Menyimpan...
30:00
Soal 1/30
Bahasa Indonesia - Dampak Positif Dan Negatif Media Sosial
BACAAN / STIMULUS

Strategi Ekstraksi Informasi Krusial dalam Pengembangan Karya Literasi

Di bawah naungan awan kelabu yang menumpahkan presipitasi deras, atmosfer di pinggiran kota terasa hening dan mencekam. Jalanan yang basah memantulkan pendar lampu kendaraan yang sesekali membelah kabut tipis. Di tengah kesunyian tersebut, seorang remaja bernama Rina tampak terpaku di depan meja belajarnya, tenggelam dalam konsentrasi tinggi. Ia sedang dalam misi krusial: merampungkan naskah untuk lomba menulis cerita pendek tingkat nasional. Ini adalah manifestasi keberanian pertamanya setelah bertahun-tahun hanya menyimpan karyanya dalam buku harian pribadi.

Inspirasi Rina bermula beberapa hari sebelumnya, ketika Bu Ratna, guru Bahasa Indonesia yang jeli, mengapresiasi cerpennya di majalah dinding sekolah. "Teks karyamu memiliki kedalaman emosional dan struktur narasi yang kuat. Jangan memendam bakatmu," pesan Bu Ratna yang menjadi katalisator semangat Rina. Sejak saat itu, Rina melakukan riset literasi dengan membaca berbagai antologi cerpen pemenang penghargaan dan menyusun kerangka cerita yang sistematis.

Dalam fase kreatif yang melelahkan ini, Dita, sahabat karibnya, berperan sebagai pembaca pertama yang kritis. Dita memberikan masukan konstruktif mengenai alur cerita dan pengembangan karakter (penokohan) agar lebih dinamis. Sementara itu, Bu Ratna tetap mendampingi dalam aspek teknis, membantu memperbaiki ejaan serta pemilihan diksi yang lebih elegan. Meskipun sempat didera kebuntuan ide (writer’s block) dan rasa ragu akan kualitas tulisannya, dukungan kolektif dari lingkungan sekitarnya menjadi pendorong utama untuk tetap bertahan.

Malam sebelum tenggat waktu berakhir, Rina mengirimkan naskahnya secara daring dengan perasaan campur aduk. Namun, keraguan itu sirna ketika ia menerima panggilan resmi yang mengonfirmasi bahwa ia masuk dalam 10 besar nasional. Perjalanan Rina membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dan ketekunan dalam merevisi karya adalah kunci utama dalam meraih prestasi di bidang literasi.

Pertanyaan 1 ID: #121

Apa tujuan Rina duduk di depan meja belajarnya saat hujan deras turun?

BACAAN / STIMULUS

Strategi Ekstraksi Informasi Krusial dalam Pengembangan Karya Literasi

Di bawah naungan awan kelabu yang menumpahkan presipitasi deras, atmosfer di pinggiran kota terasa hening dan mencekam. Jalanan yang basah memantulkan pendar lampu kendaraan yang sesekali membelah kabut tipis. Di tengah kesunyian tersebut, seorang remaja bernama Rina tampak terpaku di depan meja belajarnya, tenggelam dalam konsentrasi tinggi. Ia sedang dalam misi krusial: merampungkan naskah untuk lomba menulis cerita pendek tingkat nasional. Ini adalah manifestasi keberanian pertamanya setelah bertahun-tahun hanya menyimpan karyanya dalam buku harian pribadi.

Inspirasi Rina bermula beberapa hari sebelumnya, ketika Bu Ratna, guru Bahasa Indonesia yang jeli, mengapresiasi cerpennya di majalah dinding sekolah. "Teks karyamu memiliki kedalaman emosional dan struktur narasi yang kuat. Jangan memendam bakatmu," pesan Bu Ratna yang menjadi katalisator semangat Rina. Sejak saat itu, Rina melakukan riset literasi dengan membaca berbagai antologi cerpen pemenang penghargaan dan menyusun kerangka cerita yang sistematis.

Dalam fase kreatif yang melelahkan ini, Dita, sahabat karibnya, berperan sebagai pembaca pertama yang kritis. Dita memberikan masukan konstruktif mengenai alur cerita dan pengembangan karakter (penokohan) agar lebih dinamis. Sementara itu, Bu Ratna tetap mendampingi dalam aspek teknis, membantu memperbaiki ejaan serta pemilihan diksi yang lebih elegan. Meskipun sempat didera kebuntuan ide (writer’s block) dan rasa ragu akan kualitas tulisannya, dukungan kolektif dari lingkungan sekitarnya menjadi pendorong utama untuk tetap bertahan.

Malam sebelum tenggat waktu berakhir, Rina mengirimkan naskahnya secara daring dengan perasaan campur aduk. Namun, keraguan itu sirna ketika ia menerima panggilan resmi yang mengonfirmasi bahwa ia masuk dalam 10 besar nasional. Perjalanan Rina membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dan ketekunan dalam merevisi karya adalah kunci utama dalam meraih prestasi di bidang literasi.

Pertanyaan 2 ID: #122

Siapa yang pertama menyarankan Rina untuk mengikuti lomba menulis?

