Menyimpan...
30:00
Soal 1/30
Bahasa Indonesia - Petualangan Rahasia Di Hutan Seribu Mimpi
BACAAN / STIMULUS

Metodologi Proses Kreatif dan Strategi Penulisan Narasi Otentik

Inspirasi Literasi: Kunjungan Edukatif Ibu Ratna ke SD Nusantara

Suatu pagi yang cerah di SD Nusantara, atmosfer pendidikan terasa sangat hidup karena kehadiran tamu istimewa, yakni Ibu Ratna, seorang penulis buku anak ternama yang karyanya telah menginspirasi banyak generasi. Kedatangannya disambut dengan euforia luar biasa oleh seluruh warga sekolah. Di aula utama, Ibu Ratna memaparkan secara komprehensif mengenai proses kreatif dalam menyusun sebuah buku, mulai dari teknik observasi untuk menggali ide, struktur penulisan naskah, hingga tahap publikasi di mana sebuah buku dapat dinikmati oleh khalayak luas. Beliau juga mempresentasikan beberapa karya unggulannya yang dihiasi dengan ilustrasi artistik untuk menarik minat baca dan mempermudah pemahaman alur cerita.

Dalam sesi dialog interaktif, seorang siswi bernama Lani menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dengan bertanya mengenai rahasia di balik penemuan ide cerita yang unik. Ibu Ratna dengan penuh empati menjelaskan bahwa setiap kejadian sehari-hari, mimpi, bahkan momen lucu bersama teman adalah sumber inspirasi yang tak terbatas. Beliau sangat menghargai dan mendorong untuk menulis setiap ide kecil yang muncul ke dalam catatan khusus agar tidak lupa dengan ide yang muncul secara spontan tersebut. Sebagai penutup, beliau memberikan tantangan kreatif kepada para siswa untuk memproduksi karya orisinal mereka sendiri di rumah.

Pasca kunjungan tersebut, suasana kelas menjadi lebih semangat dan aktif menulis. Para siswa merasa semangat dan terinspirasi untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam kertas. Fenomena menarik terlihat pada karya Lani dan Jono; mereka menciptakan narasi yang autentik karena menulis berdasarkan pengalaman sendiri. Lani mengeksplorasi kelucuan kucing peliharaannya, sementara Jono mengangkat keseruan bermain layang-layang. Melihat progres ini, Bu Rini selaku wali kelas memberikan motivasi bahwa esensi menulis bukanlah soal kompetisi, melainkan tentang melatih keberanian dan apresiasi diri dalam berbagi ide kepada dunia.

Pertanyaan 1 ID: #91

Apa yang dirasakan siswa setelah mendengar cerita dari Ibu Ratna?

BACAAN / STIMULUS

Metodologi Proses Kreatif dan Strategi Penulisan Narasi Otentik

Inspirasi Literasi: Kunjungan Edukatif Ibu Ratna ke SD Nusantara

Suatu pagi yang cerah di SD Nusantara, atmosfer pendidikan terasa sangat hidup karena kehadiran tamu istimewa, yakni Ibu Ratna, seorang penulis buku anak ternama yang karyanya telah menginspirasi banyak generasi. Kedatangannya disambut dengan euforia luar biasa oleh seluruh warga sekolah. Di aula utama, Ibu Ratna memaparkan secara komprehensif mengenai proses kreatif dalam menyusun sebuah buku, mulai dari teknik observasi untuk menggali ide, struktur penulisan naskah, hingga tahap publikasi di mana sebuah buku dapat dinikmati oleh khalayak luas. Beliau juga mempresentasikan beberapa karya unggulannya yang dihiasi dengan ilustrasi artistik untuk menarik minat baca dan mempermudah pemahaman alur cerita.

Dalam sesi dialog interaktif, seorang siswi bernama Lani menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dengan bertanya mengenai rahasia di balik penemuan ide cerita yang unik. Ibu Ratna dengan penuh empati menjelaskan bahwa setiap kejadian sehari-hari, mimpi, bahkan momen lucu bersama teman adalah sumber inspirasi yang tak terbatas. Beliau sangat menghargai dan mendorong untuk menulis setiap ide kecil yang muncul ke dalam catatan khusus agar tidak lupa dengan ide yang muncul secara spontan tersebut. Sebagai penutup, beliau memberikan tantangan kreatif kepada para siswa untuk memproduksi karya orisinal mereka sendiri di rumah.

Pasca kunjungan tersebut, suasana kelas menjadi lebih semangat dan aktif menulis. Para siswa merasa semangat dan terinspirasi untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam kertas. Fenomena menarik terlihat pada karya Lani dan Jono; mereka menciptakan narasi yang autentik karena menulis berdasarkan pengalaman sendiri. Lani mengeksplorasi kelucuan kucing peliharaannya, sementara Jono mengangkat keseruan bermain layang-layang. Melihat progres ini, Bu Rini selaku wali kelas memberikan motivasi bahwa esensi menulis bukanlah soal kompetisi, melainkan tentang melatih keberanian dan apresiasi diri dalam berbagi ide kepada dunia.

Pertanyaan 2 ID: #92

Bagaimana sikap Ibu Ratna terhadap ide-ide kecil yang dimiliki anak-anak?

BACAAN / STIMULUS

Metodologi Proses Kreatif dan Strategi Penulisan Narasi Otentik

Inspirasi Literasi: Kunjungan Edukatif Ibu Ratna ke SD Nusantara

Suatu pagi yang cerah di SD Nusantara, atmosfer pendidikan terasa sangat hidup karena kehadiran tamu istimewa, yakni Ibu Ratna, seorang penulis buku anak ternama yang karyanya telah menginspirasi banyak generasi. Kedatangannya disambut dengan euforia luar biasa oleh seluruh warga sekolah. Di aula utama, Ibu Ratna memaparkan secara komprehensif mengenai proses kreatif dalam menyusun sebuah buku, mulai dari teknik observasi untuk menggali ide, struktur penulisan naskah, hingga tahap publikasi di mana sebuah buku dapat dinikmati oleh khalayak luas. Beliau juga mempresentasikan beberapa karya unggulannya yang dihiasi dengan ilustrasi artistik untuk menarik minat baca dan mempermudah pemahaman alur cerita.

