Menyimpan...
30:00
Soal 1/20
Bahasa Indonesia - Proyeksi Peristiwa Dan Manajemen Krisis Dalam Hubungan Domestik
BACAAN / STIMULUS

Proyeksi Peristiwa dan Manajemen Krisis dalam Hubungan Domestik

Atmosfer kelabu menyelimuti perjalanan Sita saat ia melintasi jalan setapak menuju kediaman neneknya di pedesaan. Sejak berpulangnya sang ibu setahun silam, Sita membangun dependensi emosional yang kuat dengan neneknya, menjadikan setiap masa libur sekolah sebagai momentum untuk merajut kedekatan. Namun, sore itu ia menangkap anomali; rumah yang biasanya terepresentasi oleh resonansi suara radio tua dan aroma masakan yang autentik, kini justru diselimuti keheningan yang mencekam.

Kekhawatiran Sita terjustifikasi saat ia menemukan neneknya dalam kondisi kritis di ruang tengah, dengan profil wajah yang pucat dan tremor pada tubuhnya. Respons cepat Sita dalam menghubungi Pak Wawan untuk bantuan medis darurat menjadi faktor krusial dalam penyelamatan tersebut. Diagnosis medis menunjukkan adanya serangan ringan akibat hipotensi (tekanan darah rendah), dan integritas Sita sebagai cucu teruji saat ia memutuskan untuk mengesampingkan rutinitas di kota demi merawat sang nenek secara intensif.

Guna menjaga konsistensi akademisnya, Sita memilih opsi pembelajaran secara daring dari rumah nenek, sebuah kompromi cerdas antara tanggung jawab moral dan edukasi. Transisi hidup ini membawa perspektif baru bagi Sita; ia mulai terbiasa dengan ritme domestik seperti memasak dan mengelola rumah. Sebuah dialog emosional di malam hari memberikan sinyal bahwa kehadiran Sita telah merevitalisasi semangat hidup sang nenek, menandai babak baru dalam hidupnya yang lebih dewasa dan penuh tanggung jawab terhadap keluarga.

Pertanyaan 1 ID: #161

Apa yang kemungkinan terjadi jika Sita tidak segera datang ke rumah neneknya?

BACAAN / STIMULUS

Proyeksi Peristiwa dan Manajemen Krisis dalam Hubungan Domestik

Atmosfer kelabu menyelimuti perjalanan Sita saat ia melintasi jalan setapak menuju kediaman neneknya di pedesaan. Sejak berpulangnya sang ibu setahun silam, Sita membangun dependensi emosional yang kuat dengan neneknya, menjadikan setiap masa libur sekolah sebagai momentum untuk merajut kedekatan. Namun, sore itu ia menangkap anomali; rumah yang biasanya terepresentasi oleh resonansi suara radio tua dan aroma masakan yang autentik, kini justru diselimuti keheningan yang mencekam.

Kekhawatiran Sita terjustifikasi saat ia menemukan neneknya dalam kondisi kritis di ruang tengah, dengan profil wajah yang pucat dan tremor pada tubuhnya. Respons cepat Sita dalam menghubungi Pak Wawan untuk bantuan medis darurat menjadi faktor krusial dalam penyelamatan tersebut. Diagnosis medis menunjukkan adanya serangan ringan akibat hipotensi (tekanan darah rendah), dan integritas Sita sebagai cucu teruji saat ia memutuskan untuk mengesampingkan rutinitas di kota demi merawat sang nenek secara intensif.

Guna menjaga konsistensi akademisnya, Sita memilih opsi pembelajaran secara daring dari rumah nenek, sebuah kompromi cerdas antara tanggung jawab moral dan edukasi. Transisi hidup ini membawa perspektif baru bagi Sita; ia mulai terbiasa dengan ritme domestik seperti memasak dan mengelola rumah. Sebuah dialog emosional di malam hari memberikan sinyal bahwa kehadiran Sita telah merevitalisasi semangat hidup sang nenek, menandai babak baru dalam hidupnya yang lebih dewasa dan penuh tanggung jawab terhadap keluarga.