BACAAN / STIMULUS

Strategi Ekstraksi Informasi Krusial dalam Pengembangan Karya Literasi

Di bawah naungan awan kelabu yang menumpahkan presipitasi deras, atmosfer di pinggiran kota terasa hening dan mencekam. Jalanan yang basah memantulkan pendar lampu kendaraan yang sesekali membelah kabut tipis. Di tengah kesunyian tersebut, seorang remaja bernama Rina tampak terpaku di depan meja belajarnya, tenggelam dalam konsentrasi tinggi. Ia sedang dalam misi krusial: merampungkan naskah untuk lomba menulis cerita pendek tingkat nasional. Ini adalah manifestasi keberanian pertamanya setelah bertahun-tahun hanya menyimpan karyanya dalam buku harian pribadi.

Inspirasi Rina bermula beberapa hari sebelumnya, ketika Bu Ratna, guru Bahasa Indonesia yang jeli, mengapresiasi cerpennya di majalah dinding sekolah. "Teks karyamu memiliki kedalaman emosional dan struktur narasi yang kuat. Jangan memendam bakatmu," pesan Bu Ratna yang menjadi katalisator semangat Rina. Sejak saat itu, Rina melakukan riset literasi dengan membaca berbagai antologi cerpen pemenang penghargaan dan menyusun kerangka cerita yang sistematis.

Dalam fase kreatif yang melelahkan ini, Dita, sahabat karibnya, berperan sebagai pembaca pertama yang kritis. Dita memberikan masukan konstruktif mengenai alur cerita dan pengembangan karakter (penokohan) agar lebih dinamis. Sementara itu, Bu Ratna tetap mendampingi dalam aspek teknis, membantu memperbaiki ejaan serta pemilihan diksi yang lebih elegan. Meskipun sempat didera kebuntuan ide (writer’s block) dan rasa ragu akan kualitas tulisannya, dukungan kolektif dari lingkungan sekitarnya menjadi pendorong utama untuk tetap bertahan.

Malam sebelum tenggat waktu berakhir, Rina mengirimkan naskahnya secara daring dengan perasaan campur aduk. Namun, keraguan itu sirna ketika ia menerima panggilan resmi yang mengonfirmasi bahwa ia masuk dalam 10 besar nasional. Perjalanan Rina membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dan ketekunan dalam merevisi karya adalah kunci utama dalam meraih prestasi di bidang literasi.

Pertanyaan 3 ID: #123

Apa bentuk dukungan yang diberikan Dita kepada Rina?

BACAAN / STIMULUS

Strategi Ekstraksi Informasi Krusial dalam Pengembangan Karya Literasi

Di bawah naungan awan kelabu yang menumpahkan presipitasi deras, atmosfer di pinggiran kota terasa hening dan mencekam. Jalanan yang basah memantulkan pendar lampu kendaraan yang sesekali membelah kabut tipis. Di tengah kesunyian tersebut, seorang remaja bernama Rina tampak terpaku di depan meja belajarnya, tenggelam dalam konsentrasi tinggi. Ia sedang dalam misi krusial: merampungkan naskah untuk lomba menulis cerita pendek tingkat nasional. Ini adalah manifestasi keberanian pertamanya setelah bertahun-tahun hanya menyimpan karyanya dalam buku harian pribadi.

Inspirasi Rina bermula beberapa hari sebelumnya, ketika Bu Ratna, guru Bahasa Indonesia yang jeli, mengapresiasi cerpennya di majalah dinding sekolah. "Teks karyamu memiliki kedalaman emosional dan struktur narasi yang kuat. Jangan memendam bakatmu," pesan Bu Ratna yang menjadi katalisator semangat Rina. Sejak saat itu, Rina melakukan riset literasi dengan membaca berbagai antologi cerpen pemenang penghargaan dan menyusun kerangka cerita yang sistematis.

Dalam fase kreatif yang melelahkan ini, Dita, sahabat karibnya, berperan sebagai pembaca pertama yang kritis. Dita memberikan masukan konstruktif mengenai alur cerita dan pengembangan karakter (penokohan) agar lebih dinamis. Sementara itu, Bu Ratna tetap mendampingi dalam aspek teknis, membantu memperbaiki ejaan serta pemilihan diksi yang lebih elegan. Meskipun sempat didera kebuntuan ide (writer’s block) dan rasa ragu akan kualitas tulisannya, dukungan kolektif dari lingkungan sekitarnya menjadi pendorong utama untuk tetap bertahan.

Malam sebelum tenggat waktu berakhir, Rina mengirimkan naskahnya secara daring dengan perasaan campur aduk. Namun, keraguan itu sirna ketika ia menerima panggilan resmi yang mengonfirmasi bahwa ia masuk dalam 10 besar nasional. Perjalanan Rina membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dan ketekunan dalam merevisi karya adalah kunci utama dalam meraih prestasi di bidang literasi.

Pertanyaan 4 ID: #124

Mengapa Rina merasa ragu setelah mengirimkan naskah?