Dalam sesi dialog interaktif, seorang siswi bernama Lani menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dengan bertanya mengenai rahasia di balik penemuan ide cerita yang unik. Ibu Ratna dengan penuh empati menjelaskan bahwa setiap kejadian sehari-hari, mimpi, bahkan momen lucu bersama teman adalah sumber inspirasi yang tak terbatas. Beliau sangat menghargai dan mendorong untuk menulis setiap ide kecil yang muncul ke dalam catatan khusus agar tidak lupa dengan ide yang muncul secara spontan tersebut. Sebagai penutup, beliau memberikan tantangan kreatif kepada para siswa untuk memproduksi karya orisinal mereka sendiri di rumah.

Pasca kunjungan tersebut, suasana kelas menjadi lebih semangat dan aktif menulis. Para siswa merasa semangat dan terinspirasi untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam kertas. Fenomena menarik terlihat pada karya Lani dan Jono; mereka menciptakan narasi yang autentik karena menulis berdasarkan pengalaman sendiri. Lani mengeksplorasi kelucuan kucing peliharaannya, sementara Jono mengangkat keseruan bermain layang-layang. Melihat progres ini, Bu Rini selaku wali kelas memberikan motivasi bahwa esensi menulis bukanlah soal kompetisi, melainkan tentang melatih keberanian dan apresiasi diri dalam berbagi ide kepada dunia.

Pertanyaan 3 ID: #93

Apa yang membuat cerita Lani dan Jono menjadi unik menurut cerita?

BACAAN / STIMULUS

Metodologi Proses Kreatif dan Strategi Penulisan Narasi Otentik

Inspirasi Literasi: Kunjungan Edukatif Ibu Ratna ke SD Nusantara

Suatu pagi yang cerah di SD Nusantara, atmosfer pendidikan terasa sangat hidup karena kehadiran tamu istimewa, yakni Ibu Ratna, seorang penulis buku anak ternama yang karyanya telah menginspirasi banyak generasi. Kedatangannya disambut dengan euforia luar biasa oleh seluruh warga sekolah. Di aula utama, Ibu Ratna memaparkan secara komprehensif mengenai proses kreatif dalam menyusun sebuah buku, mulai dari teknik observasi untuk menggali ide, struktur penulisan naskah, hingga tahap publikasi di mana sebuah buku dapat dinikmati oleh khalayak luas. Beliau juga mempresentasikan beberapa karya unggulannya yang dihiasi dengan ilustrasi artistik untuk menarik minat baca dan mempermudah pemahaman alur cerita.

Dalam sesi dialog interaktif, seorang siswi bernama Lani menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dengan bertanya mengenai rahasia di balik penemuan ide cerita yang unik. Ibu Ratna dengan penuh empati menjelaskan bahwa setiap kejadian sehari-hari, mimpi, bahkan momen lucu bersama teman adalah sumber inspirasi yang tak terbatas. Beliau sangat menghargai dan mendorong untuk menulis setiap ide kecil yang muncul ke dalam catatan khusus agar tidak lupa dengan ide yang muncul secara spontan tersebut. Sebagai penutup, beliau memberikan tantangan kreatif kepada para siswa untuk memproduksi karya orisinal mereka sendiri di rumah.

Pasca kunjungan tersebut, suasana kelas menjadi lebih semangat dan aktif menulis. Para siswa merasa semangat dan terinspirasi untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam kertas. Fenomena menarik terlihat pada karya Lani dan Jono; mereka menciptakan narasi yang autentik karena menulis berdasarkan pengalaman sendiri. Lani mengeksplorasi kelucuan kucing peliharaannya, sementara Jono mengangkat keseruan bermain layang-layang. Melihat progres ini, Bu Rini selaku wali kelas memberikan motivasi bahwa esensi menulis bukanlah soal kompetisi, melainkan tentang melatih keberanian dan apresiasi diri dalam berbagi ide kepada dunia.

Pertanyaan 4 ID: #94

Mengapa penting bagi siswa mencatat ide menurut Ibu Ratna?

BACAAN / STIMULUS

Metodologi Proses Kreatif dan Strategi Penulisan Narasi Otentik

Inspirasi Literasi: Kunjungan Edukatif Ibu Ratna ke SD Nusantara

Suatu pagi yang cerah di SD Nusantara, atmosfer pendidikan terasa sangat hidup karena kehadiran tamu istimewa, yakni Ibu Ratna, seorang penulis buku anak ternama yang karyanya telah menginspirasi banyak generasi. Kedatangannya disambut dengan euforia luar biasa oleh seluruh warga sekolah. Di aula utama, Ibu Ratna memaparkan secara komprehensif mengenai proses kreatif dalam menyusun sebuah buku, mulai dari teknik observasi untuk menggali ide, struktur penulisan naskah, hingga tahap publikasi di mana sebuah buku dapat dinikmati oleh khalayak luas. Beliau juga mempresentasikan beberapa karya unggulannya yang dihiasi dengan ilustrasi artistik untuk menarik minat baca dan mempermudah pemahaman alur cerita.

Dalam sesi dialog interaktif, seorang siswi bernama Lani menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dengan bertanya mengenai rahasia di balik penemuan ide cerita yang unik. Ibu Ratna dengan penuh empati menjelaskan bahwa setiap kejadian sehari-hari, mimpi, bahkan momen lucu bersama teman adalah sumber inspirasi yang tak terbatas. Beliau sangat menghargai dan mendorong untuk menulis setiap ide kecil yang muncul ke dalam catatan khusus agar tidak lupa dengan ide yang muncul secara spontan tersebut. Sebagai penutup, beliau memberikan tantangan kreatif kepada para siswa untuk memproduksi karya orisinal mereka sendiri di rumah.

Pasca kunjungan tersebut, suasana kelas menjadi lebih semangat dan aktif menulis. Para siswa merasa semangat dan terinspirasi untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam kertas. Fenomena menarik terlihat pada karya Lani dan Jono; mereka menciptakan narasi yang autentik karena menulis berdasarkan pengalaman sendiri. Lani mengeksplorasi kelucuan kucing peliharaannya, sementara Jono mengangkat keseruan bermain layang-layang. Melihat progres ini, Bu Rini selaku wali kelas memberikan motivasi bahwa esensi menulis bukanlah soal kompetisi, melainkan tentang melatih keberanian dan apresiasi diri dalam berbagi ide kepada dunia.

Pertanyaan 5 ID: #95

Bagaimana suasana kelas setelah kunjungan Ibu Ratna?

