Language Evaluation: Menilai Ketepatan Penggunaan Bahasa Formal
Presisi dalam Berbahasa: Kunci Profesionalisme dan Kredibilitas di Dunia Kerja
Dalam dunia profesional, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan representasi dari identitas dan kredibilitas seseorang. Kesalahan kecil dalam penggunaan bahasa formal pada surat lamaran kerja atau proposal bisnis dapat memberikan kesan ketidakseriusan. Language Evaluation adalah keterampilan mengevaluasi teks berdasarkan kaidah tata bahasa, ketepatan diksi, dan efektivitas kalimat agar sesuai dengan standar formal.
1. Parameter Penilaian Bahasa Formal
Bahasa formal memiliki karakteristik yang membedakannya dengan bahasa percakapan sehari-hari. Evaluasi bahasa formal mencakup tiga pilar utama:
- Ketepatan Ejaan dan Tanda Baca (PUEBI/EYD): Penulisan huruf kapital, angka, serta penggunaan tanda koma (,) dan titik (.) yang presisi.
- Kebenaran Bentuk Kata: Penggunaan imbuhan yang lengkap dan benar (misal: mempengaruhi seharusnya memengaruhi).
- Efektivitas Kalimat: Kalimat harus memiliki subjek dan predikat yang jelas, tidak bertele-tele (pleonasme), dan tidak ambigu.
2. Analisis Diksi: Kata Baku vs Tidak Baku
Pemilihan kata (diksi) adalah aspek krusial dalam evaluasi bahasa. Dalam konteks formal, kita dituntut menggunakan kata baku yang tercatat dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
3. Menyunting Kalimat Tidak Efektif
Evaluasi bahasa juga berarti mendeteksi kalimat yang mubazir atau tidak logis. Perhatikan perbandingan berikut dalam sebuah laporan resmi:
Tidak Efektif: "Bagi para siswa-siswi sekalian diharapkan agar supaya segera mengumpulkan tugasnya masing-masing."
Efektif (Formal): "Siswa diharapkan segera mengumpulkan tugas."
Kalimat efektif menghemat waktu pembaca dan memastikan pesan disampaikan secara langsung tanpa distraksi linguistik.
Masa Depan: Karir sebagai Editor & Legal Drafter
Keahlian evaluasi bahasa sangat dibutuhkan di industri hukum sebagai Legal Drafter (penyusun dokumen hukum) dan di industri penerbitan sebagai Editor. Bahkan di dunia digital, seorang Technical Writer dibayar mahal untuk memastikan instruksi penggunaan teknologi ditulis dengan bahasa yang formal dan mudah dipahami. Pengiklan Kursus Bahasa Indonesia untuk Profesional, Perangkat Lunak Editor Teks, dan Bimbingan Tes CPNS/Kedinasan sangat tertarik pada penguasaan materi ini!