BACAAN / STIMULUS

Strategi Ekstraksi Informasi Krusial dalam Pengembangan Karya Literasi

Di bawah naungan awan kelabu yang menumpahkan presipitasi deras, atmosfer di pinggiran kota terasa hening dan mencekam. Jalanan yang basah memantulkan pendar lampu kendaraan yang sesekali membelah kabut tipis. Di tengah kesunyian tersebut, seorang remaja bernama Rina tampak terpaku di depan meja belajarnya, tenggelam dalam konsentrasi tinggi. Ia sedang dalam misi krusial: merampungkan naskah untuk lomba menulis cerita pendek tingkat nasional. Ini adalah manifestasi keberanian pertamanya setelah bertahun-tahun hanya menyimpan karyanya dalam buku harian pribadi.

Inspirasi Rina bermula beberapa hari sebelumnya, ketika Bu Ratna, guru Bahasa Indonesia yang jeli, mengapresiasi cerpennya di majalah dinding sekolah. "Teks karyamu memiliki kedalaman emosional dan struktur narasi yang kuat. Jangan memendam bakatmu," pesan Bu Ratna yang menjadi katalisator semangat Rina. Sejak saat itu, Rina melakukan riset literasi dengan membaca berbagai antologi cerpen pemenang penghargaan dan menyusun kerangka cerita yang sistematis.

Dalam fase kreatif yang melelahkan ini, Dita, sahabat karibnya, berperan sebagai pembaca pertama yang kritis. Dita memberikan masukan konstruktif mengenai alur cerita dan pengembangan karakter (penokohan) agar lebih dinamis. Sementara itu, Bu Ratna tetap mendampingi dalam aspek teknis, membantu memperbaiki ejaan serta pemilihan diksi yang lebih elegan. Meskipun sempat didera kebuntuan ide (writer’s block) dan rasa ragu akan kualitas tulisannya, dukungan kolektif dari lingkungan sekitarnya menjadi pendorong utama untuk tetap bertahan.

Malam sebelum tenggat waktu berakhir, Rina mengirimkan naskahnya secara daring dengan perasaan campur aduk. Namun, keraguan itu sirna ketika ia menerima panggilan resmi yang mengonfirmasi bahwa ia masuk dalam 10 besar nasional. Perjalanan Rina membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dan ketekunan dalam merevisi karya adalah kunci utama dalam meraih prestasi di bidang literasi.

Pertanyaan 5 ID: #125

Bagaimana perasaan Rina saat mengetahui masuk 10 besar nasional?

BACAAN / STIMULUS

Strategi Ekstraksi Informasi Krusial dalam Pengembangan Karya Literasi

Di bawah naungan awan kelabu yang menumpahkan presipitasi deras, atmosfer di pinggiran kota terasa hening dan mencekam. Jalanan yang basah memantulkan pendar lampu kendaraan yang sesekali membelah kabut tipis. Di tengah kesunyian tersebut, seorang remaja bernama Rina tampak terpaku di depan meja belajarnya, tenggelam dalam konsentrasi tinggi. Ia sedang dalam misi krusial: merampungkan naskah untuk lomba menulis cerita pendek tingkat nasional. Ini adalah manifestasi keberanian pertamanya setelah bertahun-tahun hanya menyimpan karyanya dalam buku harian pribadi.

Inspirasi Rina bermula beberapa hari sebelumnya, ketika Bu Ratna, guru Bahasa Indonesia yang jeli, mengapresiasi cerpennya di majalah dinding sekolah. "Teks karyamu memiliki kedalaman emosional dan struktur narasi yang kuat. Jangan memendam bakatmu," pesan Bu Ratna yang menjadi katalisator semangat Rina. Sejak saat itu, Rina melakukan riset literasi dengan membaca berbagai antologi cerpen pemenang penghargaan dan menyusun kerangka cerita yang sistematis.

Dalam fase kreatif yang melelahkan ini, Dita, sahabat karibnya, berperan sebagai pembaca pertama yang kritis. Dita memberikan masukan konstruktif mengenai alur cerita dan pengembangan karakter (penokohan) agar lebih dinamis. Sementara itu, Bu Ratna tetap mendampingi dalam aspek teknis, membantu memperbaiki ejaan serta pemilihan diksi yang lebih elegan. Meskipun sempat didera kebuntuan ide (writer’s block) dan rasa ragu akan kualitas tulisannya, dukungan kolektif dari lingkungan sekitarnya menjadi pendorong utama untuk tetap bertahan.

Malam sebelum tenggat waktu berakhir, Rina mengirimkan naskahnya secara daring dengan perasaan campur aduk. Namun, keraguan itu sirna ketika ia menerima panggilan resmi yang mengonfirmasi bahwa ia masuk dalam 10 besar nasional. Perjalanan Rina membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dan ketekunan dalam merevisi karya adalah kunci utama dalam meraih prestasi di bidang literasi.

Pertanyaan 6 ID: #126

Apa yang menjadi pendorong utama Rina untuk tetap semangat menulis?

BACAAN / STIMULUS

Strategi Ekstraksi Informasi Krusial dalam Pengembangan Karya Literasi

Di bawah naungan awan kelabu yang menumpahkan presipitasi deras, atmosfer di pinggiran kota terasa hening dan mencekam. Jalanan yang basah memantulkan pendar lampu kendaraan yang sesekali membelah kabut tipis. Di tengah kesunyian tersebut, seorang remaja bernama Rina tampak terpaku di depan meja belajarnya, tenggelam dalam konsentrasi tinggi. Ia sedang dalam misi krusial: merampungkan naskah untuk lomba menulis cerita pendek tingkat nasional. Ini adalah manifestasi keberanian pertamanya setelah bertahun-tahun hanya menyimpan karyanya dalam buku harian pribadi.