BACAAN / STIMULUS

Metodologi Proses Kreatif dan Strategi Penulisan Narasi Otentik

Inspirasi Literasi: Kunjungan Edukatif Ibu Ratna ke SD Nusantara

Suatu pagi yang cerah di SD Nusantara, atmosfer pendidikan terasa sangat hidup karena kehadiran tamu istimewa, yakni Ibu Ratna, seorang penulis buku anak ternama yang karyanya telah menginspirasi banyak generasi. Kedatangannya disambut dengan euforia luar biasa oleh seluruh warga sekolah. Di aula utama, Ibu Ratna memaparkan secara komprehensif mengenai proses kreatif dalam menyusun sebuah buku, mulai dari teknik observasi untuk menggali ide, struktur penulisan naskah, hingga tahap publikasi di mana sebuah buku dapat dinikmati oleh khalayak luas. Beliau juga mempresentasikan beberapa karya unggulannya yang dihiasi dengan ilustrasi artistik untuk menarik minat baca dan mempermudah pemahaman alur cerita.

Dalam sesi dialog interaktif, seorang siswi bernama Lani menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dengan bertanya mengenai rahasia di balik penemuan ide cerita yang unik. Ibu Ratna dengan penuh empati menjelaskan bahwa setiap kejadian sehari-hari, mimpi, bahkan momen lucu bersama teman adalah sumber inspirasi yang tak terbatas. Beliau sangat menghargai dan mendorong untuk menulis setiap ide kecil yang muncul ke dalam catatan khusus agar tidak lupa dengan ide yang muncul secara spontan tersebut. Sebagai penutup, beliau memberikan tantangan kreatif kepada para siswa untuk memproduksi karya orisinal mereka sendiri di rumah.

Pasca kunjungan tersebut, suasana kelas menjadi lebih semangat dan aktif menulis. Para siswa merasa semangat dan terinspirasi untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam kertas. Fenomena menarik terlihat pada karya Lani dan Jono; mereka menciptakan narasi yang autentik karena menulis berdasarkan pengalaman sendiri. Lani mengeksplorasi kelucuan kucing peliharaannya, sementara Jono mengangkat keseruan bermain layang-layang. Melihat progres ini, Bu Rini selaku wali kelas memberikan motivasi bahwa esensi menulis bukanlah soal kompetisi, melainkan tentang melatih keberanian dan apresiasi diri dalam berbagi ide kepada dunia.

Pertanyaan 6 ID: #96

Siapa yang memberi motivasi kepada siswa untuk tidak takut menulis?

BACAAN / STIMULUS

Metodologi Proses Kreatif dan Strategi Penulisan Narasi Otentik

Inspirasi Literasi: Kunjungan Edukatif Ibu Ratna ke SD Nusantara

Suatu pagi yang cerah di SD Nusantara, atmosfer pendidikan terasa sangat hidup karena kehadiran tamu istimewa, yakni Ibu Ratna, seorang penulis buku anak ternama yang karyanya telah menginspirasi banyak generasi. Kedatangannya disambut dengan euforia luar biasa oleh seluruh warga sekolah. Di aula utama, Ibu Ratna memaparkan secara komprehensif mengenai proses kreatif dalam menyusun sebuah buku, mulai dari teknik observasi untuk menggali ide, struktur penulisan naskah, hingga tahap publikasi di mana sebuah buku dapat dinikmati oleh khalayak luas. Beliau juga mempresentasikan beberapa karya unggulannya yang dihiasi dengan ilustrasi artistik untuk menarik minat baca dan mempermudah pemahaman alur cerita.

Dalam sesi dialog interaktif, seorang siswi bernama Lani menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dengan bertanya mengenai rahasia di balik penemuan ide cerita yang unik. Ibu Ratna dengan penuh empati menjelaskan bahwa setiap kejadian sehari-hari, mimpi, bahkan momen lucu bersama teman adalah sumber inspirasi yang tak terbatas. Beliau sangat menghargai dan mendorong untuk menulis setiap ide kecil yang muncul ke dalam catatan khusus agar tidak lupa dengan ide yang muncul secara spontan tersebut. Sebagai penutup, beliau memberikan tantangan kreatif kepada para siswa untuk memproduksi karya orisinal mereka sendiri di rumah.

Pasca kunjungan tersebut, suasana kelas menjadi lebih semangat dan aktif menulis. Para siswa merasa semangat dan terinspirasi untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam kertas. Fenomena menarik terlihat pada karya Lani dan Jono; mereka menciptakan narasi yang autentik karena menulis berdasarkan pengalaman sendiri. Lani mengeksplorasi kelucuan kucing peliharaannya, sementara Jono mengangkat keseruan bermain layang-layang. Melihat progres ini, Bu Rini selaku wali kelas memberikan motivasi bahwa esensi menulis bukanlah soal kompetisi, melainkan tentang melatih keberanian dan apresiasi diri dalam berbagi ide kepada dunia.

Pertanyaan 7 ID: #97

Apa manfaat membaca karya sendiri di depan kelas?

BACAAN / STIMULUS

Metodologi Proses Kreatif dan Strategi Penulisan Narasi Otentik

Inspirasi Literasi: Kunjungan Edukatif Ibu Ratna ke SD Nusantara

Suatu pagi yang cerah di SD Nusantara, atmosfer pendidikan terasa sangat hidup karena kehadiran tamu istimewa, yakni Ibu Ratna, seorang penulis buku anak ternama yang karyanya telah menginspirasi banyak generasi. Kedatangannya disambut dengan euforia luar biasa oleh seluruh warga sekolah. Di aula utama, Ibu Ratna memaparkan secara komprehensif mengenai proses kreatif dalam menyusun sebuah buku, mulai dari teknik observasi untuk menggali ide, struktur penulisan naskah, hingga tahap publikasi di mana sebuah buku dapat dinikmati oleh khalayak luas. Beliau juga mempresentasikan beberapa karya unggulannya yang dihiasi dengan ilustrasi artistik untuk menarik minat baca dan mempermudah pemahaman alur cerita.

Dalam sesi dialog interaktif, seorang siswi bernama Lani menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dengan bertanya mengenai rahasia di balik penemuan ide cerita yang unik. Ibu Ratna dengan penuh empati menjelaskan bahwa setiap kejadian sehari-hari, mimpi, bahkan momen lucu bersama teman adalah sumber inspirasi yang tak terbatas. Beliau sangat menghargai dan mendorong untuk menulis setiap ide kecil yang muncul ke dalam catatan khusus agar tidak lupa dengan ide yang muncul secara spontan tersebut. Sebagai penutup, beliau memberikan tantangan kreatif kepada para siswa untuk memproduksi karya orisinal mereka sendiri di rumah.