Pertanyaan 2 ID: #162

Apa yang akan dilakukan Sita setelah nenek dirawat di rumah sakit?

BACAAN / STIMULUS

Proyeksi Peristiwa dan Manajemen Krisis dalam Hubungan Domestik

Atmosfer kelabu menyelimuti perjalanan Sita saat ia melintasi jalan setapak menuju kediaman neneknya di pedesaan. Sejak berpulangnya sang ibu setahun silam, Sita membangun dependensi emosional yang kuat dengan neneknya, menjadikan setiap masa libur sekolah sebagai momentum untuk merajut kedekatan. Namun, sore itu ia menangkap anomali; rumah yang biasanya terepresentasi oleh resonansi suara radio tua dan aroma masakan yang autentik, kini justru diselimuti keheningan yang mencekam.

Kekhawatiran Sita terjustifikasi saat ia menemukan neneknya dalam kondisi kritis di ruang tengah, dengan profil wajah yang pucat dan tremor pada tubuhnya. Respons cepat Sita dalam menghubungi Pak Wawan untuk bantuan medis darurat menjadi faktor krusial dalam penyelamatan tersebut. Diagnosis medis menunjukkan adanya serangan ringan akibat hipotensi (tekanan darah rendah), dan integritas Sita sebagai cucu teruji saat ia memutuskan untuk mengesampingkan rutinitas di kota demi merawat sang nenek secara intensif.

Guna menjaga konsistensi akademisnya, Sita memilih opsi pembelajaran secara daring dari rumah nenek, sebuah kompromi cerdas antara tanggung jawab moral dan edukasi. Transisi hidup ini membawa perspektif baru bagi Sita; ia mulai terbiasa dengan ritme domestik seperti memasak dan mengelola rumah. Sebuah dialog emosional di malam hari memberikan sinyal bahwa kehadiran Sita telah merevitalisasi semangat hidup sang nenek, menandai babak baru dalam hidupnya yang lebih dewasa dan penuh tanggung jawab terhadap keluarga.

Pertanyaan 3 ID: #163

Jika kondisi nenek tidak segera membaik, apa kemungkinan yang akan dilakukan oleh keluarga Sita?

BACAAN / STIMULUS

Proyeksi Peristiwa dan Manajemen Krisis dalam Hubungan Domestik

Atmosfer kelabu menyelimuti perjalanan Sita saat ia melintasi jalan setapak menuju kediaman neneknya di pedesaan. Sejak berpulangnya sang ibu setahun silam, Sita membangun dependensi emosional yang kuat dengan neneknya, menjadikan setiap masa libur sekolah sebagai momentum untuk merajut kedekatan. Namun, sore itu ia menangkap anomali; rumah yang biasanya terepresentasi oleh resonansi suara radio tua dan aroma masakan yang autentik, kini justru diselimuti keheningan yang mencekam.

Kekhawatiran Sita terjustifikasi saat ia menemukan neneknya dalam kondisi kritis di ruang tengah, dengan profil wajah yang pucat dan tremor pada tubuhnya. Respons cepat Sita dalam menghubungi Pak Wawan untuk bantuan medis darurat menjadi faktor krusial dalam penyelamatan tersebut. Diagnosis medis menunjukkan adanya serangan ringan akibat hipotensi (tekanan darah rendah), dan integritas Sita sebagai cucu teruji saat ia memutuskan untuk mengesampingkan rutinitas di kota demi merawat sang nenek secara intensif.

Guna menjaga konsistensi akademisnya, Sita memilih opsi pembelajaran secara daring dari rumah nenek, sebuah kompromi cerdas antara tanggung jawab moral dan edukasi. Transisi hidup ini membawa perspektif baru bagi Sita; ia mulai terbiasa dengan ritme domestik seperti memasak dan mengelola rumah. Sebuah dialog emosional di malam hari memberikan sinyal bahwa kehadiran Sita telah merevitalisasi semangat hidup sang nenek, menandai babak baru dalam hidupnya yang lebih dewasa dan penuh tanggung jawab terhadap keluarga.

