Misteri di Puncak Gunung Angker
Desa Terpencil diselimuti kabut tebal, menyembunyikan sebuah rahasia yang telah turun-temurun diceritakan. Di ujung desa, berdiri tegak Gunung Angker, yang puncaknya selalu tertutup awan gelap. Penduduk desa percaya, gunung itu bersemayam roh-roh kuno yang tidak suka diganggu. Oleh karena itu, tidak ada seorang pun yang berani mendekati, apalagi mendaki gunung tersebut. Suasana di desa menjadi hening dan tegang setiap kali ada yang menyebut nama gunung. Mereka hidup dalam ketakutan yang tak terucap.
Suatu hari, datang seorang pemuda bernama Arjuna, seorang petualang dari kota yang terkenal berani. Ia tidak percaya takhayul dan menganggap cerita penduduk desa hanya bualan belaka. "Aku akan mendaki gunung itu dan membuktikan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan," katanya dengan percaya diri. Penduduk desa menatapnya dengan kecemasan dan menasihati untuk tidak melanjutkan niatnya. Namun, Arjuna bergeming. Ia hanya tersenyum tipis dan menyiapkan perbekalan seadanya. Sikap Arjuna menunjukkan bahwa ia adalah orang yang rasional dan tidak mudah terpengaruh.
Keesokan harinya, Arjuna memulai pendakiannya. Kabut tebal semakin menyelimuti jalannya, membuat jarak pandang terbatas. Angin dingin berembus kencang, membawa bisikan-bisikan aneh. Meskipun tidak melihat apa pun, Arjuna mulai merasakan perasaan aneh dan bulu kuduknya merinding. Ia menyadari bahwa ketakutan penduduk desa bukanlah tanpa alasan. Ia melanjutkan perjalanan dengan hati-hati, setiap langkahnya terasa berat. Ia mulai memahami bahwa ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa dijelaskan dengan logika semata.