Pasca kunjungan tersebut, suasana kelas menjadi lebih semangat dan aktif menulis. Para siswa merasa semangat dan terinspirasi untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam kertas. Fenomena menarik terlihat pada karya Lani dan Jono; mereka menciptakan narasi yang autentik karena menulis berdasarkan pengalaman sendiri. Lani mengeksplorasi kelucuan kucing peliharaannya, sementara Jono mengangkat keseruan bermain layang-layang. Melihat progres ini, Bu Rini selaku wali kelas memberikan motivasi bahwa esensi menulis bukanlah soal kompetisi, melainkan tentang melatih keberanian dan apresiasi diri dalam berbagi ide kepada dunia.

Pertanyaan 8 ID: #98

Mengapa Ibu Ratna menunjukkan ilustrasi dalam bukunya?

BACAAN / STIMULUS

Metodologi Proses Kreatif dan Strategi Penulisan Narasi Otentik

Inspirasi Literasi: Kunjungan Edukatif Ibu Ratna ke SD Nusantara

Suatu pagi yang cerah di SD Nusantara, atmosfer pendidikan terasa sangat hidup karena kehadiran tamu istimewa, yakni Ibu Ratna, seorang penulis buku anak ternama yang karyanya telah menginspirasi banyak generasi. Kedatangannya disambut dengan euforia luar biasa oleh seluruh warga sekolah. Di aula utama, Ibu Ratna memaparkan secara komprehensif mengenai proses kreatif dalam menyusun sebuah buku, mulai dari teknik observasi untuk menggali ide, struktur penulisan naskah, hingga tahap publikasi di mana sebuah buku dapat dinikmati oleh khalayak luas. Beliau juga mempresentasikan beberapa karya unggulannya yang dihiasi dengan ilustrasi artistik untuk menarik minat baca dan mempermudah pemahaman alur cerita.

Dalam sesi dialog interaktif, seorang siswi bernama Lani menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dengan bertanya mengenai rahasia di balik penemuan ide cerita yang unik. Ibu Ratna dengan penuh empati menjelaskan bahwa setiap kejadian sehari-hari, mimpi, bahkan momen lucu bersama teman adalah sumber inspirasi yang tak terbatas. Beliau sangat menghargai dan mendorong untuk menulis setiap ide kecil yang muncul ke dalam catatan khusus agar tidak lupa dengan ide yang muncul secara spontan tersebut. Sebagai penutup, beliau memberikan tantangan kreatif kepada para siswa untuk memproduksi karya orisinal mereka sendiri di rumah.

Pasca kunjungan tersebut, suasana kelas menjadi lebih semangat dan aktif menulis. Para siswa merasa semangat dan terinspirasi untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam kertas. Fenomena menarik terlihat pada karya Lani dan Jono; mereka menciptakan narasi yang autentik karena menulis berdasarkan pengalaman sendiri. Lani mengeksplorasi kelucuan kucing peliharaannya, sementara Jono mengangkat keseruan bermain layang-layang. Melihat progres ini, Bu Rini selaku wali kelas memberikan motivasi bahwa esensi menulis bukanlah soal kompetisi, melainkan tentang melatih keberanian dan apresiasi diri dalam berbagi ide kepada dunia.

Pertanyaan 9 ID: #99

Siapa tokoh inspiratif dalam teks tersebut?

BACAAN / STIMULUS

Metodologi Proses Kreatif dan Strategi Penulisan Narasi Otentik

Inspirasi Literasi: Kunjungan Edukatif Ibu Ratna ke SD Nusantara

Suatu pagi yang cerah di SD Nusantara, atmosfer pendidikan terasa sangat hidup karena kehadiran tamu istimewa, yakni Ibu Ratna, seorang penulis buku anak ternama yang karyanya telah menginspirasi banyak generasi. Kedatangannya disambut dengan euforia luar biasa oleh seluruh warga sekolah. Di aula utama, Ibu Ratna memaparkan secara komprehensif mengenai proses kreatif dalam menyusun sebuah buku, mulai dari teknik observasi untuk menggali ide, struktur penulisan naskah, hingga tahap publikasi di mana sebuah buku dapat dinikmati oleh khalayak luas. Beliau juga mempresentasikan beberapa karya unggulannya yang dihiasi dengan ilustrasi artistik untuk menarik minat baca dan mempermudah pemahaman alur cerita.

Dalam sesi dialog interaktif, seorang siswi bernama Lani menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dengan bertanya mengenai rahasia di balik penemuan ide cerita yang unik. Ibu Ratna dengan penuh empati menjelaskan bahwa setiap kejadian sehari-hari, mimpi, bahkan momen lucu bersama teman adalah sumber inspirasi yang tak terbatas. Beliau sangat menghargai dan mendorong untuk menulis setiap ide kecil yang muncul ke dalam catatan khusus agar tidak lupa dengan ide yang muncul secara spontan tersebut. Sebagai penutup, beliau memberikan tantangan kreatif kepada para siswa untuk memproduksi karya orisinal mereka sendiri di rumah.

Pasca kunjungan tersebut, suasana kelas menjadi lebih semangat dan aktif menulis. Para siswa merasa semangat dan terinspirasi untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam kertas. Fenomena menarik terlihat pada karya Lani dan Jono; mereka menciptakan narasi yang autentik karena menulis berdasarkan pengalaman sendiri. Lani mengeksplorasi kelucuan kucing peliharaannya, sementara Jono mengangkat keseruan bermain layang-layang. Melihat progres ini, Bu Rini selaku wali kelas memberikan motivasi bahwa esensi menulis bukanlah soal kompetisi, melainkan tentang melatih keberanian dan apresiasi diri dalam berbagi ide kepada dunia.

Pertanyaan 10 ID: #100

Apa yang dapat disimpulkan dari tanggapan siswa terhadap kegiatan menulis?

Pertanyaan 11 ID: #1121

Perhatikan teks berikut:

"Andi merasa gugup ketika pertama kali naik panggung untuk membacakan puisi. Ia menutup matanya sejenak dan menarik napas dalam-dalam sebelum mulai berbicara."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan respons emosional tokoh dalam teks.