Inspirasi Rina bermula beberapa hari sebelumnya, ketika Bu Ratna, guru Bahasa Indonesia yang jeli, mengapresiasi cerpennya di majalah dinding sekolah. "Teks karyamu memiliki kedalaman emosional dan struktur narasi yang kuat. Jangan memendam bakatmu," pesan Bu Ratna yang menjadi katalisator semangat Rina. Sejak saat itu, Rina melakukan riset literasi dengan membaca berbagai antologi cerpen pemenang penghargaan dan menyusun kerangka cerita yang sistematis.

Dalam fase kreatif yang melelahkan ini, Dita, sahabat karibnya, berperan sebagai pembaca pertama yang kritis. Dita memberikan masukan konstruktif mengenai alur cerita dan pengembangan karakter (penokohan) agar lebih dinamis. Sementara itu, Bu Ratna tetap mendampingi dalam aspek teknis, membantu memperbaiki ejaan serta pemilihan diksi yang lebih elegan. Meskipun sempat didera kebuntuan ide (writer’s block) dan rasa ragu akan kualitas tulisannya, dukungan kolektif dari lingkungan sekitarnya menjadi pendorong utama untuk tetap bertahan.

Malam sebelum tenggat waktu berakhir, Rina mengirimkan naskahnya secara daring dengan perasaan campur aduk. Namun, keraguan itu sirna ketika ia menerima panggilan resmi yang mengonfirmasi bahwa ia masuk dalam 10 besar nasional. Perjalanan Rina membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dan ketekunan dalam merevisi karya adalah kunci utama dalam meraih prestasi di bidang literasi.

Pertanyaan 7 ID: #127

Apa peran Bu Ratna dalam proses penulisan Rina?

BACAAN / STIMULUS

Strategi Ekstraksi Informasi Krusial dalam Pengembangan Karya Literasi

Di bawah naungan awan kelabu yang menumpahkan presipitasi deras, atmosfer di pinggiran kota terasa hening dan mencekam. Jalanan yang basah memantulkan pendar lampu kendaraan yang sesekali membelah kabut tipis. Di tengah kesunyian tersebut, seorang remaja bernama Rina tampak terpaku di depan meja belajarnya, tenggelam dalam konsentrasi tinggi. Ia sedang dalam misi krusial: merampungkan naskah untuk lomba menulis cerita pendek tingkat nasional. Ini adalah manifestasi keberanian pertamanya setelah bertahun-tahun hanya menyimpan karyanya dalam buku harian pribadi.

Inspirasi Rina bermula beberapa hari sebelumnya, ketika Bu Ratna, guru Bahasa Indonesia yang jeli, mengapresiasi cerpennya di majalah dinding sekolah. "Teks karyamu memiliki kedalaman emosional dan struktur narasi yang kuat. Jangan memendam bakatmu," pesan Bu Ratna yang menjadi katalisator semangat Rina. Sejak saat itu, Rina melakukan riset literasi dengan membaca berbagai antologi cerpen pemenang penghargaan dan menyusun kerangka cerita yang sistematis.

Dalam fase kreatif yang melelahkan ini, Dita, sahabat karibnya, berperan sebagai pembaca pertama yang kritis. Dita memberikan masukan konstruktif mengenai alur cerita dan pengembangan karakter (penokohan) agar lebih dinamis. Sementara itu, Bu Ratna tetap mendampingi dalam aspek teknis, membantu memperbaiki ejaan serta pemilihan diksi yang lebih elegan. Meskipun sempat didera kebuntuan ide (writer’s block) dan rasa ragu akan kualitas tulisannya, dukungan kolektif dari lingkungan sekitarnya menjadi pendorong utama untuk tetap bertahan.

Malam sebelum tenggat waktu berakhir, Rina mengirimkan naskahnya secara daring dengan perasaan campur aduk. Namun, keraguan itu sirna ketika ia menerima panggilan resmi yang mengonfirmasi bahwa ia masuk dalam 10 besar nasional. Perjalanan Rina membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dan ketekunan dalam merevisi karya adalah kunci utama dalam meraih prestasi di bidang literasi.

Pertanyaan 8 ID: #128

Bagaimana suasana malam saat cerita dimulai?

BACAAN / STIMULUS

Strategi Ekstraksi Informasi Krusial dalam Pengembangan Karya Literasi

Di bawah naungan awan kelabu yang menumpahkan presipitasi deras, atmosfer di pinggiran kota terasa hening dan mencekam. Jalanan yang basah memantulkan pendar lampu kendaraan yang sesekali membelah kabut tipis. Di tengah kesunyian tersebut, seorang remaja bernama Rina tampak terpaku di depan meja belajarnya, tenggelam dalam konsentrasi tinggi. Ia sedang dalam misi krusial: merampungkan naskah untuk lomba menulis cerita pendek tingkat nasional. Ini adalah manifestasi keberanian pertamanya setelah bertahun-tahun hanya menyimpan karyanya dalam buku harian pribadi.

