17 ID: #1217

Bacalah teks berikut:

"Rina belajar menulis cerita setiap hari. Kemampuan menulisnya meningkat dan ia bisa berbagi cerita dengan teman."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Belajar menulis setiap hari meningkatkan kemampuan.

2. Rina berbagi cerita dengan teman sebagai hasil belajar.

3. Cerita membahas bermain bola basket.

Pertanyaan 18 ID: #1218

Bacalah teks berikut:

"Keluarga menabung listrik dengan mematikan lampu yang tidak digunakan. Tagihan listrik berkurang dan lingkungan lebih ramah."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Mematikan lampu yang tidak digunakan mengurangi tagihan.

2. Tindakan ini juga ramah lingkungan.

3. Cerita membahas kegiatan memasak.

Pertanyaan 19 ID: #1219

Bacalah teks berikut:

"Petani menggunakan pupuk organik untuk sawahnya. Hasil panen meningkat dan tanah tetap subur untuk musim berikut."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Menggunakan pupuk organik meningkatkan hasil panen.

2. Tanah tetap subur untuk musim berikutnya.

3. Cerita membahas liburan ke gunung.

Pertanyaan 20 ID: #1220

Bacalah teks berikut:

"Sekolah menanam pohon di halaman. Selain memperindah lingkungan, pohon memberikan keteduhan bagi siswa saat istirahat."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Pohon memberikan keteduhan saat istirahat.

2. Menanam pohon memperindah lingkungan sekolah.

3. Cerita membahas membaca buku di perpustakaan.