1. Andi merasa gugup sebelum membacakan puisi.

2. Andi santai dan tenang tanpa rasa gugup.

3. Menutup mata dan menarik napas menunjukkan usaha menenangkan diri.

Pertanyaan 12 ID: #1122

Perhatikan teks berikut:

"Rina tersenyum lebar ketika melihat kucing kesayangannya bermain di halaman. Ia merasa senang dan terhibur."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan respons emosional tokoh dalam teks.

1. Rina merasa senang dan terhibur saat melihat kucing.

2. Rina sedih dan kecewa saat melihat kucing.

3. Tersenyum lebar menunjukkan kebahagiaan Rina.

Pertanyaan 13 ID: #1123

Perhatikan teks berikut:

"Budi kecewa karena timnya kalah dalam pertandingan. Ia menundukkan kepala dan menarik napas panjang untuk menenangkan diri."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan respons emosional tokoh dalam teks.

1. Budi merasa kecewa karena timnya kalah.

2. Budi senang dan puas meski timnya kalah.

3. Menundukkan kepala dan menarik napas panjang menunjukkan usaha menenangkan diri.

Pertanyaan 14 ID: #1124

Perhatikan teks berikut:

"Siti gembira saat menerima hadiah ulang tahun dari sahabatnya. Matanya berbinar-binar dan ia memeluk sahabatnya dengan erat."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan respons emosional tokoh dalam teks.

1. Siti gembira dan memeluk sahabatnya.

2. Siti marah dan kecewa atas hadiah.

3. Mata berbinar menunjukkan kebahagiaan Siti.

Pertanyaan 15 ID: #1125

Perhatikan teks berikut:

"Dina merasa takut ketika lampu tiba-tiba mati di ruang kelas. Ia memegang meja dan menunggu guru menyalakan lampu kembali."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan respons emosional tokoh dalam teks.

1. Dina merasa takut ketika lampu mati.

2. Dina merasa senang ketika lampu mati.

3. Memegang meja menunjukkan cara mengatasi rasa takut.

Pertanyaan 16 ID: #1126

Perhatikan teks berikut:

"Seno merasa bangga setelah berhasil menyelesaikan tugas yang sulit. Ia tersenyum puas dan menunjukkan hasilnya kepada teman-temannya."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan respons emosional tokoh dalam teks.

1. Seno merasa bangga setelah menyelesaikan tugas.

2. Seno kecewa meski menyelesaikan tugas dengan baik.

3. Tersenyum puas menunjukkan kebanggaan Seno.

Pertanyaan 17 ID: #1127

Perhatikan teks berikut:

"Tia cemas saat menemukan seekor anak kucing terjebak di pohon. Ia mencoba menenangkan kucing itu sebelum membantunya turun."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan respons emosional tokoh dalam teks.

1. Tia cemas saat menemukan anak kucing terjebak.

2. Tia acuh tak acuh terhadap kucing.

3. Mencoba menenangkan kucing menunjukkan empati Tia.

Pertanyaan 18 ID: #1128

Perhatikan teks berikut:

"Rafi marah ketika temannya merusak permainan yang baru saja ia buat. Ia menepuk meja dan menarik napas panjang untuk menenangkan diri."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan respons emosional tokoh dalam teks.

1. Rafi marah karena permainan dirusak teman.

2. Rafi tetap tenang dan senang meski permainannya dirusak.

3. Menepuk meja dan menarik napas panjang menunjukkan usaha menenangkan diri.

Pertanyaan 19 ID: #1129

Perhatikan teks berikut:

"Lila senang karena lukisannya dipuji guru. Ia tersenyum dan melompat kecil karena gembira."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan respons emosional tokoh dalam teks.

1. Lila senang karena lukisannya dipuji guru.

2. Lila sedih karena lukisannya dipuji.

3. Melompat kecil menunjukkan kegembiraan Lila.

Pertanyaan 20 ID: #1130

Perhatikan teks berikut:

"Dika merasa cemas saat menghadapi pertanyaan sulit di kelas. Ia menggigit bibir dan menundukkan kepala sejenak sebelum menjawab."


Pertanyaan:
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan respons emosional tokoh dalam teks.

1. Dika merasa cemas saat menghadapi pertanyaan sulit.

2. Dika merasa santai dan tenang menghadapi pertanyaan sulit.

3. Menggigit bibir dan menundukkan kepala menunjukkan cemas Dika.

BACAAN / STIMULUS

Petualangan Rahasia di Hutan Seribu Mimpi

Raka dan adiknya, Sinta, selalu diceritakan oleh kakek mereka tentang Hutan Seribu Mimpi. Konon, hutan itu dipenuhi pepohonan yang bisa berbicara dan makhluk-makhluk ajaib. Raka yang pemberani dan selalu ingin tahu, mengajak Sinta untuk membuktikan cerita kakek. Sinta merasa **ragu dan takut** saat mereka memasuki hutan. Suasana hutan yang gelap dan sunyi membuat bulu kuduknya merinding. "Bagaimana kalau kita tersesat?" bisik Sinta dengan suara gemetar.

Mereka terus berjalan, dan tiba-tiba mereka melihat seekor kelinci kecil dengan sayap di punggungnya. Kelinci itu sedang menangis tersedu-sedu di balik semak. "Kenapa kamu menangis?" tanya Raka dengan hati-hati. Kelinci itu menceritakan bahwa ia tidak bisa pulang karena sayapnya patah. Tanpa pikir panjang, Raka membantu kelinci itu mengobati sayapnya. Sinta yang tadinya takut, kini merasa **kasihan dan iba** melihat kelinci yang terluka. Ia ikut membantu dengan memetik daun-daun herbal yang pernah diajarkan oleh kakeknya.

Setelah sayap kelinci itu diobati, ia bisa terbang lagi. Kelinci itu berterima kasih dan memberi mereka sebuah buah beri yang bersinar. "Buah ini akan menunjukkan jalan keluar dari hutan dan mengisi hati kalian dengan keberanian," kata kelinci itu sambil tersenyum. Raka dan Sinta **merasa gembira dan lega**. Mereka berpegangan tangan, mengikuti cahaya buah beri, dan berhasil keluar dari hutan tepat sebelum matahari terbenam. Sinta tidak lagi takut pada hutan. Ia justru **merasa bangga dan bahagia** karena telah membantu kelinci dan membuktikan cerita kakeknya benar.

Pertanyaan 21 ID: #1791

Bagaimana respons emosional Sinta saat pertama kali memasuki Hutan Seribu Mimpi?