Inspirasi Rina bermula beberapa hari sebelumnya, ketika Bu Ratna, guru Bahasa Indonesia yang jeli, mengapresiasi cerpennya di majalah dinding sekolah. "Teks karyamu memiliki kedalaman emosional dan struktur narasi yang kuat. Jangan memendam bakatmu," pesan Bu Ratna yang menjadi katalisator semangat Rina. Sejak saat itu, Rina melakukan riset literasi dengan membaca berbagai antologi cerpen pemenang penghargaan dan menyusun kerangka cerita yang sistematis.

Dalam fase kreatif yang melelahkan ini, Dita, sahabat karibnya, berperan sebagai pembaca pertama yang kritis. Dita memberikan masukan konstruktif mengenai alur cerita dan pengembangan karakter (penokohan) agar lebih dinamis. Sementara itu, Bu Ratna tetap mendampingi dalam aspek teknis, membantu memperbaiki ejaan serta pemilihan diksi yang lebih elegan. Meskipun sempat didera kebuntuan ide (writer’s block) dan rasa ragu akan kualitas tulisannya, dukungan kolektif dari lingkungan sekitarnya menjadi pendorong utama untuk tetap bertahan.

Malam sebelum tenggat waktu berakhir, Rina mengirimkan naskahnya secara daring dengan perasaan campur aduk. Namun, keraguan itu sirna ketika ia menerima panggilan resmi yang mengonfirmasi bahwa ia masuk dalam 10 besar nasional. Perjalanan Rina membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dan ketekunan dalam merevisi karya adalah kunci utama dalam meraih prestasi di bidang literasi.

Pertanyaan 9 ID: #129

Apa yang dilakukan Rina setelah mendapat saran dari Bu Ratna?

BACAAN / STIMULUS

Strategi Ekstraksi Informasi Krusial dalam Pengembangan Karya Literasi

Di bawah naungan awan kelabu yang menumpahkan presipitasi deras, atmosfer di pinggiran kota terasa hening dan mencekam. Jalanan yang basah memantulkan pendar lampu kendaraan yang sesekali membelah kabut tipis. Di tengah kesunyian tersebut, seorang remaja bernama Rina tampak terpaku di depan meja belajarnya, tenggelam dalam konsentrasi tinggi. Ia sedang dalam misi krusial: merampungkan naskah untuk lomba menulis cerita pendek tingkat nasional. Ini adalah manifestasi keberanian pertamanya setelah bertahun-tahun hanya menyimpan karyanya dalam buku harian pribadi.

Inspirasi Rina bermula beberapa hari sebelumnya, ketika Bu Ratna, guru Bahasa Indonesia yang jeli, mengapresiasi cerpennya di majalah dinding sekolah. "Teks karyamu memiliki kedalaman emosional dan struktur narasi yang kuat. Jangan memendam bakatmu," pesan Bu Ratna yang menjadi katalisator semangat Rina. Sejak saat itu, Rina melakukan riset literasi dengan membaca berbagai antologi cerpen pemenang penghargaan dan menyusun kerangka cerita yang sistematis.

Dalam fase kreatif yang melelahkan ini, Dita, sahabat karibnya, berperan sebagai pembaca pertama yang kritis. Dita memberikan masukan konstruktif mengenai alur cerita dan pengembangan karakter (penokohan) agar lebih dinamis. Sementara itu, Bu Ratna tetap mendampingi dalam aspek teknis, membantu memperbaiki ejaan serta pemilihan diksi yang lebih elegan. Meskipun sempat didera kebuntuan ide (writer’s block) dan rasa ragu akan kualitas tulisannya, dukungan kolektif dari lingkungan sekitarnya menjadi pendorong utama untuk tetap bertahan.

Malam sebelum tenggat waktu berakhir, Rina mengirimkan naskahnya secara daring dengan perasaan campur aduk. Namun, keraguan itu sirna ketika ia menerima panggilan resmi yang mengonfirmasi bahwa ia masuk dalam 10 besar nasional. Perjalanan Rina membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dan ketekunan dalam merevisi karya adalah kunci utama dalam meraih prestasi di bidang literasi.

Pertanyaan 10 ID: #130

Apa nilai yang bisa diambil dari cerita Rina?

Pertanyaan 11 ID: #1151

Bacalah teks berikut:

"Dalam sebuah artikel ilmiah, dijelaskan bahwa pemanasan global menyebabkan es di kutub mencair lebih cepat dari sebelumnya. Hal ini berdampak pada naiknya permukaan laut dan perubahan iklim global."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan informasi penting dalam teks.

1. Pemanasan global menyebabkan es di kutub mencair lebih cepat.

2. Naiknya permukaan laut merupakan dampak dari pemanasan global.

3. Pemanasan global tidak memengaruhi iklim global.

Pertanyaan 12 ID: #1152

Bacalah teks berikut:

"Berbagai penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi risiko diabetes, dan meningkatkan kualitas tidur."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Olahraga teratur meningkatkan kesehatan jantung.

2. Olahraga dapat mengurangi risiko diabetes.

3. Olahraga tidak memengaruhi kualitas tidur.

Pertanyaan 13 ID: #1153

Bacalah teks berikut:

"Dalam sejarah, Revolusi Industri terjadi pada abad ke-18 di Inggris. Perubahan ini menyebabkan perkembangan mesin, peningkatan produksi, dan urbanisasi yang pesat."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Revolusi Industri terjadi pada abad ke-18 di Inggris.