Pertanyaan 4 ID: #164

Kalimat terakhir dalam teks menunjukkan bahwa Sita kemungkinan besar akan…

BACAAN / STIMULUS

Proyeksi Peristiwa dan Manajemen Krisis dalam Hubungan Domestik

Atmosfer kelabu menyelimuti perjalanan Sita saat ia melintasi jalan setapak menuju kediaman neneknya di pedesaan. Sejak berpulangnya sang ibu setahun silam, Sita membangun dependensi emosional yang kuat dengan neneknya, menjadikan setiap masa libur sekolah sebagai momentum untuk merajut kedekatan. Namun, sore itu ia menangkap anomali; rumah yang biasanya terepresentasi oleh resonansi suara radio tua dan aroma masakan yang autentik, kini justru diselimuti keheningan yang mencekam.

Kekhawatiran Sita terjustifikasi saat ia menemukan neneknya dalam kondisi kritis di ruang tengah, dengan profil wajah yang pucat dan tremor pada tubuhnya. Respons cepat Sita dalam menghubungi Pak Wawan untuk bantuan medis darurat menjadi faktor krusial dalam penyelamatan tersebut. Diagnosis medis menunjukkan adanya serangan ringan akibat hipotensi (tekanan darah rendah), dan integritas Sita sebagai cucu teruji saat ia memutuskan untuk mengesampingkan rutinitas di kota demi merawat sang nenek secara intensif.

Guna menjaga konsistensi akademisnya, Sita memilih opsi pembelajaran secara daring dari rumah nenek, sebuah kompromi cerdas antara tanggung jawab moral dan edukasi. Transisi hidup ini membawa perspektif baru bagi Sita; ia mulai terbiasa dengan ritme domestik seperti memasak dan mengelola rumah. Sebuah dialog emosional di malam hari memberikan sinyal bahwa kehadiran Sita telah merevitalisasi semangat hidup sang nenek, menandai babak baru dalam hidupnya yang lebih dewasa dan penuh tanggung jawab terhadap keluarga.

Pertanyaan 5 ID: #165

Jika Sita tidak memutuskan untuk belajar daring, apa kemungkinan yang terjadi?

BACAAN / STIMULUS

Proyeksi Peristiwa dan Manajemen Krisis dalam Hubungan Domestik

Atmosfer kelabu menyelimuti perjalanan Sita saat ia melintasi jalan setapak menuju kediaman neneknya di pedesaan. Sejak berpulangnya sang ibu setahun silam, Sita membangun dependensi emosional yang kuat dengan neneknya, menjadikan setiap masa libur sekolah sebagai momentum untuk merajut kedekatan. Namun, sore itu ia menangkap anomali; rumah yang biasanya terepresentasi oleh resonansi suara radio tua dan aroma masakan yang autentik, kini justru diselimuti keheningan yang mencekam.

Kekhawatiran Sita terjustifikasi saat ia menemukan neneknya dalam kondisi kritis di ruang tengah, dengan profil wajah yang pucat dan tremor pada tubuhnya. Respons cepat Sita dalam menghubungi Pak Wawan untuk bantuan medis darurat menjadi faktor krusial dalam penyelamatan tersebut. Diagnosis medis menunjukkan adanya serangan ringan akibat hipotensi (tekanan darah rendah), dan integritas Sita sebagai cucu teruji saat ia memutuskan untuk mengesampingkan rutinitas di kota demi merawat sang nenek secara intensif.

Guna menjaga konsistensi akademisnya, Sita memilih opsi pembelajaran secara daring dari rumah nenek, sebuah kompromi cerdas antara tanggung jawab moral dan edukasi. Transisi hidup ini membawa perspektif baru bagi Sita; ia mulai terbiasa dengan ritme domestik seperti memasak dan mengelola rumah. Sebuah dialog emosional di malam hari memberikan sinyal bahwa kehadiran Sita telah merevitalisasi semangat hidup sang nenek, menandai babak baru dalam hidupnya yang lebih dewasa dan penuh tanggung jawab terhadap keluarga.

Pertanyaan 6 ID: #166

Apa kemungkinan alasan Sita merasa rumah neneknya berbeda saat ia tiba?