BACAAN / STIMULUS

Petualangan Rahasia di Hutan Seribu Mimpi

Raka dan adiknya, Sinta, selalu diceritakan oleh kakek mereka tentang Hutan Seribu Mimpi. Konon, hutan itu dipenuhi pepohonan yang bisa berbicara dan makhluk-makhluk ajaib. Raka yang pemberani dan selalu ingin tahu, mengajak Sinta untuk membuktikan cerita kakek. Sinta merasa **ragu dan takut** saat mereka memasuki hutan. Suasana hutan yang gelap dan sunyi membuat bulu kuduknya merinding. "Bagaimana kalau kita tersesat?" bisik Sinta dengan suara gemetar.

Mereka terus berjalan, dan tiba-tiba mereka melihat seekor kelinci kecil dengan sayap di punggungnya. Kelinci itu sedang menangis tersedu-sedu di balik semak. "Kenapa kamu menangis?" tanya Raka dengan hati-hati. Kelinci itu menceritakan bahwa ia tidak bisa pulang karena sayapnya patah. Tanpa pikir panjang, Raka membantu kelinci itu mengobati sayapnya. Sinta yang tadinya takut, kini merasa **kasihan dan iba** melihat kelinci yang terluka. Ia ikut membantu dengan memetik daun-daun herbal yang pernah diajarkan oleh kakeknya.

Setelah sayap kelinci itu diobati, ia bisa terbang lagi. Kelinci itu berterima kasih dan memberi mereka sebuah buah beri yang bersinar. "Buah ini akan menunjukkan jalan keluar dari hutan dan mengisi hati kalian dengan keberanian," kata kelinci itu sambil tersenyum. Raka dan Sinta **merasa gembira dan lega**. Mereka berpegangan tangan, mengikuti cahaya buah beri, dan berhasil keluar dari hutan tepat sebelum matahari terbenam. Sinta tidak lagi takut pada hutan. Ia justru **merasa bangga dan bahagia** karena telah membantu kelinci dan membuktikan cerita kakeknya benar.

Pertanyaan 22 ID: #1792

Apa yang dirasakan Sinta ketika melihat kelinci kecil yang menangis?

BACAAN / STIMULUS

Petualangan Rahasia di Hutan Seribu Mimpi

Raka dan adiknya, Sinta, selalu diceritakan oleh kakek mereka tentang Hutan Seribu Mimpi. Konon, hutan itu dipenuhi pepohonan yang bisa berbicara dan makhluk-makhluk ajaib. Raka yang pemberani dan selalu ingin tahu, mengajak Sinta untuk membuktikan cerita kakek. Sinta merasa **ragu dan takut** saat mereka memasuki hutan. Suasana hutan yang gelap dan sunyi membuat bulu kuduknya merinding. "Bagaimana kalau kita tersesat?" bisik Sinta dengan suara gemetar.

Mereka terus berjalan, dan tiba-tiba mereka melihat seekor kelinci kecil dengan sayap di punggungnya. Kelinci itu sedang menangis tersedu-sedu di balik semak. "Kenapa kamu menangis?" tanya Raka dengan hati-hati. Kelinci itu menceritakan bahwa ia tidak bisa pulang karena sayapnya patah. Tanpa pikir panjang, Raka membantu kelinci itu mengobati sayapnya. Sinta yang tadinya takut, kini merasa **kasihan dan iba** melihat kelinci yang terluka. Ia ikut membantu dengan memetik daun-daun herbal yang pernah diajarkan oleh kakeknya.

Setelah sayap kelinci itu diobati, ia bisa terbang lagi. Kelinci itu berterima kasih dan memberi mereka sebuah buah beri yang bersinar. "Buah ini akan menunjukkan jalan keluar dari hutan dan mengisi hati kalian dengan keberanian," kata kelinci itu sambil tersenyum. Raka dan Sinta **merasa gembira dan lega**. Mereka berpegangan tangan, mengikuti cahaya buah beri, dan berhasil keluar dari hutan tepat sebelum matahari terbenam. Sinta tidak lagi takut pada hutan. Ia justru **merasa bangga dan bahagia** karena telah membantu kelinci dan membuktikan cerita kakeknya benar.

Pertanyaan 23 ID: #1793

Mengapa Raka dan Sinta merasa **gembira dan lega**?

BACAAN / STIMULUS

Petualangan Rahasia di Hutan Seribu Mimpi

Raka dan adiknya, Sinta, selalu diceritakan oleh kakek mereka tentang Hutan Seribu Mimpi. Konon, hutan itu dipenuhi pepohonan yang bisa berbicara dan makhluk-makhluk ajaib. Raka yang pemberani dan selalu ingin tahu, mengajak Sinta untuk membuktikan cerita kakek. Sinta merasa **ragu dan takut** saat mereka memasuki hutan. Suasana hutan yang gelap dan sunyi membuat bulu kuduknya merinding. "Bagaimana kalau kita tersesat?" bisik Sinta dengan suara gemetar.

Mereka terus berjalan, dan tiba-tiba mereka melihat seekor kelinci kecil dengan sayap di punggungnya. Kelinci itu sedang menangis tersedu-sedu di balik semak. "Kenapa kamu menangis?" tanya Raka dengan hati-hati. Kelinci itu menceritakan bahwa ia tidak bisa pulang karena sayapnya patah. Tanpa pikir panjang, Raka membantu kelinci itu mengobati sayapnya. Sinta yang tadinya takut, kini merasa **kasihan dan iba** melihat kelinci yang terluka. Ia ikut membantu dengan memetik daun-daun herbal yang pernah diajarkan oleh kakeknya.

Setelah sayap kelinci itu diobati, ia bisa terbang lagi. Kelinci itu berterima kasih dan memberi mereka sebuah buah beri yang bersinar. "Buah ini akan menunjukkan jalan keluar dari hutan dan mengisi hati kalian dengan keberanian," kata kelinci itu sambil tersenyum. Raka dan Sinta **merasa gembira dan lega**. Mereka berpegangan tangan, mengikuti cahaya buah beri, dan berhasil keluar dari hutan tepat sebelum matahari terbenam. Sinta tidak lagi takut pada hutan. Ia justru **merasa bangga dan bahagia** karena telah membantu kelinci dan membuktikan cerita kakeknya benar.

Pertanyaan 24 ID: #1794

Perasaan apa yang muncul pada diri Sinta setelah berhasil keluar dari hutan?