2. Revolusi Industri meningkatkan produksi dan urbanisasi.

3. Revolusi Industri tidak berdampak pada perkembangan mesin.

Pertanyaan 14 ID: #1154

Bacalah teks berikut:

"Sebuah laporan cuaca memperingatkan hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Jawa Tengah pada hari Senin. Warga diminta waspada dan menyiapkan perlindungan."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Hujan lebat dan angin kencang diprediksi di Jawa Tengah.

2. Warga diminta menyiapkan perlindungan.

3. Tidak ada peringatan cuaca untuk hari Senin.

Pertanyaan 15 ID: #1155

Bacalah teks berikut:

"Para ahli gizi menyarankan konsumsi buah dan sayur minimal lima porsi per hari untuk menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan sistem kekebalan."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Konsumsi buah dan sayur minimal lima porsi per hari dianjurkan.

2. Tujuan konsumsi buah dan sayur adalah menjaga kesehatan tubuh.

3. Buah dan sayur tidak penting untuk sistem kekebalan.

Pertanyaan 16 ID: #1156

Bacalah teks berikut:

"Dalam artikel teknologi, dijelaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk meningkatkan efisiensi proses industri, prediksi cuaca, dan pelayanan pelanggan."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. AI meningkatkan efisiensi proses industri.

2. AI digunakan dalam prediksi cuaca.

3. AI hanya digunakan untuk hiburan, bukan industri.

Pertanyaan 17 ID: #1157

Bacalah teks berikut:

"Sebuah penelitian menemukan bahwa tidur cukup setiap malam dapat meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan kesehatan mental seseorang."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Tidur cukup meningkatkan konsentrasi.

2. Tidur cukup meningkatkan daya ingat.

3. Tidur cukup tidak berpengaruh pada kesehatan mental.

Pertanyaan 18 ID: #1158

Bacalah teks berikut:

"Dalam laporan sejarah, Dinasti Ming memerintah Tiongkok selama hampir tiga abad dan dikenal dengan pencapaian dalam seni, arsitektur, dan perdagangan."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Dinasti Ming memerintah Tiongkok selama hampir tiga abad.

2. Dinasti Ming dikenal dengan pencapaian dalam seni, arsitektur, dan perdagangan.

3. Dinasti Ming tidak berpengaruh pada perdagangan.

Pertanyaan 19 ID: #1159

Bacalah teks berikut:

"Ahli ekologi menyebutkan bahwa deforestasi menyebabkan hilangnya habitat satwa liar, penurunan kualitas udara, dan perubahan siklus air."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Deforestasi menyebabkan hilangnya habitat satwa liar.

2. Deforestasi menurunkan kualitas udara.

3. Deforestasi tidak memengaruhi siklus air.

Pertanyaan 20 ID: #1160

Bacalah teks berikut:

"Dalam laporan ekonomi, pertumbuhan sektor teknologi informasi memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menciptakan lapangan kerja baru."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut.

1. Pertumbuhan sektor teknologi informasi berkontribusi pada PDB.

2. Sektor teknologi informasi menciptakan lapangan kerja baru.

3. Sektor teknologi informasi tidak berdampak pada ekonomi.

BACAAN / STIMULUS

Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter (sekarang X) menawarkan berbagai manfaat. Salah satu manfaat utamanya adalah sebagai **media komunikasi**, memungkinkan kita terhubung dengan teman dan keluarga di seluruh dunia. Selain itu, media sosial juga menjadi **sumber informasi** yang cepat, di mana berita dan peristiwa terkini dapat diakses dalam hitungan detik. Bagi banyak orang, media sosial juga berperan sebagai **sarana ekspresi diri**, tempat mereka dapat berbagi hobi, pemikiran, dan kreativitas.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga membawa sejumlah risiko. Salah satu risiko yang paling sering disoroti adalah **penyebaran berita palsu** atau hoaks, yang dapat menimbulkan kekacauan dan kesalahpahaman. Ketergantungan yang berlebihan pada media sosial juga bisa memicu **masalah kesehatan mental**, seperti kecemasan dan depresi, akibat perbandingan sosial. Fenomena **cyberbullying**, atau perundungan daring, juga menjadi ancaman serius, yang dapat berdampak buruk pada korban. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan media sosial secara bijak dan selektif.

Pertanyaan 21 ID: #1821

Berdasarkan teks, apa saja manfaat media sosial sebagai sarana komunikasi?

BACAAN / STIMULUS

Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter (sekarang X) menawarkan berbagai manfaat. Salah satu manfaat utamanya adalah sebagai **media komunikasi**, memungkinkan kita terhubung dengan teman dan keluarga di seluruh dunia. Selain itu, media sosial juga menjadi **sumber informasi** yang cepat, di mana berita dan peristiwa terkini dapat diakses dalam hitungan detik. Bagi banyak orang, media sosial juga berperan sebagai **sarana ekspresi diri**, tempat mereka dapat berbagi hobi, pemikiran, dan kreativitas.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga membawa sejumlah risiko. Salah satu risiko yang paling sering disoroti adalah **penyebaran berita palsu** atau hoaks, yang dapat menimbulkan kekacauan dan kesalahpahaman. Ketergantungan yang berlebihan pada media sosial juga bisa memicu **masalah kesehatan mental**, seperti kecemasan dan depresi, akibat perbandingan sosial. Fenomena **cyberbullying**, atau perundungan daring, juga menjadi ancaman serius, yang dapat berdampak buruk pada korban. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan media sosial secara bijak dan selektif.