BACAAN / STIMULUS

Proyeksi Peristiwa dan Manajemen Krisis dalam Hubungan Domestik

Atmosfer kelabu menyelimuti perjalanan Sita saat ia melintasi jalan setapak menuju kediaman neneknya di pedesaan. Sejak berpulangnya sang ibu setahun silam, Sita membangun dependensi emosional yang kuat dengan neneknya, menjadikan setiap masa libur sekolah sebagai momentum untuk merajut kedekatan. Namun, sore itu ia menangkap anomali; rumah yang biasanya terepresentasi oleh resonansi suara radio tua dan aroma masakan yang autentik, kini justru diselimuti keheningan yang mencekam.

Kekhawatiran Sita terjustifikasi saat ia menemukan neneknya dalam kondisi kritis di ruang tengah, dengan profil wajah yang pucat dan tremor pada tubuhnya. Respons cepat Sita dalam menghubungi Pak Wawan untuk bantuan medis darurat menjadi faktor krusial dalam penyelamatan tersebut. Diagnosis medis menunjukkan adanya serangan ringan akibat hipotensi (tekanan darah rendah), dan integritas Sita sebagai cucu teruji saat ia memutuskan untuk mengesampingkan rutinitas di kota demi merawat sang nenek secara intensif.

Guna menjaga konsistensi akademisnya, Sita memilih opsi pembelajaran secara daring dari rumah nenek, sebuah kompromi cerdas antara tanggung jawab moral dan edukasi. Transisi hidup ini membawa perspektif baru bagi Sita; ia mulai terbiasa dengan ritme domestik seperti memasak dan mengelola rumah. Sebuah dialog emosional di malam hari memberikan sinyal bahwa kehadiran Sita telah merevitalisasi semangat hidup sang nenek, menandai babak baru dalam hidupnya yang lebih dewasa dan penuh tanggung jawab terhadap keluarga.

Pertanyaan 7 ID: #167

Jika Sita terus tinggal bersama neneknya, kemungkinan apa yang akan terjadi pada hubungan mereka?

BACAAN / STIMULUS

Proyeksi Peristiwa dan Manajemen Krisis dalam Hubungan Domestik

Atmosfer kelabu menyelimuti perjalanan Sita saat ia melintasi jalan setapak menuju kediaman neneknya di pedesaan. Sejak berpulangnya sang ibu setahun silam, Sita membangun dependensi emosional yang kuat dengan neneknya, menjadikan setiap masa libur sekolah sebagai momentum untuk merajut kedekatan. Namun, sore itu ia menangkap anomali; rumah yang biasanya terepresentasi oleh resonansi suara radio tua dan aroma masakan yang autentik, kini justru diselimuti keheningan yang mencekam.

Kekhawatiran Sita terjustifikasi saat ia menemukan neneknya dalam kondisi kritis di ruang tengah, dengan profil wajah yang pucat dan tremor pada tubuhnya. Respons cepat Sita dalam menghubungi Pak Wawan untuk bantuan medis darurat menjadi faktor krusial dalam penyelamatan tersebut. Diagnosis medis menunjukkan adanya serangan ringan akibat hipotensi (tekanan darah rendah), dan integritas Sita sebagai cucu teruji saat ia memutuskan untuk mengesampingkan rutinitas di kota demi merawat sang nenek secara intensif.

Guna menjaga konsistensi akademisnya, Sita memilih opsi pembelajaran secara daring dari rumah nenek, sebuah kompromi cerdas antara tanggung jawab moral dan edukasi. Transisi hidup ini membawa perspektif baru bagi Sita; ia mulai terbiasa dengan ritme domestik seperti memasak dan mengelola rumah. Sebuah dialog emosional di malam hari memberikan sinyal bahwa kehadiran Sita telah merevitalisasi semangat hidup sang nenek, menandai babak baru dalam hidupnya yang lebih dewasa dan penuh tanggung jawab terhadap keluarga.