BACAAN / STIMULUS

Petualangan Rahasia di Hutan Seribu Mimpi

Raka dan adiknya, Sinta, selalu diceritakan oleh kakek mereka tentang Hutan Seribu Mimpi. Konon, hutan itu dipenuhi pepohonan yang bisa berbicara dan makhluk-makhluk ajaib. Raka yang pemberani dan selalu ingin tahu, mengajak Sinta untuk membuktikan cerita kakek. Sinta merasa **ragu dan takut** saat mereka memasuki hutan. Suasana hutan yang gelap dan sunyi membuat bulu kuduknya merinding. "Bagaimana kalau kita tersesat?" bisik Sinta dengan suara gemetar.

Mereka terus berjalan, dan tiba-tiba mereka melihat seekor kelinci kecil dengan sayap di punggungnya. Kelinci itu sedang menangis tersedu-sedu di balik semak. "Kenapa kamu menangis?" tanya Raka dengan hati-hati. Kelinci itu menceritakan bahwa ia tidak bisa pulang karena sayapnya patah. Tanpa pikir panjang, Raka membantu kelinci itu mengobati sayapnya. Sinta yang tadinya takut, kini merasa **kasihan dan iba** melihat kelinci yang terluka. Ia ikut membantu dengan memetik daun-daun herbal yang pernah diajarkan oleh kakeknya.

Setelah sayap kelinci itu diobati, ia bisa terbang lagi. Kelinci itu berterima kasih dan memberi mereka sebuah buah beri yang bersinar. "Buah ini akan menunjukkan jalan keluar dari hutan dan mengisi hati kalian dengan keberanian," kata kelinci itu sambil tersenyum. Raka dan Sinta **merasa gembira dan lega**. Mereka berpegangan tangan, mengikuti cahaya buah beri, dan berhasil keluar dari hutan tepat sebelum matahari terbenam. Sinta tidak lagi takut pada hutan. Ia justru **merasa bangga dan bahagia** karena telah membantu kelinci dan membuktikan cerita kakeknya benar.

Pertanyaan 25 ID: #1795

Bagaimana sikap Sinta berubah dari awal hingga akhir cerita?

BACAAN / STIMULUS

Petualangan Rahasia di Hutan Seribu Mimpi

Raka dan adiknya, Sinta, selalu diceritakan oleh kakek mereka tentang Hutan Seribu Mimpi. Konon, hutan itu dipenuhi pepohonan yang bisa berbicara dan makhluk-makhluk ajaib. Raka yang pemberani dan selalu ingin tahu, mengajak Sinta untuk membuktikan cerita kakek. Sinta merasa **ragu dan takut** saat mereka memasuki hutan. Suasana hutan yang gelap dan sunyi membuat bulu kuduknya merinding. "Bagaimana kalau kita tersesat?" bisik Sinta dengan suara gemetar.

Mereka terus berjalan, dan tiba-tiba mereka melihat seekor kelinci kecil dengan sayap di punggungnya. Kelinci itu sedang menangis tersedu-sedu di balik semak. "Kenapa kamu menangis?" tanya Raka dengan hati-hati. Kelinci itu menceritakan bahwa ia tidak bisa pulang karena sayapnya patah. Tanpa pikir panjang, Raka membantu kelinci itu mengobati sayapnya. Sinta yang tadinya takut, kini merasa **kasihan dan iba** melihat kelinci yang terluka. Ia ikut membantu dengan memetik daun-daun herbal yang pernah diajarkan oleh kakeknya.

Setelah sayap kelinci itu diobati, ia bisa terbang lagi. Kelinci itu berterima kasih dan memberi mereka sebuah buah beri yang bersinar. "Buah ini akan menunjukkan jalan keluar dari hutan dan mengisi hati kalian dengan keberanian," kata kelinci itu sambil tersenyum. Raka dan Sinta **merasa gembira dan lega**. Mereka berpegangan tangan, mengikuti cahaya buah beri, dan berhasil keluar dari hutan tepat sebelum matahari terbenam. Sinta tidak lagi takut pada hutan. Ia justru **merasa bangga dan bahagia** karena telah membantu kelinci dan membuktikan cerita kakeknya benar.

Pertanyaan 26 ID: #1796

Apa yang memicu rasa takut pada diri Sinta?

BACAAN / STIMULUS

Petualangan Rahasia di Hutan Seribu Mimpi

Raka dan adiknya, Sinta, selalu diceritakan oleh kakek mereka tentang Hutan Seribu Mimpi. Konon, hutan itu dipenuhi pepohonan yang bisa berbicara dan makhluk-makhluk ajaib. Raka yang pemberani dan selalu ingin tahu, mengajak Sinta untuk membuktikan cerita kakek. Sinta merasa **ragu dan takut** saat mereka memasuki hutan. Suasana hutan yang gelap dan sunyi membuat bulu kuduknya merinding. "Bagaimana kalau kita tersesat?" bisik Sinta dengan suara gemetar.

Mereka terus berjalan, dan tiba-tiba mereka melihat seekor kelinci kecil dengan sayap di punggungnya. Kelinci itu sedang menangis tersedu-sedu di balik semak. "Kenapa kamu menangis?" tanya Raka dengan hati-hati. Kelinci itu menceritakan bahwa ia tidak bisa pulang karena sayapnya patah. Tanpa pikir panjang, Raka membantu kelinci itu mengobati sayapnya. Sinta yang tadinya takut, kini merasa **kasihan dan iba** melihat kelinci yang terluka. Ia ikut membantu dengan memetik daun-daun herbal yang pernah diajarkan oleh kakeknya.

Setelah sayap kelinci itu diobati, ia bisa terbang lagi. Kelinci itu berterima kasih dan memberi mereka sebuah buah beri yang bersinar. "Buah ini akan menunjukkan jalan keluar dari hutan dan mengisi hati kalian dengan keberanian," kata kelinci itu sambil tersenyum. Raka dan Sinta **merasa gembira dan lega**. Mereka berpegangan tangan, mengikuti cahaya buah beri, dan berhasil keluar dari hutan tepat sebelum matahari terbenam. Sinta tidak lagi takut pada hutan. Ia justru **merasa bangga dan bahagia** karena telah membantu kelinci dan membuktikan cerita kakeknya benar.

Pertanyaan 27 ID: #1797

Manakah dua peristiwa yang mengubah perasaan Sinta dari takut menjadi berani?