Pertanyaan 22 ID: #1822

Informasi penting apa yang dijelaskan tentang risiko penggunaan media sosial?

BACAAN / STIMULUS

Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter (sekarang X) menawarkan berbagai manfaat. Salah satu manfaat utamanya adalah sebagai **media komunikasi**, memungkinkan kita terhubung dengan teman dan keluarga di seluruh dunia. Selain itu, media sosial juga menjadi **sumber informasi** yang cepat, di mana berita dan peristiwa terkini dapat diakses dalam hitungan detik. Bagi banyak orang, media sosial juga berperan sebagai **sarana ekspresi diri**, tempat mereka dapat berbagi hobi, pemikiran, dan kreativitas.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga membawa sejumlah risiko. Salah satu risiko yang paling sering disoroti adalah **penyebaran berita palsu** atau hoaks, yang dapat menimbulkan kekacauan dan kesalahpahaman. Ketergantungan yang berlebihan pada media sosial juga bisa memicu **masalah kesehatan mental**, seperti kecemasan dan depresi, akibat perbandingan sosial. Fenomena **cyberbullying**, atau perundungan daring, juga menjadi ancaman serius, yang dapat berdampak buruk pada korban. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan media sosial secara bijak dan selektif.

Pertanyaan 23 ID: #1823

Menurut teks, apa saja peran media sosial bagi penggunanya?

BACAAN / STIMULUS

Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter (sekarang X) menawarkan berbagai manfaat. Salah satu manfaat utamanya adalah sebagai **media komunikasi**, memungkinkan kita terhubung dengan teman dan keluarga di seluruh dunia. Selain itu, media sosial juga menjadi **sumber informasi** yang cepat, di mana berita dan peristiwa terkini dapat diakses dalam hitungan detik. Bagi banyak orang, media sosial juga berperan sebagai **sarana ekspresi diri**, tempat mereka dapat berbagi hobi, pemikiran, dan kreativitas.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga membawa sejumlah risiko. Salah satu risiko yang paling sering disoroti adalah **penyebaran berita palsu** atau hoaks, yang dapat menimbulkan kekacauan dan kesalahpahaman. Ketergantungan yang berlebihan pada media sosial juga bisa memicu **masalah kesehatan mental**, seperti kecemasan dan depresi, akibat perbandingan sosial. Fenomena **cyberbullying**, atau perundungan daring, juga menjadi ancaman serius, yang dapat berdampak buruk pada korban. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan media sosial secara bijak dan selektif.

Pertanyaan 24 ID: #1824

Teks menyebutkan, apa saja yang dapat ditimbulkan oleh berita palsu?

BACAAN / STIMULUS

Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter (sekarang X) menawarkan berbagai manfaat. Salah satu manfaat utamanya adalah sebagai **media komunikasi**, memungkinkan kita terhubung dengan teman dan keluarga di seluruh dunia. Selain itu, media sosial juga menjadi **sumber informasi** yang cepat, di mana berita dan peristiwa terkini dapat diakses dalam hitungan detik. Bagi banyak orang, media sosial juga berperan sebagai **sarana ekspresi diri**, tempat mereka dapat berbagi hobi, pemikiran, dan kreativitas.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga membawa sejumlah risiko. Salah satu risiko yang paling sering disoroti adalah **penyebaran berita palsu** atau hoaks, yang dapat menimbulkan kekacauan dan kesalahpahaman. Ketergantungan yang berlebihan pada media sosial juga bisa memicu **masalah kesehatan mental**, seperti kecemasan dan depresi, akibat perbandingan sosial. Fenomena **cyberbullying**, atau perundungan daring, juga menjadi ancaman serius, yang dapat berdampak buruk pada korban. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan media sosial secara bijak dan selektif.

Pertanyaan 25 ID: #1825

Bagaimana teks menjelaskan dampak **cyberbullying**?

BACAAN / STIMULUS

Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter (sekarang X) menawarkan berbagai manfaat. Salah satu manfaat utamanya adalah sebagai **media komunikasi**, memungkinkan kita terhubung dengan teman dan keluarga di seluruh dunia. Selain itu, media sosial juga menjadi **sumber informasi** yang cepat, di mana berita dan peristiwa terkini dapat diakses dalam hitungan detik. Bagi banyak orang, media sosial juga berperan sebagai **sarana ekspresi diri**, tempat mereka dapat berbagi hobi, pemikiran, dan kreativitas.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga membawa sejumlah risiko. Salah satu risiko yang paling sering disoroti adalah **penyebaran berita palsu** atau hoaks, yang dapat menimbulkan kekacauan dan kesalahpahaman. Ketergantungan yang berlebihan pada media sosial juga bisa memicu **masalah kesehatan mental**, seperti kecemasan dan depresi, akibat perbandingan sosial. Fenomena **cyberbullying**, atau perundungan daring, juga menjadi ancaman serius, yang dapat berdampak buruk pada korban. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan media sosial secara bijak dan selektif.