Pertanyaan 8 ID: #168

Setelah kejadian ini, kemungkinan besar Sita akan lebih…

BACAAN / STIMULUS

Proyeksi Peristiwa dan Manajemen Krisis dalam Hubungan Domestik

Atmosfer kelabu menyelimuti perjalanan Sita saat ia melintasi jalan setapak menuju kediaman neneknya di pedesaan. Sejak berpulangnya sang ibu setahun silam, Sita membangun dependensi emosional yang kuat dengan neneknya, menjadikan setiap masa libur sekolah sebagai momentum untuk merajut kedekatan. Namun, sore itu ia menangkap anomali; rumah yang biasanya terepresentasi oleh resonansi suara radio tua dan aroma masakan yang autentik, kini justru diselimuti keheningan yang mencekam.

Kekhawatiran Sita terjustifikasi saat ia menemukan neneknya dalam kondisi kritis di ruang tengah, dengan profil wajah yang pucat dan tremor pada tubuhnya. Respons cepat Sita dalam menghubungi Pak Wawan untuk bantuan medis darurat menjadi faktor krusial dalam penyelamatan tersebut. Diagnosis medis menunjukkan adanya serangan ringan akibat hipotensi (tekanan darah rendah), dan integritas Sita sebagai cucu teruji saat ia memutuskan untuk mengesampingkan rutinitas di kota demi merawat sang nenek secara intensif.

Guna menjaga konsistensi akademisnya, Sita memilih opsi pembelajaran secara daring dari rumah nenek, sebuah kompromi cerdas antara tanggung jawab moral dan edukasi. Transisi hidup ini membawa perspektif baru bagi Sita; ia mulai terbiasa dengan ritme domestik seperti memasak dan mengelola rumah. Sebuah dialog emosional di malam hari memberikan sinyal bahwa kehadiran Sita telah merevitalisasi semangat hidup sang nenek, menandai babak baru dalam hidupnya yang lebih dewasa dan penuh tanggung jawab terhadap keluarga.

Pertanyaan 9 ID: #169

Jika Pak Wawan tidak membantu, apa yang mungkin terjadi?

BACAAN / STIMULUS

Proyeksi Peristiwa dan Manajemen Krisis dalam Hubungan Domestik

Atmosfer kelabu menyelimuti perjalanan Sita saat ia melintasi jalan setapak menuju kediaman neneknya di pedesaan. Sejak berpulangnya sang ibu setahun silam, Sita membangun dependensi emosional yang kuat dengan neneknya, menjadikan setiap masa libur sekolah sebagai momentum untuk merajut kedekatan. Namun, sore itu ia menangkap anomali; rumah yang biasanya terepresentasi oleh resonansi suara radio tua dan aroma masakan yang autentik, kini justru diselimuti keheningan yang mencekam.

Kekhawatiran Sita terjustifikasi saat ia menemukan neneknya dalam kondisi kritis di ruang tengah, dengan profil wajah yang pucat dan tremor pada tubuhnya. Respons cepat Sita dalam menghubungi Pak Wawan untuk bantuan medis darurat menjadi faktor krusial dalam penyelamatan tersebut. Diagnosis medis menunjukkan adanya serangan ringan akibat hipotensi (tekanan darah rendah), dan integritas Sita sebagai cucu teruji saat ia memutuskan untuk mengesampingkan rutinitas di kota demi merawat sang nenek secara intensif.

Guna menjaga konsistensi akademisnya, Sita memilih opsi pembelajaran secara daring dari rumah nenek, sebuah kompromi cerdas antara tanggung jawab moral dan edukasi. Transisi hidup ini membawa perspektif baru bagi Sita; ia mulai terbiasa dengan ritme domestik seperti memasak dan mengelola rumah. Sebuah dialog emosional di malam hari memberikan sinyal bahwa kehadiran Sita telah merevitalisasi semangat hidup sang nenek, menandai babak baru dalam hidupnya yang lebih dewasa dan penuh tanggung jawab terhadap keluarga.

Pertanyaan 10 ID: #170

Dengan melihat keseluruhan cerita, apa prediksi yang mungkin terjadi pada masa depan Sita?