BACAAN / STIMULUS

Petualangan Rahasia di Hutan Seribu Mimpi

Raka dan adiknya, Sinta, selalu diceritakan oleh kakek mereka tentang Hutan Seribu Mimpi. Konon, hutan itu dipenuhi pepohonan yang bisa berbicara dan makhluk-makhluk ajaib. Raka yang pemberani dan selalu ingin tahu, mengajak Sinta untuk membuktikan cerita kakek. Sinta merasa **ragu dan takut** saat mereka memasuki hutan. Suasana hutan yang gelap dan sunyi membuat bulu kuduknya merinding. "Bagaimana kalau kita tersesat?" bisik Sinta dengan suara gemetar.

Mereka terus berjalan, dan tiba-tiba mereka melihat seekor kelinci kecil dengan sayap di punggungnya. Kelinci itu sedang menangis tersedu-sedu di balik semak. "Kenapa kamu menangis?" tanya Raka dengan hati-hati. Kelinci itu menceritakan bahwa ia tidak bisa pulang karena sayapnya patah. Tanpa pikir panjang, Raka membantu kelinci itu mengobati sayapnya. Sinta yang tadinya takut, kini merasa **kasihan dan iba** melihat kelinci yang terluka. Ia ikut membantu dengan memetik daun-daun herbal yang pernah diajarkan oleh kakeknya.

Setelah sayap kelinci itu diobati, ia bisa terbang lagi. Kelinci itu berterima kasih dan memberi mereka sebuah buah beri yang bersinar. "Buah ini akan menunjukkan jalan keluar dari hutan dan mengisi hati kalian dengan keberanian," kata kelinci itu sambil tersenyum. Raka dan Sinta **merasa gembira dan lega**. Mereka berpegangan tangan, mengikuti cahaya buah beri, dan berhasil keluar dari hutan tepat sebelum matahari terbenam. Sinta tidak lagi takut pada hutan. Ia justru **merasa bangga dan bahagia** karena telah membantu kelinci dan membuktikan cerita kakeknya benar.

Pertanyaan 28 ID: #1798

Mengapa Sinta merasa kasihan dan iba pada kelinci?

BACAAN / STIMULUS

Petualangan Rahasia di Hutan Seribu Mimpi

Raka dan adiknya, Sinta, selalu diceritakan oleh kakek mereka tentang Hutan Seribu Mimpi. Konon, hutan itu dipenuhi pepohonan yang bisa berbicara dan makhluk-makhluk ajaib. Raka yang pemberani dan selalu ingin tahu, mengajak Sinta untuk membuktikan cerita kakek. Sinta merasa **ragu dan takut** saat mereka memasuki hutan. Suasana hutan yang gelap dan sunyi membuat bulu kuduknya merinding. "Bagaimana kalau kita tersesat?" bisik Sinta dengan suara gemetar.

Mereka terus berjalan, dan tiba-tiba mereka melihat seekor kelinci kecil dengan sayap di punggungnya. Kelinci itu sedang menangis tersedu-sedu di balik semak. "Kenapa kamu menangis?" tanya Raka dengan hati-hati. Kelinci itu menceritakan bahwa ia tidak bisa pulang karena sayapnya patah. Tanpa pikir panjang, Raka membantu kelinci itu mengobati sayapnya. Sinta yang tadinya takut, kini merasa **kasihan dan iba** melihat kelinci yang terluka. Ia ikut membantu dengan memetik daun-daun herbal yang pernah diajarkan oleh kakeknya.

Setelah sayap kelinci itu diobati, ia bisa terbang lagi. Kelinci itu berterima kasih dan memberi mereka sebuah buah beri yang bersinar. "Buah ini akan menunjukkan jalan keluar dari hutan dan mengisi hati kalian dengan keberanian," kata kelinci itu sambil tersenyum. Raka dan Sinta **merasa gembira dan lega**. Mereka berpegangan tangan, mengikuti cahaya buah beri, dan berhasil keluar dari hutan tepat sebelum matahari terbenam. Sinta tidak lagi takut pada hutan. Ia justru **merasa bangga dan bahagia** karena telah membantu kelinci dan membuktikan cerita kakeknya benar.

Pertanyaan 29 ID: #1799

Apa saja yang membuat Raka dan Sinta merasa lega dan gembira pada akhir cerita?

BACAAN / STIMULUS

Petualangan Rahasia di Hutan Seribu Mimpi

Raka dan adiknya, Sinta, selalu diceritakan oleh kakek mereka tentang Hutan Seribu Mimpi. Konon, hutan itu dipenuhi pepohonan yang bisa berbicara dan makhluk-makhluk ajaib. Raka yang pemberani dan selalu ingin tahu, mengajak Sinta untuk membuktikan cerita kakek. Sinta merasa **ragu dan takut** saat mereka memasuki hutan. Suasana hutan yang gelap dan sunyi membuat bulu kuduknya merinding. "Bagaimana kalau kita tersesat?" bisik Sinta dengan suara gemetar.

Mereka terus berjalan, dan tiba-tiba mereka melihat seekor kelinci kecil dengan sayap di punggungnya. Kelinci itu sedang menangis tersedu-sedu di balik semak. "Kenapa kamu menangis?" tanya Raka dengan hati-hati. Kelinci itu menceritakan bahwa ia tidak bisa pulang karena sayapnya patah. Tanpa pikir panjang, Raka membantu kelinci itu mengobati sayapnya. Sinta yang tadinya takut, kini merasa **kasihan dan iba** melihat kelinci yang terluka. Ia ikut membantu dengan memetik daun-daun herbal yang pernah diajarkan oleh kakeknya.

Setelah sayap kelinci itu diobati, ia bisa terbang lagi. Kelinci itu berterima kasih dan memberi mereka sebuah buah beri yang bersinar. "Buah ini akan menunjukkan jalan keluar dari hutan dan mengisi hati kalian dengan keberanian," kata kelinci itu sambil tersenyum. Raka dan Sinta **merasa gembira dan lega**. Mereka berpegangan tangan, mengikuti cahaya buah beri, dan berhasil keluar dari hutan tepat sebelum matahari terbenam. Sinta tidak lagi takut pada hutan. Ia justru **merasa bangga dan bahagia** karena telah membantu kelinci dan membuktikan cerita kakeknya benar.

Pertanyaan 30 ID: #1800

Apa yang menjadi alasan Sinta tidak lagi takut pada hutan?