Pertanyaan 26 ID: #1826

Apa saja yang dapat dibagikan oleh pengguna media sosial sebagai sarana ekspresi diri?

BACAAN / STIMULUS

Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter (sekarang X) menawarkan berbagai manfaat. Salah satu manfaat utamanya adalah sebagai **media komunikasi**, memungkinkan kita terhubung dengan teman dan keluarga di seluruh dunia. Selain itu, media sosial juga menjadi **sumber informasi** yang cepat, di mana berita dan peristiwa terkini dapat diakses dalam hitungan detik. Bagi banyak orang, media sosial juga berperan sebagai **sarana ekspresi diri**, tempat mereka dapat berbagi hobi, pemikiran, dan kreativitas.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga membawa sejumlah risiko. Salah satu risiko yang paling sering disoroti adalah **penyebaran berita palsu** atau hoaks, yang dapat menimbulkan kekacauan dan kesalahpahaman. Ketergantungan yang berlebihan pada media sosial juga bisa memicu **masalah kesehatan mental**, seperti kecemasan dan depresi, akibat perbandingan sosial. Fenomena **cyberbullying**, atau perundungan daring, juga menjadi ancaman serius, yang dapat berdampak buruk pada korban. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan media sosial secara bijak dan selektif.

Pertanyaan 27 ID: #1827

Apa alasan utama mengapa media sosial dapat memicu masalah kesehatan mental?

BACAAN / STIMULUS

Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter (sekarang X) menawarkan berbagai manfaat. Salah satu manfaat utamanya adalah sebagai **media komunikasi**, memungkinkan kita terhubung dengan teman dan keluarga di seluruh dunia. Selain itu, media sosial juga menjadi **sumber informasi** yang cepat, di mana berita dan peristiwa terkini dapat diakses dalam hitungan detik. Bagi banyak orang, media sosial juga berperan sebagai **sarana ekspresi diri**, tempat mereka dapat berbagi hobi, pemikiran, dan kreativitas.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga membawa sejumlah risiko. Salah satu risiko yang paling sering disoroti adalah **penyebaran berita palsu** atau hoaks, yang dapat menimbulkan kekacauan dan kesalahpahaman. Ketergantungan yang berlebihan pada media sosial juga bisa memicu **masalah kesehatan mental**, seperti kecemasan dan depresi, akibat perbandingan sosial. Fenomena **cyberbullying**, atau perundungan daring, juga menjadi ancaman serius, yang dapat berdampak buruk pada korban. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan media sosial secara bijak dan selektif.

Pertanyaan 28 ID: #1828

Menurut teks, mengapa media sosial dapat digunakan sebagai **sumber informasi**?

BACAAN / STIMULUS

Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter (sekarang X) menawarkan berbagai manfaat. Salah satu manfaat utamanya adalah sebagai **media komunikasi**, memungkinkan kita terhubung dengan teman dan keluarga di seluruh dunia. Selain itu, media sosial juga menjadi **sumber informasi** yang cepat, di mana berita dan peristiwa terkini dapat diakses dalam hitungan detik. Bagi banyak orang, media sosial juga berperan sebagai **sarana ekspresi diri**, tempat mereka dapat berbagi hobi, pemikiran, dan kreativitas.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga membawa sejumlah risiko. Salah satu risiko yang paling sering disoroti adalah **penyebaran berita palsu** atau hoaks, yang dapat menimbulkan kekacauan dan kesalahpahaman. Ketergantungan yang berlebihan pada media sosial juga bisa memicu **masalah kesehatan mental**, seperti kecemasan dan depresi, akibat perbandingan sosial. Fenomena **cyberbullying**, atau perundungan daring, juga menjadi ancaman serius, yang dapat berdampak buruk pada korban. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan media sosial secara bijak dan selektif.

Pertanyaan 29 ID: #1829

Apa saja contoh platform media sosial yang disebutkan dalam teks?

BACAAN / STIMULUS

Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter (sekarang X) menawarkan berbagai manfaat. Salah satu manfaat utamanya adalah sebagai **media komunikasi**, memungkinkan kita terhubung dengan teman dan keluarga di seluruh dunia. Selain itu, media sosial juga menjadi **sumber informasi** yang cepat, di mana berita dan peristiwa terkini dapat diakses dalam hitungan detik. Bagi banyak orang, media sosial juga berperan sebagai **sarana ekspresi diri**, tempat mereka dapat berbagi hobi, pemikiran, dan kreativitas.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga membawa sejumlah risiko. Salah satu risiko yang paling sering disoroti adalah **penyebaran berita palsu** atau hoaks, yang dapat menimbulkan kekacauan dan kesalahpahaman. Ketergantungan yang berlebihan pada media sosial juga bisa memicu **masalah kesehatan mental**, seperti kecemasan dan depresi, akibat perbandingan sosial. Fenomena **cyberbullying**, atau perundungan daring, juga menjadi ancaman serius, yang dapat berdampak buruk pada korban. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan media sosial secara bijak dan selektif.

Pertanyaan 30 ID: #1830

Mengapa media sosial memiliki peran penting dalam kehidupan modern?