Pertanyaan 11 ID: #1191

Bacalah teks berikut:

"Hujan turun deras di malam hari. Jalanan tergenang dan listrik sempat padam. Pagi harinya, warga bersiap membersihkan halaman dan menyelamatkan barang-barang berharga."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan prediksi peristiwa selanjutnya dalam teks.

1. Warga akan membersihkan halaman pada pagi hari.

2. Mereka kemungkinan menyelamatkan barang-barang berharga.

3. Cerita membahas musim kemarau.

Pertanyaan 12 ID: #1192

Bacalah teks berikut:

"Budi menanam pohon mangga di halaman rumah. Setelah beberapa bulan, pohon mulai berbuah dan menarik burung untuk bertengger."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Pohon mangga mulai berbuah.

2. Burung akan bertengger di pohon.

3. Cerita membahas hewan peliharaan.

Pertanyaan 13 ID: #1193

Bacalah teks berikut:

"Lina lupa membawa payung saat hujan. Ia basah kuyup dan masuk rumah. Kemungkinan ia akan mengganti baju dan menjemur pakaian basah."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Lina akan mengganti baju setelah basah kuyup.

2. Pakaian Lina kemungkinan akan dijemur.

3. Cerita membahas liburan ke gunung.

Pertanyaan 14 ID: #1194

Bacalah teks berikut:

"Tim sains membuat percobaan dengan larutan kimia. Beberapa reaksi menghasilkan gas berwarna. Prediksi selanjutnya adalah mereka akan mengamati hasilnya dan mencatat pengamatan."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Mereka akan mengamati hasil percobaan.

2. Hasil percobaan akan dicatat.

3. Cerita membahas kegiatan olahraga.

Pertanyaan 15 ID: #1195

Bacalah teks berikut:

"Ani menabur benih bunga di taman sekolah. Setelah beberapa minggu, tanaman mulai tumbuh. Prediksi selanjutnya adalah bunga akan mulai mekar dan menarik lebah serta kupu-kupu."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Bunga akan mekar.

2. Bunga akan menarik lebah dan kupu-kupu.

3. Cerita membahas memasak di dapur.

Pertanyaan 16 ID: #1196

Bacalah teks berikut:

"Sekolah akan mengadakan lomba kebersihan kelas. Semua siswa membersihkan kelas dan menata barang. Prediksi berikutnya adalah guru akan menilai kelas dan memberikan hadiah kepada kelas terbaik."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Guru akan menilai kelas.

2. Kelas terbaik akan mendapat hadiah.

3. Cerita membahas perjalanan ke pantai.

Pertanyaan 17 ID: #1197

Bacalah teks berikut:

"Andi belajar coding setiap hari. Ia memperbaiki kesalahan program dan mencoba fitur baru. Prediksi berikutnya, ia akan berhasil membuat aplikasi sederhana."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Andi akan berhasil membuat aplikasi sederhana.

2. Usahanya setiap hari membantu pencapaian tujuan.

3. Cerita membahas permainan bola basket.

Pertanyaan 18 ID: #1198

Bacalah teks berikut:

"Cuaca sangat panas di siang hari. Tanaman di halaman mulai layu. Prediksi selanjutnya adalah ibu akan menyiram tanaman agar tetap segar."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Ibu akan menyiram tanaman agar tetap segar.

2. Tanaman layu akan kembali segar setelah disiram.

3. Cerita membahas salju di pegunungan.

Pertanyaan 19 ID: #1199

Bacalah teks berikut:

"Tim sepak bola berlatih keras setiap sore. Mereka terus memperbaiki strategi. Prediksi selanjutnya adalah mereka akan menang di pertandingan berikutnya."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Tim sepak bola berlatih untuk menang.

2. Latihan strategi meningkatkan peluang menang.

3. Cerita membahas lomba memasak.

Pertanyaan 20 ID: #1200

Bacalah teks berikut:

"Toko buku memberikan diskon besar pada akhir pekan. Banyak pembeli datang. Prediksi selanjutnya adalah stok buku akan cepat habis dan toko menambah persediaan."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Stok buku kemungkinan cepat habis.

2. Toko menambah persediaan buku.

3. Cerita membahas kendaraan bermotor.